disney princess

Disney Princess di Era Modern: Nggak Butuh Pangeran!

Halo, Sobat Zenius!

Gimana, nih, kabar weekend-nya? Semoga elo bisa banyak istirahat dan menghabiskan waktu sama keluarga di rumah, ya!

Buat nemenin hari Minggu elo, gue mau ngajak bahas yang lucu-lucu lagi, nih. Kalau kemarin kan gue sudah kasih review tentang film Encanto Disney di Review Encanto Disney: Pelajaran Hidup Menarik dari Keluarga Madrigal, sekarang masih tetap tentang Disney, tapi princess-nya!

Yup, kayak yang kita tahu kalau Disney Princess tuh merupakan salah satu produk Disney yang populer banget. Nggak cuma buat anak-anak doang, tapi orang dewasa pun masih suka kalau film Disney yang ada princess ini dibuat jadi live action. Contohnya kayak film Aladdin (2019) lalu.

Ngeliat Disney Princess sekarang, rasanya ada yang beda ya sama yang dulu? Bukan cuma dari segi cerita, tapi dari penampilannya juga. Jadi penasaran nggak, sih, sama perkembangannya dari dulu sampai sekarang?

Biar lebih berasa feel-nya, siapin lagu “A Whole New World” (1992) atau “Let It Go” (2013) buat nemenin elo baca artikel ini sampai habis, yuk!

Baca Juga: Kenapa Polar Night Bisa Terjadi di Beberapa Wilayah, ya?

Disney Princess Era Klasik

Oke, perjalanan kita mulai dari era klasik. Maksudnya era klasik di sini yaitu waktu Disney Princess pertama kali dibuat.

Jadi, Disney memulai semuanya dengan membuat karakter trio princess original, yaitu Snow White, Cinderella, dan Aurora. Di antara tiga ini, siapa hayo princess pertama Disney?

Penampilan dan karakter si Snow White ini diadaptasi sama kedua temannya, yaitu Cinderella dari Cinderella (1950) dan Aurora dari Sleeping Beauty (1959). Nggak jauh berbeda dari Snow White, nih, Cinderella dan Aurora juga merupakan putri anggun yang mendapatkan akhir cerita bahagia mereka karena kehadiran pangeran tampan.

Mereka juga masih digambarkan sebagai putri yang lembut, penurut, dan pasrah sama apa yang mereka dapatkan. Kelihatannya kayak loyo gitu, ya? Tapi memang iya! Begitulah penggambaran trio original Disney Princess yang dibuat tahun 1937-1959.

Disney Princess di Era Modern: Nggak Butuh Pangeran! 34
Ilustrasi Disney Princess (Arsip Zenius, dok. Disney Wikia)

Kita mulai masuk ke tahun 1980-an, di mana Disney Princess mulai memperlihatkan sedikit perubahan menarik di era ini.

Disney Princess ‘80s atau princess yang hadir di tahun 1980-an, yaitu Ariel dari The Little Mermaid (1989) dan Eilonwy dari The Black Cauldron (1985). Kedua karakter ini memang masih punya love interest, atau masih punya bayang-bayang pangeran di sisi-nya.

Tapi, ternyata mereka mulai memberontak dan memperjuangkan apa yang sebenarnya mereka mau. Nggak pasrah kayak princess sebelumnya! Makanya, princess di era ini disebut sebagai rule-breakers atau pemberontak.

Mereka melakukan pemberontakan buat membebaskan diri dari aturan yang mengekang, di mana seorang princess harus selalu hidup untuk mengikuti aturan, terlepas dari mereka bahagia atau nggak.

Mulai dari sini, kepribadian seorang Disney Princess mulai berkembang.

Baca Juga: Fenomena Gundam sampai Jadi Budaya Jepang

Transformasi Disney Princess

Setelah melewati tahun 1980-an, kita mulai masuk ke era Disney Renaissance atau era kebangkitan Disney. Di era ini, tepatnya tahun 1990-an, transformasi Disney Princess kelihatan lebih menonjol dibandingkan sebelumnya.

Siapa saja nih princess di era ini? Mereka adalah princess kuat dan tangguh kayak Belle dari Beauty and the Beast (1991), Jasmine dari Aladdin (1992), Pocahontas dari Pocahontas (1995), dan Mulan dari Mulan (1998).

Perkembangan dari Disney Princess di era ini seakan kayak berjalan beriringan dengan perkembangan perempuan di dunia. Seperti yang dilansir dari A Century of Women, tahun 1990-an merupakan dobrakan besar bagi perempuan.

Pada tahun itu, dalam sejarah Irlandia, Mary Robinson terpilih menjadi presiden wanita pertama mereka. Setelah itu, di tahun 1994, perempuan kulit hitam menjadi bagian dari pemerintahan di Afrika Selatan untuk pertama kalinya.

