Ilustrasi Pertumbuhan pada tumbuhan (Foto: www.freepik.com by brgfx)

Pertumbuhan Primer dan Sekunder Tumbuhan – Materi Biologi Kelas 11

Yuk, simak artikel ini untuk mengenal proses pertumbuhan primer dan sekunder pada tumbuhan dan cara menghitung umur pohon menggunakan lingkaran tahunnya!

Hai Sobat Zenius! Rata-rata pertumbuhan tinggi manusia berhenti di umur 20-21 tahun. Coba deh bayangin setinggi apa manusia kalo kita bisa bertambah tinggi seumur hidup atau kira-kira selama 70 tahun? Pasti tinggi manusia bisa mengalahkan titan di Attack on Titan tuh. Tapi sayangnya kita nggak bisa Sobat, begitu juga dengan hewan. Tapi, ada makhluk hidup yang bisa terus bertumbuh selama hidupnya lho. Yak, pasti lo udah bisa nebak kalau makhluk hidup yang gue maksud adalah tumbuhan.

Proses pertambahan tinggi itu termasuk dalam proses pertumbuhan, Sobat. Penasaran nggak sih gimana cara tumbuhan bertumbuh selama hidupnya? Kalau iya, yuk, simak artikel ini untuk mengenal pertumbuhan yang dibagi menjadi pertumbuhan primer dan sekunder pada tumbuhan!

Apa itu Pertumbuhan?

Di artikel ini, kita kan akan membahas tentang pertumbuhan primer dan sekunder pada tumbuhan nih, supaya lebih afdol kita pahami dulu yuk tentang apa itu pertumbuhan. 

Apa sih artinya pertumbuhan menurut lo? Kalau lo punya jawaban yang kurang lebih menggambarkan pertumbuhan sebagai proses dari kecil menjadi besar, lo sudah benar Sobat, tapi masih bisa lebih dilengkapi nih. Menurut Purnamasari (2020), pertumbuhan adalah proses pertambahan tinggi, berat, volume, atau massa tubuh pada makhluk hidup yang bersifat kuantitatif (dapat diukur dan dihitung dengan angka) dan irreversible (tidak dapat balik ke kondisi semula). Jadi, jika suatu tumbuhan mengalami penambahan ukuran pada tinggi, lebar, atau beratnya, maka tumbuhan itu mengalami pertumbuhan Sobat.

Ilustrasi Pertumbuhan Tumbuhan (Foto: www.freepik.com by pch.vector)
Ilustrasi Pertumbuhan Tumbuhan (Foto: www.freepik.com by pch.vector)

Tadi di awal, kita sudah sama-sama tahu nih kalau tumbuhan itu bertumbuh selama hidupnya. Emangnya umur tumbuhan berapa sih? Umur tumbuhan ternyata berbeda-beda Sobat. Ada tumbuhan yang hanya hidup selama satu tahun atau satu musim yang biasanya disebut dengan tanaman annual, ada yang hidup untuk dua tahun yaitu tanaman biennial, dan ada juga yang bisa hidup lebih dari dua tahun bahkan hingga ribuan tahun yaitu tanaman perennial.  

Nah, karena lo sudah tahu apa itu pertumbuhan, sekarang kita lanjut mengenal tentang pertumbuhan primer dan sekunder pada tumbuhan yuk!

Baca Juga

Mengenal Struktur dan Fungsi Tumbuhan – Materi IPA Kelas 8

6 Jenis Jaringan Tumbuhan: Materi Biologi Kelas 11

Apa Itu Tumbuhan Lumut (Bryophyta)?

Pertumbuhan Primer pada Tumbuhan

Pertama-tama apa sih pengertian pertumbuhan primer itu? Pertumbuhan primer pada tumbuhan adalah pertumbuhan yang terjadi pada bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti pucuk atau pokok batang dan cabang, dan ujung akar di mana meristem apikal berada. Pertumbuhan primer ini merupakan hasil dari pembelahan sel-sel meristem apikal yang merupakan daerah pusat pembelahan sel-sel.

