bencana chernobyl

Bencana Chernobyl, Kecelakaan Nuklir Terburuk dalam Sejarah

Membahas bencana Chernobyl 1986 yang menjadi salah satu kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah. Yuk, cari tahu cerita lengkapnya di sini!

Nuklir masih menjadi salah satu hal yang masih terus ramai diperbincangkan sama orang-orang, nih. Bahkan nggak jarang pop culture banyak mengadopsi cerita dengan latar belakang nuklir untuk film maupun serialnya.

Contohnya saja kayak salah satu serial HBO berjudul Chernobyl (2019). Serial bertema historical ini menceritakan tentang apa yang terjadi dalam bencana Chernobyl tahun 1986.

Nah, kali ini, gue mau mengajak elo buat membahas bencana Chernobyl yang menjadi salah satu peristiwa kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah. Bahkan, peristiwa ini memiliki dampak yang cukup merugikan seperti peristiwa ledakan bom atom yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki.

Penasaran sama ceritanya? Baca artikel ini sampai habis, ya!

Apa itu Bencana Chernobyl?

Chernobyl disaster atau yang bisa disebut bencana Chernobyl adalah peristiwa kecelakaan nuklir yang terjadi pada tanggal 25 dan 26 April 1986 di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, Ukraina.

Pada saat peristiwa itu terjadi, Ukraina masih menjadi salah satu dari 15 republik yang berada di bawah Union of Soviet Socialist Republics (USSR) atau Uni Soviet.

Bencana Chernobyl menjadi salah satu bencana kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah pembangkit listrik tenaga nuklir yang disebabkan oleh ledakan di reaktor unit 4.

Peristiwa ini diperkirakan memakan korban sebanyak 31 orang. Dua orang meninggal ketika ledakan terjadi, satu orang meninggal saat di rumah sakit, dan 28 orang lainnya meninggal beberapa bulan setelah bencana terjadi.

Baca Juga: Dahsyatnya Dampak Bom Nuklir dalam Perang Nuklir

Sejarah Singkat Energi Nuklir

Sebelum kita masuk lebih jauh lagi tentang bencana Chernobyl, gue mau ajak elo buat menelusuri sejarah singkat energi nuklir dari pertama kali ditemukan sampai sekarang.

Nah, kalau kita cari tahu kapan pertama kali uranium ditemukan, ternyata itu sudah terjadi lebih dari 200 tahun yang lalu, lho! Uranium sendiri merupakan unsur kimia yang menjadi kekuatan dari reaktor nuklir dan bom atom yang ditemukan pada tahun 1789 oleh seorang ahli kimia Jerman bernama Martin Klaproth.

Setelah ditemukannya uranium, para ilmuwan mulai deh mengembangkannya. Sampai di tahun 1938, Otto Hahn, Lise Meitner, dan Fritz Strassman menemukan adanya sebuah reaksi atom yaitu fisi nuklir.

Fisi nuklir merupakan aktivitas pembelahan atau pemecahan atom. Maksudnya gimana, tuh? Jadi, bayangkan ada sebuah inti atom yang padat banget. Kemudian, inti atom ini pecah ke bentuk atom yang lebih kecil. Ibarat kaca ketika pecah, bisa menghasilkan banyak bentuk kaca yang lebih kecil, kan?

Nah, ini yang disebut reaksi fisi nuklir. Kalau pecahan kaca bisa bikin tangan elo luka, pecahan atom ini punya efek yang 10 kali lipat lebih dahsyat! Pecahan ini nantinya bisa melepaskan energi yang besar.

Oh iya, selain reaksi fisi, atom punya juga yang namanya reaksi fusi. Kalau reaksi fisi merupakan pemecahan atom, reaksi fusi justru merupakan penggabungan atom menjadi satu. Buat bisa mencapai ke reaksi fusi ini, dibutuhkan suhu panas yang sangat tinggi!

Karena membutuhkan suhu yang panas pake banget, reaksi fusi ini baru bisa terjadi di matahari aja, lho.

