Pembebasan Irian Barat: Sejarah, Trikora, hingga Peran UNTEA

pembebasan irian barat

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang berlimpah. Wilayahnya juga terbentang luas dari Sabang sampai ke Merauke.

Kekayaan inilah yang menarik banyak bangsa asing untuk mencoba menguasai Indonesia. Makanya tanah air berkali-kali dijajah oleh negara lain. Apalagi Belanda, negara yang paling lama menjajah Indonesia sampai 350 tahun atau 3,5 abad!

Setelah Indonesia merdeka pun, konflik dengan Belanda masih berlanjut, nih. Elo tahu nggak kalau dulu wilayah Irian Barat merupakan daerah kekuasaan Sekutu dan Belanda meskipun Indonesia telah merdeka?

Akibatnya, Indonesia melakukan upaya pembebasan Irian Barat buat merebut kembali wilayah ini dari tangan Belanda. Indonesia ingin Irian Barat menjadi bagian dari wilayah Ibu Pertiwi lagi.

Kira-kira, seperti apa sih cerita di balik pembebasan Irian Barat ini? Nah, supaya nggak bertanya-tanya lagi, ikut gue bahas di artikel ini sampai habis, yuk!

Latar Belakang Pembebasan Irian Barat

Wah, kalau ngomongin konflik sengketa antara Indonesia dan Belanda, perseteruannya cukup sengit di kala itu. Sampai-sampai Indonesia dan Belanda mengadakan yang namanya Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 23 Agustus 1949 sampai 2 November 1949.

peta papua
Peta Papua di Indonesia (dok. Wikimedia Commons)

Tapi, apa konflik sengketa Indonesia dan Belanda atas Irian Barat selesai setelah KMB? Ya … memang Belanda berjanji bakalan memberikan wilayah Irian Barat kepada Indonesia saat KMB sih, tapi sayang … janji itu nggak dipenuhi sampai bertahun-tahun berikutnya.

Jadi, Belanda ingkar janji, nih? Yup, bisa dibilang begitu. Ini juga yang jadi latar belakang pembebasan Irian Barat saat itu. Presiden Soekarno merasa geram karena Belanda nggak menepati janjinya. Sampai akhirnya, terjadilah rencana pembebasan Irian Barat yang dilakukan tahun 1961.

Kenapa sih Belanda bersikeras mempertahankan wilayah Irian Barat sampai mereka ingkar janji sama Indonesia? Sebenarnya, kalau ngomongin alasan Belanda mau mempertahankan Irian Barat ini berhubungan dengan wilayah koloni atau jajahan mereka.

Seperti yang disampaikan oleh Luqman Abdul Hakim, Tutor Sejarah di Zenius Education, alasannya dekat dengan motif ekonomi, motif politik, dan banyak motif lainnya yang membuat Belanda tetap ingin mempertahankan wilayah Irian Barat.

“Motifnya bisa motif kolonialisme atau motif imperialisme, yaitu mengambil keuntungan dari wilayah yang lain,” ujar Luqman saat gue ajak ngobrol hari Selasa (12/04) lalu.

Ada hal menarik yang disampaikan Luqman mengenai sejarah tentang wilayah Irian Barat, di mana Pembebasan Irian Barat sebenarnya merupakan upaya mengintegrasikan wilayah Irian Barat untuk menjadi bagian dari Indonesia.

“Sejak awal Indonesia mempersiapkan kemerdekaan, khususnya pada saat Sidang BPUPKI yang membahas tentang wilayah Indonesia setelah mendapat kemerdekaan, sudah muncul perdebatan tentang Irian Barat. Pada saat itu, tokoh seperti Bung Hatta, kurang mendukung usulan untuk memasukkan wilayah Irian Barat sebagai bagian dari Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Sejarah Penyusunan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia – Materi Sejarah Kelas 11

Terbentuknya Trikora

Ketika Belanda enggan mengembalikan Irian Barat kepada Indonesia, akhirnya Presiden Soekarno memutuskan untuk merebut kembali Irian Barat secara paksa. Langkah yang dilakukan untuk merebut kembali Irian Barat yaitu dengan Operasi Trikora.

Apa itu Trikora? Jadi, Trikora merupakan singkatan dari Tri Komando Rakyat. Melansir dari Tirto, pada 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan Operasi Trikora yang punya misi untuk merebut kembali wilayah Irian Barat dari tangan Belanda.

Sesuai sama namanya, tri artinya tiga. Jadi, Trikora punya tiga misi penting yang berisikan

  • Pertama, gagalkan pembentukan negara Papua, yaitu negara boneka yang dibentuk oleh Belanda di Papua;
  • Kedua, kibarkan bendera merah putih di tanah Papua;
  • Ketiga, mobilisasi pertahanan, yaitu pembentukan tentara militer untuk mempertahankan Indonesia.

