tokoh geografi dunia

10 Tokoh Geografi Dunia – Kisah dan Kontribusinya

Kali ini kita bakal bahas 10 tokoh geografi dunia yang menyumbang kontribusi brilian terhadap dunia geografi. Kira-kira, siapa aja ya? Yuk, cari tahu!

Sobat Zenius, ketika mendengar istilah geografi, apa sih yang muncul di benak elo?

Kalo gue, langsung kepikiran sama bebatuan yang dulu gue pelajari di sekolah. Gue ingat banget tuh, dulu ada salah satu jenis batu yang namanya batuan sedimen.

Buat ngapalin salah satu contoh batuan sedimen, dulu gue bikin pertanyaan sendiri kayak gini.

Batu konglomerat adalah contoh batuan sedimen yang biasa dipelajari di Geografi.
Contoh materi geografi. (Arsip Zenius)

Wkwkwkwk,  sa ae ya gue dulu. Kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya apa sih ilmu geografi itu? Apakah melulu soal bebatuan, gunung, sungai, dan komponen-komponen alam Bumi?

Hmmm, coba kita ingat-ingat, ya. Sekilas, kesannya geografi emang berkutik sama lingkungan alam yang terlihat secara fisik di muka Bumi, misalnya flora dan fauna, lingkungan hidup, atmosfer, cuaca, dan fenomena alam lainnya.

Eh, tapi di pelajaran Geografi, kita juga banyak belajar tentang kehidupan manusia lho. Contohnya, masalah penduduk, tata ruang, industri, dan lain sebagainya.

Wah, kalau gitu, sebenarnya apa dong geografi itu?

Apa Itu Geografi?

Untuk mencari tahu definisi geografi, kita coba cek KBBI, yuk. 

Definisi geografi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI.
Definisi geografi menurut KBBI. (Arsip Zenius)

Wow, ternyata geografi itu memang luas banget, ya. Nggak hanya soal bentuk fisik Bumi, geografi juga mencakup makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.

Menurut informasi dari National Geographic Society (2011), geografi merujuk pada ilmu yang mempelajari ruang, serta hubungan antara manusia dan lingkungan.

Jadi, para ilmuwan di bidang geografi itu berkutat dengan permukaan Bumi secara fisik, serta masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Tentunya, dari waktu ke waktu, ilmu geografi terus berevolusi, seiring dengan berkembangnya penelitian dan penemuan oleh manusia.

Baca Juga: Konsep, Prinsip, dan Pendekatan Geografi – Materi Geografi Kelas 10

Nah, pada artikel kali ini kita bakal bahas beberapa tokoh geografi dunia dari berbagai era, yang menyumbangkan kontribusi brilian mereka terhadap dunia ilmu pengetahuan geografi.

Apa saja yang akan kita bahas? Kita akan membahas kehidupan, karya, serta pengertian geografi dari berbagai tokoh. Siapakah mereka dan apa saja kontribusinya? Check it out!

Eratosthenes

Pernah nggak sih elo kepikiran, istilah geografi tuh asalnya dari mana ya?

Well, tokoh yang pertama kali memperkenalkan istilah geografi adalah Eratosthenes (276–104 SM), seorang ahli astronomi, geografi, dan matematika, yang juga dikenal sebagai penyair berkebangsaan Yunani.

Menurutnya, geografi merupakan sebuah penulisan tentang muka bumi. Istilah geografi sendiri sebenarnya ia ambil dari bahasa Yunani, yaitu geo dan graphein.

Geo berarti Bumi, sementara graphein artinya tulisan. Dua kata tersebut kemudian digabung, menjadi geographia, yang bisa diartikan deskripsi Bumi. 

Jadi, awalnya ilmu geografi itu memang lebih fokus mendeskripsikan bentuk muka bumi, terutama untuk pembuatan peta.

Tokoh yang pertama kali memperkenalkan istilah geografi adalah Eratosthenes, serta ia mengukur keliling bumi.
Tentang Eratosthenes. (Arsip Zenius, Dok. Britannica)

Nah, di bidang geografi, Eratosthenes nggak cuma dikenal sebagai tokoh yang mempopulerkan istilah geografi saja, Sobat Zenius.

Eratosthenes terkenal karena ia adalah orang pertama yang berhasil menghitung keliling lingkar Bumi, dengan menggunakan perhitungan matematika.

