Mengenal Perpajakan

Mengenal Perpajakan: Pengertian, 4 Unsur, dan 4 Fungsi Pajak

Artikel ini membahas tentang perpajakan mulai dari pengertian pajak, unsur-unsur pajak, hingga fungsi pajak.

Hi sobat Zenius! Kenalin nama gue Rahma. Dalam kesempatan kali ini, gue akan membahas serba-serbi tentang perpajakan, nih. Buat kalian yang mau ambil atau udah ambil jurusan IPS di SMA, kalian pasti bakal ketemu sama materi yang satu ini di pelajaran Ekonomi kelas 11.

Istilah pajak udah sering banget terdengar dimana-mana. Ibarat kata, semua yang kita lakukan pasti ada aja pajaknya. Contoh paling sederhananya gini deh. Ketika lo lagi makan bareng sama temen-temen di restoran, pas mau bayar, pasti lo bakal nemuin tuh istilah “PPN” di struknya, ya kan? Nah, Pajak Pertambahan Nilai atau PPN ini artinya adalah pajak yang harus lo bayarkan ke restoran tersebut.

Masih bingung? Oke, kita coba lagi. Lo pernah nggak ketika mau beli barang, ketemu sama istilah “harga sudah termasuk pajak/PPN”? Kalau gini situasinya, artinya harga yang harus lo bayarkan untuk barang tersebut udah termasuk pajak. Jadi, lo nggak perlu lagi deh bayar pajak karena udah termasuk di harga tersebut.

perpajakan
Dok: Freepik

Pengertian

Supaya semakin paham, kita selaraskan pengertiannya dulu ya!

Dari contoh yang udah kita bahas di atas, bisa disimpulkan kalau pajak itu adalah iuran wajib yang bersifat memaksa, dalam pengaturannya diatur oleh Undang-undang dan balas jasanya tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Loh, kok sifatnya maksa, sih?

Ya, betul banget. Pajak itu sifatnya memaksa karena transaksi apapun yang kita lakukan pasti akan dikenakan pajak. Mau itu belanja di supermarket, makan di restoran, beli baju, atau bahkan beli tiket bioskop. Kita nggak bisa menolak untuk membayar pajak ketika melakukan transaksi tersebut karena itu wajib untuk dibayarkan.

Pemungutannya juga nggak sembarangan dilakukan loh, karena pajak telah diatur oleh Undang-undang. Jadi, semua aturan mengenai pajak seperti berapa besar tarif pajak yang harus lo bayar ketika melakukan transaksi itu juga semuanya udah diatur oleh Undang-undang, sehingga aturannya jelas dan sesuai untuk diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari.

Oh ya, balas jasa setelah lo bayar pajak juga nggak bisa dirasakan langsung ya. Biasanya suka ada yang nanya “ini kita bayar pajak buat apa sih?” nah, pembayaran yang lo lakukan itu akan memberikan dampak yang sifatnya jangka panjang atau istilahnya bisa lo rasakan di kemudian hari, nggak langsung. Misalnya aja, hasil pajaknya digunakan untuk pembangunan dan peningkatan fasilitas umum supaya lebih nyaman, atau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat akibat adanya pengeluaran negara yang memang memberikan dampak positif untuk mensejahterakan masyarakat.

Unsur-unsur Pajak

Mengenal Perpajakan: Pengertian, 4 Unsur, dan 4 Fungsi Pajak 17
Dok: Pixabay

Setelah kita udah sama-sama tau pengertiannya, sekarang kita akan bahas mengenai unsur-unsur pajak yang ada. Unsur-unsur disini adalah segala hal yang harus lo ketahui mengenai pajak supaya bisa memahaminya dengan lebih mudah. Nah, apa aja kira-kira isinya? Yuk, langsung aja kita bahas.

1. Subjek Pajak

Lo pasti familiar dengan istilah “subjek” di Bahasa Indonesia, kan? Disini juga sama, dimana subjek pajak adalah orang atau lembaga yang tinggal di suatu negara. Gampangnya, siapapun yang tinggal di suatu negara itu bisa disebut sebagai subjek pajak. Gue, lo, bapak, ibu, kakek, nenek, adik, kakak, semuanya ini adalah subjeknya. Perlu diingat juga bahwa nggak ada batasan seseorang atau lembaga untuk disebut sebagai subjek pajak selama tinggal di suatu negara.

2. Wajib Pajak

Unsur yang kedua adalah wajib pajak. Loh, bedanya apa nih sama subjek pajak? Bukannya sama aja?!

Ya betul, subjek pajak sama wajib pajak emang cukup sering ketuker, tapi sebenarnya keduanya ini beda loh guys. Kalau subjek pajak itu adalah orang atau lembaga yang tinggal di suatu negara, wajib pajak adalah orang atau lembaga yang sudah memenuhi syarat untuk membayar pajak. Seseorang atau suatu lembaga dikatakan wajib membayar pajak ketika mereka udah memenuhi syarat-syarat tertentu.

Wajib pajak udah pasti bagian dari subjek pajak, tetapi subjek pajak belum tentu bagian dari wajib pajak

3. Objek Pajak

Ketika liat kata “objek” kira-kira apa nih maksudnya? Ya, betul banget, objek yang dimaksud disini adalah barang atau jasa. Jadi, pengertian objek pajak adalah barang atau jasa yang harus dibayarkan pajaknya. Misalnya benda (rumah, toko) atau penghasilan orang yang udah bekerja kemudian dikenakan pajak, berarti itu adalah objek pajak. Ada PPN di struk pembayaran ketika lo makan di restoran juga itungannya masuk ke objek pajak.

4. Tarif Pajak

Dari namanya sendiri yaitu “tarif”, udah dapat dipastikan kalau tarif pajak adalah pengenaan besaran pajak atau banyaknya tarif yang harus lo bayarkan. Perlu diingat kalau pajak memiliki besaran tarif yang berbeda-beda, jadi bisa aja lo nemuin tarif di resto A lebih tinggi daripada tarif di resto B dan sebaliknya.

Fungsi Pajak Buat Apa Aja?

Mengenal Perpajakan: Pengertian, 4 Unsur, dan 4 Fungsi Pajak 18
Dok: Pixabay

Segala sesuatu pasti punya fungsi dan manfaat masing-masing yang bikin beda antara satu sama yang lain. Bukan cuma sekedar harus dibayarkan aja, pajak sendiri juga punya fungsi dan manfaat menarik yang berguna untuk banyak hal nih. Kenapa kita wajib tau fungsinya? Pastinya supaya meningkatkan kesadaran kita untuk mentaati aturan yang diberikan pemerintah. Makin penasaran? Yuk kita langsung kupas satu per-satu fungsinya.

1. Fungsi Budgeter

Fungsi yang pertama adalah fungsi budgeter atau yang biasa lebih akrab disebut dengan fungsi anggaran. Gue yakin istilah “anggaran” ini nggak asing di telinga kalian kan? Jadi, gimana nih maksudnya fungsi anggaran?

Seperti yang kita tau bahwa pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang paling besar, jadi fungsi anggaran disini masih berkaitan dengan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN). Pajak disini nantinya akan digunakan sebagai alat penerimaan kas negara yang bisa berfungsi untuk membiayai kegiatan-kegiatan negara misalnya kayak kegiatan pembangunan ekonomi, kegiatan belanja rutin pemerintah pusat, dan untuk meningkatkan perekonomian suatu negara.

2. Fungsi Stabilitas

Fungsi yang kedua adalah fungsi stabilitas. Fungsi ini berkaitan dengan fiskal, karena pajak sendiri merupakan instrumen dari kebijakan fiskal. Karena instrumen kebijakan fiskal bisa digunakan untuk menstabilkan ekonomi, maka fungsi stabilitas disini nantinya akan berperan untuk menjaga stabilitas ekonomi di suatu negara.

Yang dimaksud menjaga stabilitas ekonomi misalnya jika di suatu negara terjadi masalah ekonomi seperti inflasi ataupun resesi, nantinya masalah ini bisa diatasi dengan kebijakan fiskal yang berkaitan dengan pajak. Contoh sederhana ketika terdapat masalah ekonomi di suatu negara, pemerintah bisa mengatasinya menggunakan kebijakan fiskal dengan melakukan pengaturan (menaikkan atau menurunkan) pajak.

3. Fungsi Regulasi

Apa sih yang diatur? Apa bedanya sama fungsi stabilitas, kan sama-sama ngatur? Sini deh gue jelasin.

Di dalam fungsi regulasi atau pengaturan, fungsi ini berperan dalam mengatur kebijakan di bidang sosial dan ekonomi. Masih bingung? Hmm gini, contohnya pemerintah Indonesia mau mengatur kebijakan mengenai konsumsi rokok. Nah, karena angka konsumsi rokok di Indonesia dianggap terlalu tinggi sehingga bisa memperburuk kesehatan, akhirnya pemerintah Indonesia menetapkan regulasi dimana cukai rokok/tembakau itu dinaikkan. 

Kenapa cukai yang dinaikkan? Oke, karena cukai merupakan bagian dari pajak, jadi hal ini sengaja dilakukan supaya harga rokoknya juga naik. Dengan begitu, pemerintah bisa menekan jumlah masyarakat untuk membeli rokok yang semakin mahal.

“Segala sesuatu yang sifatnya non-fiskal juga bisa diatasi oleh pajak melalui fungsi regulasi”

4. Fungsi Redistribusi Pendapatan

Fungsi yang terakhir adalah fungsi redistribusi pendapatan. Kalau kita lihat dari kalimatnya sendiri, berarti fungsi ini berperan dalam pemerataan ekonomi, dimana pendapatan yang dihasilkan dari pajak akan didistribusikan kembali untuk pemerataan ekonomi di suatu negara.

Semakin tinggi penghasilan seseorang, maka akan semakin tinggi juga pajak yang harus ia bayarkan. Pajak yang dibayarkan tersebut kemudian akan masuk ke pemerintah. Disinilah fungsi redistribusi pendapatan nantinya akan mendistribusikan kembali pajak yang diterima kepada masyarakat. Distribusi yang dimaksud disini contohnya seperti program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada siswa/i yang terhambat biaya agar tetap bisa melanjutkan sekolah ke tingkat lanjutan.

Kalau nggak bayar pajak, apa boleh?

Eits, setelah membaca pembahasan di atas, menurut lo boleh nggak kalau kita sebagai seorang warga negara yang baik mangkir atau ogah buat bayar pajak? Tentu aja jawabannya nggak!

Dari awal udah disebut berkali-kali kalau pajak itu adalah iuran wajib, yang namanya wajib berarti harus dibayarkan dong. Toh pajak yang kita bayarkan juga nantinya akan kembali lagi ke kita, jadi nggak ada ruginya untuk mengikuti aturan pemerintah yang satu ini ya, teman-teman!

Baca Juga

Rumus ROA (Return on Assets)

Materi Ekonomi: Pertumbuhan Ekonomi

Coba Ngertiin Ilmu Ekonomi dari Jenis-jenisnya Deh!