Gimana tuh maksudnya dari ketiga isi Trikora tersebut? Yuk, kita coba break down satu persatu.

Misi yang pertama berbunyi Indonesia mau menggagalkan pembentukan negara Papua, karena Indonesia nggak mau Papua jadi negara boneka yang dikendalikan oleh Belanda. Walaupun posisi wilayahnya ada di Indonesia, tapi tetap saja negara tersebut bakalan berada di bawah kekuasaan Belanda kalau sampai beneran terbentuk.

Maka dari itu, Indonesia berjuang mati-matian supaya wilayah Irian Barat nggak jadi negara buatan Belanda.

Nah terus yang kedua, nih. Kibarkan bendera merah putih di tanah Papua. Kenapa bendera Indonesia mesti dikibarkan di sana?

Zaman dahulu, perebutan wilayah masih kental banget nih, Sobat Zenius. Salah satu cara supaya elo bisa meyakinkan orang lain kalau sebuah wilayah adalah milik elo dengan memberi tanda di wilayah tersebut.

Contoh gampangnya begini, deh. Elo punya tempat pensil polos, supaya orang lain tahu kalau tempat pensil itu punya elo, elo menghias tempat pensilnya deh pake stiker yang bertuliskan nama elo. Dengan begitu, tempat pensil itu bisa dipastikan merupakan barang milik elo.

Hal ini sama maksudnya dengan Indonesia yang berusaha untuk mengibarkan bendera merah putih di tanah Irian Barat, supaya orang-orang tahu kalau wilayah Irian Barat merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan wilayah milik Belanda.

Yang terakhir, mobilisasi pertahanan. Maksudnya gimana, tuh?

Jadi di masa itu, kita bisa bilang kalau Indonesia belum selesai berperang dengan Belanda. Bahkan, Indonesia pun sempat dibantu sama Uni Soviet (sekarang menjadi Rusia) buat melakukan gencatan senjata ke Belanda yang ada di Irian Barat.

Maka dari itu, Presiden Soekarno mau membentuk tentara militer yang nantinya bakal bertugas buat mempertahankan Indonesia dari perang yang mungkin dicanangkan oleh Belanda akibat perebutan kekuasaan atas Papua. Ibaratnya nih, kalau nantinya bakal terjadi perang, Indonesia sudah siap untuk menghadapinya.

Baca Juga: Peran Pemuda dalam Perjuangan Menuju Kemerdekaan – Materi Sejarah Kelas 12

Sejarah Pembebasan Irian Barat

Tadi kita sudah bahas tentang bagaimana pembentukan Trikora. Sekarang, kita langsung masuk ke sejarah pembebasan Irian Barat, yuk. Di sini elo bakal tahu gimana hasil dari adanya operasi Trikora tersebut.

Sebelum masuk ke hasilnya, gue mau ngajak elo buat menelusuri bagaimana upaya Indonesia merebut kembali wilayah Irian Barat dari tangan Belanda. Meskipun pada saat itu, tanah air kita sudah jadi negara yang merdeka.

Ketika Indonesia resmi merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia belum benar-benar terbebas dari ancaman bangsa lain. Posisi Indonesia masih fragile banget pada pasca kemerdekaan. Seperti apa sih upaya Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya itu? Elo bisa baca selengkapnya di Perjuangan Diplomasi dalam Mempertahankan Kemerdekaan – Materi Sejarah Kelas 11.

Nah, salah satu ancaman dari bangsa lain dibuktikan dengan enggannya Belanda mengakui kalau wilayah Irian Barat merupakan bagian dari Indonesia. Melansir VOI, sikap penolakan Belanda ini disampaikan pada Konferensi Meja Bundar (KMB) yang dilaksanakan tanggal 23 Agustus 1949 sampai 2 November 1949.

Wah, kalau dilihat-lihat, konferensinya lama juga ya sampai harus dilaksanakan selama hampir 3 bulan! Eits, tapi tunggu dulu … usaha pembebasan Irian Barat ternyata jauh lebih lama daripada konferensi ini.

Saat itu, Presiden Soekarno bersikeras meyakini kalau Irian Barat merupakan bagian dari wilayah Indonesia Timur yang masih menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). Namun, Belanda justru berpikiran sebaliknya.

Meskipun Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dalam KMB, tetapi menurut mereka, Irian Barat nggak punya hubungan dengan wilayah Indonesia lainnya, sehingga mereka mau wilayah ini diberikan status khusus.