Saat itu, Eratosthenes yang sedang bekerja di Perpustakaan Besar Alexandria sebagai kepala perpustakaan, mengukur sudut yang dibentuk sinar matahari di dua tempat berbeda, yaitu Alexandria dan Syene.

Menariknya, dibanding dengan perhitungan ahli geografi lain di zaman itu, perhitungan yang dilakukan Eratosthenes ini mendekati dengan keliling Bumi sebenarnya, lho! Padahal, dulu alat dan penelitian masih sangat terbatas. 

Penasaran gimana metode yang dipakai Eratosthenes untuk mengukur keliling Bumi? Elo bisa cari tahu perhitungannya melalui artikel di bawah ini.

Baca Juga: Yuk, Bareng-bareng Mengukur Keliling Bumi!

Crates dari Mallus

Selanjutnya, Crates dari Mallus. Kebetulan, ada banyak ilmuwan dan filsuf yang bernama Crates, yang biasanya dibedakan dengan asal mereka. 

Dari namanya, bisa ditebak bahwa Crates lahir di Mallus, sebuah kota kuno yang dulu berada di wilayah Cilicia Campestris, Anatolia (sekarang bagian dari Turki).

Crates sebenarnya bukanlah ahli geografi, namun ia merupakan filsuf dan ahli tata bahasa yang terkenal.

Di bidang geografi, Crates mengembangkan perhitungan lingkar bumi oleh Eratosthenes, menjadi globe pertama.

Crates dari Mallus dikenal sebagai pembuat globe pertama yang merepresentasikan Bumi.
Tentang Crates dari Mallus. (Arsip Zenius; Dok. greece.org, Wikipedia)

Dengan informasi dan pengetahuan yang terbatas, bola dunia buatan Crates memang belum akurat ya. 

Namun, Crates dari Mallus dikenal sebagai orang pertama yang membuat sebuah bola dunia yang merepresentasikan Bumi.

Claudius Ptolemaeus

Claudius Ptolemaeus, atau yang biasa dikenal sebagai Ptolemy, adalah seorang ahli astronomi, matematika, dan geografi berdarah Yunani, yang lama tinggal di Mesir.

Ptolemy sangat terkenal sebagai seorang ilmuwan, walau kehidupan pribadinya nggak banyak diketahui.

Ia memiliki berbagai karya di bidang astronomi, matematika, dan geografi. Apa saja contohnya?

Di bidang astronomi yang juga berhubungan dengan geografi, Ptolemy dikenal sebagai pencetus teori geosentris, yang menyebutkan bahwa Matahari, Bulan, dan planet lainnya, bergerak mengelilingi Bumi. 

Teori ini diterima oleh berbagai ahli serta publik selama sekitar 1400 tahun lamanya, sebelum pada akhirnya muncul teori heliosentris yang menyatakan Matahari sebagai pusat tata surya.

Baca Juga: Biografi Nicolaus Copernicus, Ahli Astronomi Pencetus Teori Heliosentris

Selain teori geosentris, Ptolemy menyumbang kontribusi brilian lain terhadap dunia ilmu geografi: konsep dasar garis pada peta.

Claudius Ptolemaeus atau Ptolemy adalah ahli astronomi, matematika, dan geografi dari Mesir.
Tentang Claudius Ptolemaeus atau Ptolemy. (Arsip Zenius; Dok. Wikimedia Commons)

Ketika Sobat Zenius melihat peta, biasa ada garis vertikal dan horizontal, yang kita sebut sebagai garis lintang dan bujur, kan?

Nah, Ptolemy adalah pencetus konsep garis tersebut. Nggak hanya mencetuskan konsepnya, Ptolemy juga telah mencatat derajat garis bujur dan lintang untuk 8000 lokasi di dunia, yang dikumpulkan menjadi The Geography. Keren banget ya!

Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi

Sebelumnya, kita baru saja ngebahas soal Ptolemy di bidang geografi. Nah, sekarang kita akan membahas tokoh yang mengoreksi Geography karya Ptolemy, yaitu al-Khwārizmī.

Semasa hidupnya, al-Khwārizmī aktif berkarya terutama di bidang Matematika. Selain itu, ia juga mendalami bidang astronomi dan geografi. Bisa dibilang, al-Khwārizmī adalah ahli matematika, astronomi, dan geografi.

