Ilustrasi pemberontakan yang terjadi di Indonesia.

Pemberontakan PKI Madiun – Latar Belakang, Tokoh, dan Dampaknya

Seperti apa latar belakang dan kronologi Pemberontakan PKI Madiun? Kita bahas bersama-sama, yuk!

Halo, Sobat Zenius! Gimana rasanya masuk kelas 12? Di semester awal kelas 12 ini, elo akan belajar banyak hal seru. Mulai dari belajar tentang upaya Indonesia menghadapi ancaman disintegrasi, perkembangan politik dan ekonomi pada masa demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin, hingga masa Orde Baru dan peran Indonesia dalam perdamaian dunia.

Kenapa sih, kita harus belajar sejarah? Sebagai calon intelektual muda, elo perlu memahami bagaimana sejarah bangsa ini dan dunia. Karena, elo sebagai pemegang “estafet” yang akan mengembangkan Indonesia, bahkan dunia yang lebih baik lagi daripada saat ini. Sudah siap?

Sebagai bekal, elo perlu memahami sejarahnya, termasuk untuk belajar dari masa lalu. Nah, salah satu yang akan elo pelajari di kelas 12 adalah Pemberontakan PKI Madiun. Pemberontakan PKI di Madiun 1948 berkaitan erat dengan kebijakan Renville. Hmm, penasaran? Simak rangkuman Pemberontakan PKI Madiun berikut ini, yuk!

Apa Itu Pemberontakan PKI Madiun?

Pemberontakan PKI Madiun berlangsung di karesidenan Madiun pada tahun 1948. Tapi, elo harus tahu juga, kalau peristiwa pemberontakan juga pecah di Kota Surakarta pada tahun yang sama. Kenapa Surakarta dijadikan sebagai tempat Pemberontakan PKI pada saat itu? Ada yang tahu alasannya?

Jadi, Surakarta dijadikan sebagai tempat pemberontakan atau wildwest (daerah kekacauan) oleh PKI dengan alasan tempat tersebut merupakan Daerah Militer Istimewa. Sehingga, banyak perwira TNI-AD yang jadi sasaran dan akhirnya tewas dalam pemberontakan tersebut. 

Lalu, bagaimana dengan Madiun? Mengapa madiun dipilih sebagai tempat pemberontakan PKI? Karena, Madiun memang dijadikan sebagai basis gerilya Pemberontakan PKI 1948. Makanya, istilah Pemberontakan PKI Madiun lebih sering disebut-sebut.

Sesama Indonesia, kenapa harus memberontak, sih? Kenapa nggak kerja sama aja supaya tujuan Indonesia berdaulat tercapai? 

Oke, kita selidiki dulu tujuannya. Tujuan Pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 adalah membentuk pemerintahan Indonesia yang berlandaskan ideologi komunisme, dan beraliansi ke Uni Soviet. Selain itu, kelompok kiri ini juga ingin merebut daerah strategis seperti Surakarta dan Madiun.

Sampai akhirnya, Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun terjadi pada tanggal 18-20 September 1948. Kenapa terjadi pemberontakan? Elo bisa temukan jawabannya pada uraian berikut ini. Langsung aja, yuk!

Baca Juga: Konflik dan Pergolakan yang Berkaitan dengan Kepentingan

Latar Belakang Pemberontakan PKI Madiun

Pada 18 September 1948, banyak orang berkumpul di Kota Madiun untuk melaksanakan demo akibat ditandatanganinya Perjanjian Renville oleh pemerintah Indonesia. Sayangnya, demo tersebut nggak terkendali dan berujung pada pemberontakan, serta pengambilalihan Kota Madiun.

Ilustrasi orang-orang berdemo di Kota Madiun pada 18 September 1948 akibat ditandatanganinya Perjanjian Renville oleh pemerintah.
Apa sih, latar belakang terjadinya Pemberontakan PKI Madiun 1948? (Arsip Zenius)

Bisa dibilang, Perjanjian Renville menjadi salah satu penyebab Pemberontakan PKI Madiun. Kenapa bisa terjadi seperti itu?

Rakyat menilai Perjanjian Renville sangat merugikan Indonesia. Pasalnya, ada penyempitan wilayah Indonesia. Dalam perjanjian itu, wilayah Indonesia yang diakui Belanda hanya Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera. Tentu saja hal itu memicu munculnya mosi tidak percaya terhadap Kabinet Amir Syarifuddin.

