Hidup Berdampingan Dengan Bencana Alam

Hidup Berdampingan Dengan Bencana Alam

Ketika kedatangan bencana alam tak dapat ditolak. Mengapa kita tidak mencoba untuk hidup berdampingan dengannya?

Berapa banyak bencana alam yang kamu ketahui? Tanah longsor, gempa bumi, tsunami, puting beliung, kebakaran hutan, apa lagi? Ada begitu banyak bentuk bencana yang dapat muncul di dunia ini. Sebagai makhluk yang hidup berdampingan dengan potensi bencana alam, kita harus cukup cerdas dalam menghadapinya. 

Kita tidak bisa menghentikan letusan gunung berapi. Menghentikan tanah atau salju yang sedang longsor rasanya sangat sulit untuk dilakukan. Pun dengan menyetop laju air supaya tidak terjadi banjir. Bencana akan tetap terjadi dan yang bisa kita lakukan adalah menerimanya.

Tentu saja tidak sekadar menerima dengan pasrah begitu saja. Kita hanya perlu bersikap secara bijak pada saat sebelum, sedang, dan setelah bencana alam terjadi. 

Sebelum Bencana Alam Terjadi

mitigasi bencana
Sumber gambar: Alain Bonnardeaux/Unsplash.com

Ada baiknya kita selalu bersikap waspada meski keadaan terasa baik-baik saja. Karena, bagaimanapun juga, bencana bisa datang pada waktu yang tidak kita sangka-sangka. Tsunami  Aceh terjadi pukul 07.58 pada tahun 2004. Tsunami Donggala tahun 2018 terjadi pada pukul 17.22. Singkatnya, bencana bisa terjadi kapanpun. Oleh karena itu, kita bisa berpatokan kepada langkah-langkah berikut ini supaya selalu siap jika sewaktu-waktu bencana hadir. 

  • Kenali Tempat Tinggalmu

Setiap daerah memiliki potensi bencana yang berbeda-beda. Ada daerah yang rawan longsor, rawan gempa bumi, rawan banjir, dan lain sebagainya. Misalkan ada Jakarta yang rawan banjir. Untuk bisa mengenal secara lebih lengkap, kamu bisa diskusikan dengan badan terkait di daerahmu. Misalkan untuk setiap daerah kini sudah ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang biasanya memiliki peta potensi bencana seperti yang dimiliki BPBD Banten

  • Pelajari Rute Evakuasi yang Ada

Di daerah yang rawan bencana alam, biasanya ada tanda penunjuk jalan yang bertuliskan jalur evakuasi. Sebaiknya kamu tahu jalur evakuasi di daerahmu, terutama kalau tidak ada papan penunjuk jalan.

Coba kamu tanyakan kepada pengurus daerah sekitar. Supaya kelak jika suatu hari terjadi bencana, kamu tahu jalur mana yang sebaiknya kamu lalui dan jalur yang bagusnya kamu hindari. 

  • Siapkan Makanan Darurat

Ada makanan-makanan yang dapat terus awet meski lama disimpan. Misalkan ada dendeng, kering tempe dan kering kentang, abon, hingga mie instan. Pastikan kamu selalu memiliki makanan yang cukup awet dan mudah diolah sehingga saat bencana terjadi, kamu tidak kekurangan makanan. 

  • Pahami Cara Menghubungi Bantuan 

Dalam keadaan tertentu, sinyal seluler dapat mengalami gangguan. Hal ini bisa dikarenakan pemancarnya terganggu atau juga bisa alasan lainnya. Itu baru perkara sinyal, belum lagi apabila ponsel kita rusak karena terkena reruntuhan atau hal lainnya. Padahal, suka tidak suka, harus kita akui betapa bergantungnya kita kepada ponsel dalam menghubungi orang lain. Dengan keadaan seperti itu, penting untuk diketahui alternatif lain buat berkomunikasi.