Di bidang geografi, al-Khwārizmī merevisi Geography, dan mempublikasikan buku geografi dengan judul Kitab Surat-al-Ard

Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi adalah ahli matematika, astronomi, dan geografi.
Tentang al-Khwārizmī. (Arsip Zenius; Dok. Wikimedia Commons)

Buku karya al-Khwārizmī tersebut bisa dibilang merupakan pengerjaan ulang Geography, yang berisi catatan untuk 2402 koordinat kota serta penjelasan geografi secara umum.

Bernhardus Varenius

Bernhardus Varenius merupakan seorang ahli geografi asal Jerman. Pada awal masa hidupnya, Varenius lebih banyak belajar tentang matematika dan ilmu kesehatan. Bahkan, ia lulus dengan gelar ilmu kesehatan.

Lalu gimana kisahnya Vernius bisa menjadi salah satu tokoh geografi dunia? Vernius yang awalnya ingin fokus terhadap dunia kesehatan, menjadi tertarik dengan ilmu geografi karena adanya penemuan-penemuan menarik dari para ahli geografi seperti  Abel Tasman, Willem Schouten, dan lain-lain.

Selain itu, Vernius sendiri juga berteman dengan Willem Blaeu dan ahli geografi lainnya, yang membuat Vernius semakin tertarik dengan dunia geografi.

Bernhardus Varenius adalah seorang ahli geografi asal Jerman yang dikenal sebagai penulis geographia generalis.
Tentang Bernhardus Varenius. (Arsip Zenius)

Nah, Sobat Zenius bisa lihat contoh karya Varenius di atas. Melalui karya terkenalnya, Geographia generalis (1650),  Varenius membagi ilmu geografi menjadi dua: geografi umum dan geografi khusus.

Geografi umum itu berhubungan dengan keadaan Bumi secara umum. Sedangkan, geografi khusus membahas sebuah wilayah tertentu.

Di sekolah, mungkin elo pernah atau akan belajar tentang hal ini. Berikut ini pembagian ilmu geografi menurut Bernhardus Varenius.

Geografi UmumGeografi Khusus
Terrestrial (pengetahuan tentang Bumi secara keseluruhan, bentuk, dan ukurannya).Astronomis (hubungan Bumi dengan bintang-bintang).Komparatif (deskripsi lengkap tentang Bumi, letak, dan tempat-tempat di permukaan Bumi).Atmosferis (keadaan iklim Bumi).Litosferis (permukaan Bumi meliputi relief, vegetasi, dan fauna dari berbagai negeri).Manusia (keadaan penduduk, perniagaan, dan pemerintahan dari berbagai negeri).

Berkat karyanya, Varenius kemudian dikenal sebagai salah satu ahli geografi paling berpengaruh di Eropa.

Immanuel Kant

Hingga sekarang, Immanuel Kant (1724-1821) masih dikenal sebagai salah satu pemikir atau ahli filsafat penting sepanjang masa. Ia memiliki berbagai pemikiran dan karya tulisan di berbagai bidang filsafat seperti metafisika, epistemologi, moral, etika, dan lain sebagainya.

Jadi, Kant sebenarnya nggak dikenal sebagai seorang ahli geografi. Ia juga nggak punya karya tertulis di bidang geografi. Lantas, apa kontribusi Kant terhadap dunia geografi, hingga namanya disebut pada artikel ini?

Sejak tahun 1755, Kant mulai mengajar Filsafat di Universitas Köningsberg. Kemudian, pada tahun 1757, Kant mulai mengajar geografi fisik, ilmu geografi yang berkaitan dengan proses lingkungan alam di Bumi. 

Immanuel Kant adalah ahli filsafat terkenal yang mengajar Geografi juga.
Tentang Immanuel Kant. (Arsip Zenius)

Wah, ternyata Immanuel Kant tekun banget ya menyebarkan ilmu geografi kepada murid-muridnya. Menariknya, Kant adalah dosen pertama di dunia yang mengajar geografi sebagai mata pelajaran di tingkat universitas, lho.

Menurut Kant, sebenarnya ilmu geografi dan filsafat itu erat hubungannya. Ia percaya bahwa ilmu geografi dan antropologi (ilmu tentang manusia), dapat memberikan pengetahuan mengenai dunia.

Pada pertengahan 1770-an, Kant mengemukakan pembagian Geografi sebagai berikut.