Yap, Amir kena imbas karena posisinya sebagai Perdana Menteri Indonesia yang menjadi delegasi dalam perundingan tersebut. Karena pasal-pasal hasil perundingan justru banyak merugikan Indonesia, kekuasaan politik Amir semakin melemah, deh. Berujung, kabinet pimpinannya jatuh dan digantikan oleh Kabinet Hatta.

Dukungan buat Amir cuma tersisa dari golongan kiri aja nih, guys. Hal ini seperti yang gue baca dari artikel di tirto.id

Hubungan Amir dan para pendukungnya semakin dikuatkan karena sama-sama kecewa dengan kebijakan yang dibuat oleh Kabinet Hatta. Salah satunya kebijakan Rekonstruksi dan Rekonsiliasi (RERA) yang mengembalikan 100.000 tentara menjadi rakyat biasa.

Kebijakan ini dinilai akan mengurangi kekuasaan militer Indonesia. Sementara, Kabinet Hatta menargetkan program ini untuk mengurangi beban anggaran gaji tentara.

Karena merasa kecewa, Amir Syarifuddin beserta kelompoknya mendirikan organisasi FDR (Front Demokrasi Rakyat) pada 28 Juni 1948. Mengutip catatan Tempo, FDR merupakan kelompok oposisi yang terdiri dari Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Buruh Indonesia, Partai Sosialis Indonesia, Pemuda Sosialis Indonesia, dan Sarekat Buruh Perkebunan Indonesia.

Ketika konflik di antara Kabinet Hatta dan kelompok kiri semakin memanas, datanglah Musso.

Musso, merupakan salah satu tokoh yang menjadi dalang dari pemberontakan ini. Tokoh yang satu ini bakal sering gue sebut karena memang peranannya yang sangat besar dalam pemberontakan ini, guys.

Ia merupakan tokoh komunis Indonesia yang telah tinggal lama di Uni Soviet. Selama di Uni Soviet, ia terpapar oleh ideologi komunisme yang membuatnya berpikir, “Wah, ideologi ini kayaknya bakal cocok digunakan di Indonesia.”

Baca Juga: Latar Belakang, Hasil, dan Dampak Perjanjian Renville

Sepulangnya dari Uni Soviet pada 11 Agustus 1948, Musso mengunjungi Presiden Soekarno di Yogyakarta—saat itu Yogyakarta merupakan Ibukota Negara Indonesia—dan menyampaikan strategi atau konsep “Jalan Baru” supaya Indonesia bisa mendapatkan kedaulatan penuh. Seperti apa strategi yang dimaksud Musso?

Indonesia harus bekerja sama dengan Uni Soviet dalam meraih kemerdekaan, karena komunisme adalah satu-satunya cara untuk bisa keluar dari kolonialisme dan imperialisme, terutama dari pihak Belanda.

Namun, gagasan tersebut ditolak keras oleh Perdana Menteri Moh. Hatta. Hmm… kira-kira kenapa, ya?

Menurut Hatta, Indonesia itu harus bersikap netral terhadap konflik yang terjadi antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Nah, sikap Hatta tersebut memancing amarah Musso dan pihak komunis yang membuat mereka mulai memberontak.

Ilustrasi para tokoh Pemberontakan PKI Madiun yang marah dengan penolakan gagasan dari Musso.
Kecewa dengan penolakan Moh. Hatta, Musso dan pihak komunis mulai melakukan pemberontakan. (Arsip Zenius)

Ketegangan memuncak dengan adanya upaya Amir dan Musso untuk mendirikan negara bercorak Uni Soviet di Madiun. Inilah momen terjadinya peristiwa Pemberontakan PKI Madiun pada 18 September 1948. 

Nah, pemberontakan tersebut gagal, guys. Karena, mereka nggak mendapatkan dukungan rakyat. Apa sih, pemicunya?

Jadi, saat situasi sedang kacau, opini rakyat terbelah antara “#TimSoekarno atau #TimMusso, nih?” Soekarno yang akhirnya memenangkan dukungan dari rakyat. Penyebabnya seperti yang dicatat Historia dalam artikel berjudul Jalan Baru Musso dalam Peristiwa Madiun, Musso tuh kalau ngomong pedes gitu, guys.

