angiospermae zenius

Klasifikasi Tumbuhan Angiospermae – Materi Biologi Kelas 10

Pergi ke pasar ketemu Ani, pulangnya membeli kue
Jangan lupa istilah ini, biji tertutup namanya Angiospermae

Apakah lo mengetahui apa itu tumbuhan Bryophyta dan Pteridophyta?

Keduanya merupakan nama keren dari tumbuhan lumut dan paku. Selain Bryophyta dan Pteridophyta, di dalam Kingdom Plantae juga ada klasifikasi tumbuhan bernama Spermatophyta yang terdiri dari Gymnospermae dan Angiospermae.

Secara umum, Gymnospermae merupakan tumbuhan berbiji terbuka (bijinya gak ditutupi oleh bakal buah). Sedangkan, Angiospermae merupakan tumbuhan berbiji tertutup (bijinya ditutupi oleh bakal buah).

Secara evolusi, Spermatophyta merupakan tumbuhan yang lebih adaptif dibandingkan dengan dua klasifikasi tumbuhan lainnya, yaitu Bryophyta dan Pteridophyta. Hal itu dikarenakan tumbuhan Spermatophyta memiliki sel banyak (multiseluler), organ lebih kompleks, terdapat embrio dan cadangan makanan yang terlindungi kulit biji, lebih resisten atau tahap terhadap cuaca, serta bisa melakukan dorman saat berada pada kondisi lingkungan yang gak menguntungkan.

Kali ini, kita akan bahas terlebih dahulu jenis tumbuhan yang bijinya terlindungi oleh bakal buah. Apakah itu? Yap, Angiospermae.

Baca Juga: Berkenalan Dengan Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Apa Itu Tumbuhan Angiospermae?

Seperti yang udah gue singgung di atas, Angiospermae adalah tumbuhan berbiji tertutup. Dengan kata lain, bijinya ada di dalam bakal buah. Selain itu, tumbuhan ini juga disebut dengan Anthophyta (tumbuhan bunga). Nah, bunga merupakan salah satu ciri tumbuhan berbiji tertutup.

Fungsi bunga dalam tumbuhan berbiji tertutup memangnya apa sih? Kita lihat dulu pengertian dari bunga itu sendiri. Bunga merupakan alat perkembangbiakkan generatif atau organ reproduksi tumbuhan berbiji tertutup. 

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Tumbuhan Biji (Spermatophyta)

Bagian Bunga dan Fungsinya

Berikut merupakan bagian bunga:

Bagian bunga dan fungsinya zenius
Bagian bunga dan fungsinya (dok. Wikimedia Commons)

Kita coba uraikan bagian-bagian bunga di atas beserta fungsinya, yuk!

  1. Peduncle atau pedicelus: ujung batang yang akan menjadi bunga
  2. Receptacle atau reseptakulum: dasar bunga yang berfungsi untuk menempelnya bagian-bagian bunga.
  3. Sepal: kelopak bunga yang berfungsi untuk melindungi bunga ketika masih kuncup.
  4. Petal: mahkota bunga yang berfungsi untuk menarik polinator (yang akan membantu penyerbukan → kupu-kupu dan lebah).
  5. Stamen atau androecium: benang sari (karpel) atau organ reproduksi jantan pada tumbuhan. 
  6. Pistil atau gynoecium: putik atau organ reproduksi betina pada tumbuhan.

Nah, sekarang kita bedah lagi mengenai stamen dan pistil yang terdapat pada bunga. Pada stamen terdapat anther dan flament. Kemudian, pada pistil terdapat stigma, style, dan ovary.

bagian bunga dan fungsinya zenius
Bagian bunga stamen dan pistil (karpel) (dok. cuplikan video Zenius)

Untuk mengetahui karakteristik Angiospermae lebih lanjut, khususnya mengenai bunga, lo bisa nonton video belajar Zenius di sini secara gratis di website atau aplikasi Zenius menggunakan akun yang sudah lo daftarkan sebelumnya.

Oh iya, selain itu, anatomi bunga juga bisa dibedakan lagi menjadi dua, yaitu bunga sempurna dan bunga lengkap. Kalau bunga lengkap berarti ada petal, sepal, pistil, dan stamen. Jika salah satunya gak ada, disebut dengan bunga tidak lengkap. Lalu, ada yang namanya bunga sempurna, yaitu bunga yang memiliki pistil dan stamen sekaligus. Kalau hanya memiliki salah satunya, maka disebut bunga tidak sempurna atau unisex. Contohnya bunga labu, yang pistil dan stamennya berada terpisah.

