musik rock

Benar Gak, Sih, Dengerin Musik Rock Bikin Tambah Semangat?

Musik rock identik dengan musik keras. Lantas, benar gak, sih, kalau dengerin musik rock bisa bikin tambah semangat?

“Kenapa lo ngangguk-ngangguk bro? Gila lo ya?”

“Wah, gila gimana. Gue lagi bersemangat banget ini dengerin lagu-lagu rock”

Lo mungkin pernah menciptakan percakapan seperti di atas saat sedang mendengarkan musik rock favorit. Tanpa disengaja, kepala lo ngangguk-ngangguk kayak lagi headbang, tapi temen-temen lo agak heran sama kelakuan lo. 

Yap, memang gak bisa dimungkiri, lagu rock yang terdengar dengan distorsi gitar yang keras serta beat drum yang mempunyai pola unik membuat kita seakan-akan lagi nge-cas semangat. Bagi penggemar musik rock, kayaknya ada yang kurang gitu, lho, kalau gak denger lagu-lagu rock dulu sebelum menjalani aktivitas. 

Nah, akan tetapi, mungkin di benak lo yang paling dalam bertanya-tanya, “Emangnya bener, ya, denger lagu rock itu bisa ningkatin semangat, terus bisa menambah kreativitas juga?” Daripada lo semakin penasaran, yuk, coba kita ulik bersama di dalam artikel ini. Well, perkenalkan gue Adieb, kali ini gue mau coba kenalin lo mengenai musik rock. Dalam artikel ini gue akan bahas detail mengenai sejarah musik rock, siapa tokoh musik rock, dan juga kapan genre musik yang satu ini masuk ke Indonesia.

Sejarah Musik Rock

sejarah musik rock
Credit Image by PxHere.com

“The Beatles, sih, jagoan gue bang kalau masalah rock-rockan”

Yap, tak bisa dimungkiri, dedengkot musik rock asal Liverpool tersebut memang menuai banyak fans, bahkan sampai sekarang. Akan tetapi, lo tahu gak dari mana genre musik ini berasal?

Sebelum melangkah ke sejarah perkembangan musik rock, gue akan coba membahas mengenai pengertiannya itu sendiri. Secara garis besar, musik rock dapat digambarkan sebagai musik keras yang diisi dengan gitar listrik, bass dan beat drum yang kencang, serta alunan vokal yang khas dari tiap masing-masing penyanyi. 

Kedengarannya mungkin gak se-kompleks musik jazz yang diisi dengan terompet, piano, trombon, hingga saksofon, ya. Kendati demikian, perubahan musik rock yang terjadi dari tahun ke tahun dipenuhi dengan gaya yang khas dan membentuk karakteristiknya hingga seperti saat ini yang lo dengerin setiap hari. Bahkan, tidak menutup kemungkinan genre musik ini akan berkembang lagi ke depannya.

Kalau dilihat dari sejarahnya, musik rock itu muncul ke permukaan sekitar akhir tahun 1940 dan awal tahun 1950-an di Amerika Serikat. Rock atau biasa dikenal dengan rock n roll memang identik dengan gaya kehidupan anak muda yang semrawut. Narkoba, alkohol, dan seks bebas menjadi makanan utama bagi anak-anak rock n roll. Terlepas dari lifestyle-nya, rock punya ciri khas yang unik, yaitu distorsi gitar yang keras serta beat drum yang membuat kepala orang secara otomatis mengangguk-ngangguk. Ditambah alunan bass yang tebal serta kadang-kadang diiringi oleh suara piano yang lembut. 

Perkembangan musik rock dinilai sangat pesat dan melahirkan berbagai macam sub-genre, entah itu dicampurkan dengan blues, country, folk, punk, hingga jazz. Selama beberapa tahun di awal 1950, rock memang menunjukkan perkembangannya. Sementara itu, pada sekitar tahun 1955, salah satu musisi rock n roll, Bill Haley, menciptakan lagu yang berjudul Rock Around The Clock dan menapaki nomor satu di tangga lagu. Selain Bill Haley, tokoh musik rock solo yang terkenal pada masa itu adalah Elvis Presley, Chuck Berry, Jerry Lee Lewis, dan Carl Perkins.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Olahraga di Rumah, Efektif Nan Hemat!

Ngomong-ngomong, tahu gak lo musisi-musisi solo di atas? Mungkin, Elvis Presley cukup terdengar familiar ya di telinga lo. Karya-karya Elvis Presley memang berhasil memanjakan telinga para pendengarnya. Sebut saja karyanya yang berjudul Are You Lonesome Tonight, Love Me Tender, Can’t Help Falling in Love, dll. Tak heran, musisi kelahiran 8 Januari 1935 tersebut dijuluki sebagai King of Rock n Roll. Pasalnya, Presley hampir menguasai blantika rock n roll pada tahun 1950 sampai 1960-an.

