mm

Mau Belajar UTBK Lebih Awal, Sebaiknya Mulai dari Mana?

Bingung mulai belajar UTBK dari mana? Artikel ini mengupas langkah awal yang tepat untuk memulai belajar UTBK.

Meskipun sekarang ini kita masih memasuki awal-awal bulan dari tahun ajaran baru, tapi kalo gua perhatikan traffic yang akses zenius.net, ternyata gak sedikit juga siswa kelas 12 SMA/SMK maupun alumni SMA/SMK yang udah bertekad dari jauh-jauh hari untuk mulai persiapan belajar menghadapi UTBK 2021! Mungkin kesannya rada lebay kali ya, ujian UTBK-nya aja masih tahun depan, masa belajarnya udah mulai dari bulan September sekarang?

Untuk bisa dibilang lebay atau nggak, sebetulnya relatif juga yah. Kalo kita berkaca pada tingkat persaingan UTBK setiap tahunnya (15% – 18%), emang bisa disimpulkan persiapan belajar untuk UTBK itu gak bisa sembarangan. Jadi gua maklum banget kalo cukup banyak di antara murid Zenius, yang udah bertekad belajar UTBK dari bulan-bulan ini dan emang jujur aja nih ya, selama gua jadi pemerhati pendidikan beberapa tahun belakangan ini, bisa dibilang salah satu kesalahan umum siswa kelas 12 itu adalah : kelamaan nunda belajar untuk UTBK karena terlalu berharap pada jalur seleksi SNMPTN. Buat lo yang mungkin punya harapan besar untuk bisa masuk PTN melalui jalur SNMPTN, mungkin ada baiknya melihat data persentase penerimaan SNMPTN skala nasional ini:

Tahun Jumlah Peserta SNMPTN Peserta Yang Lolos Persentase Penerimaan SNMPTN
2020 489.601 96.496 19,71%
2019 478.608 92.331 19,13%
2018 586.115 110.946 18.93%

Yah intinya, tingkat persaingan di jalur SNMPTN itu sangat ketat, untuk tahun mendatang kemungkinan besar persentase penerimaannya juga gak beda jauh, sekitar 18-20%. Di sini, gua bukan bermaksud ngelarang lo ikut seleksi SNMPTN ya… tentu lo berhak daftar dan ikut jalur seleksi SNMPTN, dan emang gak ada salahnya juga untuk dicoba. Tapi saran dari gue, sebaiknya lo mengasumsikan bahwa keterima di SNMPTN itu adalah bonus aja. Kenapa? karena pada dasarnya kecuali lo sekarang adalah siswa kelas 10 semester 1-2, udah gak terlalu banyak yang bisa lo lakukan untuk mengubah hasil seleksi SNMPTN (selain dengan cara taktis milih jurusan). Sebaliknya untuk jalur SBMPTN, lo masih punya cukup banyak waktu mempersiapkan diri untuk belajar UTBK yang akan datang.

“Okay tapi masalahnya, kalo mau mulai belajar untuk UTBK harus mulai dari mana nih? Sementara gua sendiri aja masih bimbang mau masuk jurusan mana. Belum lagi, gua gak tau seberapa banyak bahan UTBK yang harus dipelajari.”

Nah, justru di artikel ini gua mau menjawab semua pertanyaan lo itu. Kalau merujuk ke pelaksanaan UTBK 2020, ujian UTBK hanya mengujikan Tes Potensi Skolastik (TPS). Pertanyaannya, apakah UTBK 2021 akan tetap hanya mengujikan TPS? Nah, di sini kita perlu melihat lagi nih kenapa UTBK 2020 cuma ngujiin TPS. UTBK 2020 adalah special case karena berlangsung di tengah pandemi. Selain mengalami penundaan pelaksanaan, materi yang diujikan juga dikurangi. Karena belum tahu akan seperti apa tahun depan (dan semoga pandemi ini lekas berakhir), gue saranin lo tetap mengasumsikan bahwa UTBK 2021 nanti akan seperti UTBK 2019 yang ga cuma mengujikan TPS tetapi juga ujian rumpun Soshum dan Saintek.

Okay, berdasarkan pembagian 3 kategori ujian beserta dengan sub-materi yang perlu dipelajari, mungkin lo bingung harus mulai dari mana belajarnya. Dalam kesempatan ini, gua pribadi berpendapat… bagi lo yang mau mencuri start belajar duluan untuk persiapan SBMPTN dibandingkan para pesaing yang lain, gua sarankan untuk fokus memantapkan materi TPS dulu aja sebelum lo mulai nyentuh materi Saintek atau Soshum. Kenapa lebih baik fokus ke materi TPS dulu aja? Ada beberapa alasan yang menurut gua penting, di antaranya adalah:

1. Mau gak mau, (hampir) pasti lo akan menghadapi materi TPS.

Terlepas lo akan ambil UTBK Saintek, Soshum, atau IPC nantinya, lo pasti akan menghadapi ujian TPS. Bahkan beberapa Ujian Mandiri PTN maupun PTS, juga memberikan ujian materi TPS. Jadi bisa dibilang, you have nothing to lose kalo mau mulai memantapkan materi TPS untuk mencuri start belajar dari pesaing lo yang lain.

2. Buat yg masih bimbang ambil Saintek/Soshum, belajar TPS dulu adalah jalan paling aman.

Bagi sebagian orang, emang perlu sedikit waktu untuk merenungkan arah masa depannya mau ambil jurusan apa. Emang wajar banget kalo di bulan-bulan awal tahun ajaran begini, lo masih dalam proses merenungkan mau masuk jurusan mana. Bisa jadi lo sekarang minat di bidang kedokteran, eh taunya nanti Januari tiba-tiba tertarik masuk ekonomi. Ada juga mungkin yang sekarang kepikiran buat lintas jurusan dari IPA ke IPS (atau sebaliknya), eh taunya pas bulan Februari gak jadi mau lintas jurusan. Nah, supaya waktu dan energi lo gak terbuang percuma, gua pribadi menyarankan mending main aman dengan, dengan mencurahkan waktu dan energi lo untuk mantepin materi TPS aja dulu. Kan berabe juga kalo misalnya lo udah keasikan belajar materi Saintek berbulan-bulan, eh taunya di tengah jalan kepincut pengen masuk jurusan IPS.

3. Materi TPS itu relatif bisa jadi ‘lumbung nilai’, tapi malah sering diremehin! (terutama sama pesaing lo)

Seriously, banyak peserta UTBK yang ngeremehin materi TPS alias belajarnya cuma setengah-setengah (bahkan ada juga yang gak belajar sama sekali), terus akhirnya nyesel karena point mereka justru ancur berantakan di materi yang harusnya bisa jadi ‘lumbung nilai’. Kalo gua boleh berpendapat, sebetulnya materi TPS ini gampang-gampang-susah. Maksudnya gimana?

Kalo dari jumlah materi dan tingkat kesulitannya, menurut gua materi TPS ini relatif lebih mudah dan bahan materinya lebih sedikit daripada Tes Saintek maupun Tes Soshum. Masalahnya, banyak peserta UTBK yang ngeremehin TPS & jarang latihan soal/try out. Akibatnya waktu ujian hari-H : banyak kena jebakan soal, gak teliti baca soal, gak taktis waktu jawab soal, kelamaan ngulik soal tanpa nyadar kalo waktu yang dikasih dikit banget, banyak soal yang gampang tapi gak kesentuh karena udah waktunya keburu udah selesai, dsb.

****

Okay, intinya sih jangan sampai lo kepeleset di materi yang harusnya bisa jadi kesempatan bagus buat lo untuk mendulang point sebanyak-banyak. Nah, sekarang gua mau bahas ujian TPS ini secara umum, baru nanti gua bahas lebih detail.

 

Gambaran Umum Ujian TPS

Ujian TPS secara umum terbagi menjadi 4 materi utama yaitu:

  1. TPS Penalaran Umum
  2. TPS Pengetahuan Kuantitatif
  3. TPS Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM)
  4. TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU)

Perlu dicamkan baik-baik bahwa tes TPS ini (menurut gua sih) memang didesain supaya (hampir) mustahil semua nomor bisa diselesaikan dengan waktu yang disediakan. Coba pikirin aja, dengan total jumlah 80 nomor dan waktu yang tersedia 120 menit. Berarti kalo dipukul rata, setiap nomor (seolah-olah) bisa dikerjakan 1 menit 30 detik. Padahal kalo dipikir baik-baik tipe soal pemahaman bacaan dan menulis itu memerlukan waktu yang relatif lama untuk dijawab karena lo dituntut untuk membaca bahan teks yang panjang dulu sebelum menjawab soal.

Jadi yang mau gua tekankan di sini adalah: jangan terlalu lama berkutat sama soal-soal tertentu. Ingat bahwa target utama lo dalam ujian TPS adalah mendulang point sebanyak-banyaknya, jangan sampai soal-soal yang sebetulnya mudah dikerjakan, malah jadi terlewat/gak sempet dikerjain hanya karena waktunya udah keburu habis.

Di sisi lain, lo juga harus mikirin porsi pengerjaan antara soal TPS penalaran umum, pengetahuan kuantitatif dan materi lainnya supaya sebisa mungkin seimbang. Kesalahan umum yang sering banget kejadian adalah: Lo keasikan berlama-lama ngulik soal TPS Pengetahuan Kuantitatif, terus waktu mau mulai ngerjain soal Pemahaman Bacaan dan Menulis gak sadar kalo siswa waktunya tinggal 15 menit lagi! Akhirnya lo panik terus ngerjain soal Pemahaman Bacaan dan Menulis terburu-buru, gak teliti, banyak kejebak, bahkan ada aja siswa yang sampai gak sempet nyentuh soal Pemahaman Bacaan dan Menulis sama sekali.

Nah, saran dari gua, lo bikin porsi waktu pengerjakan masing-masing soal supaya seimbang, misalnya:

  • Porsi waktu mengerjakan soal Penalaran Umum = 20 menit
  • Porsi waktu mengerjakan soal Pengetahuan Kuantitatif = 25 menit
  • Porsi waktu mengerjakan soal Pemahaman Bacaan dan Manulis = 25 menit
  • Porsi waktu mengerjakan soal Pengetahuan dan Pemahaman Umum = 25 menit
  • Porsi waktu mengulang soal yang terlewat atau gak yakin jawabannya bener = 10 menit

Jadi waktu ngerjain soal TPS, biasakan kerjakan itu dengan cepat. Fokus sama soal yang lo pasti bisa dulu. Kalo ada yang kira-kira sulit, langsung lewatin aja dulu, jangan buang-buang waktu. Biasakan lo membuat porsi waktu pengerjaan, jangan berkutat sama satu soal terlalu lama. Pastikan pada menit ke-20, seenggaknya lo udah ‘menyentuh’ semua soal Penalaran Umum, terlepas ada beberapa nomor yang kelewat itu wajar. Segera masuk kesoal lainnya, kerjakan tipe soal yang paling lo kuasai, mudah, dan cepat. Kalo ada soal yang kira-kira makan waktu lama atau sulit, lewatin aja dulu sambil diberi tanda. Untuk materi Pemahaman Bacaan dan Menulis, gunakan strategi yang sama, kerjakan dengan cepat, lewati soal yang kurang yakin.

Dengan waktu yang tersisa (misalnya 10 menit), lo bisa gunain waktu itu untuk ngecek lagi soal-soal yang tadi dilewat, ngecek apakah kode soal udah bener, nomor peserta ujian udah bener, dsb. Mungkin emang gak seluruh soal bisa sempet lo jawab karena waktunya emang sengaja dibuat supaya mepet banget. Tapi senggaknya lo bisa mengalokasikan seluruh kemampuan lo secara merata dan efektif pada semua soal yang pasti bisa lo kerjain. Coba lo biasakan untuk disiplin membagi porsi waktu pengerjaan dari sejak try out UTBK sekarang-sekarang, jadinya nanti pas hari-H UTBK, lo udah terbiasa disiplin memanfaatkan waktu secara optimal. Lebih detail tentang strategi belajar masing-masing materi TPS, gua bahas di bawah ini:

 

TPS – Tes Potensi Skolastik

TPS atau Tes Potensi Skolastik biasanya sering dikait-kaitkan dengan semacam tes IQ yang materinya gak perlu dipelajari. Anggapan itu salah banget yah guys. Materi TPS itu memang secara teori gunanya untuk mengukur kemampuan logika, pemahaman komunikasi lo, daya analisa, dan sebagainya… yang pada intinya, tes TPS itu menjadi standar tertentu bagi universitas untuk menyaring para calon mahasiswanya. Tentu sebagai pihak universitas, mereka pengennya dapet para calon mahasiswa yang bisa berpikiran logis, daya analisa tinggi, kemampuan memahami bahasa komunikasi dengan baik, dan sebagainya.

Nah, komponen soal TPS itu sendiri ada macem-macem, dan setiap buku panduan biasanya punya istilahnya sendiri-sendiri. Berikut adalah linke ke 4 materi TPS yang bisa lo akses buat belajar.

  1. Materi Belajar TPS Penalaran Umum
  2. Materi Belajar TPS Pengetahuan Kuantitatif
  3. Materi Belajar TPS Pemahaman Bacaan dan Menulis (PBM)
  4. Materi Belajar TPS Pengetahuan dan Pemahaman Umum (PPU)

****

 

Okay, itulah kurang lebih beberapa tips dari gue terkait bagaimana sebaiknya lo mengalokasikan waktu dan energi untuk belajar UTBK pada bulan-bulan awal seperti ini. Buat lo yang baca artikel ini di waktu yang relatif udah mepet, gua sarankan lo baca artikel ini:

Kalo gua baru mulai belajar UTBK dari sekarang, masih sempet gak yah?

Moga-moga artikel ini bermanfaat buat lo semua, khususnya buat lo yang mau ngejar point sebanyak-banyaknya pada materi ujian TPS. Good luck everyone, and do your best!

—————————CATATAN EDITOR—————————

Kalo ada yang mau ngobrol lebih lanjut dengan Glenn terkait strategi belajar TPS UTBK, jangan malu-malu langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini.

Beasiswa Belajar dari Zenius dan Telkomsel

Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius!

Download Zenius App di sini