Jaringan Hewan: Pengertian, Macam, dan Fungsi – Materi Biologi Kelas 11

Jaringan Hewan: Pengertian, Macam, dan Fungsi - Materi Biologi Kelas 11 25

Halo, Sobat Zenius! Elo pernah nggak sih liat kucing ngereog kalau lagi dimandiin? Pasti pernah dong. Nah, tau nggak sih respon yang diberikan kucing setelah terkena air merupakan respon dari salah satu jaringan pada hewan yang ada di dalam tubuhnya, yaitu jaringan saraf.

Betul, jaringan saraf yang ada di dalam tubuh kucing sangat peka ketika mendapat rangsangan. Jaringan ini mampu menggerakan otot kucing untuk bergerak atau ya itu tadi, ngereog, hehe.

Tapi nggak hanya ada jaringan saraf aja, loh. Masih banyak jaringan lainnya yang ada di tubuh hewan dan bakal gue bahas di artikel ini, simak sampai selesai, ya!

Baca Juga: 6 Jenis Jaringan Tumbuhan – Materi Biologi Kelas 11

Apa yang Dimaksud dengan Jaringan Hewan?

Sama seperti tumbuhan, hewan juga merupakan organisme multiseluler atau bersel banyak. Maksudnya, tubuh hewan tersusun atas sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Kumpulan sel inilah yang nantinya disebut dengan jaringan.

Jaringan yang terdapat di dalam tubuh hewan terbagi menjadi dua tipe, yaitu jaringan benih (germinal) dan jaringan tubuh (somatis). Jaringan benih (germinal) merupakan jaringan yang akan terus membelah diri dan menghasilkan benih baru. Sedangkan, jaringan tubuh (somatis) merupakan jaringan yang akan selalu ada di dalam tubuh hewan sepanjang hidupnya.

Pada hewan tingkat tinggi (mamalia), jaringan tubuh (somatis) dibagi menjadi empat jaringan dasar, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan saraf, dan jaringan otot. Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang keempat jenis jaringan tersebut.

Jaringan Epitel

Jaringan Epitel merupakan jaringan yang terletak di paling luar pada berbagai organ yang ada di dalam tubuh hewan. Jaringan ini melapisi permukaan tubuh (epitelium), membatasi antarorgan (mesotelium), atau membatasi organ dengan rongga dalam tubuh (endotelium).

Nah, sesuai dengan letaknya nih, fungsi jaringan epitel adalah melindungi tubuh hewan dari luka secara mekanik, serangan mikroorganisme dan kehilangan cairan. Kok, bisa? Iya, karena sel-sel epitelium saling terikat kuat oleh material yang berada di antara sel-sel sehingga memungkinkan jaringan epitel melaksanakan tugasnya sebagai pelapis organ dan rongga tubuh bagian luar hewan.

Berdasarkan bentuk dan susunannya jaringan epitel dibagi menjadi tiga, yaitu epitel pipih, epitel batang, dan epitel kubus.

Epitel Pipih

Jenis epitel ini memiliki ciri-ciri, seperti berbentuk pipih dan nukleusnya berbentuk bulat di tengah. Berdasarkan lapisan penyusunnya, jaringan epitel pipih dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Epitel pipih selapis, jaringan ini disusun oleh selapis sel yang berbentuk pipih dan tersusun sangat rapat. Fungsi dari jaringan ini adalah pada saat proses difusi, osmosis, filtrasi, dan sekresi. Contohnya, antara lain pembuluh darah, alveolus, pembuluh limfa, glomerulus, dan ginjal.
  2. Epitel pipih berlapis banyak, jaringan ini disusun oleh lebih dari satu sel yang berbentuk pipih dan tersusun sangat rapat. Fungsi jaringan ini adalah sebagai pelindung. Contohnya, antara lain kulit, rongga mulut dan vagina.

