Musik Klasik Bikin Kita Lebih Pintar, Benar Gak Sih?

musik klasik bisa bikin pintar

Artikel ini membahas tentang musik klasik atau ‘efek Mozart’ yang dianggap bisa bikin orang lebih pintar. Hmm.. Benarkah begitu?

Anggapan bahwa musik klasik 一seperti Mozart, bisa bikin pendengarnya menjadi lebih pintar sepertinya udah turun-temurun. Bahkan, banyak dari ibu hamil yang berencana mendengarkan musik Mozart secara rutin untuk membuat bayi dalam kandungannya terlahir lebih pintar dari bayi-bayi pada umumnya.

Ya memang betul kalau orang tua ingin anaknya 一termasuk kita sendiri sebagai pelajar一 terlahir pintar. Apalagi kalau masa-masa ujian, keinginan untuk menjadi lebih pintar meningkat tajam. Sehingga, banyak cara yang akan dilakukan orang-orang dari berbagai kalangan untuk meningkatkan kepintarannya. Ada yang belajar mati-matian sampai sakit, ikut kursus dan bimbel ini itu sampai gak punya waktu istirahat, ada yang bikin contekan dengan berbagai model, dan ada juga yang semalaman suntuk hanya mendengarkan musik klasik. Yap, semua mereka lakukan untuk membuatnya menjadi lebih pintar. Kalau kamu gimana, apa sih cara unik yang udah kamu lakuin supaya menjadi lebih pintar?

musik klasik bisa bikin pintar
Mendengarkan musik klasik sambil belajar (foto oleh Uriel Mont dari Pexels)

Apa Itu Musik Klasik?

Menurut kamu, musik klasik itu yang seperti apa sih, guys? Kita sering menilai kalau musik berjenis klasik itu adalah musik-musik yang berupa instrumen seperti Symphony No.40, Piano Concerto No.21, Piano Sonata No.16 in C Major karya Mozart atau Moonlight Sonata dan Fur Elise karya Beethoven yang diciptakan pada kisaran tahun 1750-1839an.

Yap, memang betul karya-karya indah di atas tergolong dalam musik tipe klasik. Tapi, definisi yang sesungguhnya itu apa sih dan dari mana musik klasik ini berasal? The Oxford Dictionary mendefinisikan bahwa musik klasik adalah musik yang ditulis atau dibuat dalam tradisi musik Barat, biasanya menggunakan musik seperti simfoni. Musik jenis ini dianggap serius dan memiliki nilai yang abadi. Kemunculan musik ini ada yang menganggap pada abad ke-17 ketika composer hebat seperti Haydn, Mozart, dan Beethoven muncul dengan karya-karyanya. Di sisi lain, China menganggap bahwa musik tersebut mengacu pada musik Cina Kuno sebelum ada pengaruh dari seni western.

Tapi kalau kita runtut dari awal perkembangan musik akan menjadi seperti ini:

  • Medieval atau abad pertengahan (500-1400)
  • Renaissance (1400-1600)
  • Baroque (1600-1750)
  • Classic (1750-1820)
  • Romantic (1800-1910)
  • Modernist (1890-1975)
  • Era Postmodern atau kontemporer (1950-sekarang)

Tapi, istilah musik klasik baru muncul setelah abad ke-19, ketika periode Bach hingga Beethoven dijadikan sebagai zaman keemasan.

Musik Klasik Datang ke Indonesia

Musik klasik awal mula datang ke Indonesia pada abad ke-18, di mana saat itu Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Belanda. Ya meskipun ada beberapa jenis instrumen lain yang diperkenalkan bangsa Portugis kepada Indonesia.

Pada awal kemunculannya, musik-musik jenis klasik termasuk dalam musik eksklusif yang hanya bisa didengarkan oleh para bangsawan dan kumpulan elit Belanda. Nah, baru deh ketika masuk tahun 1930-an, rakyat Indonesia udah bisa mulai menikmatinya secara bebas, karena mulai banyak pentas kesenian orkestra yang menggunakan musik tersebut. Terlebih ketika ramainya penggunaan Schouwburg van Batavia atau Gedung Kesenian Jakarta.

