Ilustrasi Mata Pelajaran Geografi

Contoh Soal PAT Semester 2 Geografi Kelas 11

Perjalanan membawamu

Bertemu denganku, ku bertemu kamu~

Meme Reaksi Sobat Zenius
Meme Reaksi Sobat Zenius (Sumber: memegenerator.net)

Lho, lho, lho. Kok jadi, nyanyi? Haha. bertemu siapa, tuh? Well, yang pasti bukan bestie apalagi doi, tapi Penilaian Akhir Tahun (PAT)!  Nggak terasa waktu berjalan cepat banget, ya. Cie, ada yang mau naik kelas 12, nih!

Biar persiapan elo makin oke, di artikel ini gue akan sharing berbagai macam latihan soal PAT Semester 2 Kelas 11. Dan khusus di artikel ini gue akan fokus ke mata pelajaran Geografi dulu, ya.

Oh iya, meskipun elo baru kelas 11 tes PAT ini nggak boleh elo sepelekan, ya. Tes ini juga bisa menjadi peluang untuk mendongkrak nilai rapor, lho. 

Emangnya sepenting apa, sih, nilai PAT itu? Well, nilai ini berguna saat elo mau masuk universitas impian melalui jalur undangan atau SNMPTN. Jalur ini menggunakan nilai rapor semester 1 hingga semester 5. Untuk itulah PAT nggak boleh elo remehkan. Oke?  Nah, berbasa-basi lagi, yuk, simak contoh soal PAT semester 2 Geografi Kelas 11 di bawah ini. 

Baca Juga: Mengenal Apa Itu PAS Sebagai Syarat Menyelesaikan Program Belajar SMA.

Contoh Soal PAT Semester 2 Geografi Kelas 11

Sebelum masuk ke contoh soal PAT semester 2 Geografi Kelas 11, gue mau re-call sedikit tentang materi yang akan elo hadapi di PAT Geografi, nih. Terdapat tujuh materi, diantaranya:

Oke, langsung saja, yuk, cari tahu gambaran soalnya.

Contoh Soal 1

Banyak negara berkembang memiliki permasalahan kependudukan yaitu tingginya angka kelahiran. Maka dari itu biasanya pemerintah negara berkembang akan mengeluarkan kebijakan anti natalitas seperti ….

A. pembatasan jumlah anak dalam keluarga

B. wajib belajar 12 tahun

C. pengenaan pajak tambahan terhadap alat kontrasepsi

D. subsidi biaya persalinan di rumah sakit daerah

E. pemberian insentif pada petani daerah

Jawaban dan Pembahasan:

Kebijakan anti natalitas merupakan kebijakan yang dilakukan untuk menurunkan angka kelahiran. Indonesia sebagai negara berkembang pun menerapkan kebijakan yang sama melalui program keluarga berencana. Di mana dalam pelaksanaannya terdapat beberapa program pula seperti sterilisasi, dua anak cukup, dan masih banyak lagi. 

Sehingga, sesuai pernyataan di atas jawaban yang tepat adalah A. pembatasan jumlah anak dalam keluarga.

Baca Juga: Ledakan Penduduk – Pengertian, Dampak, & Cara Mengatasinya – Materi Geografi Kelas 11

Contoh Soal 2

Perhatikan tabel di bawah ini!

Kelompok Usia WanitaJumlah PendudukJumlah Kelahiran
15 – 192000100
20 – 243000250
25-294000500
30 – 343800280
35 – 393000200
40 – 441500150
45 – 4975065
Tabel Data Kelompok Usia, Jumlah Penduduk, dan Jumlah Kelahiran (bukan data sebenarnya)

Berdasarkan tabel di atas, nilai angka kelahiran menurut kelompok umur (ASFR) tertinggi dimiliki oleh kelompok usia wanita … dengan nilai ASFR yaitu ….

