konferensi meja bundar zenius education

Latar Belakang dan Hasil Konferensi Meja Bundar – Materi Sejarah Kelas 11

Setelah memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia masih harus berjuang lagi untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan dari pihak Belanda yang akhirnya diperoleh dalam Konferensi Meja Bundar. Simak kisah selengkapnya di bawah ini!

Halo, Sobat Zenius! Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia nggak serta-merta merdeka gitu aja. Ada banyak rintangan yang dihadapi oleh para pahlawan bangsa setelah itu, seperti perjuangan fisikーtermasuk kekerasan dan peperanganーdan perjuangan diplomasi dengan pihak kolonialis.

Kenapa sih kok udah proklamasi masih aja muncul sengketa, memangnya Belanda nggak mau mengakui kalau Indonesia udah merdeka, ya? Yap, begitulah. Sejak tahun 1942, Belanda menyerah ke Jepang. Hal itu membuat wilayah Indonesia diambil alih oleh Dai Nippon.

pengeboman kota hiroshima menjadi awal latar belakang konferensi meja bundar zenius education
Pengeboman Kota Hiroshima oleh Sekutu pada Perang Dunia II (Dok. Tenor)

Nah, elo masih ingat kan waktu Jepang kalah dari Sekutu di Perang Dunia II akibat pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki? Momen itu dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Tapi, kemudian Belanda datang lagi ke Indonesia dengan membonceng sekutu dan ingin kembali menguasai wilayah Indonesia.

Bangsa Indonesia nggak mau dong kalau ada penjajahan lagi, orang jelas-jelas kita udah memproklamasikan kemerdekaan. Sebisa mungkin bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan itu dan meminta pihak kolonialis mengakuinya. Akhirnya, terjadilah perlawanan dari pihak Indonesia terhadap Belanda dengan adanya rangkaian perang dan berbagai perundingan yang pada akhirnya mencapai kesepakatan dalam Konferensi Meja Bundar.

Baca Juga: Latar Belakang, Hasil, dan Dampak Perundingan Renville – Materi Sejarah Kelas 11

Apa Itu Konferensi Meja Bundar?

Nah, ujung perjuangan bangsa Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan adalah diadakannya Konferensi Meja Bundar atau KMB pada tahun 1949. Konferensi Meja Bundar berlangsung di kota Ridderzaal, Den Haag, Belanda. Konferensi ini nggak diadakan dalam sehari, lho. Konferensi Meja Bundar terjadi pada tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949.

“Konferensi Meja Bundar adalah suatu pertemuan antara pihak Indonesia dan Belanda untuk menyelesaikan sengketa. Konferensi ini menjadi upaya diplomasi yang berhasil membebaskan Indonesia dari pihak Belanda.”

latar belakang konferensi meja bundar zenius education
Konferensi Meja Bundar (Arsip Zenius)

Bagaimana Konferensi Meja Bundar Bisa Terjadi?

Yap, kenapa sih kok perlu diadakan KMB? Oke, kali ini kita bahas mengenai latar belakang Konferensi Meja Bundar.

Sebelumnya, Indonesia udah beberapa kali mengadakan diplomasi dengan pihak Belanda, seperti Perjanjian Linggarjati (1946), Perjanjian Renville (1948), dan Perjanjian Roem-Royen (1949).

Nah, Konferensi Meja Bundar diadakan untuk melanjutkan Perjanjian Roem-Royen dan upaya Indonesia untuk lepas dari Belanda. Sebelum KMB berlangsung di Den Haag, pihak Indonesia dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg atau komite federal bentukan Belanda) mengadakan Perundingan Inter-Indonesia, hasilnya kedua pihak sepakat untuk mendirikan Republik Indonesia Serikat (RIS).

Perundingan Inter-Indonesia dilaksanakan dua kali, yaitu di Yogyakarta pada 19 Juni 1949 dan Jakarta pada 22 Juni 1949. Untuk menghadapi KMB, Indonesia menyiapkan delegasinya, lho.

Siapa Aja sih Delegasi Indonesia dalam KMB?

Dalam KMB, delegasinya nggak hanya dari Indonesia dan Belanda aja, guys. Ada beberapa delegasi dari berbagai kategori, yaitu Indonesia, BFO, Belanda, dan diawasi oleh UNCI (United Nation Commision for Indonesia).

  1. Indonesia: Drs. Mohammad Hatta, Nir. Moh. Roem, Prof. Dr. Mr. Soepomo, Dr. J. Leimena, Mr. Ali Sastroamidjojo, Ir. Djuanda, Dr. Sukiman, Mr.Suyono Hadinoto, Dr. Sumitro Djojohadikusumo, Mr. Abdul Karim Pringgodigdo, T. B. Simatupang, dan Mr. Sumardi.
  2. BFO: Sultan Hamid.
  3. Belanda: J.V. Maarseveen.
  4. UNCI: Chritchley.