  • Physical geography (geografi fisik): fondasi atau dasar ilmu geografi, studi umum mengenai alam.
  • Mathematical geography (geografi matematis): gambaran Bumi (pengukuran bentuk, ukuran, dan pergerakan), serta sistem tata surya.
  • Moral geography (geografi moral): hubungan antara kode moral, adat istiadat, serta budaya di berbagai daerah.
  • Political geography (geografi politik): hubungan antara sistem dan hukum politik terhadap suatu fitur fisik geografi.
  • Commercial geography (geografi komersil): tentang unsur geografi pada perdagangan.
  • Theological geography (geografi teologi): hubungan dengan sikap dan prinsip agama, dengan bentuk fisik landskap di berbagai lingkungan alam.

Alexander von Humboldt

Sobat Zenius, ada fakta yang menarik banget nih tentang tokoh yang satu ini. Diperkirakan, ada hampir 300 tumbuhan dan lebih dari 100 hewan di dunia yang diberi nama dari nama tokoh ini.

Selain nama flora fauna, berbagai universitas, perumahan, dan wilayah lainnya, yang mengambil nama ahli geografi brilian ini. Wah, kira-kira sekeren apa sih Alexander von Humboldt, sampai namanya dipakai di mana-mana?

Lahir dengan nama Friedrich Wilhelm Heinrich Alexander von Humboldt (14 September 1769 – 6 Mei 1859), Humboldt dikenal sebagai salah satu bapak geografi modern, lho.

Alexander von Humboldt
Tentang Alexander von Humboldt. (Arsip Zenius)

Pada tahun 1799 hingga 1804, Humboldt menjelajahi daerah Amerika Latin, seperti Venezuela, Kuba, Kolombia, Ekuador, Peru, and Meksiko, dan berlayar ke Casiquiare.

10 Tokoh Geografi Dunia - Kisah dan Kontribusinya 17
Peta perjalanan Humboldt. (Dok. Wikimedia Commons)

Dari perjalanan tersebut, ia membuat membuat deskripsi mengenai fenomena dan wilayah yang ia jelajahi dengan penjelasan saintifik, seperti dari sudut pandang biologi, meteorologi, dan geologi.

Pada zaman itu, Humboldt adalah orang pertama yang meneliti hubungan antara organisme dan lingkungan biologisnya, alias ekologi. Maka, nggak kaget kalau Humboldt biasa dianggap sebagai “ayah” ekologi.

Ia juga adalah orang pertama yang mendeskripsikan fenomena perubahan iklim akibat manusia, berdasarkan observasi yang didapatkan ketika ia menjelajahi berbagai tempat. 

Tulisan yang dibuat oleh Humboldt tentang perjalanannya sangatlah detail, dan kemudian dipublikasikan menjadi beberapa jilid. Karya tersebut membuatnya terkenal, dan menjadi dasar ilmu geografi secara luas.

Bahkan, sekitar tahun 1820-an hingga 1850-an, Alexander von Humboldt menjadi salah satu publik figur yang paling dikagumi di dunia. Berbagai tokoh penting dan ilmuwan menghormati sosoknya.

Hingga akhir hayatnya, Humboldt telah menjelajahi empat benua, serta menulis lebih dari 36 buku dan 25.000 surat ke berbagai koresponden dari seluruh penjuru dunia.

Carl Ritter

Bersama Humboldt, Carl Ritter juga digadang-gadang sebagai bapak geografi modern. Ia terkenal akan karyanya yang berjudul Die Erdkunde im Verhältniss zur Natur und zur Geschichte des Menschen.

Karya tersebut terbagi menjadi 19 jilid, dan membicarakan geografi dan hubungannya dengan alam dan sejarah manusia.

Carl Ritter adalah ahli geografi asal Jerman yang dikenal sebagai tokoh geografi modern.
Tentang Carl Ritter. (Arsip Zenius)

Pada tahun 1817, Ritter menerbitkan jilid pertama karyanya, Die Erdkunde. Selama hidupnya, ia berhasil mempublikasikan 19 jilid, yang terdiri lebih dari 20.000 halaman, lho. Tujuannya, Ritter ingin menulis geografi tentang seluruh dunia.

Sayangnya, ketika ajal menjemputnya di tahun 1859, ia baru menulis tentang Asia dan Afrika saja. Bagi Ritter, geografi merupakan sebuah pengetahuan empiris, yang berarti harus didapatkan melalui pengalaman dan observasi.

