Menentukan Lini Masa Waktunya

Tips Menyusun Kurikulum yang Efektif dan Efisien

Sebagai seorang tenaga pengajar pastinya punya suatu tugas wajib yang menyusun kurikulum. Adapun tips menyusun kurikulum yang baik dan benar sebenarnya sudah ada standarnya. Jadi tinggal mengikutinya sesuai dengan jurusan masing-masing. Baik itu PGSD maupun bukan.

7 Tips Menyusun Kurikulum yang Baik dan Benar

7 Tips Menyusun Kurikulum yang Baik dan Benar
Image by Gerd Altmann from Pixabay

Kurikulum biasanya berisikan mengenai panduan pembelajaran yang akan diberikan oleh peserta didik Tentunya disesuaikan dengan keahlian masing-masing di pelajarannya. Dalam prakteknya, penyusunan kurikulum sebenarnya cukup menantang, terutama jika harus memenuhi ekspektasi yang besar.

1. Buat Tujuan dari Penyusunan Kurikulum

Buat Tujuan dari Penyusunan Kurikulum
Photo by Sora Shimazaki from Pexels

Sebelum mulai merancang penyusunan kurikulum, sebaiknya awali dulu dengan menjelaskan tujuan dari topik yang akan diberikan. Kedua aspek tersebut harus selalu ada ketika menyusun kurikulum dalam bentuk apapun juga. Baik untuk sekolah pendidikan formal, kursus, atau training perusahaan.

Dalam penulisan tujuannyapun tidak boleh asal-asalan saja. Misalnya Kamu akan membuat kurikulum untuk sebuah kursus atau les, maka coba tanyakan pada diri sendiri apa yang ingin dicapai ketika memberikan materi tersebut kepada anak didik. Dengan begitu hasilnya akan terlihat natural.

2. Menentukan Lini Masa Waktunya

Menentukan Lini Masa Waktunya
Photo by Vito Goričan from Pexels

Hal ini mungkin lebih sering dilakukan oleh pengajar yang ada di kursus. Karena nantinya mereka akan lebih terbatas dengan waktu ketiika mengajarkannya ke peserta didik. Cobalah lakukan konsultasi dengan penyelia untuk tau batasan waktunya untuk masing-masing materi yang akan disampaikan.

Terkadang ada materi yang harus diberikan cukup dengan batas waktu satu minggu saja, namun ada juga sampai berbulan-bulan, Oleh karena itu untuk mencapai target pembahasan kurikulum sebaiknya konsultasikan dengan benar. Dengan cara ini Kamu akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

3. Pemilihan Judul yang Tepat

Pemilihan Judul yang Tepat
Images by Pixabay

Penentuan judul rupanya juga berpengaruh cukup besar. Pemahaman siswa juga akan lebih luas jika Kamu benar-benar membuat kurikulum berdasarkan dengan tujuannya. Intinya jangan gunakan kalimat panjang dan belibet.

Misalnya untuk persiapan UN maka pakai saja “ kurikulum persiapan UN”

Sementara di dalam kurikulum tersebut Kamu juga wajib merancang berbagai macam program. Nantinya hal tersebut akan membantu memberikan arahan seputar materi pelajaran kepada para siswa. Pastinya tetap disesuaikan dengan topik pembahasa, jangan keluar atau melenceng dari arah tersebut.

4. Pelajari Kurikulum Sebelumnya

Pelajari Kurikulum Sebelumnya
Photo by cottonbro from Pexels

Jika Kamu merasa kewalahan dan tidak bisa mengeluarkan ide untuk membuat kurikulum maka jangan putus asa dulu. Ada banyak cara bisa dicoba, salah satunya adalah memeriksa kurikulum terdahulu agar mendapatkan inspirasi yang sesuai. Jika Kamu merupakan guru di sekolah maka bisa cari arsipnya.

Selain itu Kamu juga bisa berkonsultasi dengan guru-guru lain yang mengajar mata pelajaran serupa. Tanyakan juga apakah masih ada salinan susunan kurikulum sebelumnya. Dengan begitu akan lebih mudah mendapatkan ide dan inspirasi dalam menyusun kegiatan belajar untuk siswa.

5. Tulis Pertanyaan Mendasar Untuk Tiap Program Unit

Tulis Pertanyaan Mendasar Untuk Tiap Program Unit
Photo by Olya Kobruseva from Pexels

Ketika menyusun sebuah program untuk kurikulum pastinya Kamu menginginkan adanya hasil yang maksimal. Oleh karena itu, juga bisa menambahkan beberapa pertanyaan ke catatan pribadi untuk setiap programnya. Nantinya itu akan jadi daya ukur apakah siswa sudah menguasai materi tersebut.

Cukup berikan pertanyaan-pertanyaan mendasar saja agar siswa juga mampu mengukur kemampuannya sendiri. Misalnya tentang perbedaan karya sastra fiksi dan nonfiksi kemudian mintalah mereka untuk mencontohkan dengan menggunakan cerita dan hasil penelusurannya sendiri.

6. Sesuaikan Materi Dengan Masanya

Sesuaikan Materi Dengan Masanya
Photo by Olha Ruskykh from Pexels

Penting sekali bagi tenaga pengajar untuk menyertakan pembaharuan informasi ke dalam kurikulumnya. Hal tersebut tentunya untuk mendukung adanya perubaan dalam dunia pendidikan yang diawali dari lingkungan kecil. Materi yang diajarkan tentunya masih sama hanya metodenya berbeda.

Apalagi sekarang ini sudah banyak pelatihan tenaga pengajar yang diberikan oleh pemerintah. Fasilitas tersebut tentunya bisa Kamu manfaatkan dengan baik untuk membantu menunjang pembelajaran siswa lebih aktif dan efektif. Oleh karena itu jangan ragu memasukkan metode baru ke dalam materi lama.

7. Siapkan Rencana Penilaian

Siapkan Rencana Penilaian
Photo by picjumbo.com from Pexels

Tips menyusun kurikulum yang terakhir adalah mempersiapkan juga rencana penilaian untuk para siswa. Evaluasi tentunya sangat dibutuhkan untuk membuat proses belajar mengajar berjalan dengan efektif. Dengan begitu siswa bisa tahu apakah mereka berhasil dalam materi tersebut atau harus lebih memperdalam lagi karena kurang.

Selain itu rencana penailaian juga bisa membantu guru untuk melakukan eveluasi terhadap dirinya sendiri. Apakah caranya menyampaikan materi sudah sesuai dengan standar serta membuat siswa memahami dengan baik maksud dan tujuan dari materi tersebut. Dari situ bisa dilakukan tindak lanjut.

Gunakan juga penilaian formatif untuk hal-hal yang detailnya bersifat kecil dan informal. Misalnya melakukan umpan balik untuk tahu respon para siswa. Selain itu, Kamu juga bisa pakai sumatif agar bisa lebih dekat dengan para siswa. Misalnya tanya jawab pertanyaan.

Itulah tadi sederet tips menyusun kurikulum, pastikan Kamu memahaminya dengan baik dan benar agar pelajaran bisa maksimal.

Baca Juga Artikel Zenius Lainnya

Cara Membantu Anak Belajar dengan Menyenangkan
Cara Cepat Menghafal yang Mudah Dilakukan
Cara Menyerap Informasi yang Baik

Lihat Juga Proses Belajar Ala Zenius di Video Ini