Terus, bagaimana dengan princess di era ini? Lihat infografisnya di bawah, ya!

Baca Juga: Infografis Gundam: Asal Usul, Harga, hingga Manfaatnya

Disney Princess di Era Modern

Memasuki tahun 2000-an, kehadiran Disney Princess sudah dibuat jadi jauh lebih baik dan lebih realistis dibandingkan sebelumnya.

Perubahan besar-besaran ini dipengaruhi oleh maraknya gebrakan feminisme yang semakin ramai disuarakan. Melansir dari Britannica, feminisme merupakan paham dan kepercayaan pada kesetaraan sosial, ekonomi, dan politik antara laki-laki dan perempuan.

Menurut buku Feminist Thought (1989) yang ditulis Rosemarie Putnam Tong, pemikiran feminis khususnya liberal mulai muncul sejak abad ke-18, di mana pada saat itu, perempuan mendambakan adanya kesetaraan pendidikan.

Di abad ke-19, gerakan feminis mulai meluas di mana perempuan mulai menginginkan kesempatan buat memiliki hak pilih yang sama dengan laki-laki. Kemudian di abad ke-20, feminis mulai fokus untuk mendapatkan kebebasan sepenuhnya, termasuk dari sektor ekonomi dan kebebasan sipil.

Adanya gerakan feminisme ini juga berhubungan erat sama stereotip. Stereotip merupakan karakteristik yang diberikan pada sekelompok orang berdasarkan ras, kebangsaan, dan orientasi seksual mereka.

Yang pada awalnya perempuan hanya dianggap sebagai objek, cocoknya di rumah saja, sekarang stereotip seperti ini sudah perlahan memudar.

Representasi perempuan dalam film sudah nggak lagi digambarkan dengan stereotip negatif sejak feminisme hadir. Nggak cuma fokus menonjolkan lekuk tubuh, gaya sensual, tetapi lebih berani menunjukkan intelektualitas dan rasa percaya diri.

Jadi, bisa dibilang, ini juga yang menyebabkan hadirnya perubahan karakter hingga penampilan Disney Princess di era modern saat ini.

Princess di era ini yaitu Tiana dari Princess and the Frog (2009), Rapunzel dari Tangled (2010), Anna dan Elsa dari Frozen (2012), Merida dari Brave (2012), Moana dari Moana (2016), dan Raya dari Raya and the Last Dragon (2021).

Disney Princess di Era Modern: Nggak Butuh Pangeran! 36
Ilustrasi Disney Princess (Arsip Zenius, dok. Disney Wikia)

Anna dan Elsa juga menunjukkan kalau hubungan keluarga jauh lebih berharga dibandingkan pangeran tampan di luar sana. Meskipun Anna masih punya kisah cinta, tapi Elsa nampaknya baik-baik saja dengan dirinya yang sendirian.

Merida adalah favorit gue banget, nih! Terlalu banyak hal menarik tentang dia yang bikin gue jatuh cinta sama karakternya. Dia sosok princess yang nggak mau membiarkan hidupnya ditentukan sama nasib dan aturan, jadi dia coba buat nasibnya sendiri.

Rapunzel, Moana dan Raya juga nggak kalah menarik. Bahkan, Moana mematahkan stereotip kalau Disney Princess harus cantik dengan kulit putih, gaun megah, dan juga rambut lurus bergelombang yang indah.

Baca Juga: Legenda Naga Nian di Balik Simbol Tahun Baru Imlek

Nah, Sobat Zenius, itulah tadi perkembangan Disney Princess dari awal sampai sekarang. Rasanya senang, ya, melihat karakter perempuan yang jadi favorit banyak generasi muda sekarang sudah dibuat dengan lebih berani, bervariasi, dan independen.

Jadi, siapa nih karakter Disney Princess favorit elo? Komen di bawah, yuk! Sekalian kasih rekomendasi film Disney favorit elo ke teman-teman lainnya, ya.

Referensi

Women’s Rights in the 1930s in the United States – Thought Co (2020)

1990s – A Century Of Women

Every Disney Princess Ranked From Weakest To Most Powerful – Screen Rant (2021)

The Disney Princesses: From Fairy Tales to Feminism – Study Breaks (2018)

What Is a Stereotype? – Thought Co (2021)

Ranking Disney Princesses for Their Level of Feminism Is Not Feminist – Study Breaks (2017)

Chronological Timeline of All Official Disney Princesses – Cottonable

Every Disney Princess Movie In Chronological Order – Screen Rant (2020)

Sumber Gambar: Disney Wikia.

Bagikan Artikel Ini!