Panduan Belajar UN SMP Matematika 2018

Artikel ini menyediakan sumber dan tips belajar materi-materi yang perlu dikuasai untuk UN SMP Matematika 2018 berdasarkan kisi-kisi resmi pemerintah.

Halo semuanya. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas tentang persiapan belajar untuk menghadapi UN Matematika SMP 2018. Mungkin kamu masih bertanya-tanya:

“UN Matematika SMP 2018 ini nanti menggunakan kurikulum apa ya?”

 “Kira-kira, bab-bab apa saja yang perlu dipelajari untuk UN Matematika SMP 2018 nanti?”

Saya akan langsung jawab saja pertanyaannya: Untuk ujian nasional Matematika SMP 2018 nanti, materi yang diujikan adalah materi yang merupakan irisan dari KTSP dan K13+K13 Revisi. Saya sudah periksa kisi-kisi terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah dan memang benar bahwa semua yang tertulis di kisi-kisi tersebut adalah irisan dari materi yang ada di tiga kurikulum. Untuk informasi lebih lengkap mengenai silabus UN Matematika SMP 2018, kalian bisa lihat di sini.

 

Apa saja bab-bab yang merupakan irisan antara KTSP, K13, dan K13 Revisi?

Maksudnya apa sih irisan antara KTSP, K13, dan K13 Revisi itu? Maksudnya, bab yang keluar adalah bab yang sama-sama dipelajari di ketiga kurikulum tersebut. Jadi kamu ga perlu khawatir jika ada bab yang tidak dipelajari di KTSP misalnya, tapi dipelajari di K13. Begitu juga sebaliknya. Nah, bab-bab seperti itu ga akan dimasukkan ke UN kok.

Oke, supaya kita tahu bab-bab apa saja yang harus dipelajari untuk persiapan UN Matematika SMP 2018, berarti kita harus tahu irisan antara KTSP, K13, dan K13 Revisi. Bab-bab yang merupakan irisan antara KTSP dan K13+K13 Revisi adalah sebagai berikut:

Jadi, itulah bab-bab yang perlu dikuasai atau dipelajari untuk menghadapi UN Matematika SMP 2018 nanti. Banyak juga ya. Wah, harus belajar dari mana nih? Ketika diharuskan untuk belajar bab sebanyak di atas, berarti kamu harus bisa pasang prioritas: bab mana yang baiknya dipelajari duluan/belakangan? bab mana yang perlu dipelajari sampe tuntas? bab mana yang bisa dipelajarin sekadarnya saja?

 

Perbandingan kisi-kisi UN 2018 dengan soal UN tahun-tahun sebelumnya

Untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan menyusun prioritas belajar, kita bisa membandingkan kisi-kisi yang dikeluarkan pemerintah dengan soal-soal di UN tahun-tahun sebelumnya. Bab mana sih yang paling sering dan jarang keluar?

Sebelum kita membandingkan kisi-kisi UN Matematika SMP 2018 dengan soal-soal UN Matematika SMP tahun sebelumnya, saya mau menampilkan dulu kisi-kisi UN Matematika SMP 2018 yang dikeluarkan oleh pemerintah:

Sekarang mari kita coba kelompokkan soal-soal soal-soal UN Matematika SMP tahun sebelumnya berdasarkan topik-topik yang diujikan.

