Joe Biden Presiden Amerika Serikat

Biografi Joe Biden – Presiden dengan Pemilih Terbanyak Sepanjang Sejarah AS

Biografi Joe Biden ini akan menceritakan tentang pencapaian-pencapaian besar Presiden Amerika Serikat ke-46 ini sebelum dan semasa menjadi presiden dan perjuangan hebatnya melawan gagap pada usia muda.

Opening

Pada hari ini, Joe Biden, Presiden Amerika Serikat ke-46 berulang tahun lho! 

Pasti lo sudah sering nih dengar nama beliau. Selain karena sempat menjadi wakil presiden semasa pemerintahan Barack Obama pada tahun 2009 hingga 2017, persaingan nya dengan Donald Trump pada masa pemilu presiden Amerika Serikat pada tahun 2020 kemarin pun cukup meramaikan dunia sosial media. 

Tapi lo udah tau belum nih kalo ternyata Biden tidak hanya berkontribusi dalam dunia politik saja namun juga dunia kesehatan?

Nah, supaya nggak penasaran, di artikel kali ini gue akan memperkenalkan sosok presiden AS ke-46 ini ke Sobat Zenius dengan detail ya. Yuk, simak artikel ini!

Joe Biden dan Keluarganya

Joseph Robinette Biden Jr. adalah nama lengkap dari Biden yang lahir pada 20 November 1942 di Scranton, Pennsylvania. Ia merupakan anak sulung dari pasangan Joseph R. Biden, Sr. dan Catherine Eugenia Finnegan. Biden memiliki satu saudara perempuan dan dua laki-laki. Ayah Biden merupakan tulang punggung keluarga dan sempat berganti pekerjaan beberapa kali untuk tetap bisa menghidupi keluarganya. Dari menjadi orang yang serba berkecukupan dengan pekerjaan di sebuah perusahaan manufaktur hingga mengalami kegagalan bisnis yang menyisakan sedikit pilihan pekerjaan untuknya. Pada 1953, ia mendapat pekerjaan menjual mobil di Wilmington, Delaware. Saat itu pun mengawali perjalanan hidup Biden kecil di kota itu hingga dewasa. 

Biden memasuki sekolah menengah swasta Katolik khusus laki-laki yang bernama Archmere Academy. Pada masa-masa ini, kehebatan dan kekuatan mental Biden benar-benar ditempa lho Sobat. Sabar dulu ya, gue akan ceritain ini di bagian selanjutnya.

Selepas pendidikan di sekolah menengah, ia melanjutkan kuliah di Universitas Delaware dengan dua jurusan sekaligus. Ia mengambil jurusan sejarah dan ilmu politik dan lulus pada tahun 1965. Lalu melanjutkan ke Syracuse University College of Law dan lulus pada tahun 1968 dengan gelar sarjana hukum.

Ilustrasi (Foto: Freepik)
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Ketika berkuliah di Syracuse University College of Law ia bertemu Neilia Hunter yang kemudian menjadi istrinya pada tahun 1966 dan mereka dikarunia dua anak laki-laki (Beau dan Hunter) dan satu perempuan (Naomi). Namun sayangnya, pada Desember 1972, sebuah tragedi kecelakaan menewaskan Neilia dan anak perempuannya Naomi yang pada saat itu masih bayi. Kedua anak laki-laki nya pun mengalami luka berat. Tragedi tersebut membuat Joe Biden terpuruk. 

Bergabung dalam senat atau majelis tinggi merupakan hal yang bergengsi karena merupakan lembaga negara yang sangat tinggi. Menjadi senator di Amerika Serikat tidak mudah karena masing-masing negara bagian hanya diwakili dua orang saja yang dipilih oleh rakyat. Ia yang saat itu sudah terpilih untuk menjadi senator mewakili Delaware pun sempat berfikir untuk menolak pekerjaan itu supaya dapat menghabiskan waktu dengan kedua anaknya setelah tragedi tersebut Sobat. Saat akhirnya bekerja menjadi senator pun alih-alih menaiki mobil, ia pun memilih untuk naik kereta setiap harinya melaju dari Delaware ke Washington supaya memiliki waktu lebih untuk keluarga.

Joe Biden di Stasiun Kereta (Foto: Joe McNally/ Getty Images di unggah di History.com)
Joe Biden di Stasiun Kereta (Foto: Joe McNally/ Getty Images di unggah di History.com)

Lima tahun kemudian Biden menikah untuk yang kedua kalinya dengan seorang profesor Bahasa Inggris dengan gelar doktor dari Universitas Virginia, Jill Tracy Jacobs. Mereka pun dikaruniai satu orang anak perempuan bernama Ashley pada tahun 1981.