Kamu bisa mencatat nomor-nomor penting mulai dari saudara sampai instansi yang menangani bencana di buku supaya jika ponselmu mati kamu tetap dapat mengakses nomor darurat tersebut. Cara lainnya, kamu juga bisa menyimpan api suar jika kelak dalam keadaan darurat kamu butuh memanggil bantuan. 

  • Persiapkan Peralatan Darurat 

Idealnya, di setiap rumah terdapat P3K dan alat pemadam api ringan. Dua hal itu bisa banget membantu kamu saat bencana terjadi. Kalau perlu, kamu tambahkan peralatan lain seperti sepatu boot, kapak kecil pemecah kaca, dan peralatan lain yang sekiranya berguna saat bencana terjadi. 

Hidup Berdampingan Dengan Bencana Alam 17
  • Perhatikan Dokumen Penting

Mengurus dokumen itu rumit dan memakan banyak waktu. Maka sebelum dokumen-dokumen pentingmu mengalami kerusakan, rawat dokumen tersebut baik-baik. Simpan di tempat yang kedap air misalnya. 

  • Pelajari Kemampuan yang Bisa Membantu 

Tahukah kamu bahwa alat pemadam api ringan tidak dapat dihentikan sampai isinya habis ketika digunakan? Ada berbagai bentuk keahlian yang sepertinya sepele tetapi akan sangat berguna dalam keadaan darurat. Untuk dapat menguasainya pun kamu tidak perlu mengikuti kursus pelatihan formal. Misalkan cara menggunakan alat pemadam api ringan tadi. Ada juga misalnya cara memakai gergaji, cangkul, memasak, dan keahlian lainnya tentu saja. 

  • Perhatikan Hewan Piaraan

Kejadian banjir Jakarta pada awal tahun 2020 meninggalkan sebuah kisah heroik ketika beberapa orang berhasil menyelamatkan seekor anjing yang terikat rantai. Karena rantai masih membelit lehernya, anjing tersebut tidak dapat lari untuk menyelamatkan diri. Kejadian tersebut harusnya menjadi pelajaran bagi orang-orang yang memiliki hewan piaraan. Terutama jika hewan tersebut tinggal di dalam sangkar atau diikat rantai. 

Sepertinya cara-cara di atas sudah cukup membantu untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana. Tentu saja masih ada hal lain yang bisa dipersiapkan. Ada saran?

Saat Bencana Alam Sedang Terjadi 

Tentunya ada cara yang berbeda-beda untuk menghadapi setiap bencana. Berhadapan dengan banjir membutuhkan langkah yang berbeda kalau dibandingkan dengan menghadapi kebakaran. 

  • Gempa Bumi

Jika saat gempa kamu ada di dalam bangunan, lindungi kepalamu dan cobalah keluar bangunan menuju tanah lapang yang jauh dari bangunan. Jika kamu tidak dapat keluar, berlindunglah di bawah meja atau ranjang. 

Jika kamu sedang berkendara, jangan berhenti secara mendadak. Kamu bukanlah satu-satunya pengguna jalan raya. Berhentilah secara perlahan dan selalu perhatikan kendaraan lain. 

Gempa terjadi dan kamu sedang berlibur di pantai, segera jauhi pantai untuk berjaga-jaga jika seandainya tsunami terjadi. 

  • Kebakaran 

Kabarkan kepada orang-orang bahwa sedang terjadi kebakaran. Nyalakan alarm tanda kebakaran atau berteriaklah. Jika api yang muncul masih kecil, kamu bisa menggunakan alat pemadam api ringan. Namun jika kamu tahu kamu tidak dapat menanganinya, fokuslah untuk menyelamatkan nyawamu. Segera hubungi pemadam kebakaran. 

  • Tanah Longsor 

Sejujurnya, tidak banyak hal yang bisa dilakukan saat tanah longsor terjadi. Biasanya, longsor terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Hal terpenting adalah tetap tenang dan bergegaslah bergerak ke tempat yang lebih aman. Hubungi bala bantuan jika memungkinkan. 