KELASTOPIK/MATERIKISI-KISI UN 2018UN 2017UN 2016UN 2015UN 2014
Kelas 7HimpunanAda3 soal3 soal2 soal2 soal
Operasi BilanganAda-1 soal2 soal1 soal
Garis dan SudutAda1 soal2 soal3 soal3 soal
Segiempat dan SegitigaAda7 soal3 soal3 soal4 soal
Perbandingan SkalaAda2 soal2 soal1 soal1 soal
Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu VariabelAda1 soal-1 soal1 soal
Aritmetika SosialAda2353
jumlah soal14 soal13 soal15 soal13 soal
Kelas 8Operasi Bentuk AljabarAda1 soal1 soal1 soal1 soal
FungsiAda1 soal1 soal1 soal1 soal
Persamaan GarisAda1 soal3 soal3 soal3 soal
Teorema PythagorasAda1 soal2 soal1 soal-
Sistem Persamaan Linear Dua VariabelAda1 soal2 soal1 soal2 soal
LingkaranAda4 soal-2 soal2 soal
Bangun RuangAda4 soal3 soal3 soal4 soal
jumlah soal13 soal12 soal12 soal13 soal
Kelas 9Bilangan BerpangkatAda3 soal3 soal2 soal3 soal
Barisan dan Deret BilanganAda2 soal3 soal2 soal3 soal
Kesebangunan dan KekongruenanAda1 soal2 soal1 soal2 soal
Luas dan Volume Tabung, Kerucut, BolaAda1 soal1 soal3 soal1 soal
StatistikaAda4 soal4 soal3 soal4 soal
Peluang2 soal2 soal2 soal2 soal1 soal
jumlah soal13 soal15 soal13 soal14 soal
 

Dari tabel di atas, ada beberapa hal yang menarik untuk diketahui:

  • Untuk UN tahun 2014 – 2016, selalu ada soal yang menguji tentang Operasi Bilangan. Namun, pada UN 2017, topik tentang Operasi Bilangan tidak diujikan.
  • Untuk UN tahun 2014, 2015, dan 2017, topik tentang Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel dan Lingkaran selalu diujikan. Sedangkan, pada UN tahun 2016, kedua bab tersebut tidak diujikan.
  • Pada UN tahun 2014, tidak ada soal yang menguji tentang Teorema Pythagoras. Tetapi, topik tentang Teorema Pythagoras selalu muncul di UN tahun 2015, 2016, dan 2017 sebanyak satu atau dua soal.

Nah, setelah dibandingkan pada tabel di atas, sekarang kamu jadi tau topik mana yang paling sering keluar dan topik mana yang sedikit keluar di Ujian Nasional. Langkah selanjutnya, kita udah bisa susun strategi belajar.

 

Strategi Belajar untuk Persiapan UN Matematika SMP 2018

Oh iya, sebelum masuk ke strategi belajar, mungkin kamu udah denger kalo di UN SMP Matematika 2018 nanti bakal ada soal essay!

Mulai tahun 2018, pemerintah memberlakukan suatu kebijakan baru, yaitu menampilkan beberapa soal isian singkat atau essay untuk UN SMP Matematika sebanyak 10% dari 40 soal atau sebanyak empat soal. Cara menjawab soal isian singkat tersebut adalah dengan cukup mengisi jawabannya saja. Contohnya, misalkan ada soal 1+2, maka kamu harus memberi jawaban berupa angka 3. Jadi tidak perlu menjabarkan cara penyelesaiannya. Untuk informasi lebih jauh, kalian bisa cek di sini.

Mendengar hal ini, mungkin kamu langsung cemas dengan tingkat kesulitan pada soal isian singkat atau essay ini. Takutnya soal essay ini bakal lebih sulit daripada soal pilihan ganda atau multiple choice. Tapi kamu tidak perlu khawatir karena pemerintah bilang bahwa

tingkat kesulitan pada soal Ujian Nasional isian singkat dan soal pilihan ganda adalah sama saja, tidak ada perbedaan!

Lagipula, jika kamu belajar dengan benar, mau bentuk soalnya seperti apapun, seharusnya tidak masalah kan? 😉

Emang gimana sih cara belajar yang benar itu? Oke, langsung aja ya kita masuk ke strategi belajar.

1.    Jangan cuma menghapal tipe soal, tetapi kuasai prinsip dasarnya

Tipe soal UN dari tahun ke tahun tidak banyak berubah. Akibatnya, banyak bimbingan belajar yang membahas soal UN dengan menggunakan cara cepat karena tipe soalnya memang bisa (dan menggoda sekali untuk) dihafal dengan alasan kepraktisan. Mereka hapalkan saja metode penyelesaian soalnya, kemudian dapat jawabannya. Pembahasan soal di buku-buku juga sudah banyak yang memberikan trik-trik cepat seperti ini. Bahkan, sayangnya guru-guru di sekolah pun banyak yang ikut-ikutan mengajarkan cara cepat.