Kabar duka kembali datang pada tahun 2015 dengan kepulangan anak sulung Biden, Beau Biden ke surga. Dulunya, Beau Biden merupakan seorang Jaksa Agung di Delaware. Ia menutup usia setelah perjuanganya melawan kanker otak selama dua tahun. Kepulangan Beau ke surga pun menginspirasi Biden untuk melanjutkan perjuangan Beau dalam memperjuangkan penanganan kanker di dunia.Biden merupakan sosok pria yang “family man”. Ia sangat menyayangi dan setia pada keluarganya sehingga ia menikmati waktu bersama dengan istri dan anak-anaknya. Karakternya yang penyayang keluarga ini juga tercermin pada tulisan pada bio akun Twitter resminya yang berbunyi “46th President of the United States, husband to @FLOTUS, proud dad & pop” artinya “Presiden Amerika Serikat ke-46, suami @FLOTUS (akun Twitter istrinya, Jill), ayah & kakek yang berbangga”

Akun Twitter Joe Biden (Foto: Twitter)
Akun Twitter Joe Biden (Foto: Twitter)

Joe Biden, Anak yang Hebat

Nah, tadi gue sempat bilang kalo di masa sekolah menengah, mental Biden ini bener-bener dibentuk. Kadang kalo liat figur orang yang sudah sukses dan hebat banget gitu emang suka lupa kalo ternyata mereka bisa sampai di posisi itu juga karena perjuangan mereka yang nggak kalah hebatnya. Nah, memang perjuangan apa sih yang dijalani Biden pada masa itu?

Pada saat masih kanak-kanak ternyata Biden menderita gagap yang parah. J. Scott Yaruss, seorang profesor ilmu komunikasi dan gangguan di Universitas Pittsburgh menjelaskan bahwa gagap merupakan gangguan komunikasi yang tidak disengaja dan salah satunya tandanya adalah pengulangan beberapa bagian dari kata (a-a-aku mau). Bahkan hingga saat ini, belum ada treatment yang dapat menyembuhkan gagap 100%. Mayo Clinic menyampaikan di websitenya bahwa treatment mengajarkan skills untuk memperlancar berbicara, mengembangkan efektifitas berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam komunitas.

Ilustrasi Gangguan Komunikasi, Gagap (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Gangguan Komunikasi, Gagap (Foto: Pixabay)

Pada saat itu, Biden merasa malu karena gangguan berbicara yang ia miliki ditambah lagi ia harus mengalami bully dari teman-temannya. Bahkan Biden menceritakan di dalam  memoarnya yang berjudul Promise to Keep, bahwa ia mendapatkan julukan “Dash” dari teman-temannya karena ketika ia gagap ia sering membuat suara yang mirip dengan bunyi dari nama julukan itu. 

Kalau membayangkan menjadi Biden pada saat itu pasti rasanya kesal sekali ya untuk menjalani hari-hari dan bertemu dengan teman-teman yang suka meledek itu. Biden pun merasakan hal yang sama terutama karena orang-orang menganggapnya bodoh karena keterbelakangannya. Ia pun berjuang untuk membuktikan bahwa cara orang menilainya itu salah. Ia berlatih berbicara dengan keras dan penuh keyakinan di dalam kamarnya berbekal buku kumpulan puisi dan senter untuk membantunya memperhatikan gerakan bibirnya ketika berbicara.

Walaupun nilai akademiknya biasa-biasa saja, namun ia menekuni olahraga baseball untuk mengalihkan perhatiannya dari keterbatasan yang ia miliki itu. Ia lalu menjadi pengoper umpan yang sangat hebat dalam posisi gelandang tengah. Akhirnya Biden pun mendapatkan julukan “Hands” yang lalu menampik ejekan “Dash” hingga tidak lagi digunakan.

(Foto: Pixabay)
(Foto: Pixabay)

Hebat sekali ya Biden dalam menanggapi perilaku orang-orang terhadap dirinya? Bahkan ia berhasil membuktikan bahwa ia bisa sembuh dari gagap dengan usahanya sendiri. Dalam interview-nya di CNN town hall pada tahun 2020, Biden menyatakan bahwa ibunya turut berperan lho dibalik mental kuat Biden. Ibunya selalu memberikan dukungan dengan kata-kata yang memotivasi. Ibu Biden selalu mengingatkan dirinya untuk percaya bahwa dia bisa dan mengingat siapa dirinya dan tidak membiarkan orang lain yang menentukan jati dirinya.