Oh iya, sebenarnya Belanda juga berjanji buat mengembalikan Irian Barat kepada Indonesia setahun setelah KMB. Namun sayang, hal itu nggak pernah direalisasikan.

Karena tak kunjung menemukan titik terang, akhirnya dilakukan negosiasi pada tahun 1949–1950. Gimana hasil negosiasinya? Yah … lagi-lagi kita menghadapi jalan buntu. Karena sudah merasa Belanda semakin acuh tak acuh, akhirnya Indonesia memilih untuk memojokkan mereka lewat jalur konfrontasi politik dan ekonomi.

Di sini, Indonesia juga memutuskan perjanjian KMB secara sepihak. Memang apa saja sih isi dari perjanjian KMB? Elo bisa kepoin penjelasan lengkapnya lewat artikel ini Latar Belakang dan Hasil Konferensi Meja Bundar – Materi Sejarah Kelas 11.

Nggak berhenti sampai situ, Indonesia kemudian menasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda yang ada di Indonesia. Karena nggak mau kalah, Belanda membalas perlakuan ini dengan meningkatkan kekuatan militer mereka.

Karena punya firasat kalau Belanda bisa saja melakukan gencatan senjata yang memicu peperangan terhadap Indonesia, akhirnya Indonesia membangun hubungan komunitas internasional. Salah satu negara yang mendukung Indonesia di kala itu adalah Uni Soviet.

Bentuk dukungannya seperti apa, tuh? Uni Soviet memberikan pasokan senjata buat para tentara militer Indonesia. Hal ini juga yang bikin kubu Blok Barat (sekutu) dan Belanda merasa ketar-ketir.

Menurut Luqman, bantuan yang diberikan dari Uni Soviet ini cukup berpengaruh dengan berhasilnya Indonesia mendapatkan wilayah Irian Barat. Apalagi jika melihat ke konteks Perang Dingin, bantuan Uni Soviet ini bisa jadi proxy war atau perang proksi.

“Dari bantuan Uni Soviet kepada Indonesia, sebenarnya ketakutan terbesar ada pada Amerika Serikat akan semakin kuatnya penyebaran dan pengaruh komunisme di Indonesia, meskipun juga ada dampak di kekuatan militer Indonesia. Makanya Amerika Serikat jadi mendesak Belanda untuk datang dalam Perjanjian New York,” jelas Luqman.

Bantuan Uni Soviet juga menyebabkan Indonesia memiliki kekuatan perang yang terkuat di Asia Tenggara. Ibaratnya, ketika Amerika saja merasa takut, maka Southeast Asia Treaty Organization (SEATO) atau Pakta Pertahanan Asia Tenggara yang dibentuk oleh Amerika juga nggak bisa menghadang kekuatan militer Indonesia ini.

Setelah mendapat bantuan untuk mendesak Belanda lewat Trikora, akhirnya Indonesia mulai mendapatkan titik terang, nih. Kira-kira, apa saja hasil dari Trikora?

Yang pertama, Trikora berhasil menarik Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk ikut turun tangan dalam menangani permasalahan sengketa antara Indonesia dan Belanda atas wilayah Irian Barat. Ini juga menandakan kalau Indonesia disegani di mata internasional.

Hasil yang kedua adalah Indonesia berhasil mendapatkan kembali Irian Barat dari tangan Belanda pada 1 Mei 1963. Wah, akhirnya, ya!

Eits, tapi nggak cuma itu saja, lho. Karena adanya Trikora ini, Indonesia jadi punya hubungan yang dekat sama Blok Timur (Uni Soviet) pada saat itu.

Upaya ini juga merupakan salah satu perjuangan Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya, lho. Kalau elo penasaran seperti apa perjuangan Indonesia lainnya, elo bisa nonton video materi belajar Perjuangan & Revolusi Kemerdekaan di bawah ini, ya!

Peran UNTEA dalam Pembebasan Irian Barat

Kalau tadi kan sempat gue singgung kalau PBB ikut turun tangan menangani masalah sengketa Indonesia dan Belanda, tapi seperti apa sih peran PBB dalam pembebasan Irian Barat? Terus, UNTEA itu apa maksudnya?

UNTEA adalah singkatan dari United Nations Temporary Executive Authority atau Otoritas Eksekutif Sementara yang dibentuk oleh PBB pada tahun 1962. Terbentuknya UNTEA ini merupakan hasil dari Resolusi No. 1752 yang diadopsi dari The New York Agreement atau Persetujuan New York.

Persetujuan New York ini dilakukan oleh Presiden AS John F. Kennedy yang mempertemukan Indonesia dan Belanda untuk menghindari terjadinya operasi militer yang hendak dilakukan oleh Presiden Soekarno.