Jadi, jelas ya bahwa delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar adalah Mohammad Hatta beserta 12 delegasi lainnya. Kalau elo ditanya, siapa pemimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar? Jawabannya udah jelas ya, Drs. Mohammad Hatta. Paham ya sampai sini?

Bagaimana Hasil dari KMB?

Keempat delegasi KMB tersebut mendiskusikan bagaimana caranya mereka bisa membentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS)ーIndonesia dan BFO. Selain itu, dalam KMB juga dibahas mengenai ketatanegaraan, keuangan, dan militer.

Berhubung KMB ini merupakan suatu rangkaian, jadi nggak mungkin kan kalau bahasannya hanya itu? Yap, ada lagi nih pembahasan di KMB, yaitu mengenai kerjasama Uni Indonesia-Belanda. Jadi, Indonesia akan dijadikan sebagai negara serikatnya Belanda. Selain itu, Indonesia juga diminta untuk membayar utang-utang pemerintah Hindia-Belanda sejak 1942.

Tapi, topik-topik di atas hanya sebagian pembahasan aja, sedangkan hasil dari Konferensi Meja Bundar adalah sebagai berikut:

  1. Belanda mengakui kedaulatan Indonesia sebagai negara RIS selambat-lambatnya pada akhir Desember 1949 sebagai negara yang merdeka.
  2. Ketentuan Irian Barat menurut Konferensi Meja Bundar adalah akan dibicarakan lebih lanjut paling lama dalam waktu satu tahun setelah pengakuan kedaulatan.
  3. APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat)
  4. Pembentukkan kerja sama Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.
  5. Utang kolonial yang akan dibayarkan oleh Indonesia kepada Belanda terhitung sejak tahun 1942.

Hasil dari KMB tersebut diputuskan pada tanggal 2 November 1949.

Sampai sini paham ya? Nah, ngomong-ngomong tentang KMB, banyak yang bertanya mengenai permasalahan pasca KMB, seperti “Konferensi Meja Bundar meninggalkan satu permasalahan besar bagi Indonesia, yaitu ….”

Kalau elo mendapatkan pertanyaan seperti itu kira-kira udah bisa jawab belum? Kalau masih bingung, coba deh elo lihat lagi hasil dari KMB di atas. Yap, KMB meninggalkan satu permasalahan besar bagi Indonesia, yaitu Irian Barat. Bahkan, sampai satu tahun setelahnya juga nggak ada tuh titik terang dari pihak Belanda mengenai kepastian Irian Barat.

Konferensi Meja Bundar menyisakan masalah Irian Barat
Konferensi Meja Bundar menyisakan masalah Irian Barat (Dok. Tenor)

Baca Juga: Penyebab dan Dampak Agresi Militer Belanda 2 – Materi Sejarah Kelas 11

Contoh Soal Konferensi Meja Bundar

Setelah elo membaca dan memahami uraian di atas, maka udah saatnya untuk menguji sejauh mana pemahaman elo. Nih, gue ada beberapa contoh soal dan pembahasan yang bisa dijadikan sebagai referensi. Cekidot!

Contoh Soal 1

Konferensi Meja Bundar dilaksanakan di ….

a. Leiden

b. Seattle

c. Jakarta

d. Bandung

e. Den Haag

Jawab: e. Den Haag

Pembahasan: KMB dilaksanakan di Den Haag, Belanda pada 23 Agustusー2 November 1949.

Contoh Soal 2

Salah satu dampak ekonomi setelah dilaksanakannya KMB adalah ….

a. Kerja sama dengan PBB harus diakhiri.

b. Dihapusnya subsidi pangan dari Belanda.

c. Dilakukannya blokade ekonomi oleh Belanda.

d. Kas negara kosong sebab membiayai konferensi.

e. Indonesia harus membayar utang kepada Belanda.

Jawab: e. Indonesia harus membayar utang kepada Belanda.

Pembahasan: Melalui pertemuan KMB, telah disepakati bahwa Indonesia harus melunasi hutang kepada Belanda sebanyak 4,3 miliar Gulden. Indonesia menyetujui permintaan tersebut dengan pertimbangan betapa berharganya arti sebuah kedaulatan negara.

Baca Juga: Latar Belakang, Hasil, dan Dampak Perundingan Renville – Materi Sejarah Kelas 11

*****

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang Konferensi Meja Bundar? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi ini di video belajar Zenius dengan klik banner di bawah ini menggunakan akun yang sudah didaftarkan di website dan aplikasi Zenius sebelumnya, ya!

Pelajari materi Sejarah di video materi belajar Zenius

Bagikan Artikel Ini!