Biografi Joe Biden - Presiden dengan Pemilih Terbanyak Sepanjang Sejarah AS 9

Dari kisahnya, Sobat pasti bisa lihat bahwa bukannya menyerah dan pasrah akan keadaan, tetapi Biden tetap memiliki keinginan yang kuat untuk membuktikan kemampuan dirinya dan sungguh-sungguh dalam mengusahakan keinginannya itu. Bahkan, pengalaman nya itu memberikan empati yang besar kepada dirinya terhadap orang-orang yang juga memiliki keterbatasan, yang menjadikannya pemimpin yang memiliki semangat untuk mempersatukan bangsa. Semoga Sobat Zenius yang sekarang merasa memiliki kekurangan jadi termotivasi juga ya untuk tidak menyerah tetapi tetap kuat dalam berusaha. 

Pencapaian dan Karirnya Sebelum Menjadi Presiden Amerika Serikat

Setelah lulus dengan gelar sarjana hukum, Biden sempat menjadi pengacara di Wilmington, Delaware hingga pada tahun 1970 Joe Biden memenangkan pemilihan dewan perwakilan rakyat New Castle County Council.  Lalu, kalau lo ingat tragedi tahun 1972 yang dialami mendiang istri dan anak-anak Biden. Sebenernya beberapa minggu sebelum kejadian itu, Joe Biden terpilih menjadi anggota Senat Amerika Serikat termuda pertama di Amerika dan kelima sepanjang sejarah Senat di dunia pada umurnya yang ke-29. Sempat mempertimbangkan untuk mundur, tapi berhasil diyakinkan oleh rekan-rekannya untuk tetap mengambil tawaran itu dan akhirnya dilantik pada 1973 pada umurnya yang ke-30. Keren banget ngga tuh?

Ia menjabat sebagai senator senior yang mewakili Delaware selama 36 tahun hingga tahun 2009 setelah memenangkan pemilihan ulang sebanyak lima kali. Selama keanggotaanya, banyak sekali kontribusinya dalam pembentukan hukum. Dalam memerangi kekerasan, Biden menjadi pelopor dibuatnya Violence Against Women Reauthorization Act (VAWA) yang berperan dalam memberikan perlindungan warga Amerika dari kekerasan, memperkuat hukuman atas kekerasan terhadap perempuan, menyediakan sumberdaya yang dibutuhkan oleh penyintas kekerasan, dan mengadakan dialog nasional terkait kekerasan seksual dalam rumahtangga. Kekerasan dalam rumahtangga pun menurutn sebesar 63% semejak disahkannya VAWA pada tahun 1994. Lalu Biden juga menyusun rancangan undang-undang anti kejahatan yang menyediakan 100.000 polisi tambahan di jalan-jalan negara, melarang penggunaan senjata masal, dan memberikan hukuman lebih berat untuk pengedar narkoba. Joe Biden juga berperan penting dalam pembentukan kebijakan luar negeri AS terkait terorisme, peperangan, dan berakhirnya apartheid atau diskriminasi etnis dan kelas sosial.

(Foto: Pixabay)
(Foto: Pixabay)

Joe Biden mengakhiri masa jabatannya sebagai senator pada 20 Januari 2009 sebelum ia mengambil sumpahnya untuk menjadi Wakil Presiden Amerika Serikat yang ke-47. Ia menjadi wakil Barack Obama yang waktu itu menjadi Presiden Amerika Serikat selama dua periode (2009-2017). Selama menjabat sebagai wakil presiden, Biden menjalankan misi yang mirip dengan misinya selama menjadi senator yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberantas kekerasan. Biden juga berperan dalam pembentukan organisasi penelitian dan penanganan kanker lho Sobat. 

Biden menjadi figur penting dalam urusan diplomasi AS. Ia memperkuat hubungan dengan sekutu di negara-negara Eropa dan Asia-Pasifik. Biden juga memimpin upaya membawa pulang 150.000 tentara Amerika dari Perang Irak. Selain itu, Biden juga mencetak sejarah negara dengan program pemerintah paling efisien dengan angka pemborosan, penyalahgunaan, atau penipuan dibawah 1%. Hasilnya, Pemerintahan Barack Obama berhasil menghindari kemerosotan perekonomian yang hebat, menciptakan dan menyelamatkan jutaan pekerja, dan menghasilkan 75 bulan pertumbuhan pekerja tanpa gangguan.