  • Tsunami 

Jika kamu sedang berada di kawasan pesisir dan terjadi gempa, terlebih lagi ada alarm tsunami, ungsikan dirimu ke dataran yang lebih tinggi. Jauhi pantai sejauh-jauhnya jika kamu bisa. Jika tidak, carilah gedung dengan konstruksi yang kuat. Kamu tidak sempat lari dan terlanjur hanyut? Cari benda terapung. 

Hidup Berdampingan Dengan Bencana Alam 18
  • Banjir 

Kamu tinggal di sebuah wilayah yang menjadi langganan banjir dan saat itu hujan deras sedang mengguyur kediamanmu. Segera putuskan aliran listrik yang tidak dibutuhkan. Pantau terus berita dari sumber-sumber yang dapat diandalkan. Jika kamu merasa tidak aman, mengungsilah ke tempat yang menurutmu lebih aman. Jangan lupakan dokumen dan harta bendamu yang tidak tahan terhadap air. 

Masih ada berbagai bentuk bencana alam dengan penanganan yang berbeda-beda. Namun pada dasarnya kiat penanganannya tidaklah jauh berbeda terutama jika sebelumnya kamu sudah siap menghadapinya.

Jangan panik adalah saran utama untuk menghadapi semua bencana. Kepanikan dpaat memicu terganggunya cara berpikir. Kedua, selamatkan diri sendiri terlebih dahulu dan selanjutnya, carilah pertolongan. 

Setelah Bencana Alam

Bencana alam telah berakhir, kesedihan pastinya ada. Namun tidaklah bijak jika terlalu lama merapal duka. Kehidupan terus berlanjut. Saatnya kembali merencanakan apa yang perlu dilakukan setelahnya. Berikut ada beberapa hal yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan setelah mengalami musibah. 

  • Periksa Dirimu

Setelah bencana alam berlalu, periksa dirimu. Adakah cedera atau luka? Pastikan dirimu selamat terlebih dahulu sebelum berpikir untuk menolong orang lain.

Kalau kamu pernah naik pesawat pasti kamu pernah melihat peragaan kondisi darurat yang mengatakan jika oksigen menipis, akan turun alat bantu pernafasan. Saat itu terjadi, kamu diminta untuk memastikan kamu telah mengenakannya sebelum menolong orang di sebelahmu. Masuk akal, bagaimana mau menolong orang lain andai diri sendiri saja tidak tertolong?

  • Lakukan Apa yang Sudah Dipersiapkan

Di awal sudah dibahas persiapan apa saja yang dapat dilakukan sebelum bencana alam datang. Keluarkan peralatan keselamatan yang telah kamu simpan. 

  • Cari Keluarga dan Teman Dekatmu

Ternyata kamu baik-baik saja. Tidak ada luka yang serius dan kamu tetap dapat beraktivitas normal. Carilah keluarga dan teman dekatmu. Pastikan mereka juga selamat. Jika kamu kesulitan menemukan mereka, tunggulah bantuan datang. 

  • Keluarkan Makanan Darurat 

Makanan awet yang selama ini kamu simpan sudah saatnya untuk dikeluarkan. Manfaatkan dengan baik dan jangan sampai terbuang percuma. Ingat, kita tidak tahu kapan bantuan akan datang. 

  • Cari Posko Bantuan 

Kamu dan keluargamu sudah selamat. Saatnya untuk mencari bantuan lain seperti selimut dan perlengkapan lainnya. Biasanya akan ada posko kesehatan juga dan kamu bisa memeriksa kondisimu di sana. 

  • Selamatkan Apa yang Masih Bisa Diselamatkan

Misalkan rumah kamu terkena banjir atau bencana alam lain, cek dulu apakah ada benda yang sekiranya bisa diselamatkan. Kalau ada, selamatkan. Kalau tidak, ikhlaskan. 

Siap atau tidak siap, mau atau tidak mau, bencana alam bisa menerjang kapan saja. Kembali aku tekankan, kita tidak bisa menghalaunya. Kita hanya bisa mempersiapkan diri dan meminimalisasi dampaknya sebisa kita.