Kalau kamu ikut-ikutan belajar dengan menggunakan cara cepat, mungkin nilai UN kamu bisa bagus, tapi ada “DENDA” yang harus kalian bayar nantinya, yaitu:

  • Kamu ga paham prinsip dasarnya.
  • Lebih banyak stresnya karena banyak aspek yang harus dihapal (berbagai tipe soal dihapalkan semuanya).
  • Ketika belajar Matematika di level SMA, kamu jadi kesulitan karena pemahaman materi Matematika SMA sangat bergantung pada penguasaan konsep dasar yang telah kalian pelajari di materi Matematika SMP. Contohnya, ketika belajar tentang Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel di kelas 10 SMA, kalian butuh pemahaman yang kuat tentang materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel yang sudah kalian pelajari di SMP karena Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel merupakan perluasan dari konsep dasar Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, dan seterusnya.
  • Kalo kamu banyak ga paham konsep dasar berbagai materi Matematika di SMP, kamu jadi harus belajar 2x lipat untuk mengejar ketertinggalan itu di SMA. Lama-lama jadi keteteran. 
  • Belajarnya jadi ga menarik.
  • Stres dan membosankan, lama-lama jadi benci terhadap Matematika, tanpa menyadari betapa gunanya Matematika sampai akhir hayat.

Nah, karena lebih banyak kerugian daripada keuntungannya, akan lebih baik apabila kamu udah bisa fokus belajar dengan tepat sejak SMP. Daripada menghafal tipe soal, mending kalian berusaha untuk benar-benar memahami setiap konsep dari topik-topik yang sedang kalian pelajari.

Mungkin kamu malah bingung atau belum kebayang, bagaimana sih cara belajar dengan penguasaan konsep yang benar? Supaya kalian kebayang maksud saya seperti apa, mari kita sama-sama mengerjakan suatu contoh soal sebagai berikut:

Sebelum saya bahas, coba kamu cari jawabannya dulu ya..

Oke, udah? Dapat jawabannya?

Nah, ketika berhadapan dengan soal seperti di atas, kira-kira apa sih hal pertama yang kepikiran sama kamu?

Biasanya nih, para siswa langsung berusaha untuk mencari nilai dari x, y, dan z satu-satu, lalu substitusikan ke pertanyaannya, yaitu 65x+40y+100z=... Ya kan?!

Ya, sebenarnya bisa saja kamu selesaikan soal di atas dengan cara itu, tetapi penyelesaiannya nanti jadi panjang banget! Terus gimana dong kalau begitu? Nah, kalau kalian paham konsep dan jeli dalam manipulasi aljabar, soal di atas bisa diselesaikan dengan cara sebagai berikut:

Saya rasa masih banyak yang tidak ngeh kalo berdasarkan konsep dasar di manipulasi Aljabar, ketiga persamaan di atas bisa lho dijumlahkan. Ketika kita menjumlahkan ketiga persamaan di atas, maka kita akan mendapatkan bentuk sebagai berikut:

Terus, gimana cara mendapatkan nilai dari 65x+40y+100z? Caranya adalah kita kalikan kedua ruas persamaan 13x+8y+20z=100 dengan 5 untuk mendapatkan:

Jadi, nilai dari 65x+40y+100z adalah 500.

Simpel banget kan penyelesaiannya?! Ga perlu tuh mencari tahu masing-masing nilai dari x, y, dan z-nya, yang penting kita bisa mencari tahu nilai 65x+40y+100z dari ketiga persamaan di atas. Jadi, dari soal di atas, keliatan kan kalau kita paham konsep dan jeli dalam manipulasi aljabar, kita bisa menyelesaikan soal dengan efisien dan ga gampang kejebak.  

By the way, kalau kamu masih penasaran dengan masing-masing nilai dari x, y, dan z-nya, nanti kamu seharusnya mendapatkan hasil sebagai berikut:

Ribet ya angkanya? 🙂

Dari contoh soal di atas, saya harap kamu udah kebayang ya cara belajar dengan menguasai konsep itu kira-kira seperti apa dan apa manfaatnya dalam proses belajar kamu.