Paul Vidal De La Blache

Tokoh geografi kali ini merupakan ahli geografi asal Perancis yang sangat terkenal, yaitu Paul Vidal de la Blache. Ia dikenal sebagai pelopor posibilisme dalam geografi serta salah satu tokoh geografi modern Perancis, yang membangun sekolah French School of Geopolitics.

Paul Vidal De La Blache adalah ahli geografi modern Perancis.
Tentang Paul Vidal De La Blache. (Arsip Zenius)

Menurut Vidal, walau lingkungan memiliki batasan atau fitur tertentu, budaya manusia tetaplah ditentukan oleh kondisi sosial. Ia juga berpikir, bahwa manusia bukanlah makhluk pasif, dan bisa mengubah lingkungan.

Pernyataan tersebut merupakan kebalikan dari teori determinisme lingkungan, yang mengemukakan bahwa lingkungan (terutama secara fisik seperti cuaca, ekologi, dan lain sebagainya) membentuk budaya manusia dan perkembangan sosial.

Yi-Fu Tuan

Saat ini Profesor Yi-Fu Tuan sudah pensiun. Sebelumnya, ia merupakan ahli geografi serta profesor Cina-Amerika yang mengajar di berbagai universitas.

Lahir pada 5 Desember 1930, Yi-Fu Tuan dikenal sebagai salah satu tokoh geografi penting, terutama dalam geografi manusia atau human geography. Bahkan, Tuan dikreditkan sebagai pembuat cabang ilmu geografi humanistik.

Cabang ilmu geografi humanistik berusaha memahami dunia manusia, dengan fokus terhadap manusia dan hubungannya dengan komunitas, budaya, ekonomi, dan lain sebagainya di lingkungan yang berbeda.

Yi-Fu Tuan adalah contoh ahli geografi modern yang masih hidup hingga sekarang.
Tentang Yi-Fu Tuan. (Arsip Zenius)

**********

Oke, Sobat Zenius, kita telah membahas 10 tokoh geografi dan konsepnya. Keren banget ya penemuan dan kontribusi mereka?

Hmmm, setelah membahas berbagai kontribusi para tokoh geografi tadi, jadi makin terasa ya, bahwa ilmu geografi memang luas dan menarik banget untuk dipelajari.

Kalo elo ingin mempelajari materi Geografi untuk sekolah, elo bisa coba tonton video materi di Zenius, lho.

10 Tokoh Geografi Dunia - Kisah dan Kontribusinya 18

Pastikan elo login akun Zenius ya, supaya bisa akses video-videonya. Sampai di sini dulu artikel kali ini, dan sampai jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Referensi 

Alexander von Humboldt – The Royal Society | Science in the Making (n.d.)

Bernhardus Varenius – Britannica (Updated 2022)

Carl Ritter – ThoughtCo (2019)

Crates of Mallus – Britannica (updated 2018)

Crates of Mallus – Google Arts & Culture (n.d.)

Determining the earth’s size – Department of Geography and Environmental Science, Hunter College, CUNY

Eratosthenes – Britannica (Updated 2021)

Eratosthenes – World History Encyclopedia (2022)

Immanuel Kant – geography (updated 2012)

geografi – KBBI (n.d.)

Geography – National Geographic Society (Updated 2011)

Humboldt, Alexander Von – Encyclopedia.com (Updated 2018)

Paul Vidal de la Blache – Jason Hilkovitch & Max Fulkerson (n.d.)

Pengertian Geografi Menurut Para Ahli – Gramedia Blog (n.d.)

Pembagian Geografi Menurut Bernhardus Varenius – Kompas.com (2021)

Ptolemy – Britannica (updated 2021)

Ptolemy’s Contributions to Geography – ThoughtCo (2019)

Reassessing Kant’s geography – Stuart Elden (2009)

The physical geography course of immanuel kant (1724-1804): The contribution for the geographical science history and the epistemology – Alexandre Ribas & Antonio Vitte (2009)

Topophilia and Topophils – Placeness (20215)

Varenius, Bernhardus (Bernhard Varen) – Encyclopedia.com (updated 2016)

Who Was Alexander von Humboldt? – Smithsonian Magazine (n.d.)

Who was Muhammad Bin Musa Al-Khwarizmi? – Khwarizmi Science Society (n.d.)

Why you should know Alexander von Humboldt! – Oregon State University (2020)

Bagikan Artikel Ini!