Oke … jadi dengan adanya penemuan fisi nuklir, ilmuwan di Jerman seakan mendapatkan pencerahan, nih. Mereka berpikir bukan hal yang mustahil untuk memanfaatkan penemuan ini dan mengembangkan teknologi nuklir, termasuk menjadikannya sebuah senjata (bom atom).

alasan dibentuknya the manhattan project (proyek manhattan) oleh Amerika Serikat
The Manhattan Project (dok. Arsip Zenius, Atomic Heritage Foundation)

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, penggunaan energi nuklir jadi salah satu perhatian banyak orang. Nggak cuma untuk membuat senjata, tapi fungsinya mulai difokuskan untuk sesuatu yang bermanfaat seperti untuk membuat uap dan listrik.

Selama proses pengembangan senjata nuklir, Uni Soviet menemukan fakta bahwa energi baru yang dihasilkan dari nuklir ini bisa dimanfaatkan sebagai sebuah sumber daya yang ramah lingkungan dan tahan lama.

Maka dari itu, mulai lah muncul pembuatan reaktor nuklir untuk menghasilkan sumber energi. Reaktor nuklir pertama adalah Experimental Breeder reactor (EBR-1) yang dibuat untuk menghasilkan listrik. Reaktor ini dirancang dan dioperasikan oleh Argonne National Laboratory di Idaho, Amerika Serikat, dan pertama kali dinyalakan pada Desember 1951.

Baca Juga: Sekilas Nuklir: Teori Deterensi, Proyek Manhattan, dan Energi Terbarukan

Reaktor Nuklir di Chernobyl

Setelah hadirnya reaktor nuklir pertama di Amerika Serikat, pembuatan reaktor nuklir mulai dikembangkan di beberapa negara lainnya. Termasuk reaktor nuklir yang ada di Chernobyl, Ukraina.

Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl terletak di sekitar 130 km dari bagian utara Kiev, Ukraina, dan 20 km dari bagian selatan perbatasan dengan Belarus. Di lokasi tersebut, dibuat empat reaktor nuklir dengan desain RBMK-1000.

Unit 1 dan 2 dibangun antara tahun 1970 dan 1977, sedangkan unit 3 dan 4 dengan desain yang sama diselesaikan pembuatannya pada tahun 1983. Pada saat kecelakaan nuklir terjadi, masih ada dua reaktor yang sedang dalam masa pembangunan.

Nggak jauh dari lokasi reaktor nuklir, ada sebuah danau buatan dengan luas sekitar 22 kilometer persegi yang dibangun untuk menyediakan air pendingin untuk reaktor. Danau buatan ini terletak di samping sungai Pripyat, anak sungai Dnieper yang melewati zona di sekitar reaktor Chernobyl.

Daerah reaktor Chernobyl ini digambarkan memiliki kepadatan penduduk dengan angka yang rendah. Di kota baru Pripyat, yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi reaktor, dikabarkan dihuni oleh 49.000 jiwa.

Lalu di bagian kota tua Chernobyl, yang berjarak sekitar 15 km dari kompleks reaktor nuklir, memiliki penduduk sebanyak 12.500 jiwa. Jadi, diperkirakan ada 115.000 hingga 135.000 penduduk yang ada dalam radius 30 km dari tempat kecelakaan nuklir terjadi.

Kalau elo penasaran kenapa reaktor nuklir dibuat dan mau tahu lebih banyak tentang contoh kecelakaan reaktor nuklir lainnya, elo bisa tonton di video materi di bawah ini, ya!

Bencana Chernobyl, Kecelakaan Nuklir Terburuk dalam Sejarah 9

Kronologi Bencana Chernobyl

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di bencana Chernobyl?

Jadi, di lokasi reaktor nuklir Chernobyl sering dilakukan yang namanya tes keamanan. Rencananya para pekerja bakal melakukan tes keamanan ini pada tanggal 26 April 1986.

Saking seringnya tes ini dilakukan, sampai-sampai direktur pabriknya nggak datang ke lokasi. Mungkin karena sudah terlalu sering kali, ya … mereka pun juga nggak menyangka kalau ternyata hasilnya jauh di luar dugaan.

Mengutip dari website History, pada Februari 1986, ada seorang pejabat Uni Soviet yang mengatakan kalau kemungkinan adanya kecelakaan nuklir tuh ibaratnya hanya terjadi sekali dalam 10 ribu tahun. Nah, pada saat itu, Chernobyl telah memiliki empat reaktor dengan daya 1.000 megawatt, ditambah dua reaktor yang sedang dibangun.