A. 5-19, 200

B. 20-24, 210

C. 25-29, 125

D. 30-34, 150

E. 35-39, 120

Jawaban dan Pembahasan:

Untuk menghitung nilai ASFR, digunakan rumus:

rumus ASFR

Keterangan: 

  • Bx = angka kelahiran pada kelompok umur tertentu
  • Px = jumlah penduduk pada kelompok umur tertentu

Sehingga, untuk mencari nilai ASFR tertinggi dapat dilakukan dengan cara:

Kelompok Usia WanitaJumlah Penduduk Jumlah KelahiranASFR
15 – 192000100100/2000 X 1000 = 50
20 – 243000250250/3000 X 1000 = 83
25 – 294000500500/4000 X 1000 = 125
30 – 343800280280/3800 X 1000 = 74
35 – 393000200200/3000 X 1000 = 67
40 – 441500150150/1500 X 1000 = 100
45 – 497506565/750 X 1000 = 87
Mencari nilai ASFR

Berdasarkan tabel di atas, nilai angka kelahiran menurut kelompok umur (ASFR) tertinggi dimiliki oleh kelompok usia wanita 25 -29 dengan nilai ASFR yaitu 125. Sehingga, jawaban yang tepat adalah C. 25-29, 125.

Baca Juga: Rumus Natalitas Beserta Faktor Pendorong dan Penghambatnya – Materi Geografi Kelas 11

Contoh Soal 3

Piramida penduduk merupakan bentuk visualisasi data kependudukan agar lebih mudah dipahami dan juga dibandingkan. Manakah di bawah ini merupakan informasi yang dapat dikaji melalui piramida penduduk?

A. angka kematian.

B. angka kelahiran.

C. total migrasi.

D. tingkat pendidikan.

E. angka ketergantungan.

Jawaban dan Pembahasan:

Piramida penduduk umumnya berbentuk seperti berikut.

Bentuk Piramida Penduduk
Bentuk Piramida Penduduk (Kemendikbud.go.id)

Masih pada inget nggak informasi apa, sih, yang dimuat pada piramida penduduk? Nah, sekedar mengingatkan, beberapa informasi yang dimuat diantaranya:

  • Jumlah penduduk, yang meliputi pertumbuhan penduduk pada suatu daerah.
  • Jenis kelamin, yang meliputi sex ratio atau perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan.
  • Usia, yang meliputi angka ketergantungan, yaitu perbandingan usia produktif dan non produktif. 

Nah, dari sini dapat kita simpulkan bahwa informasi yang dikaji pada piramida penduduk adalah E. angka ketergantungan.

Baca Juga: Komposisi Penduduk dan Piramidanya – Materi Geografi Kelas 11

Contoh Soal 4

Keragaman budaya di Indonesia walaupun dapat memicu adanya konflik tetapi juga memiliki manfaat yang besar. Manakah di bawah ini yang termasuk ke dalam manfaat dari keragaman budaya Indonesia?

A. mendorong perkembangan teknologi di Indonesia.

B. kemudahan dalam berkomunikasi antardaerah.

C. hambatan budaya luar Indonesia untuk masuk.

D. banyaknya destinasi wisata yang dapat dikembangkan.

E. pelestarian kebudayaan yang lebih mudah.

Jawaban dan pembahasan:

Keragaman budaya bisa menimbulkan tantangan maupun manfaat. Lalu, dari opsi di atas mana yang termasuk manfaatnya, ya? Kita cek tiap-tiap opsi, yuk.

  • Opsi A: budaya beragam menimbulkan sikap penerimaan terhadap teknologi yang berbeda-beda pula. Ada yang menerima, ada pula yang menolak. Contohnya adalah Suku Baduy dalam yang dianggap lebih suci dari Suku Baduy Dalam. Lebih jelasnya bisa elo pelajari lagi di video materi ini.
  • Opsi B: justru dengan adanya keberagaman budaya, menimbulkan tantangan. Mengapa? Karena tiap daerah memiliki bahasanya masing-masing sehingga komunikasi antardaerah menjadi terhambat.
  • Opsi C: budaya luar yang masuk ke Indonesia nggak selalu menjadi hambatan dan tergantung sikap masyarakat terhadap budaya luar. Jadi, opsi ini bukan merupakan manfaat keberagaman budaya Indonesia.
  • Opsi D: hal ini tepat. Mengapa? Karena kegiatan budaya mengandung nilai-nilai, ide-ide yang mana menurut orang yang memiliki kebudayaan berbeda, akan dianggap menarik. Sehingga, dapat dijadikan atraksi wisata.
  • Opsi E: pelestarian budaya yang lebih mudah justru menjadi tantangan, karena sulit untuk mencari penerus budaya tersebut. 

Oke. Jadi, dapat disimpulkan bahwa jawaban yang tepat adalah D. banyaknya destinasi wisata yang dapat dikembangkan.