2. Mulai dari mempelajari konsep pada setiap bab

Bagaimana cara belajar yang efektif untuk bisa memahami setiap konsep yang ada? Caranya adalah dengan mempelajari setiap bab yang ada secara bertahap, kemudian dilanjutkan dengan mengerjakan latihan soal di setiap masing-masing bab. Jangan belum apa-apa langsung mengerjakan soal campuran. Supaya kalian mengerti mengapa latihan soal per bab itu penting, coba baca artikel Wisnu tentang deliberate practice.

Alasan lain mengapa mempelajari masing-masing bab itu penting adalah supaya kalian tidak perlu pusing memikirkan tipe soal isian singkat maupun pilihan ganda. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, jika kamu benar-benar paham konsep dasar suatu bab, tipe soal yang keluar tidak terlalu berpengaruh. Kamu pasti bisa jawab.

Selain itu, jika kamu bisa memahami konsep dasar tiap bab dengan baik, kamu ga perlu pusing memikirkan bab mana yang termasuk dalam kategori level kognitif rendah, level kognitif tinggi, dan seterusnya di UN. Kok gitu? Pertama, karena kita sudah lihat analisis kisi-kisi di atas bahwa tidak ada satupun bab yang hanya menguji level kognitif pengetahuan dan pemahaman saja. Kedua, karena kamu belajar tidak hanya untuk menghadapi UN, tapi juga untuk mempersiapkan diri ketika kamu masuk SMA. Jadi, jangan sampai persiapan belajar untuk UN ini malah membuat kamu keteteran ketika belajar Matematika di SMA nanti.

3. Uji kemampuan kamu dengan mengerjakan soal-soal UN Matematika tahun-tahun sebelumnya

Untuk bisa mengetahui hasil belajar kamu selama ini dan sejauh mana kesiapan kamu dalam menghadapi UN nanti, caranya adalah dengan mencoba mengerjakan soal-soal UN Matematika tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya, coba kerjakan soal-soal UN Matematika enam tahun terakhir. Berapa banyak yang bisa kalian jawab? Kemudian, bab-bab dari mana saja yang belum kalian kuasai? Khusus untuk bab-bab yang belum dikuasai dengan baik, coba diulangi lagi teorinya sampai kalian paham betul.

Kamu bisa lihat daftar soal-soal UN Matematika SMP selama enam tahun terakhir:

****

Kira-kira, itulah yang ingin saya sampaikan mengenai persiapan belajar untuk menghadapi UN Matematika SMP 2018 nanti. Semoga artikel ini bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian yang berhubungan dengan hal ini. Kamu ga perlu khawatir berlebihan dengan tipe soal yang keluar pas UN nanti. Fokus saja belajar Matematika dengan memahami konsep sedari SMP. Dijamin deh, pasti membantu kamu banget pas UN nanti, bahkan hingga proses belajar kamu di SMA nanti. Selamat belajar ya. Be prepared in advance!

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol atau diskusi sama Ivan tentang persiapan UN SMP Matematika 2018, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan vouchernya di sini.

  • Nakata

    Kerjain soal yang gampang dulu atau yang susah dulu nih?

  • Andre Kurniawan

    Yang ada isian singkatnya itu hanya soal matematika ya gan?

    • Ivan Alim

      Ya.

  • Agung Setiawan

    Kenapa Harus dikalikan 5 ? Darimana angka 5 itu ?

    • Nursetyaningsih

      Agar kita mendapatkan apa yang menjadi pertanyaan. Pertanyaannya kan 65x+40y+100z. Dari penjumlahan ketiganya td diperoleh 13x+8y+20z. Masing masing koefisien x,y,z dari pertanyaan dibagi ke koefisien x,y,z, dari hsil pnjumlahan. 65x:13x=5, 40y:8y=5 , 100z:20z=5. Jd hrus dkalikan 5. Kdua ruas kanan kiri