Pada tanggal 25 April 1986 sekitar pukul 1 malam, operator di Chernobyl mulai mengurangi daya yang ada di reaktor no. 4 sebagai persiapan untuk uji keamanan. Oh iya, ternyata tes keamanan kali ini juga bertepatan sama hari penghentian rutin untuk pemeliharaan.

Terus, pengujiannya ini buat apa, sih?

Pengujian ini dilakukan buat cari tahu kalau seandainya ada kegagalan daya, apakah turbin pembangkit yang masih berputar bisa tetap menghasilkan listrik yang cukup untuk menjaga pompa pendingin tetap berjalan sampai generator bekerja.

Tapi sayangnya … uji keamanan kali ini malah berujung ke mimpi buruk. Sistem pendingin di reaktor no. 4 juga sengaja dimatikan supaya nggak mengganggu pengujian. Ini memang bukan alasan utama yang menyebabkan kecelakaan, sih, tapi hal ini memperburuk dampaknya.

Sekitar jam 11 malam, operator meminta izin buat melanjutkan pengujian dan melakukan shutdown. Kabarnya, para pekerja yang berjaga di malam itu juga bukanlah pekerja berpengalaman dalam mengurus pengujian kayak gini.

Akhirnya sekitar jam setengah satu malam, daya reaktor menurun drastis! Bahkan, penurunannya anjlok banget, sampai di bawah batas stabil. Para operator pun merespon kejadian ini dengan melepas sebagian besar batang kendali yang melanggar pedoman keselamatan pabrik.

Meskipun mereka sudah melakukan hal tersebut, mereka masih kesulitan buat menaikkan daya. Hal ini disebabkan karena adanya penumpukan xenon di bagian inti reaktor.

Setengah jam kemudian, tepatnya pukul 1 dini hari tanggal 26 April 1986, daya reaktor mulai stabil lagi meskipun masih lebih rendah dari apa yang diinginkan. Kemudian, si pengawas pabrik ngasih perintah buat melanjutkan pengujian, nih.

Sistem darurat otomatis dan fitur keselamatan lainnya pun kembali dinonaktifkan. Pada saat inilah … bencana Chernobyl terjadi.

keadaan reaktor Chernobyl setelah ledakan
Keadaan reaktor Chernobyl setelah ledakan. (dok. Joker345 via Wikimedia Commons)

Ketika tes dimulai, terjadi lonjakan daya yang tak terduga. Seorang operator yang bertugas pun merasa panik dan langsung menekan tombol shutdown darurat. Sayangnya, batang kendali macet saat memasuki inti reaktor.

Pukul setengah 2 pagi, ledakan pertama muncul dan langsung diikuti dengan ledakan lainnya. Ledakan ini menghancurkan atap seberat 1.000 ton langsung dari reaktor dan menembakkan bola api tinggi yang langsung mewarnai gelapnya langit pada saat itu.

Listrik di sekitar reaktor pun padam saat udara mulai dipenuhi debu dan potongan grafit. Radiasi juga mulai memenuhi lokasi tersebut. Dinding dan peralatan yang ada di dekat reaktor mulai runtuh dan kebakaran terjadi di mana-mana.

Valery Khodemchuk, insinyur nuklir yang bertanggung jawab atas pengujian tersebut bersikeras kalau reaktor no. 4 masih utuh, walaupun kenyataannya sudah cukup parah. Valery menjadi korban Chernobyl pertama saat itu.

Nggak lama setelahnya, sekelompok petugas pemadam kebakaran datang ke tempat kejadian. Tapi mereka nggak tahu tentang radiasi yang sedang terjadi, sehingga mereka nggak memakai pakaian pelindung khusus untuk radiasi.

Lalu para pejabat Soviet memutuskan untuk memblokir akses keluar dan masuk ke Pripyat, kota terdekat yang dibangun untuk menampung para pekerja Chernobyl. Petugas yang membantu memblokir jalan juga nggak tahu tentang radiasi, jadi mereka nggak mengenakan pakaian anti radiasi.

Kemudian pada pukul 5 pagi, para pejabat menutup reaktor nuklir no. 3 yang diikuti oleh penutupan reaktor nuklir no. 1 dan no. 2. Reaktor nuklir ini baru dibuka lagi beberapa bulan setelah bencana Chernobyl.