Jadi, retorikanya yang tanpa tedeng aling-aling itu menjauhkan dirinya dari kalangan Islam dan Gerakan Revolusi Rakyat (GRR) pimpinan Tan Malaka. Alhasil, gerakan Musso kehilangan dukungan dari mana-mana. Sehingga, dengan mudahnya kalangan pemberontak ditumpas oleh pasukan Siliwangi.

Jadi, secara garis besar, alasan kelompok kiri melakukan pemberontakan, yaitu:

  1. Kecewa terhadap pemerintah Indonesia, khususnya karena telah menjatuhkan Kabinet Amir Syarifuddin.
  2. Memiliki ideologi komunisme dan ingin mengubah Indonesia menjadi negara komunis.

Kalau kita perhatikan latar belakangnya, kita sudah dapat gambaran mengenai tokoh Pemberontakan PKI Madiun. Siapa saja tokoh di balik pemberontakan tersebut?

Tokoh intelektual di balik Pemberontakan PKI Madiun adalah Amir Syarifuddin, Musso Manowar, dan D.N. Aidit. Salah satu organisasi yang terlibat dalam pemberontakan ini adalah FDR (Front Demokrasi Rakyat).

Tentu saja, pemberontakan PKI Madiun dipimpin oleh Amir Syarifuddin dan Musso Manowar. Nah, sedangkan tokoh yang melawan pemberontakan tersebut adalah Mohammad Hatta, Gatot Subroto, dan A.H. Nasution.

Berdasarkan uraian di atas, kira-kira elo bisa menjawab pertanyaan gue yang satu ini, nggak?

Tujuan Musso melakukan pemberontakan PKI di Madiun adalah ….

Elo jawab, setelah itu bagikan jawaban elo di kolom komentar, ya!

Baca Juga: Paham Komunisme Itu Gimana sih?

Kronologi Pemberontakan PKI Madiun

Seperti apa kronologi jalannya pemberontakan PKI di Madiun? Elo bisa memperhatikan timeline di bawah ini!

Timeline Pemberontakan PKI Madiun sejak tanggal 18 September hingga 20 September 1948).
Kronologi Pemberontakan PKI Madiun. (Arsip Zenius)

Awal pemberontakan itu dimulai ketika FDR selalu membuat onar di Surakarta. Karena organisasi tersebut selalu membuat onar, maka TNI di bawah pimpinan Gatot Subroto turun tangan untuk mengatasinya.

Sayangnya, keonaran tersebut hanyalah tipuan belaka, guys. Pada tanggal yang sama, 18 September 1948, FDR membentuk Pemerintahan Soviet Republik Indonesia di Madiun. Pintar ya taktiknya, mereka membuat TNI sibuk di Surakarta, ternyata pusat masalahnya ada di Madiun.

Baru dua hari setelahnya, pada 20 September 1948, operasi militer mulai bergerak untuk menumpas pemberontakan di Madiun.

Akhir Pemberontakan PKI Madiun

Apakah pemberontakan ini gagal? Lalu, mengapa Pemberontakan PKI Madiun gagal?

Seperti yang tadi udah gue sebut, penumpasan Pemberontakan PKI Madiun 1948 dengan cara operasi militer dilaksanakan pada 20 September 1948 di Madiun. Operasi tersebut berada di bawah pimpinan A.H. Nasution.

Berhasil atau nggak?

Ternyata cara tersebut berhasil, guys! Musso Manowar tewas dalam operasi penumpasan tersebut. Sedangkan, Amir Syarifuddin ditangkap. Nah, ada yang kabur nggak kira-kira? Ada. D.N. Aidit merupakan tokoh pemberontakan yang berhasil kabur dari kejaran militer.

Sudah deh, dengan begitu, selesailah pemberontakan PKI di Madiun. Singkat, kan? Hanya tiga  hari, pemberontakan tersebut sudah berhasil ditumpas. Dengan begitu, upaya para komunis untuk membuat pemerintahan layaknya Uni Soviet (berbasis komunisme) berhasil digagalkan.