Oh iya, kalau kita dengarkan lagu kebangsaan kita 一Indonesia Raya一 yang ditulis oleh W.R. Supratman, juga gak lepas dari pengaruh musik klasik yang cukup dominan lho. Ismail Marzuki dengan lagu “Halo-halo Bandung” juga turut menjadi saksi bahwa musik klasik memberikan pengaruh langsung terhadap musik di Indonesia. Dengan masuknya musik klasik ke Indonesia, perkembangan musik di Indonesia juga ikut terpengaruh, seperti musik Gambus, Keroncong, Dangdut dll.

Balik ke pertanyaan yang pertama, emang benar ya dengan mendengarkan musik semalaman suntuk tanpa belajar bisa bikin kita lebih pintar?

benarkah musik klasik bikin pintar
dok. pulsk

Sejarah Kemunculan ‘Efek Mozart’

Kalau kita bicara sejarah tentang siapa yang menciptakan istilah ‘efek Mozart’, maka jawabannya adalah seorang dokter kontroversial asal Perancis bernama Alfred Tomatis (1920-2001). Dalam bukunya yang berjudul Pourquoi Mozart tahun 1991. Kemudian, anggapan mengenai musik klasik bisa bikin pintar itu sebenarnya lahir karena kesalahpahaman orang-orang terhadap hasil penelitian 3 orang ilmuwan University of California di Irvine pada tahun 1993 一Frances H. Rauscher, Gordon L. Shaw, dan Katherine N. Ky. Dalam jurnal Nature, mereka meminta 36 siswa untuk mendengarkan Sonata milik Wolfgang Amadeus Mozart untuk 2 Piano di D major K 448 selama 10 menit, sementara yang lainnya mendengarkan audio relaksasi, dan duduk diam tanpa mendengarkan apapun.

Hasilnya, mahasiswa yang mendengarkan sonata Mozart menunjukkan peningkatan keterampilan penalaran spasial yang signifikan (sekitar 8-9%), selama kurang lebih 10-15 menit. Tapi setelah 15 menit, efek tersebut hilang. Keterampilan penalaran spasial sendiri merupakan kemampuan yang meliputi proses kognitif seseorang dalam merepresentasikan dan memanipulasi benda ruang serta hubungan dan transformasi bentuknya, seperti ruang, bentuk, dan arah.

Dari hasil penelitian itulah, kemudian créches di Amerika Serikat mulai memainkan musik klasik untuk anak-anak. Bahkan, negara bagian selatan Georgia memberikan CD klasik gratis kepada bayi yang baru lahir.

Lalu, Apakah Musik Klasik Benar benar Bisa Bikin Pintar?

Berdasarkan penelitian dari para ilmuwan University of California yang telah dijelaskan di atas, hasil yang diperoleh hanya berefek pada keterampilan penalaran spasial. Banyak yang salah paham bahwa peningkatan kecerdasan yang ditimbulkan oleh ‘efek Mozart’ berimbas pada seluruh IQ atau kecerdasan intelektual manusia.

Bukan Hanya Musik Klasik, Musik Mempengaruhi Kinerja Otak dalam Jangka Panjang

Dilansir dari classicfm.com, menyebutkan studi lain yang juga menyelidiki efek jangka panjang dari musik terhadap otak. Nah, kalau ini gak hanya meneliti musik Mozart aja ya, guys. Penelitian ini diawali dengan memberikan pelajaran keyboard kepada anak-anak berusia 3-4 tahun selama 6 bulan. Di akhir pelajaran tersebut, kinerja mereka menunjukan peningkatan yang signifikan dalam tes penalaran spasial temporal, yaitu sekitar 30%.

Hasil anak-anak tersebut jauh lebih baik daripada anak-anak lain pada usia yang sama diberikan pelajaran komputer selama 6 bulan. Nah, berbeda dengan efek pada penelitian sebelumnya dari University of California yang hanya berlangsung sekitar 15 menit. Penelitian yang satu ini berlangsung selama 24 jam. Hal ini disebabkan oleh plastisitas otak anak-anak yang lebih besar dan lamanya paparan musik yang berlangsung selama 6 bulan.