Selain Elvis Presley, salah satu legenda Rock n Roll di Amerika pada masa itu adalah Chuck Berry. Kepiawaiannya dalam memainkan riff gitar membuat Chuck Berry menciptakan lagu-lagu rock yang gurih untuk didengarkan. Sebut saja You Never Can Tell, Worried Life Blues, hingga I Want To Be Your Driver. 

Sang legenda Rock n Roll tersebut harus menghembuskan napas terakhirnya di usia 90 tahun. Melalui majalah Rolling Stones, putra Chuck Berry, Charles Jr, mengatakan kalau ayahnya meninggal karena penyakit radang paru-paru.

Memasuki tahun 1960-an, musik rock semakin berkembang. Bahkan, tidak hanya di Amerika saja. Di negara Inggris, tepatnya kota Liverpool, lahirlah band rock legendaris yang sampai saat ini terkenang oleh banyak orang, yaitu The Beatles. The Beatles didirikan pada tahun 1960 dengan formasi terbaiknya, yaitu John Lennon, Paul McCartney, Ringo Starr, dan George Harrison. 

Di antara lo mungkin jadi fans beratnya The Beatles. Suara dari John Lennon memang ga usah diragukan lagi. Ditambah, sentuhan magic drum-nya Ringo Starr serta petikan gitar George Harrison membuat lagu-lagu The Beatles hidup di hati para fans. Lagu-lagu yang jadi favorit gue adalah Hey Jude, I Will, dan Let It Be. 

Tahun 60-70an jadi masa keemasan bagi John Lennon dkk. Bahkan, mereka berhasil menginvasi musik rock di Amerika Serikat. Penjualan lagunya pun menuai angka yang besar dengan jumlah sekitar 600 juta unit di seluruh dunia. Naasnya, vokalis mereka, John Lennon, ditembak mati oleh seseorang pada tahun 1980. Sementara George Harrison meninggal karena kanker paru-paru pada tahun 2001.

Selain The Beatles, beberapa legenda band rock yang juga besar di era 60-an adalah Rolling Stones, The Kinks, Led Zeppelin, The Beach Boys, hingga Pink Floyd.

Memasuki tahun 70-an menjadi sebuah era baru untuk musik rock. Sementara di Amerika terus mengalami perkembangan, di belahan dunia lain, tepatnya di Australia, lahirlah band rock ternama, yaitu AC/DC pada tahun 73. Rock semakin menunjukkan taringnya di kancah permusikan internasional. Memasuki tahun 90-an, musik rock berkembang dan menciptakan subgenre lain, seperti punk rock, indie rock, electronic rock, grunge, dan lain-lain. Salah satu band rock yang mungkin lo kenal di era 90-an sudah pasti Nirvana. Suara khas dari Kurt Cobain selalu berhasil membuat pendengarnya terhipnotis dan terbawa alunan musiknya.

Sementara di Indonesia sendiri, musik rock sudah masuk pada sekitar tahun 60-an. Pada awalnya, kedatangan genre musik ini ditentang oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno, karena dianggap sebagai musik yang tidak sesuai dengan kebudayaan di Indonesia. Akan tetapi, setelah Soekarno digantikan oleh Soeharto, semua masyarakat Indonesia bebas mendengarkan musik apa saja, termasuk genre rock. 

Baca Juga: 5 Permainan Edukatif yang Mendukung Belajar Mengajar

Denger Musik Rock Bikin Tambah Semangat?

Nah, sekarang lo udah tahu sekilas, nih, sobat Zenius, mengenai sejarahnya. Gimana menurut lo? Menarik, kan?

Kalau udah puas mengenai sejarahnya, kini kita balik ke topik pembicaraan awal. Kira-kira bener, gak, sih, dengerin musik rock, tuh, bisa bikin semangat dan menambah kreativitas?

Menjawab pertanyaan tersebut, gue akan coba paparkan secara perlahan-lahan.

Melalui BBC, para peneliti dari McGill University di Montreal melakukan eksperimen mengenai orang yang mendengarkan musik. Dari penelitian tersebut dijelaskan kalau hormon dopamin dari seseorang meningkat 9% saat ia mendengarkan musik favoritnya.

