30 Hari Menuju SIMAK UI, Apa Aja yang Perlu Disiapin? 9

30 Hari Menuju SIMAK UI, Apa Aja yang Perlu Disiapin?

Pelaksanaan ujian SIMAK UI tinggal sebulan lagi. Buat kalian yang masih mengidam-idamkan memakai jaket kuning di tahun ini, maka ujian mandiri SIMAK jadi kesempatan terakhir setelah UTBK udah terlewati. Wajar kalau perasaan kalian campur aduk, banyak spekulasi ini-itu, ujung-ujungnya jadi stres sendiri. Apalagi, kalau di pengumuman seleksi UTBK 14 Juni nanti, hasilnya belum jadi jalan rejeki kalian.

Tapi tenang, coba pikirin kesempatan yang masih ada di depan kalian sekarang. Selama proses menunggu hasil ujian UTBK, masih ada SIMAK UI buat jalanmu meraih kursi di universitas terbaik kedua di Indonesia versi QS World University Ranking 2021 ini. Kamu masih bisa ngebut persiapan buat ikut ujian SIMAK 19 Juni mendatang.

persiapan simak UI 2021

Kenapa perlu persiapan untuk ikut SIMAK UI?

Nah, kenapa sih perlu persiapan khusus? Kayaknya udah jadi cerita turun temurun ya, tentang betapa sulitnya level soal SIMAK UI. Bahkan soal SIMAK digadang-gadang lebih susah dari UTBK. Ada cerita soal tutor Zenius di artikel blog ini kalau buat mecahin soal-soal SIMAK, butuh waktu sampai berhari-hari. Enggak hanya itu, tutor juga sampai mengulik jawaban ke forum-forum mahasiswa S2 dan S3. 

Kalau tutor aja butuh waktu berhari-hari, gimana dong caranya sukses naklukkin soal SIMAK UI di hari H nanti? Padahal untuk masing-masing materi ujian, waktu yang dikasih buat ngerjainnya terbatas banget.

Karena itu, wajib hukumnya buat persiapan khusus. Apalagi dari cerita pengalaman beberapa alumni SIMAK, karakteristik soal SIMAK agak berbeda dengan UTBK. Waktu ngobrol di Live Q&A Alumni Series 30 April lalu, Sabrina Ramadwiriani, sempat membagikan ceritanya saat ikutan SIMAK UI pada 2017.

Sabrina adalah Alumni Zenius 2017 yang berhasil masuk Universitas Indonesia, Jurusan Kimia, lewat jalur SIMAK. Saat berhadapan dengan lembaran-lembaran soal SIMAK di hari H, dia sempet kaget. “Walaupun kamu udah belajar UTBK, pas jaman aku ya, itu berbeda tipe soal yang untuk SIMAK. Kayak misalnya mungkin pas SBMPTN ada soal Kimia stoikiometri, tapi di SIMAK gak ada, karena SIMAK punya tingkat soal yang lebih sulit. Ekspektasi kamu kayak, kayaknya gak pernah deh belajar ini,” katanya.

Tapi saat itu dia punya trik khusus: geber ngerjain materi yang dia yakin benar yaitu kemampuan dasar (Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris), Kimia, dan Biologi. Sebelumnya sebagai persiapan SIMAK, dia mematangkan pemahaman materi lewat video-video belajar dan latihan soal di Zenius.

Saat hari H, dia sebisa mungkin hanya menjawab soal-soal yang dia tahu pasti cara mengerjakannya. Karena perlu diingat juga, sistem penilaian SIMAK adalah benar dapat poin 4 dan salah bakal kena poin -1. Jadi jangan menebak-nebak jawaban hanya karena kamu enggak mau lembar jawabanmu bolong-bolong. 

Trik ini juga dipakai sama alumni SIMAK UI 2010 sekaligus Head of Content Creators di Zenius, Barry Mikhael Cavin. Buat kalian yang setia mantengin acara Live Zenius Sunday Mathday tiap Minggu, pasti udah enggak asing lagi sama sosoknya. “Kepsek”-nya para tutor Zenius ini berhasil lolos SIMAK UI yang membawanya menjadi bagian dari Departemen Matematika UI angkatan 2010. 

Waktu awal pandemi COVID-19 tahun lalu, Barry bersama kawan-kawannya sesama matematikawan yang tergabung dalam Ikatan Alumni Matematika UI, mempublikasikan hasil penelitian terkait prediksi akhir pandemi di Indonesia. Mereka termasuk kalangan ilmuwan yang ikut berkontribusi dalam upaya penanganan pandemi corona, bersama para dokter sebagai praktisi kesehatan, ahli epidemiologi, ahli biomolekuler, dan masih banyak lagi.

Dari pengalamannya ikut SIMAK, Barry juga enggak berharap bisa menjawab semua soal. Karena enggak mau asal nembak dan dapat pengurangan skor, Barry hanya mengerjakan soal-soal yang dia percaya diri akan jawabannya, yakni Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika IPA, dan Biologi.

Dia menyisakan soal-soal sulit tetap kosong, dan hanya mengisi beberapa jawaban untuk mata pelajaran Fisika dan Kimia. Saat itu, ada isu kalau enggak jawab sama sekali di satu mata pelajaran bakal otomatis enggak lulus. Perihal isu tersebut masih belum ada konfirmasi sampai sekarang, masih sebatas spekulasi aja.

Makanya, Barry sangat menyarankan buat enggak asal jawab cuma karena takut banyak kosong di lembar jawaban. Lebih baik fokus mengerjakan materi yang jadi kekuatanmu. Karena itu waktu persiapan, kamu fokus juga buat belajar materi tersebut. Nah, Barry yang juga lulusan pascasarjana Matematika Terapan di Imperial College London ini membagikan beberapa hal yang perlu diingat buat kamu yang minat ikut SIMAK UI. Apa aja? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut.

