Apa Itu Tumbuhan Lumut (Bryophyta)?

Artikel ini akan membahas tentang seluk beluk tumbuhan lumut, mulai dari pengertiannya, ciri-ciri, klasifikasinya, hingga persamaan dan perbedaannya dengan tumbuhan paku.

Hi, guys! Pernah gak sih kamu melihat ada tumbuhan berwarna hijau yang berukuran pendek bergerombol di tempat-tempat yang lembap, seperti rumah kosong, bebatuan, batang pohon, atau bahkan di kamar mandi/sumur? Kira-kira itu jenis tumbuhan apa sih? Yap, itu adalah tumbuhan lumut. Hayo.. pernah dengar gak? Tumbuhan lumut atau Bryophyta merupakan salah satu anggota kingdom Plantae.

tumbuhan lumut atau bryophyta
Tumbuhan lumut atau Bryophyta merupakan salah satu anggota kingdom Plantae (sumber gambar: unsplash.com/yuralytkin)

Nah, di artikel kali ini, aku akan berbagi informasi seputar tumbuhan lumut yang akan kamu pelajari juga di mata pelajaran Biologi kelas 10. Yuk ah cus kita bahas satu persatu tentang dunia lumut!

 

Pengertian Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Tumbuhan lumut atau Bryophyta berasal dari bahasa Yunani, yaitu bryum yang berarti lumut. Lumut merupakan jenis tumbuhan yang gak punya organ sejati (akar, batang, dan daun) lho, guys. Sehingga, mereka gak punya pembuluh angkut xilem dan floem. Mereka menggunakan rhizoid atau mirip akar yang digunakan untuk menempel pada tanah maupun media lainnya.

Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan peralihan antara talofita (belum dapat dibedakan antara batang, daun, dan akarnya) dengan kormofita (sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya). Menurut John W. Kimball, penulis buku Biology, lumut merupakan tumbuhan kecil yang tingginya sekitar 1-2 cm hingga kurang dari 20 cm. Selain itu, mereka tumbuh di tempat-tempat yang lembap lho. Seorang dosen Biologi Universitas Lampung, Ellyzarti, dalam prosidingnya tahun 2009 tentang kekayaan jenis tumbuhan lumut, juga menyatakan bahwa lumut biasanya tumbuh pada suhu yang rendah, yaitu sekitar 10-30 derajat celcius. Sedangkan, untuk tingkat kelembapannya, lumut bisa hidup pada kisaran 70-98% dengan pH tanah berkisar 4,9-8,3. Itulah mengapa tumbuhan lumut banyak tumbuh di hutan dan tempat-tempat yang dialiri air seperti sungai atau air terjun.

 

Ciri-ciri Tumbuhan Lumut

Pengertian tumbuhan lumut ‘kan udah tau nih ya, kurang lengkap rasanya tanpa mengetahui lebih jauh tentang ciri-cirinya. Nah, dari sini kita juga bisa lho membedakan antara tumbuhan lumut dengan tumbuhan lainnya. Berikut ini merupakan ciri-ciri dari tumbuhan lumut.

  • Umumnya hidup di tempat yang lembap dan teduh, seperti sungai dan hutan. Mereka hidup di permukaan batuan, tanah, batang pohon, kayu lapuk, dll.
  • Mengandung klorofil, sehingga bisa memproduksi atau membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis.
  • Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tapi, mereka memiliki sesuatu yang mirip akar, disebut rizoid.
  • Tumbuhan penghasil spora, dan berkembangbiak melalui gamet (gametofit).
  • Organ kelamin laki-laki pada lumut disebut dengan anteridium, sedangkan organ betinanya disebut arkegonium.
  • Tidak memiliki jaringan pembuluh xilem dan floem.
  • Dinding sel lumut tersusun atas selulosa.
  • Mengalami dua fase kehidupan, yaitu fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid).