Akibat pemberontakan PKI Madiun adalah banyaknya korban jiwa. Meskipun hanya berlangsung selama tiga hari, terjadi pembunuhan terhadap tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, para pemimpin partai anti komunis, TNI, ulama, santri, dan masyarakat umum. Bahkan, ada juga dampak sosial dari terjadinya pemberontakan tersebut, yaitu masyarakat Madiun menjadi lebih menutup diri dan lebih memilih diam terkait dengan peristiwa tersebut.

Hmm … kalau elo sudah paham dengan uraian di atas, berarti kalau ada pertanyaan: “Jelaskan upaya pemerintah dalam menumpas pemberontakan PKI Madiun!”, maka elo sudah bisa menjawabnya, kan?

Gimana gimana? Sudah paham, kan, dengan uraian di atas? Uraian di atas juga bisa elo pelajari dari video belajar Zenius dengan klik banner di bawah ini.

sejarah zenius

Contoh Soal Pemberontakan PKI Madiun dan Pembahasannya

Untuk menguji sejauh mana pemahaman elo mengenai materi di atas, gue ada beberapa contoh soal dan pembahasan yang bisa dijadikan sebagai referensi. Cekidot!

Contoh Soal 1

Di bawah ini merupakan pihak yang terlibat dalam Pemberontakan PKI Madiun 1948, kecuali ….

A. Semaun

B. Amir Syarifuddin

C. Musso

D. D.N. Aidit

E. Front Demokrasi Rakyat (FRD)

Jawab: A. Semaun.

Pembahasan:

Musso merupakan tokoh komunis yang memprakarsai Pemberontakan PKI Madiun 1948. Tindakan Musso tersebut didukung oleh Amir Syarifuddin, karena pada saat itu ia merasa kecewa terhadap pemerintah pusat setelah Perjanjian Renville.

Pada Pemberontakan PKI 1948, D.N. Aidit juga terlibat karena ia merupakan anggota komisi sentral PKI bersama dengan Lukman dan Njoto. Dengan begitu, tokoh yang nggak terlibat dalam pemberontakan PKI di Madiun adalah A. Semaun.

Contoh Soal 2

Salah satu hal yang melatarbelakangi pecahnya pemberontakan PKI di Madiun pada 1948 adalah ….

A. Jatuhnya Kabinet Amir Syarifuddin akibat Perjanjian Renville

B. Dukungan yang besar dari Comintern di Uni Soviet kepada PKI

C. Lemahnya Soekarno-Hatta dalam menghadapi Belanda

D. Kekuatan TNI yang mengancam PKI

E. Simpatisan PKI yang semakin banyak

Jawab: A. Jatuhnya Kabinet Amir Syarifuddin akibat Perjanjian Renville.

Pembahasan: 

Akibat dari Perjanjian Renville, maka kabinet Amir Syarifuddin dijatuhkan. Hal itu membuatnya nggak mendapatkan kepercayaan di pemerintahan. Kecewa kepada keputusan tersebut, Amir Syarifuddin kemudian bergabung dengan Musso untuk menggabungkan organisasi kiri di bawah PKI dan melaksanakan propagandanya untuk mendirikan negara Republik Soviet Indonesia.

Jadi, jawaban yang paling tepat dari pertanyaan di atas adalah A. Jatuhnya Kabinet Amir Syarifuddin akibat Perjanjian Renville.

*****

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang latar belakang, tokoh, dan dampak dari terjadinya Pemberontakan PKI Madiun? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi Sejarah lainnya di video Zenius. 

Elo juga bisa mencoba menguji pemahaman elo dengan mengerjakan try out bareng Zenius. Caranya gampang, elo tinggal klik link di bawah ini!

Latihan Try Out bareng Zenius

Referensi:

Dampak Peristiwa Madiun 1948 Terhadap Masyarakat Kota Madiun — Pawiyatan, Journal Ivet Vol. 22 No. 2 ISSN 2721-4702 (2015).

Perjanjian Renville, Perundingan yang Menjatuhkan Amir Sjarifoeddin — Tirto (2021)

Peristiwa Madiun, FDR Musso dan Amir Sjarifuddin Kuasai Madiun Korban Berjatuhan — Tempo (2021)

Tragedi Nasional Mengancam Keutuhan NKRI — Sumber Belajar Kemdikbud (2019)

Jalan Baru Musso dalam Peristiwa Madiun — Historia (2012)

Bagikan Artikel Ini!