Pukul setengah tujuh pagi, kebakaran mulai padam, nih. Kecuali api di teras reaktor yang masih terus menyala selama berhari-hari.

Keesokan harinya, tepatnya pada 27 April 1986, helikopter digunakan untuk membuang pasir, tanah liat, boron, timbal dan dolomit ke dalam inti yang terbakar sebagai upaya untuk memperlambat emisi radioaktif.

Korban Chernobyl Saat Kejadian

Jumlah korban bencana Chernobyl sebenarnya sulit untuk ditentukan, karena adanya efek kesehatan jangka panjang dari polusi radioaktif yang disebabkan oleh kecelakaan nuklir. Namun, jumlah korban tewas resmi yang diumumkan berjumlah 31 orang.

Di antara jumlah korban tersebut, ada 134 staf pabrik dan pekerja darurat yang menderita Acute Radiation Syndrome (ARS) atau sindrom radiasi akut karena terpapar radiasi dengan dosis tinggi.

Setelah tragedi Chernobyl, ada sekitar ratusan ribu likuidator yang dikirim untuk memadamkan api di pembangkit listrik tenaga nuklir dan membersihkan lokasi Chernobyl.

Jumlah korbannya diperkirakan bisa mencapai 830.000 orang, tetapi hanya 600.000 yang diberikan status resmi dan diberikan benefit perawatan kesehatan. Namun, seiring berjalannya waktu, tingkat kecacatan kematian para likuidator itu terus melonjak selama bertahun-tahun.

“Seseorang harus melakukannya ….”

Alexander Fedotov, seorang likuidator Chernobyl. (sumber: Chernobyl Gallery)

Tapi, menurut International Atomic Energy Agency (IAEA), peneliti kesehatan belum bisa memberikan pernyataan konkret terkait dengan adanya korelasi langsung antara paparan radiasi yang mereka terima dengan peningkatan bentuk kanker atau penyakit lain.

Kapan Chernobyl Bisa Dihuni dan Keadaannya Sekarang

kapan Chernobyl bisa dihuni
Kapan Chernobyl bisa dihuni. (dok. Zenius)

Nah, pertanyaan menarik, nih! Gue juga penasaran banget kapan orang bisa lagi tinggal di Chernobyl.

Ini sebenarnya tergantung dari bagian Chernobyl mana yang ingin elo tempati. Angka yang dipublikasikan secara luas sih menyatakan kalau butuh 20.000 tahun buat bisa menempati Chernobyl. Tapi, itu pun berlaku untuk di kawasan Elephant’s Foot, atau lokasi di mana sisa-sisa reaktor aktif masih ada di sana.

Para ahli juga mengatakan estimasinya nggak bisa ditentukan secara konkret. Mungkin butuh 20 hingga beberapa ratus tahun buat tinggal di sana secara aman, mengingat tingkat kontaminasi yang bisa dibilang masih nggak konsisten di daerah sekitarnya.

Kalau kita bandingkan sama peristiwa bom atom di Hiroshima, radioaktifnya ternyata beda banget nih sama bencana Chernobyl. Bom nuklir dirancang untuk melepaskan semua energinya dalam ledakan besar, dan radiasi menyebar dengan cepat. Ini juga yang menyebabkan kota Hiroshima sudah aman buat dihuni sekarang.

Tapi, untuk di kasus Chernobyl, unsur-unsur radioaktifnya tersebar dalam ledakan. Ini artinya, ada potongan-potongan reaktor yang mengandung zat radioaktif bisa saja terkubur di dalam tanah dan terus menyebarkan radiasinya ke lingkungan sekitarnya.

Setidaknya ada sekitar 100 orang yang berada di zona eksklusi Chernobyl hingga hari ini dan jumlahnya mungkin lebih tinggi di Belarusia. Nah, orang-orang yang tinggal di zona eksklusi Belarus ini diberikan akses kesehatan dan listrik secara gratis. Ini juga yang jadi alasan menarik bagi orang berpenghasilan rendah dan komunitas rentan lainnya untuk pindah ke sana.