 

Jelaskan persamaan dan perbedaan tumbuhan paku dan lumut

Gak sedikit juga yang masih bingung dalam membedakan antara tumbuhan lumut dengan tumbuhan paku. Saat menemukan pertanyaan seperti di atas beberapa dari kamu mungkin bingung sebenarnya apa sih persamaan dan perbedaan tumbuhan paku dan lumut. Sebenarnya sangat mudah lho membedakan mereka. Ini dia persamaan dan perbedaan di antara keduanya.

jelaskan persamaan dan perbedaan tumbuhan paku dan lumut

Sedangkan, untuk persamaan antara tumbuhan lumut dan tumbuhan paku antara lain:

  • Keduanya sama-sama dapat hidup bersama di tempat lembap dan teduh.
  • Anggota tumbuhan lumut dan paku tidak ada yang parasit, mereka dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis.
  • Tumbuhan tanpa biji.
  • Keduanya sama-sama mengalami pergantian generasi.
  • Lumut dan paku sama-sama membutuhkan air untuk reproduksinya. Alat kelamin jantan mereka terdiri dari flagela, sehingga membutuhkan air untuk pembuahannya.
  • Sama-sama bermanfaat bagi ekosistem, salah satunya dapat mencegah erosi tanah.

 

Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Setelah mengetahui pengertian dan ciri-ciri dari tumbuhan lumut, sekarang kita masuk ke pembahasan klasifikasinya. Wah, di sini bakal seru banget pastinya. Karena, kamu akan mengetahui berbagai jenis tumbuhan lumut yang terbagi menjadi tiga kelas, yaitu lumut hati (hepaticopsida), lumut daun (bryopsida), dan lumut tanduk (anthocerotopsida).

contoh klasifikasi tumbuhan lumut
Contoh tumbuhan lumut berdasarkan klasifikasi divisinya

Lumut Hati (Hepaticopsida)

Sesuai dengan namanya yang berasal dari bahasa latin hepatica yang berarti hati, bentuk lumut ini seperti hati manusia lho. Mereka masih berbentuk talus atau talofita. Selain itu, mereka juga berlobus dan membentuk zigot. Menurut Gembong Tjitrosoepomo, dalam buku Morfologi Tumbuhan tahun 2005, lumut hati bisa hidup dan tumbuh dengan baik di tempat yang tingkat kelembapannya tinggi dan teduh, jadi tidak menerima sinar matahari langsung. Sehingga, tubuh lumut hati punya struktur tubuh higromorf (terdapat rongga udara), xeromorf (terdapat alat penyimpanan air), epifit (hidup di kulit kayu), dan saprofit.

Contoh lumut hati: Marchantia polymorpha.

Lumut Daun (Bryopsida)

Lumut daun disebut juga dengan lumut sejati. Hal itu karena mereka sudah bisa dibedakan antara batang, daun, dan rizoidnya. Rizoid itulah yang membuat lumut daun menempel pada tanah atau media lainnya. Tapi, batang, daun, dan akar pada tumbuhan lumut daun tidak sama dengan tumbuhan vaskuler atau berpembuluh ya, guys. Oh iya, dibandingkan dengan jenis lumut lainnya, lumut daun inilah yang paling banyak spesiesnya. Habitat lumut daun sangat luas, bisa di tanah gundul, di atas pasir, rawa-rawa, batang pohon, bebatuan, dll. Tapi, kalau di dalam air sulit ditemukan.

Contoh lumut daun: Sphagnum sp.

Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)

Jenis tumbuhan lumut yang terakhir akan dibahas adalah lumut tanduk. Mereka merupakan jenis tumbuhan amfibi, alias bisa hidup di air dan di darat. Jadi, buat kamu yang memelihara ikan di dalam akuarium, kamu bisa meletakkan lumut daun di dalamnya lho. Caranya, cukup tempelkan tunas atau beberapa potong lumut yang terdapat rizoidnya di bagian bawah akuarium. Sporofit lumut tanduk bentuknya memanjang seperti tanduk.

Contoh lumut tanduk: Anthoceros laevis.

Demikian informasi mengenai tumbuhan lumut. Semoga bermanfaat ya buat kamu. Nah, dari sekian banyak jenis tumbuhan lumut, mana yang paling menarik menurutmu, guys? Kenapa tuh?

 

Baca Juga Artikel Lainnya

Kingdom Plantae

Kingdom Animalia

Bagikan artikel ini: