Asas Pemungutan Pajak dan Fungsinya dalam Pembangunan - Materi Ekonomi Kelas 11 9

Asas Pemungutan Pajak dan Fungsinya dalam Pembangunan – Materi Ekonomi Kelas 11

Di kehidupan sehari-hari, mungkin lo udah sering ketemu sama yang namanya pajak. Tapi mungkin sama kayak gue dulu waktu masih seusia lo, gue ga begitu ngeh itu apaan. Kali ini, gue bakal ulas kembali pengertian, unsur-unsur, dan fungsinya secara singkat, dilanjutkan dengan asas-asas pemungutan pajak dan fungsinya dalam pembangunan. Let’s get started!

Pengertian, Unsur, dan Fungsi Pajak

Lo pernah gak, abis jajan di salah satu restoran fast food terus lo cermati lagi nota pembeliannya. Perasaan di menu ditulisnya es krim tuh cuma 5 ribu, tapi kok pas bayar jadi 7 ribu? Nah setelah lo lihat notanya, ternyata disitu ada tambahan PPN sekian persen sehingga harga awal tadi ditambah dengan pajaknya.

Pajak merupakan iuran wajib yang bersifat memaksa dan diatur oleh undang-undang. Ketika lo udah bayar pajak, nanti balas jasanya pun gak langsung terasa. Tapi, jumlah-jumlah yang lo bayarkan itu nantinya akan masuk ke kas negara dan menjadi pendukung peningkatan kualitas fasilitas umum dan program pemerintah.

Unsur-unsur pajak ada apa aja, lo inget gak? Kalo lupa, sini gue ingetin lagi! Ada subjek pajak, wajib pajak, objek, pajak, dan tarif pajak. Subjek pajak adalah orang atau lembaga yang tinggal di suatu negara. Wajib pajak adalah subjek pajak yang udah memenuhi syarat buat bayar pajak. Kemudian objek pajak adalah sesuatu yang harus dibayarkan pajaknya. Terakhir, tarif pajak adalah besaran pajak yang harus dibayarkan.

Terus, pajak berfungsi sebagai apa sih? Pertama kita punya fungsi budgeter, ya. Artinya, pajak itu jadi sumber kas negara. Kedua, ada fungsi stabilitas yang berkaitan dengan kondisi fiskal. Ketiga adalah fungsi regulasi yang mengatur beberapa kebijakan sosial dan ekonomi. Yang terakhir adalah fungsi redistribusi pendapatan sebagai upaya pemerataan ekonomi negara.

Nah, kalo kalian mau baca-baca lagi tentang pengertian, unsur-unsur, dan fungsi pajak, Zenius udah ada artikel Mengenal Perpajakan: Pengertian, 4 Unsur, dan 4 Fungsi Pajak.

Asas-Asas Pemungutan Pajak

Asas Pemungutan Pajak dan Fungsinya dalam  Pembangunan Zenius
(Dok: Steve Buissinne, Pixabay)

Dalam melakukan pemungutan pajak, pemerintah punya dasar-dasar yang dijadikan patokan. Asas-asas pajak yang paling sering dipakai tuh punyanya Adam Smith dan asasnya ada 4. Yuk kita lihat satu-persatu!

Asas Equality

Asas pemungutan pajak Equality itu artinya “persamaan” atau “keadilan”. Jadi istilahnya setiap wajib pajak itu diberi beban yang sama dalam membayar pajak. Gimana caranya? Ya tarif pajaknya disesuaikan dengan kemampuan wajib pajak. Misalnya lo udah kerja nih, dan gaji lo sebulan 8 juta. Terus temen lo ada yang gajinya sebulan 10 juta. Kalo misalnya tarif pajak lo disamain dengan temen lo, jadinya gak adil, kan?

Makanya kalo tiap orang gajinya beda, maka nominal pajaknya juga bakalan beda.

Asas Certainty

Pajak itu certain, pasti, karena pemungutannya berdasarkan peraturan yang dituangkan dalam undang-undang. Apabila ada yang melanggar, udah pasti orang itu bakal dikenakan sanksi. Pun  kalo ada perubahan, undang-undangnya pasti juga bakal di update.

Asas Conscience of Payment

Menurut asas pemungutan pajak ini, pajak harus dipungut pada waktu yang tepat dengan memenuhi persyaratan objektif dari pembayaran pajak. Misalnya kalo gaji lo baru baru Rp1.000.000, lo belom berkewajiban buat bayar pajak, ya.

Selain itu, apa yang dimaksud dengan waktu yang tepat adalah timing pemungutan pajak dibuat saat waktunya gajian. Soalnya, kalo harus bayarnya pas tanggal tua ketika kita mengidap kanker–kantong kering–duh bakal tambah pusing, kan? Waktunya kurang tepat, tuh.

Asas Efisiensi

Asas pemungutan pajak ini menekankan bahwa pemungutan pajak TIDAK BOLEH lebih besar dari pajak yang dipungut. Misalnya nih pajak yang lo bayar harusnya Rp100.000, tapi kalo ada biaya operasional seperti ongkos, gak boleh banget tuh yang namanya biaya pemungutan pajaknya jadi Rp200.000. Masa iya lebih gede dari tarif pajaknya.

Seringkali beberapa orang juga lolos dari pembayaran pajak. Sampe bertanya-tanya, “Kok gue gak ditagih-tagihin pajak ya?” bisa jadi, biaya pemungutannya dinilai lebih besar dari tarif pajaknya. Tapi kalo misalnya lo udah punya penghasilan gede banget nih tapi mangkir bayar pajaknya, itu bisa jadi masalah ya, karena kan biaya pemungutannya lebih kecil dari tarifnya. Nanti bisa-bisa lo di investigasi tuh, sama orang pajak … Hii …

Ohiya, asas-asas pemungutan pajak ini juga udah di jelasin dalam video belajar Zenius. Check this out!

Fungsi Pajak dalam Pembangunan

Asas Pajak dan Fungsinya dalam Pembangunan Zenius
Jalan raya, salah satu fasilitas umum yang pendanaannya dari pajak. (Dok: Pexels dari Pixabay)

Sebelumnya, gue sempet mention kalo jumlah yang lo bayar kalo lo beli es krim di mekdi terus ada pajaknya, balas jasanya gak bakal lo rasain secara langsung. Karena jumlah tersebut bakal masuk dulu ke kas negara.

Lah terus pajak yang masuk ke kas negara ini larinya kemana? Perhatiin deh, kok pemerintah bisa bangun fasilitas umum yang bagus-bagus banget ya? Kok pemerintah bisa buka program pendidikan yang keren-keren banget hingga memungkinkan upaya pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia?

Balik lagi ke fungsi-fungsi pajak yang tadi udah gue sebutin, ya. Dari fungsi budgeter kita udah bisa lihat kalo pajak merupakan salah satu penyumbang pemasukan negara terbesar. Setelah dana terkumpul, berbagai program kerja pemerintah dalam rangka mengoptimalkan pembangunan negara akan bisa direalisasikan.

Hal ini juga berkaitan dengan fungsi redistribusi pendapatan. Demi memenuhi kebutuhan warga negara dan kepentingan umum, membayar pajak merupakan salah satu cara untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara.

Penutup

Oke deh, jadi demikian penjelasan mengenai asas-asas pajak dan fungsinya dalam pembangunan. Sekarang lo udah bisa lihat ya, pentingnya bayar pajak itu kayak gimana.

Nah, kalo menurut kalian sendiri, pembangunan apa sih yang harus segera negara ini laksanakan supaya lo bisa merasakan balas jasa bayar pajak?

Gue tunggu jawaban kalian di kolom komentar, ya!

Baca Juga:

Apa Perbedaan APBN dan APBD? – Materi Ekonomi Kelas 11

Permasalahan Ketenagakerjaan di Indonesia: Ekonomi Kelas 11

Teori dan Ciri Pertumbuhan Ekonomi – Materi Ekonomi Kelas 11

Bagikan Artikel Ini!