Barack Obama (left) and Joe Biden on the White House grounds, May 2009. (Foto: Chuck Kennedy/The White House)
Barack Obama (left) and Joe Biden on the White House grounds, May 2009. (Foto: Chuck Kennedy/The White House)

Barack Obama yang waktu itu masih menjabat sebagai presiden pun menganugerahi Joe Biden dengan Medal of Freedom atas kontribusinya untuk keamanan dan kepentingan negara, serta perdamaian dunia. Penghargaan tersebut merupakan penghargaan sipil tertinggi di Amerika lho Sobat Zenius!

Kata-Kata Barack Obama untuk Joe Biden

Masa Kepresidenan Joe Biden dan Pemecahan Rekor Pemilih

Joe Biden mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat pada 25 April 2019 untuk pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada tahun 2020. Pada tanggal 11 Agustus 2019, ia mengumumkan Kamala Harris menjadi calon wakil presiden yang maju bersamanya. Pada 3 November 2020, Joe Biden dan Kamala Harris memenangkan pemilu Amerika Serikat yang ke-59. Eits, kemenangan ini bukan kemenangan biasa lho. Menurut seorang profesor ilmu politik di Universitas Florida, Michael McDonald, pemilu pada 2020 ini berhasil mendapatkan jumlah kehadiran pemilih tertinggi semenjak pemilu tahun 1900. Mereka juga mencatat rekor terpilih dengan jumlah suara tertinggi di sepanjang sejarah pemilu presiden AS dengan jumlah sebanyak 81 juta pemilih lho Sobat! Joe Biden dan Kamala Harris pun resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat pada 2 Januari 2021.

Pendukung Joe Biden
Pendukung Joe Biden (Foto: Unsplash)

Hasil kerja Biden selama kepemimpinan pun sudah terasa semenjak hari pertama ia menjabat dengan pengeluaran perintah eksekutif untuk bergabung kembalinya AS ke dalam Perjanjian Paris yang mengurus permasalahan terkait perubahan iklim dan juga membatalkan penarikan AS dari World Health Organization (WHO). Masa Pemerintahan Joe Biden masih kurang dari 1 tahun tetapi ia sudah menepati salah satu janji kampanyenya yaitu menarik tentara Amerika dari Afghanistan setelah 20 tahun terlibat dalam fase perang negara tersebut walaupun keputusannya ini menuai banyak kritik karena mengakibatkan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban di Afghanistan. Pada awal bulan November ini, Biden telah menandatangani Undang-Undang Pekerjaan Infrastruktur Bipartisan. Untuk kedepannya, sama dengan negara-negara lain di dunia, pemerintahan Amerika Serikat akan terus memulihkan dampak COVID-19 dalam perekonomian negara. 

Posisi Joe Biden dalam Isu-Isu di Amerika Serikat

Pada masa-masa pemilu tahun 2020, isu-isu rasial, perubahan iklim, hubungan luar negeri, dan kesehatan dan perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19 sedang mengkhawatirkan di Amerika Serikat. Berhubungan dengan itu, Biden, dalam kampanye nya, menyatakan bahwa dirinya akan bekerja untuk memajukan bangsa dengan memulihkan jiwa bangsa dan memperjuangkan keluarga pekerja. Joe Biden mendukung persatuan bangsa baik secara nasional maupun internasional. Bahkan selama menjabat sebagai wakil presiden, ia juga berperan besar dalam menjalin hubungan baik dengan negara-negara sekutu.  

(Foto: Unsplash)
(Foto: Unsplash)

Keseriusannya dalam menangani isu-isu yang ada di Amerika pun tercermin dalam rencana presiden yang disampaikan. Dalam menangani dampak Covid, Biden merencanakan pengadaan 10 pusat pengetesan di setiap negara bagian beserta menambah 100.000 tenaga pembantu dalam program tracing Covid-19. Perluasan jaminan asuransi kesehatan pun akan diperluas melalui program Obamacare yang sudah ada dari masa pemerintahan Presiden Obama. Saat ini, Biden turut memerangi gerakan anti vaksin guna menekan dampak dari virus tersebut. Dalam perekonomian. Presiden Amerika Serikat ke-46 tersebut merencanakan peningkatan jumlah upah minimum pekerja. Bantuan dana untuk usaha kaum minoritas dan pembuatan peraturan-peraturan baru terkait hal ini pun akan direalisasikan untuk memerangi rasisme. Dalam kebijakan luar negerinya, Joe Biden juga memulai untuk mengembalikan hubungan internasional Amerika Serikat, diantaranya dengan bergabung kembali dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perjanjian Paris, serta memperbaiki hubungan kerja sama dengan Cina.