Epitel Batang (Silindris)

Jenis epitel ini memiliki ciri-ciri, seperti berbentuk batang, nukleusnya bulat dan terletak di dasar sel.  Berdasarkan lapisan penyusunnya, jaringan epitel batang dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Epitel silindris selapis, jaringan ini disusun oleh selapis sel yang berbentuk batang yang memiliki fungsi dalam proses sekresi, penyerapan (absorpsi), penghasil mukus, dan pelicin atau pelumas permukaan saluran.  Contohnya, antara lain pada lambung, jonjot usus, kantung empedu, saluran pernapasan bagian atas. 
  2. Epitel silindris berlapis banyak Jaringan epitel silindris berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu sel yang berbentuk batang. Jaringan ini berfungsi sebagai pelindung, penghasil mukus, gerakan zat melewati permukaan, dan saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu. Contohnya, antara lain pada saluran kelenjar ludah dan uretra.

Epitel Kubus

Jenis epitel ini memiliki ciri-ciri, seperti berbentuk kubus, nukleusnya bulat dan besar serta terletak di tengah. Berdasarkan lapisan penyusunnya, jaringan epitel kubus dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Epitel kubus selapis, jaringan ini disusun oleh selapis sel yang berbentuk kubus. Jaringan ini berfungsi dalam sekresi dan sebagai pelindung. Contohnya, antara lain pada kelenjar tiroid, permukaan ovarium, dan lensa mata.
  2. Epitel kubus berlapis banyak, jaringan ini disusun oleh lebih dari satu sel yang berbentuk kubus. Jaringan ini berfungsi dalam sekresi dan absorpsi. Contohnya, antara lain pada saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit.
  3. Epitel kubus berlapis banyak semu, Jaringan ini sebenarnya tersusun atas selapis sel epitel batang tapi ketinggian sel yang menyusun tidak sama. Akibatnya, epitel ini terlihat seperti berlapis. Jaringan epitel kubus berlapis banyak semu berfungsi sebagai perlindungan, sekresi, dan gerakan zat yang melewati permukaan. Contohnya, antara lain pada rongga hidung dan trakea.

Epitel Transisional

Nah, kalau jenis epitel ini cukup spesial, gais! Karena epitel ini memiliki bentuk sel yang berubah-ubah dan berlapis-lapis. Kalau jaringan ini menggelembung, maka sel-sel bagian dasar berbentuk kubus atau silindris. Pada lapisan tengah selnya berbentuk kubus dan pada lapisan atas berbentuk pipih. Contohnya itu ada pada kantung kemih. Bentuk epitel yang bisa berubah-ubah ini akan membantu kantung kemih memberikan ruang untuk urine dan menahan regangan serta tekanan yang diberikan pada urine.

Berikut gue tampilkan ilustrasi jenis-jenis jaringan epitel supaya elo lebih paham seperti apa sih bentuknya.

jaringan hewan
Jenis-jenis Jaringan Epitel (Arsip Zenius)

Jaringan Ikat

Jaringan ikat kerap disebut dengan jaringan penyokong atau jaringan penunjang. Seperti namanya, jaringan ikat berfungsi untuk mengikat atau mempersatukan jaringan-jaringan menjadi organ dan melindungi jaringan atau organ tubuh. Jaringan ini terdiri atas sel-sel, serabut dan cairan ekstraseluler. Serabut pada jaringan ikat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

  • Serabut kolagen, tersusun dari kolagen, bersifat tidak elastis, dan nggak gampang sobek jika ditarik memanjang.
  • Serabut elastis, tersusun oleh protein yang disebut elastin dan bersifat seperti karet.
  • Serabut retikuler, tersusun oleh kolagen dan dilanjutkan oleh serabut-serabut kolagen. Bentuknya sangat tipis dan bercabang

Jaringan pengikat memiliki kerapatan sel yang longgar dan sel-selnya tersebar di antara matriks-matriks ekstraseluler. Apa itu matriks? Matriks merupakan susunan dari serabut jaringan ikat yang diselubungi oleh media dasar yang bisa berupa cairan, gel, ataupun padat.

Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan ikat dibedakan menjadi berikut:

Jaringan ikat longgar

Ciri-ciri jaringan ikat longgar adalah sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastis. Jaringan ikat longgar terdapat di sekitar organ-organ, pembuluh darah, dan saraf. Fungsi jaringan ikat longgar untuk membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah, dan saraf.