Baca Juga: Persebaran Keragaman Budaya di Indonesia – Materi Geografi Kelas 11

cta banner donwload apps zenius

Download Aplikasi Zenius

Mau fokus belajar buat Penilaian Akhir Tahun? Persiapin diri elo lewat pembahasan video materi, ribuan contoh soal, dan kumpulan try out di Zenius!

download aplikasi zenius play store
download aplikasi zenius app store
download aplikasi zenius app gallery

Contoh Soal 5

Wabah Covid-19 merugikan banyak orang di seluruh penjuru dunia. Tidak mengherankan apabila wabah penyakit ini dianggap salah satu bencana terbesar di dunia. Berdasarkan klasifikasi jenis-jenis bencana, wabah Covid-19 termasuk ke dalam bencana …

A. sosial

B. alam

C. non-alam

D. teknologi

E. manusia

Jawaban dan Pembahasan:

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berdasarkan penyebabnya bencana dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Bencana alam, yaitu bencana yang pemicu utamanya berasal dari proses fisik lapisan geosfer. Contohnya gempa bumi, banjir, kekeringan, dan masih banyak lagi. 
Contoh Bencana Alam
Contoh Bencana Alam (Sumbe: Pexels.com)
  • Bencana non-alam, berbeda dengan bencana alam, bencana ini disebabkan oleh faktor biologis dan faktor teknis. Yang gimana, tuh? Contohnya wabah penyakit, gagal teknologi, gagal modernisasi, dan masih banyak lagi.
Contoh Bencana Alam Non Alam
Contoh Bencana Non Alam (Sumber: pexels.com)
  • Bencana sosial, merupakan bencana yang disebabkan oleh konflik antar manusia sebagai makhluk sosial maupun interaksi yang berdampak negatif. Contohnya tawuran, peperangan, kriminalitas, aksi teror, dan masih banyak lagi.
Ilustrasi Bencana Sosial
Ilustrasi Bencana Sosial (Sumber: Pexels.com)

Kembali ke soal, jadi, jelas ya bahwa wabah Covid-19 merupakan salah satu jenis bencana non-alam. Sehingga jawaban yang tepat adalah C. 

Baca Juga: Jenis-Jenis Bencana Alam – Materi Mitigasi Bencana.

Contoh Soal 6

Bencana kebakaran hutan di Indonesia banyak diakibatkan oleh ….

A. kerapatan pepohonan yang cukup tinggi

B. Indonesia mendapatkan pemanasan maksimal dari matahari

C. pemanasan global

D. praktik pembukaan lahan di waktu yang tidak tepat

E. penebangan pohon besar-besaran

Jawaban dan Pembahasan:

Ngomongin tentang kebakaran hutan, masih pada inget nggak dua penyebab kebakaran hutan? Yoi. kebakaran hutan bisa terjadi akibat faktor fisik (meliputi curah hujan yang rendah) maupun manusia (pembakaran hutan). 

Pada konteks negara Indonesia, dari faktor fisik, Indonesia yang dilewati garis ekuator termasuk negara tropis. Sehingga, curah hujan di Indonesia cukup tinggi, yaitu antara 2.000-3.000 mm per tahun. 

Sedangkan faktor manusia, salah satunya pernah terjadi di Kalimantan pada tahun 2019. Elo pernah denger, dong, pasti? Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran ini terjadi akibat praktik land clearing atau pembukaan lahan melalui pembakaran hutan. 

Nah, berdasarkan penjelasan di atas jawaban yang paling tepat adalah D. praktik pembukaan lahan di waktu yang tidak tepat.

Baca Juga: Kenapa sih Bencana Kabut Asap Nggak Habis-habis?

Oke. Itu dia gambaran contoh soal PAT semester 2 Geografi Kelas 11. Semoga bermanfaat, ya! Informasi lengkap terkait PAT mulai dari pelaksanaan hingga tips belajarnya bisa elo baca panduannya di sini

Elo juga bisa lanjut mengerjakan latihan soal PAT Geografi Kelas 11 dengan cara klik banner di bawah ini, lho, Sobat Zenius! Good luck ya buat PAT-nya!

CTA PAT

***

Referensi: 

Penyebab dan Akibat Kebakaran Hutan di Kalimantan – Tirto.id (2019)

Bagikan Artikel Ini!