Baca Juga

George W. Bush, Presiden Amerika Serikat yang Berperang Melawan Terorisme

Sel Kanker, si Penipu Ulung Mengecoh Sistem Imun

Ketahun Penyebab dan Cegah Kanker Serviks Sedari Dini

Joe Biden Memerangi Kanker di Dunia

Setelah kanker otak yang menyebabkan kematian anak sulung Biden, ia berkomitmen dalam memerangi penyakit ini di dunia Sobat. Biden sendiri merasa perhatian lebih terhadap penanganan penyakit kanker sangatlah diperlukan. Pasalnya pada Selama menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat, Biden ditugaskan oleh Barack Obama untuk memimpin sebuah program percepatan dalam pencegahan, diagnosa, dan pengobatan kanker dalam tenggat waktu lima tahun yang bernama Cancer Moonshot  yang lalu diubah namanya menjadi Beau Biden Cancer Moonshot untuk menghormati anak sulung Biden yang sudah berpulang.

(Foto: © 2021 CNBC LLC)
(Foto: © 2021 CNBC LLC)

Guna merancang rencana yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan menghilangkan hambatan dalam perkembangan studi terkait kanker, Biden dan istrinya Jill sampai berkeliling dunia untuk bertemu dengan komunitas-komunitas dan para ahli kanker. Joe Biden pun diakui oleh Obama yang waktu itu menjabat menjadi presiden dan petinggi negara lainnya sebagai dorongan yang kuat dibalik suksesnya program tersebut.

Berbagai pencapaian dari program Cancer Moonshot ini melibatkan berbagai lembaga dalam melakukan penelitian dan aksi pencegahan penyakit kanker seperti The National Aeronautics and Space Administration (NASA), National Institutes of Health (NCI), U.S. Patent and Trademark Office (USPTO) ,Environmental Protection Agency (EPA), American Lung Association, dan masih banyak lagi. Program ini pun berhasil dalam memberikan penyediaan platform dan database digital yang dibutuhkan terkait kanker baik bagi peneliti, tenaga kesehatan maupun pasien, mengembangkan proses diagnosis kanker, mencegah penyakit kanker dengan pengurangan radiasi radon, mempromosikan vaksin kanker Human Papillomavirus (HPV) dan penelitian serta tindakan pencegahan lainnya. Joe Biden sendiri pun berperan besar dalam menjalin relasi dan mendorong lembaga-lembaga swasta di luar pemerintahan untuk turut berkomitmen kuat dalam aksi pemberantasan kanker yang juga menghasilkan berbagai program pencegahan dan penanganan kanker seperti Colon Cancer Prevention in the Neighborhood, Cancer XPRIZE, Genentech, Cancer Support Community, dan Prescription to Learn® (P2L).

Biden juga berperan besar dalam meningkatkan antusiasme kelompok advokasi pasien dan juga para senator yang akhirnya mendukung pengesahan Undang-Undang Cures Act pada Desember 2016 yang menyediakan bantuan dana sebesar $1.8 miliar kepada Cancer Moonshot selama tujuh tahun Sobat. 

Pada tahun 2017, Amerika pun menganugerahkan Penghargaan Gordon and Llura Gund Leadership Award kepada Joe Biden atas jasanya dalam meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya penelitian medis dan kesehatan. Komitmen Biden dalam pemberantasan kanker ini pun tidak berakhir pada saat masa jabatannya menjadi wakil presiden sudah habis lho Sobat. Setelah itu, ia pun mencanangkan sebuah program yang bernama Biden Cancer Initiative guna mengumpulkan para peneliti dan juga data-data demi keberlanjutan pemercepatan penanganan kanker. Setelah ia menjadi Presiden Amerika Serikat pun komitmen ini terus berlanjut ditandai dengan pendeklarasian Hari Kesadaran Kanker Ovarium Nasional pada September 2021. Biden juga menyerukan pembentukan Advanced Research Projects Agency for Health  di National Institutes of Health (NIH) yang dikenal dengan ARPA-H, yang akan menginvestasikan $6.5 miliar  untuk mengembangkan terobosan yang mencegah, mendeteksi, dan mengobati kanker dan penyakit mematikan lainnya. 