Meristem Apikal pada Ujung Batang (Foto: sumber.belajar.kemdikbud.go.id)
Meristem Apikal pada Ujung Batang (Foto: sumber.belajar.kemdikbud.go.id)

Kita sudah tahu nih apa itu pengertian pertumbuhan primer, sekarang kita akan membahas bagaimana terjadinya pertumbuhan primer pada tumbuhan ya. Seperti yang sudah dijelaskan dalam pengertian pertumbuhan primer, pertumbuhan ini dimulai dari pembelahan sel yang ada di meristem apikal. Pembelahan meristem ini akan membentuk meristem primer yang menyebabkan pertumbuhan primer dengan pertumbuhan dengan arah vertikal yang mengakibatkan perpanjangan akar ke arah bumi dan daun dan batang ke atas. 

Meristem primer terdiri dari tiga jaringan primer. Tiga jaringan primer tersebut adalah protoderm, prokambium, dan meristem dasar. Ketiga jaringan tersebut kemudian membentuk jaringan primernya masing-masing. Protoderm akan berkembang menjadi epidermis yang merupakan jaringan paling luar pada tumbuhan atau lapisan kulit terluar tumbuhan yang berguna sebagai pelindung jaringan dalam tumbuhan dan tempat pertukaran zat.

Jaringan Epidermis pada Tumbuhan (Foto: www.amongguru.com)
Jaringan Epidermis pada Tumbuhan (Foto: www.amongguru.com)

Prokambium akan membentuk pembuluh floem primer, alat pengangkut zat makanan yang dihasilkan dari proses fotosintesis tumbuhan dan xilem primer, alat pengangkut air serta zat-zat nutrisi yang terkandung di dalamnya. Lalu jaringan yang ketiga, yaitu meristem dasar akan berkembang membentuk jaringan dasar yang terdiri dari empulur yang dan korteks yang terdiri dari beberapa lapis sel parenkim.

Struktur Tumbuhan Dikotil (Foto: www.dosenpendidikan.co.id)
Struktur Tumbuhan Dikotil (Foto: www.dosenpendidikan.co.id)

Nah, dari penjelasan tentang pertumbuhan primer diatas, dapat dikatakan bahwa ciri-ciri pertumbuhan primer adalah terjadi di ujung batang dan akar, merupakan hasil dari pembelahan sel-sel embrionik di meristem apikal, dan menyebabkan pertambahan tinggi pada tumbuhan.

Pertumbuhan Primer pada Ujung Akar

Pertumbuhan primer pada akar terbagi menjadi 3 zona, yaitu zona meristematik, zona elongasi, dan zona diferensiasi. Pertumbuhan akar pada masing-masing zona adalah sebagai berikut:

  1. Zona meristematik atau zona pembelahan terletak di belakang tudung akar. Dengan adanya meristem primer dan apikal, pembelahan sel-sel yang aktif terjadi guna memperbaiki sel-sel akar yang rusak di daerah ini.
  2. Zona elongasi atau zona pemanjangan tersusun atas sel-sel dengan kemampuan untuk membesar dan memanjang. Zona ini berperan dalam memperpanjang struktur akar agar dapat menembus tanah lebih dalam.
  3. Zona diferensiasi merupakan zona dimana sel-sel mengalami proses pendewasaan. Proses pendewasaan ini ditandai dengan terbentuknya jaringan-jaringan seperti korteks yang berasal dari jaringan dasar, epidermis dari protoderm, bulu-bulu akar dari modifikasi epidermis, dan xilem dan floem yang berasal dari prokambium. Sehingga jika diperhatikan, bagian ujung akar merupakan bagian yang masih mudah sedangkan semakin ke atas mendekati batang, akar sudah semakin dewasa dan memiliki bagian-bagian yang lengkap
Pertumbuhan Primer Pada Akar Tumbuhan (Foto: www.gurupendidikan.co.id)
Pertumbuhan Primer Pada Akar Tumbuhan (Foto: www.gurupendidikan.co.id)

Pertumbuhan Primer pada Ujung Batang

Sama seperti pada bagian akar, zona pertumbuhan primer pada ujung batang pun juga dibagi menjadi tiga Sobat, yaitu zona meristematik atau zona pertumbuhan, zona elongasi, dan zona diferensiasi.  Pada zona meristematik, pembelahan sel-sel pun terus terjadi pada ujung tunas yang biasanya disebut kuncup. Lalu sama dengan pada pertumbuhan akar, pada zona perpanjangan memiliki peran dalam perpanjangan batang namun ke arah langit. Sedangkan pada zona diferensiasi, pendewasaan sel-sel ditandai dengan terbentuknya xilem dan floem primer dari prokambium, epidermis dari protoderm, dan empulur dari modifikasi meristem dasar.