Strategi menghadapi SIMAK UI

  • Pelajari konsep dengan serius

Kadang kita suka enggak sabar saat belajar sesuatu, sehingga melupakan konsep dasar dan langsung loncat langsung ke materi-materi yang pengen kita tahu aja. Cara belajar kayak gini enggak efektif buat jangka panjang. Misal, kamu lebih milih menghafal banyak rumus, alih-alih matengin konsepnya di awal. Dari mana rumus itu berasal? Gimana rumus dasar bisa dipakai untuk model soal yang berbeda-beda? 

Kalau cuma hafal rumus tanpa tahu pemahaman konsep dasarnya, kamu bakal kebingungan begitu ada soal yang mengharuskan kamu mengotak-atik rumus. Nah, karakteristik soal SIMAK UI itu sangat sederhana sebenernya: kalau kamu paham konsepnya, jawab soal bakal lebih mudah.

Makanya, soal SIMAK bakal kerasa sulit banget kalau kamu melewati step pematangan konsep materi di awal. Cara belajar kayak gini juga enggak disarankan oleh Zenius. Konsep tiap materi selalu menjadi bagian mendasar dari model pembelajaran di Zenius.

  • Perbanyak latihan soal-soal tahun lalu

Ini adalah senjata yang enggak boleh tertinggal kalau kamu mau siap tempur di hari H nanti. Dengan latihan soal-soal tahun lalu, kamu bisa nemu pola soal-soal SIMAK itu kayak apa. Makin banyak latihan, makin bagus. Hal ini buat ngelatih muscle memory kamu juga. Kamu bakal lebih familiar dengan berbagai tipe soal. Kalau bentuk soalnya begini, berarti gini nih cara ngerjainnya.

Buat ngerjain latihan soal-soal tahun lalu, enggak terbatas mau tahun berapa aja. Tapi emang lebih baik kamu mulai berlatih dari soal SIMAK paling baru ya. Baru setelah itu coba ngerjain soal tahun-tahun sebelumnya.

  • Atur pola tidur

Masalah tidur ini juga sangat penting. Usahakan seminggu sebelum ujian, kamu sesuaikan ritme tidur dengan jadwal ujian ya. Jadi semisal kamu biasa begadang buat belajar sampai jam 1 pagi, hal itu udah harus mulai kamu setop H-seminggu. Mulai tidur lebih awal, dan bangun lebih pagi.

Kalau enggak dibiasain, apa efeknya? Seperti kita tahu, jadwal ujian biasanya berlangsung pagi banget. Kalau kamu terbiasa bangun siang, di hari ujian nanti, otak kamu susah buat “melek” karena belum siap beraktivitas. Terus gimana dong mau maksimal ngerjain soal-soal? Karena itu, penting banget buat atur pola tidurmu dengan baik ya.

  • Atasi gugup dengan lakukan aktivitas selain belajar

Setiap orang punya coping mechanism yang beda-beda untuk mengatasi rasa gugup. Kamu bisa ngelakuin hal-hal menyenangkan yang biasa bikin kamu rileks. Kalau kamu hobi dengerin musik, ya coba dengerin lagu-lagu yang bisa naikin mood. Jangan ngegas belajar tanpa jeda juga, hal itu malah bisa bikin kamu stres.

  • Jangan nebak-nebak jawaban

Seperti yang udah dibahas sebelumnya, nebak-nebak jawaban bukan lah solusi. Hal itu justru bisa ngerugiin kamu banget. Mending kosongin aja biar gak dapet -1.

  • Kerjain ujian sampai waktu selesai

Selesai ngerjain soal-soal yang udah kamu yakin jawabannya, jangan berhenti sampai waktu ujian benar-benar habis. Manfaatin waktu ujian secara maksimal. Pertama, kamu kerjakan semua soal yang mudah dijawab. Kalau ada soal yang sekali kamu lihat “duh, sulit nih gue gak paham cara ngerjainnya”, udah lewatin aja. Lanjut ke soal berikutnya biar gak buang waktu.

Kelar soal-soal yang kamu udah yakin sama jawabannya, baru deh balik lagi ke soal yang sulit. Coba luangin waktu yang tersisa buat ngulik jawabannya. Jadi, soal yang paling susah, kerjain paling akhir.

Setelah detik terakhir ujian, baru boleh berpasrah diri. Tapi selama masih ada waktu tersisa, jangan langsung nyerah sama soal-soal yang sulit. Gali lagi ingatanmu, just in case kamu sebelumnya udah pernah ngerjain soal serupa, tapi keburu nge-blank saking nervous-nya. Cek lagi dan lagi.

Ingat, kamu sedang “berperang” dengan ribuan orang lainnya. Maka satu soal sangat berarti besar. Selisih skor kamu dengan orang lain bisa jadi cuma karena satu soal aja. Pasti yang skornya sama dengan kamu juga sebenernya banyak banget. Makanya ketika kamu jawab benar lebih banyak 1 soal aja, bisa jadi itu yang mengantarkanmu dapat ucapan selamat di hari pengumuman seleksi nanti.

Nah, sekarang strategi buat naklukkin SIMAK UI udah di tanganmu. Giliran waktunya buat belajar. Semangat ya!

Baca Juga:

SIMAK UI: Informasi Pendaftaran, Jadwal, dan Pembahasan

Informasi Daya Tampung dan Pendaftaran SIMAK UI 2021