Peran Energi Nuklir dalam Memerangi Perubahan Iklim

Ternyata, energi nuklir nggak cuma bisa membawa dampak buruk, lho. Kalau dimanfaatkan dengan baik, energi nuklir bisa membantu menjaga bumi dalam kondisi krisis seperti climate change (perubahaan iklim) yang lagi kita rasakan sekarang.

Melansir dari website Nuclear Energy Institute (NEI), listrik yang dihasilkan dari energi nuklir menyelamatkan atmosfer kita dari 470 juta metrik ton emisi karbon dioksida yang berasal dari bahan bakar fosil.

Sebuah penelitian juga menunjukkan cara supaya bisa menggunakan energi rendah karbon yaitu dengan memanfaatkan penggunaan energi nuklir. Ini dikarenakan energi nuklir dapat menghasilkan listrik bebas karbon selama 24/7 (24 jam dalam seminggu, atau bisa dibilang, nonstop!).

Pembangkit listrik tenaga nuklir juga nggak menghasilkan emisi gas rumah kaca selama beroperasi. Melansir dari World Nuclear Association, para ahli juga telah menyimpulkan untuk mencapai dekarbonisasi mendalam, yang diperlukan untuk menjaga kenaikan rata-rata suhu global di bawah 1,5°C, akan sulit tanpa peningkatan peran nuklir.

Karena tenaga nuklir dapat diandalkan dan dapat digunakan dalam skala besar, jadi mereka bisa langsung menggantikan peran pembangkit listrik bahan bakar fosil. Ini artinya, penggunaan energi nuklir saat ini menghindari emisi yang kira-kira setara dengan menghilangkan sepertiga (atau sekitar 100 juta) dari semua mobil yang ada di jalanan.

Oh iya, bahkan fusi nuklir juga dimanfaatkan dalam pembuatan matahari buatan China, lho! Elo bisa kepoin penjelasannya di Apa Fungsi Fusi Nuklir dari Matahari Buatan China?!

Fakta ini menarik banget, kan? Apalagi energi nuklir mampu menjadi pelengkap yang ideal untuk tenaga angin dan energi matahari dalam menciptakan masa depan energi bebas karbon.

“Fisi nuklir merupakan satu-satunya teknologi dengan kadar karbon nol yang kita miliki saat ini, dengan kemampuan yang bisa memenuhi permintaan untuk menghasilkan sumber energi ekonomi modern yang ramah lingkungan.”

THE ECOMODERNIST MANIFESTO.

Nah, Sobat Zenius, sekarang elo sudah tahu kan apa yang terjadi di peristiwa Chernobyl dan gimana dampaknya sampai menjadi salah satu peristiwa kecelakaan nuklir terburuk sepanjang sejarah?

Tapi, elo jadi tahu juga nih kalau energi nuklir ternyata punya peran penting dalam menjaga bumi dari perubahan iklim dan krisis energi yang kita rasakan sekarang. Setelah membaca penjelasannya, gimana pendapat elo tentang energi nuklir, nih?

Coba bagi komentar elo tentang pemanfaatan energi nuklir di kolom komentar, yuk!

Oh iya, kalau elo punya ide buat artikel selanjutnya, bisa banget drop di kolom komentar juga, ya!

Referensi:

Chernobyl disaster | Causes, Effects, Deaths, Videos, Location, & Facts – Encyclopedia Britannica
The true toll of the Chernobyl disaster – BBC Future (2019)
Atomic Bomb: Inventors, WWII & Facts – HISTORY (2017)
History of Nuclear Energy – World Nuclear Association World Nuclear (2020)
Chernobyl | Chernobyl Accident | Chernobyl Disaster – World Nuclear Association (2022)
Chernobyl Disaster: The Meltdown by the Minute – HISTORY (2019)
How big was Chernobyl, how many people died, and how far did the damage extend? Map of fallout – AS (2022)
Health Effects of the Chernobyl Accident – Canadian Nuclear Safety Commission (2022)
Chernobyl: Disaster, Response & Fallout – HISTORY (2018)
Chernobyl: Facts about the world’s worst nuclear disaster – Live Science (2022)
Is Chernobyl Safe? Can You Live There Now? Experts Explain the Risks – Newsweek (2019)
Nuclear energy and climate change – World Nuclear Association
Climate – Nuclear Energy Institute (NEI)

Bagikan Artikel Ini!