Zona Pertumbuhan Primer pada Ujung Batang (Foto: nuriloka29.wordpress)
Zona Pertumbuhan Primer pada Ujung Batang (Foto: nuriloka29.wordpress)

Pertumbuhan Sekunder pada Tumbuhan

Pertumbuhan sekunder yaitu pertumbuhan tanaman pada bagian-bagian batang dan akar tumbuhan yang dimulai dari adanya aktivitas meristem lateral, yaitu kambium vaskuler dan kambium gabus. Kalau pertumbuhan primer menghasilkan pertumbuhan dalam bentuk penambahan tinggi tanaman, pertumbuhan sekunder bertumbuh dengan menambah lebar tanaman Sobat. Gimana ya caranya? Caranya adalah dari pembelahan sel-sel kambium vaskuler dan kambium gabus secara horizontal yang menghasilkan jaringan-jaringan sekunder.

Kambium vaskuler dan gabus itu apa sih? Kambium vaskuler merupakan lapisan lapisan sel-sel di antara xilem dan floem yang aktif membelah. Aktivitas pembelahan sel kambium vaskuler ke arah luar akan membentuk floem, sedangkan kalau ke dalam akan membentuk xilem yang merupakan jaringan kayu. Lalu, kambium gabus atau disebut juga felogen merupakan jaringan kambium yang membentuk lapisan periderm atau pelindung. Pertumbuhannya yang ke luar akan membentuk felem atau lapisan gabus dan kalau ke dalam membentuk feloderm atau korteks sekunder. 

Untuk memperjelas proses pertumbuhan sekunder melalui aktivitas kambium vaskuler dan gabus kita tengok tabel dibawah ini yang menunjukan penjelasan prosesnya berdasarkan gambar yuk.

Pertumbuhan Sekunder pada Batang Tumbuhan Berkayu (Foto: rizanaamalia.blogspot.com)
Di sini Sobat Zenius bisa lihat dengan urutan bentuk jaringan dari gambar bagian (a), (b), dan (c), ya. 

Pada gambar (a) ditunjukan jaringan hasil pertumbuhan primer yang jika dilihat dari bagian terluar batang terdapat lapisan epidermis, korteks, floem primer, kambium primer, kambium vaskuler atau pembuluh, xilem primer, dan terakhir adalah tempulur. Bisa dilihat bahwa pada tahap ini kambium vaskulernya belum mengalami modifikasi.

Beralih ke gambar bagian (b), dimulainya pertumbuhan sekunder dapat lo lihat dari pembelahan sel-sel kambium vaskuler yang membentuk xilem sekunder dan floem sekunder yang sebelumnya tidak ada. Kalau Sobat Zenius perhatikan, dalam gambar (b) batang sudah lebih lebar dibandingkan dengan gambar (a). Pada tahap ini, lapisan epidermis juga mati dan hilang.

Pada gambar (c), Sobat akan melihat bahwa diameter batang tanaman bertambah lebar lagi. Penambahan lebar ini merupakan hasil pembelahan kambium vaskuler yang diikuti dengan pembelahan kambium gabus guna menggantikan epidermis yang hilang pada tahap sebelumnya.

Melalui tabel diatas, kita sudah bisa lebih memahami tentang proses pertumbuhan sekunder pada tumbuhan Sobat. Kita juga bisa menyimpulkan bahwa ciri ciri pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhannya ke samping atau horizontal, merupakan hasil dari pembelahan kambium vaskuler dan kambium gabus, dan menghasilkan xilem dan floem sekunder, serta jaringan kulit yang baru. Adapun contoh tumbuhan yang mengalami pertumbuhan sekunder di antaranya adalah tumbuhan yang berupa pohon seperti pohon mangga, alpukat, karet, singkong, serta tumbuhan semak dan liana atau tumbuhan merambat.