Kembali membahas UNTEA, kira-kira, apa tujuannya? Dilansir dari website resmi Kementerian Luar Negeri, tujuan dibentuknya UNTEA yaitu untuk melakukan transfer kekuasaan wilayah Irian Barat dari tangan Belanda kepada Indonesia.

Tugas ini pun secara efektif dijalankan mulai bulan Oktober 1962. Jadi, pada awalnya Belanda menyerahkan wilayah Irian Barat kepada PBB. Nah, di sini PBB lah yang punya kekuasaan atas Irian Barat pada saat itu.

Kemudian pada tanggal 1 Mei 1962, UNTEA resmi mengembalikan kedaulatan Indonesia di Irian Barat. Tapi, ada syaratnya, nih. Jadi, PBB meminta Indonesia buat melakukan tuntutan referendum atau Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).

PBB juga ngasih deadline ke Indonesia buat melaporkan hasil Pepera selambat-lambatnya pada tahun 1969. Akhirnya Pepera dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan di Papua dengan hasil Irian Barat tetap menjadi bagian dari wilayah Indonesia.

Hasil Pepera ini kemudian diteruskan ke PBB dalam Sidang Umum ke-24 PBB. Setelah PBB menerima hasilnya, ditetapkanlah tanggal 1 Mei 1963 sebagai hari pembebasan Irian Barat yang terus diperingati sampai hari ini sebagai pengingat bahwa wilayah Papua merupakan bagian dari NKRI.

Baca Juga: Latar Belakang dan Hasil Konferensi Inter Indonesia – Materi Sejarah Kelas 11

Patung Pembebasan Irian Barat

Untuk memperingati perjuangan Trikora dalam merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda, Presiden Soekarno membangun Patung Pembebasan Irian Barat.

Patung yang dibangun di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, menggambarkan seorang laki-laki yang merentangkan kedua tangannya ke atas dengan mulut yang terbuka, seakan sedang berteriak.

Patung Pembebasan Irian Barat ini merupakan sebuah simbol sekaligus pengingat bagaimana sulitnya Indonesia memperjuangkan Irian Barat. Ini juga yang membuat patung ini memiliki visual seperti sedang berteriak. Hal itu menandakan kebebasan yang akhirnya didapatkan Irian Barat setelah dikuasai oleh Belanda.

Melansir VOI, pembangunan Patung Pembebasan Irian Barat ini dilakukan oleh Edhi Sunarso, seorang seniman asal Yogyakarta yang juga menjadi seniman untuk menggambar sketsa Patung Selamat Datang.

Namun kali ini, bukan Edhi yang menggambar sketsa Patung Pembebasan Irian Barat, melainkan Henk Ngantung (yang akhirnya menjabat jadi Gubernur Jakarta periode 1964–1965). Pembuatan sketsa ini terus didampingi oleh Presiden Soekarno dan melewati proses yang cukup panjang. Hingga akhirnya, gambar dari Soekarnolah yang digunakan Edhi dan dibantu seorang arsitek bernama Friedrich Silaban untuk membangun Patung Pembebasan Irian Barat.

Sesuai sama apa yang sudah gue deskripsikan sebelumnya, sketsa Patung Pembebasan Irian Barat ini memperlihatkan laki-laki berbadan tegap dan bertelanjang dada sedang berteriak sambil mengangkat tangannya. Mulut yang terbuka pun sebagai simbol “Merdeka!”.

Monumen Pembebasan Irian Barat kemudian diresmikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1963.

Nah, Sobat Zenius, setelah membaca penjelasan di atas, ternyata nggak mudah untuk Indonesia akhirnya bisa mendapatkan Irian Barat, ya. Perjuangannya bisa dibilang sangat panjang dan melewati banyak rintangan.

Maka dari itu, sebagai para penerus bangsa, sebaiknya kita terus berjuang untuk mempertahankan kesatuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dan menghormati sejarah agar bisa menambah pengetahuan kita juga!

Kira-kira, sejarah apalagi yang seru buat kita bahas selanjutnya, ya? Coba langsung komen di bawah, yuk!

Materi – Indonesia Era Demokrasi Terpimpin – Zenius Education
Sejarah Pembebasan Irian Barat – VOI ID (2021)
Sejarah Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat & Latar Belakangnya – Tirto (2021)
Perserikatan Bangsa Bangsa PBB – Portal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (2019)
Babad Tiga Jagoan Sukarno di Patung Pembebasan Irian Barat – CNN Indonesia (2021)

Bagikan Artikel Ini!