Ciri Ciri Angiospermae

Selain memiliki biji tertutup dan bunga, berikut adalah ciri-ciri Angiospermae yang lainnya:

  1. Memiliki bentuk akar tunggang dan serabut.
  2. Batangnya berkambium dan ada yang tidak.
  3. Mayoritas daunnya berbentuk helaian, dengan tulang daun menyirip, sejajar, dan menjari.
  4. Ada bunga sebagai organ reproduksinya.
  5. Pembuahan ganda.

Angiospermae juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan Gymnospermae, yaitu  penyebaran biji lebih luas, karena ia menghasilkan buah. Jadi, buah ini sebagai agen dalam penyebaran bijinya.

Anatomi Buah

Buah merupakan hasil perkembangan dari bunga. Fungsi buah pada tumbuhan yaitu sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan dan sebagai tempat bagi biji. Gue punya bukti nih kalau buah merupakan perkembangan dari bunga. Coba perhatikan gambar di bawah ini ya!

anatomi buah zenius
Bukti bahwa buah merupakan hasil perkembangan dari bunga (dok. Kids Growing Strong)

Pada bagian bunga terdapat ovulum yang berkembang menjadi biji, sedangkan ovarium berkembang menjadi buah. Setelah proses polinasi, bunga akan berkembang, dan ovarium menjadi perikarp atau dinding buah yang mengalami penebalan. Setelah berkembang, bagian bunga yang lain akan layu dan menghilang.

Perikarp terbagi lagi menjadi endokarp (bagian dalam buah), mesokarp (bagian tengah buah), dan eksokarp (bagian luar buah). Umumnya bagian buah yang dimakan merupakan mesokarp.

Baca Juga : Apa Itu Tumbuhan Lumut (Bryophyta)?

Siklus Hidup Angiospermae

Untuk mengetahui siklus hidup tumbuhan berbiji tertutup mulai dari biji, tunas, hingga tumbuhannya, perhatikan ilustrasi di bawah ini ya!

siklus hidup angiospermae zenius
Siklus hidup Angiospermae (dok. cuplikan video belajar Zenius)

Sebuah biji akan mengalami pertunasan di lingkungan yang sesuai atau cocok. Ia akan mengalami perkecambahan dan terus tumbuh hingga menjadi tumbuhan berbunga. Bunga tersebut akan berkembang menjadi buah. Nah, di dalam buah tersebut terdapat biji yang bisa disebarluaskan dan ditanam kembali. Cara penyebaran bijinya bisa dilakukan dengan berbagai cara, yaitu anemokori (penyebaran dengan bantuan angin), hidrokori (penyebaran dengan bantuan air), zookori (penyebaran dengan bantuan hewan), dan antropokori (penyebaran biji dengan bantuan manusia).

Klasifikasi Angiospermae

Angiospermae diklasifikasikan menjadi dua, yaitu dicotyledoneae (dikotil) dan monocotyledoneae (monokotil). Apa itu kotiledon? Kotiledone merupakan daun embrional pada biji. Saat biji berkecambah, maka akan menjadi daun pertama, nah daun pertama itulah yang namanya kotiledon. Perbedaan monokotil dan dikotil terletak pada organ, batang, daun, dan bunganya.

perbedaan dikotil dan monokotil klasifikasi angiospermae zenius
Perbedaan monokotil dan dikotil terletak pada akar, batang, daun, bunga, dan biji (dok. cuplikan video belajar Zenius premium)

Ciri ciri tumbuhan dikotil, yaitu akarnya berjenis tunggang, pada batangnya mengandung kambium untuk pelebaran batang, daun berupa helaian dan pertulangan berbentuk menjari-menyirip, tumbuhan berkayu, semak, perdu, dan pohon, bunga biseksual dengan kelipatan 4-5, memiliki dua kotiledon (biji berkeping dua), beberapa ada yang memiliki duri, pada umumnya menghasilkan nektar. Contoh tumbuhan dikotil: apel (Malus domestica), mawar (Rosa sp.), cabai (Capsicum annuum), dan kentang (Solanum tuberosum).

Sedangkan, ciri ciri tumbuhan monokotil, yaitu memiliki akar serabut, pada batangnya tidak mengandung kambium, daun berupa helaian dan pertulangan daun berbentuk sejajar, bunganya berkelipatan 3, serta memiliki 1 kotiledon (biji berkeping satu). Contoh tanaman monokotil: padi (Oryza sativa), bambu (Bambusa vulgaris), kunyit (Curcuma domestica), dan kapulaga (Amomum cardamomum).

*****

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang Angiospermae? Buat lo yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, lo bisa mengakses materi ini di video belajar Zenius mata pelajaran Klasifikasi Angiospermae menggunakan akun yang sudah lo daftarkan di website dan aplikasi Zenius sebelumnya, ya!

Bagikan Artikel Ini!