Buat lo yang belum tahu hormon dopamin, hormon ini adalah senyawa kimia yang ada di otak dan berperan untuk menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh. Di dalam tubuh, hormon dopamin juga dikenal sebagai neurotransmiter, yaitu senyawa kimia yang berfungsi sebagai penghantar stimulus ke sel otak dan otot.

musik rock
Credit Image by The University of Queensland

Nah, ketika hormon dopamin dilepaskan dalam jumlah yang sesuai dengan kadarnya, maka hal tersebut dapat menimbulkan perasaan senang dan bahagia di dalam diri. Sebaliknya, jika kekurangan hormon dopamin, maka menimbulkan kondisi hati yang stres dan bahkan bisa berujung depresi.

Melalui penelitian di atas menunjukkan bahwa mendengarkan musik yang kita sukai berpotensi meningkatkan dopamin sebanyak 9%. Hal ini juga diperkuat melalui Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Di situ menyebutkan kalau neurotransmitter menunjukkan kinerjanya saat kita sedang mendengarkan musik. Bahkan, kesenangan yang timbul dari musik juga disertai dengan perubahan fisiologis dalam sistem saraf otonom. Hal ini serupa dengan kesenangan yang timbul saat kita sedang makan atau mendapatkan uang.

“Fisiologi, sih, apa bang?” Nah, lo bisa belajar langsung, nih, lewat Zenius! Lo akan belajar dengan cara yang menyenangkan karena ditampilkan lewat video dengan ilustrasi yang super mantap!

Tidak hanya sampai situ saja. Pada tahun 2011, seorang ahli saraf yang bernama Valorie Salimpoor bergabung dengan Robert Zatorre di Institut Neurologis Montreal Universitas McGill untuk mempelajari bagaimana otak dipengaruhi oleh musik. Bersama Zatorre, Salimpoor mengonfirmasi bahwa dopamin seseorang saat mendengarkan musik favorit akan mengalami peningkatan. Ia juga mengatakan bahwa dopamin tersebut meningkat saat memasuki bagian-bagian penting dalam musik favoritnya. Sebagai contoh, lo ngefans banget sama lagunya Radja yang judulnya Benci Bilang Cinta. Nah, lo juga suka banget di bagian saat Ian Kasela melantunkan “Dadadam dadadam”. Saat bagian tersebut masuk ke telinga lo, dopamin lo akan meningkat dengan baik. Seperti itulah yang sekiranya digambarkan oleh Zatorre dan Salimpoor.

Baca Juga: Manusia Baru Make 10% Otaknya, Gimana Kalo 100%?

“Lalu, gimana soal musik rock?” 

musik rock n roll
Credit Gif by tenor.com

Jika lo salah satu penggemar genre musik yang satu ini, kemungkinan besar dopamin di dalam tubuh akan meningkat saat mendengarkan musik-musik rock. Hal tersebut mengakibatkan rasa senang dan bahagia yang tumbuh sehingga membuat lo semakin bersemangat dan produktif menjalani hari. Sebab, seperti dua penelitian yang disebutkan di atas kalau kita denger lagu favorit, maka dopamin di dalam tubuh akan mengalami peningkatan. Lain halnya jika lo tidak terlalu suka musik rock.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa musik rock mampu menambah semangat ketika didengarkan oleh para fans-nya. Selain menambah semangat, orang yang ngefans sama musik rock juga bisa mengasah kreativitasnya lewat lagu yang didengarkan. Sebab, di dalam musik rock terdapat alunan gitar dengan nada dan kunci yang bervariatif. Dengan demikian, lo juga bisa mengasah otak lo dengan belajar kunci-kunci gitarnya.

Kendati demikian, di sisi lain dampak musik rock terhadap otak juga bisa menjadi negatif. Melalui data Brody and Slor lewat Electro Wow, genre yang satu ini bisa jadi genre yang berbahaya untuk didengarkan saat sedang berkendara. Pasalnya, suara keras yang keluar dari rock bisa menjadi distraksi yang besar sehingga dapat mengganggu perhatian lo saat naik mobil atau motor dan berpotensi melanggar lalu lintas.

Itu dia penjelasan singkat mengenai sejarah musik rock dan dampaknya bagi dopamin dalam tubuh seseorang. Secara garis besar, lo emang harus menemukan musik favorit untuk menumbuhkan rasa senang dan bahagia di dalam diri.

Referensi:

https://www.psypost.org/2019/02/listening-to-the-music-you-love-will-make-your-brain-release-more-dopamine-study-finds-53059
https://www.scmp.com/yp/discover/entertainment/music/article/3069620/brief-history-rock-music-part-one
https://www.pnas.org/content/116/9/3793
https://www.electrowow.net/how-rock-music-affects-our-brain
https://www.bbc.com/news/health-12135590 https://www.pnas.org/content/116/9/3793 https://www.rollingstone.com/music/music-news/chuck-berry-rock-roll-innovator-dead-at-90-231581/

Bagikan artikel ini