Menghitung Umur Pohon dengan Lingkaran Tahun

Sobat Zenius pasti pernah melihat kayu yang dipotong secara horizontal dan terdapat motif garis-garis coklat tua berbentuk lingkaran pada tengahnya. Motif itu namanya adalah lingkaran tahun Sobat. Ternyata kita bisa lho menghitung umur sebuah pohon dari lingkaran tahun itu. Penampakan dari lingkaran tahun adalah seperti gambar di bawah ini nih:

Potongan Batang Tumbuhan Berkayu (Foto: www.unsplash.com by Atlas Kadrów)
Potongan Batang Tumbuhan Berkayu (Foto: www.unsplash.com by Atlas Kadrów)

Bagaimana bisa lingkaran tahun ini digunakan untuk menghitung umur sebuah pohon? Jadi, ternyata lingkaran ini merupakan lapisan-lapisan xilem sekunder, Sobat. Lingkaran yang berwarna coklat muda merupakan xilem yang dihasilkan saat musim penghujan. Karena xilem berfungsi untuk mengangkut mineral, maka ketika jumlah air yang diangkut banyak xilem ini menjadi lebih lebar dan warnanya lebih cerah. Sedangkan yang lingkaran berwarna gelap adalah xilem yang dihasilkan pada musim kemarau. Ya seperti yang bisa lo tebak, karena kadar air yang diangkut lebih sedikit, sehingga lingkarannya lebih sempit dan berwarna gelap.

Lalu, bagaimana cara menghitung lingkaran tahunnya? Karena satu kali musim kemarau dan musim penghujan dihitung satu tahun, maka umur pohon dapat dihitung dengan cara mengalikan jumlah lingkaran gelap dengan satu tahun. Maka umur pohon sama dengan jumlah lingkaran gelap yang ada pada tubuh pohon tersebut. Mudah kan, Sobat? Lain kali, lo bisa nih mencoba mempraktekan ilmu menghitung tahun ini Sobat.

Penutup

Wah, nggak kerasa udah sampai akhir saja pembahasan kita kali ini tentang pertumbuhan sekunder dan primer tumbuhan. Dari artikel ini gue sudah memberikan informasi terkait pengertian pertumbuhan secara general, pengertian serta proses pertumbuhan primer dan sekunder, ditambah cara menghitung umur sebuah pohon berkayu menggunakan lingkaran tahun. Semoga informasi yang gue bagikan kali ini bisa berguna ya buat lo Sobat. Kalau lo ada pertanyaan atau punya ide topik untuk dibahas di artikel gue selanjutnya, silahkan tulis di kolom komentar yah.

Sekian dari gue, see you in the next article!

Referensi

Admin Among Guru. (2021, November 26). Jenis-jenis Jaringan Pada Tumbuhan dan Fungsinya Dilengkapi Gambar. Among guru. Diakses pada 28 November 2021, dari https://www.amongguru.com/jenis-jenis-jaringan-pada-tumbuhan-dan-fungsinya-dilengkapi-gambar/\.

Budianti, R., Primaningtyas, S. P., & Tim Pengembang. (2019). Fungsi Jaringan Meristem. Jaringan Tumbuhan – Meristem. Diakses pada 28 November 2021, dari https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Meristem%20-%20BPSMG/materi3.html.

Purnamasari, A. (2020). Modul Pembelajaran SMA Biologi Kelas. XII KD.3 – Kemdikbud. Repositori Kemdikbud. Diakses pada 28 November 2021, dari http://repositori.kemdikbud.go.id/22105/1/XII_Biologi_KD-3.1_Final.pdf.

Saifullah. (2020). Modul Pembelajaran SMA Biologi Kelas XI KD 3.3. Repositori Kemdikbud. Diakses pada 28 November 2021, dari http://repositori.kemdikbud.go.id/21988/1/XI_Biologi_KD-3.3_FINAL.pdf.

UPI. (n.d.). Jaringan Pengangkut/ Jaringan Pembuluh – Direktori File Upi. Direktori FPMIPA. Diakses pada 28 November 2021, dari http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/196607161991011-AMPRASTO/bahan_kuliah/e-learningantum/Jaringan_Pengangkut_%288%29.pdf.

Bagikan Artikel Ini!