Musik Lebih Berperan kepada Kegairahan Emosional

Ternyata, efek musik dalam mempengaruhi kinerja otak 一termasuk bikin lebih pintar, itu bukan karena ‘efek Mozart’ atau jenis musik klasik lainnya. Melainkan lebih kepada kegairahan emosional. Apapun yang membuat kita enjoy, maka akan membuat kita belajar lebih fokus dan menerima informasi lebih baik. Jadi, bisa berlaku juga untuk untuk semua jenis musik yang membuat diri kita sendiri enjoy dan lebih relaks.

Coba bandingkan ketika kamu belajar dalam keadaan tertekan, marah, sedih, dan perasaan gak enak lainnya, dengan belajar ketika kamu dalam keadaan senang, berbunga-bunga, tenang, dan berbagai perasaan relaks lainnya. Apalagi kalau suasana lingkungan yang mendukung. Pasti pelajaran bakal lebih mudah masuk ke otak ketika kamu dalam keadaan relaks kan?

Contoh lainnya ketika kamu merasa penat banget sama aktivitas di sekolah atau kampus, mau ngapa-ngapain juga rasanya gak mood, apalagi kalau harus belajar. Susah banget rasanya materi masuk ke otak. Nah, ketika keadaan seperti itu, banyak orang bahkan ahli yang menyarankan kamu untuk relaksasi sejenak dengan mengunjungi tempat wisata menenangkan seperti pantai, atau melakukan kegiatan yang kamu senangi seperti hobi. Setelah itu, kamu bakal merasa lebih relaks dan tenang, sehingga bisa kembali beraktivitas normal.

Musik Klasik Bikin Kita Lebih Pintar, Benar Gak Sih? 9
dok. giphy

Efek Mozart Dapat Meningkatkan Penalaran Spasial, Tapi Hanya Sesaat

Hal itu juga dibuktikan lagi oleh Dr. Frances Rauscher 一peneliti ‘efek Mozart’ pada tahun 1993 yang menimbulkan kesalahpahaman. Pada tahun 2006, ia bersama Sean C. Hinton menerbitkan tulisan yang berjudul “The Mozart Effect: Music LIstening is Not Music Instruction”, yang berisi kesalahpahaman bahwa Mozart dapat meningkatkan kecerdasan umum. Memang betul bahwa efek Mozart bisa membantu tes IQ dan meningkatkan keterampilan penalaran spasial, tapi efek yang dihasilkan hanya sesaat.

Mendengarkan musik secara umum, khususnya mempelajari instrumental bisa memberikan manfaat seperti meningkatkan keterampilan reflektif dan analitis, penalaran spasial temporer, dan keterampilan visuospatial. Efek yang ditimbulkan akan berdampak jangka panjang apabila terbentuk rutinitas. Jadi, gak instan gitu guys, misalnya ngedengerin musik klasik semalaman suntuk, gak berarti besok paginya langsung mendadak pintar yaa.

Sekarang jelas yaa, kalau mendengarkan musik klasik atau musik apapun itu gak langsung bisa berpengaruh terhadap otak. Musik lebih memberikan efek langsung kepada emosional kita, seperti membuat kita lebih tenang, enjoy, fokus, dll. Nah, hal itu yang membuat kita lebih mudah dalam menerima informasi dan pembelajaran. Jadi, kalau kamu tipe orang yang bisa belajar berdampingan dengan musik, mendengarkan musik seperti Mozart ini bisa dicoba lho. Kalau menurut pendapatmu gimana, guys?

*****

Punya topik menarik lainnya tapi belum tau kebenaran dan mau tau lebih dalam? Kasih tau Zenius di kolom komentar supaya kami bisa menjawab rasa keingintahuanmu ya! Suka sama topik pembahasan seperti di artikel ini? Zenius punya berbagai topik menarik lainnya di blog dan bagi yang lebih suka video bisa langsung tonton beragam animasi menariknya secara gratis di ZenXplore hanya di Aplikasi Zenius.

DOWNLOAD SEKARANG JUGA (ANDROID)

DOWNLOAD SEKARANG JUGA (APPLE)

 

Baca Juga Artikel Lainnya

Musik Bisa Meningkatkan Produksi Susu Sapi loh!

Senjata Ampuh untuk Membongkar Hoax

Apakah Benar Mandi Malam Bisa Bikin Rematik?

Bagikan Artikel Ini!