Gimana nih menurut Sobat Zenius peran Joeb Biden dalam pemberantasan penyakit kanker ini? Tidak tanggung-tanggung bukan? Pantas saja Biden sampai dianugerahi penghargaan atas komitmennya tersebut.

Penutup

Nah, setelah baca artikel ini pasti Sobat Zenius sudah lebih mengenal sosok Presiden Amerika Serikat ke-46, Joe Biden. Selain lo bisa mengetahui peran besarnya dalam pemberantasan kekerasan dan kanker baik di Amerika dan dunia, lo juga pasti terinspirasi dengan kisah perjuangannya melawan gagap di masa sekolah. Sobat Zenius juga bisa lho menjadi sosok presiden yang hebat seperti Joe Biden. Kalo Sobat ingin memiliki kontribusi dan karir di dunia politik, sobat bisa mulai dengan belajar tentang ilmu politik atau hukum terlebih dahulu. Lo juga bisa mengetahui tentang jurusan hukum melalui video YouTube Zenius yang berjudul Jurusan Hukum Gak Cuma Bahas Pasal dan UU! ya Sobat.

Sekian dari gue, semoga artikel ini bisa berguna buat lo ya Sobat! Kalo lo ada pertanyaan, lo boleh sampaikan lewat kolom komentar.

Referensi

BBC. (2021, January 19). Joe Biden: Where does he stand on key issues? BBC News. Retrieved November 20, 2021, from https://www.bbc.com/news/election-us-2020-53575474. 

Duignan, B. (2021, November 16). Joe Biden. Encyclopædia Britannica. Diakses pada 17 November 2021, dari https://www.britannica.com/biography/Joe-Biden.

Hatch, A. (2017, March 13). Former vice president Joe Biden is leading the charge to fight cancer. Research!America. Diakses pada 17 November 2021, dari https://www.researchamerica.org/blog/former-vice-president-joe-biden-leading-charge-fight-cancer.

History.com Editors. (2009, December 16). Joe Biden. History. Diakses pada 17 November 2021, dari https://www.history.com/topics/us-presidents/joe-biden#section_4.

Lewis, S. (2020, December 7). Joe Biden breaks Obama’s record for most votes ever cast for a U.S. presidential candidate. CBS News. Diakses pada 17 November 2021, dari https://www.cbsnews.com/news/joe-biden-popular-vote-record-barack-obama-us-presidential-election-donald-trump/.

Mayo Clinic Staff. (2021, June 5). Stuttering. Mayo Clinic. Diakses pada 17 November 2021, dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stuttering/diagnosis-treatment/drc-20353577.

National Archives and Records Administration. (2016, October 17). Fact sheet: Vice president Biden Delivers cancer Moonshot Report, announces public and private sector actions to advance cancer Moonshot Goals. National Archives and Records Administration. Diakses pada 17 November 2021, dari https://obamawhitehouse.archives.gov/the-press-office/2016/10/17/fact-sheet-vice-president-biden-delivers-cancer-moonshot-report.

Park, A. (2020, November 5). 2020 Voter Turnout Was the Highest the U.S. Has Seen in Over a Century. Marie Claire Magazine. Diakses pada 17 November 2021, dari https://www.marieclaire.com/politics/a34589422/voter-turnout-2020/.

Scientific American. (2005, December 13). What causes stuttering and is there a cure? Scientific American. Diakses pada 18 November 2021, dari https://www.scientificamerican.com/article/what-causes-stuttering-an/.

Siyahian, K. (2019, March 18). The Biden Cancer Initiative. Journal of Oncology Navigation & Survivorship. Diakses pada 17 November 2021, dari https://www.jons-online.com/issues/2019/march-2019-vol-10-no-3/2324-the-biden-cancer-initiative.

Steven. (2021, January 20). Joe Biden: Life before the presidency. Miller Center. Diakses pada 18 November 2021, dari https://millercenter.org/joe-biden-life-presidency.

The United States Government. (2021, April 15). Joe Biden: The president. The White House. Diakses pada 17 November 2021, dari https://www.whitehouse.gov/administration/president-biden/.

The United States Government. (2021, August 31). A proclamation on National Ovarian Cancer Awareness Month, 2021. The White House. Diakses pada 17 November 2021, dari https://www.whitehouse.gov/briefing-room/presidential-actions/2021/08/31/a-proclamation-on-national-ovarian-cancer-awareness-month-2021/.

Bagikan artikel ini