Jaringan ikat padat

Nama lain jaringan ikat padat adalah serabut putih karena terbuat dari serabut kolagen yang berwarna putih. Jaringan ini terdapat pada selaput urat, selaput pembungkus otot, fasia, ligamen, dan tendon. Apaan tuh?

Fasia adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot. Ligamen adalah jaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antartulang. Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Oleh karena itulah fungsi dari jaringan ikat padat adalah menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan tulang-tulang, tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan terhadap organ tubuh.

jaringan hewan
Jenis-jenis Jaringan Ikat (Arsip Zenius)

Baca Juga: Jaringan Ikat, Ciri, Struktur, dan Fungsi – Materi Biologi Kelas 11

Jaringan Otot

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kok, bisa? Kemampuannya itu didapatkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi ini bisa terjadi karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek. Jaringan otot dibedakan menjadi tiga macam, antara lain:

Jaringan Otot Polos

Jaringan ini memiliki serabut-serabut atau fibril yang homogen. Apabila terangsang, otot polos berkontraksi secara refleks dan reaksinya lambat, serta di bawah pengaruh saraf otonom. Jenis otot ini terdapat pada saluran pencernaan, dinding pembuluh darah, dan saluran pernapasan.

Jaringan Otot Lurik

Dinamakan otot lurik karena memiliki bentuk seperti adanya garis gelap dan terang berselang-seling melintang di sepanjang serabut otot apabila dilihat melalui mikroskop.

Sebagian besar jaringan otot lurik melekat pada kerangka tubuh hewan, makanya nama lain dari jaringan ini adalah jaringan otot kerangka. Posisinya yang melekat pada kerangka menjadikan fungsi dari jaringan ini untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.

Jaringan otot lurik apabila terangsang, kontraksinya akan berlangsung cepat dan menurut kehendak hewan terkait, serta di bawah pengaruh saraf sadar.

Jaringan Otot Jantung

Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Oleh karena itu,  fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung. Strukturnya menyerupai otot lurik, meskipun begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang lambat.

jaringan otot
Jenis-jenis Jaringan Otot (Arsip Zenius)

Jaringan Saraf

Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Tiap neuron terdiri atas badan sel saraf, cabang dendrit, dan cabang akson. Cabang-cabang inilah yang menghubungkan tiap-tiap sel saraf sehingga membentuk jaringan saraf. 

Sel saraf mempunyai kemampuan iritabilitas dan konduktivitas. Iritabilitas artinya kemampuan sel saraf untuk bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Konduktivitas artinya kemampuan sel saraf untuk membawa impuls-impuls saraf. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, terdapat tiga macam sel saraf, yaitu:

  • Sel saraf sensorik, berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum saraf pusat.
  • Sel saraf motorik, berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.
  • Sel saraf penghubung, berfungsi sebagai penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain.
saraf hewan
Saraf (Arsip Zenius)

Penutup

Demikian pembahasan gue mengenai jaringan hewan. Kalau elo ada pertanyaan, jangan segan untuk tulis di kolom komentar, ya! Elo juga bisa belajar materi ini melalui video pembelajaran, loh. Klik banner di bawah ini untuk bisa nonton video-video dan akses kumpulan soalnya, ya!

Jaringan Hewan: Pengertian, Macam, dan Fungsi - Materi Biologi Kelas 11 26

Selain itu, Sobat Zenius juga bisa, lho, belajar mata pelajaran lainnya melalui video pembelajaran lewat paket belajar Aktiva Sekolah dari Zenius. Dengan paket belajar ini, elo berkesempatan ikut try out sekolah, sesi live class, serta mendapat akses rekaman dari live class tadi. Klik banner ini untuk informasi lebih lanjut, ya!

Jaringan Hewan: Pengertian, Macam, dan Fungsi - Materi Biologi Kelas 11 27

Penulis: Atha Hira Dewisman

Referensi:

Diastuti, R. (2009). Biologi 2: untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Haryono, S. (2009). Jaringan Hewan.

Bagikan Artikel Ini!