Sejarah Psikotes dan Perkembangannya dari Masa ke Masa – Seputar Psikotes

sejarah psikotes

Apakah Sobat Zenius tahu kalau psikotes sudah ada dari masa sebelum Masehi? Wah, ternyata udah tua banget, ya! Padahal kayaknya ilmu psikologi baru trending belakangan ini, termasuk tes aritmetika yang sering elo lihat saat tes untuk memilih jurusan.

Sejarah psikotes dimulai dari masa kekuasaan Dinasti Han. Saat itu, kandidat yang direkomendasikan untuk mengisi jabatan di kerajaan harus mengikuti ujian yang diadakan oleh menteri keagamaan saat itu. Salah satu tes yang diberikan adalah menguji kemampuan kandidat mengingat sembilan ribu karakter aksara Cina. Wah, banyak banget ya? 

Nggak cuma itu, kadang-kadang kaisar pada Dinasti Han juga langsung menguji kandidat melalui ujian lisan seputar kebijakan-kebijakan publik. Kebayang nggak sih, gugupnya kandidat yang ujian langsung di depan kaisar?

Ujian yang sama terus digunakan oleh Kerajaan Cina meskipun dinasti yang menguasainya terus berganti. Setiap kandidat yang ingin menjadi pejabat kerajaan akan diuji kemampuannya mengenai ajaran Konfusius, sastra Cina klasik, kemampuan menulis, hingga pemahaman mengenai aturan kerajaan.

Bahkan, di masa Dinasti Song (960-907) ujian yang saat itu sudah disebut sebagai ujian kerajaan diawasi langsung diawasi oleh kaisar. Kayaknya kalau kaisar langsung yang jadi pengawas bakalan susah buat nyontek nggak sih, Sobat Zenius?

Untuk menghindari kecurangan alias nyontek-menyontek, Kerajaan Cina sampai membuat sel khusus untuk para kandidat ini, lho. Beneran nggak bisa nyontek, ya!

Bekas sel untuk ujian kekaisaran CIna di Nanjing, RRC
Bekas sel untuk ujian kekaisaran CIna di Nanjing, RRC (dok. Wikimedia Commons)

Sistem seleksi ini juga diadaptasi oleh berbagai kerajaan di sekitar Cina seperti Jepang, Korea, dan Vietnam. Bahkan sampai sekarang negara-negara di Asia tetap menggunakan sistem seleksi untuk menjadi pegawai sipil. Termasuk Indonesia yang menggunakan sistem seleksi untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tentunya hal yang diujikan sudah disesuaikan dengan kebutuhan negara saat ini.

Nah, berdasarkan sejarah psikotes di masa Kerajaan Cina, ternyata psikotes digunakan untuk menyeleksi dan mengangkat pejabat. Itupun hanya menguji kemampuan dan pemahaman kandidat mengenai ajaran Konfusius. Kalau di negara-negara Barat kira-kira bagaimana ya?

Baca Juga: Contoh Soal Barisan dan Deret Aritmatika dengan Pembahasan

Sejarah Psikotes Era Modern

Sejarah psikotes modern dimulai pada tahun 1905 di Paris, Perancis. Saat itu, psikolog Alfred Binet dan Theodore Simon mempublikasikan sebuah skala kecerdasan berisi 30 item. Skala ini dirancang supaya sekolah-sekolah di Paris bisa lebih mudah mengelompokkan murid-muridnya. Ternyata tes penjurusan sudah ada dari zaman dulu, ya?

Skala ini diberi nama Binet-Simon Intelligence Scale dan populer banget di kalangan sekolah-sekolah Perancis. Bahkan beberapa tahun kemudian versi Bahasa Inggris dari skala ini digunakan oleh berbagai sekolah di Amerika Serikat. 

Sampai sekarang, skala ini masih dipakai, lho. Tentu saja, item-item dalam skalanya sudah direvisi dan sekarang dikenal sebagai Stanford–Binet Intelligence Scales.

Satu dekade setelah skala ini dipublikasikan dan digunakan, Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia I. Saat itulah psikotes mulai digunakan untuk menyeleksi tentara berdasarkan kemampuan intelektual dan emosionalnya. Pihak militer Amerika Serikat saat itu pengin tentara yang direkrutnya memiliki mental yang kuat dan bisa bertahan meski digempur tembakan dan serangan bom. Seram banget, ya?

Supaya hasil tesnya akurat, menunjuk psikolog Robert Woodworth untuk merancang tesnya. Tes rancangannya ini disebut Woodworth Personal Data Sheet. Tes ini punya 116 pertanyaan dengan jawaban “ya” atau “tidak” seperti:

  • Apakah Anda biasanya merasa sehat dan kuat?
  • Apakah Anda bermasalah dengan mimpi tentang pekerjaan Anda?
  • Pernahkah Anda pingsan?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda yang bunuh diri?
  • Apakah Anda menyukai kehidupan di luar ruangan?

Woodworth Personal Data Sheet sekarang digunakan sebagai landasan berbagai tes psikologi yang digunakan untuk diagnosa. Contohnya adalah Symptom Checklist-90-Revised yang sering digunakan untuk menentukan pengobatan pasien psikiatri.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Introvert dan Ekstrovert

Berbicara soal sejarah psikotes yang digunakan untuk mendiagnosa kondisi mental seseorang, sayang banget kalau nggak ngomongin psikiater Swiss Hermann Rorschach. Apa elo pernah mendengar namanya?

Kalau elo pernah melihat tes psikologi berbentuk gambar percikan tinta yang membentuk berbagai gambar, Rorschachlah yang membuatnya. Tes Rorschach ini terdiri dari sepuluh gambar bercak tinta dan digunakan untuk mengetahui kepribadian dan kondisi emosi seseorang. 

Orang yang akan didiagnosa diminta untuk menjelaskan gambar apa yang dilihatnya dari bercak tinta tersebut. Setelah itu, penjelasan yang diberikan akan diinterpretasi. Dari hasil interpretasi itulah psikolog memberikan analisis mengenai kondisi mental seseorang.

Gambar pertama dari sepuluh gambar bercak tinta tes Rorschach
Gambar pertama dari sepuluh gambar bercak tinta tes Rorschach. Gambar apa yang elo lihat dari bercak tinta ini? (Dok. Wikimedia Commons)

Sejak saat itu, psikotes digunakan psikolog dan psikiater untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari mendiagnosa pasien, menyeleksi murid atau tentara, atau untuk mengetahui kepribadian seseorang. Dari tes yang dikembangkan Rorschach inilah sejarah psikotes untuk kebutuhan diagnosa dimulai.

Ada berbagai bentuk psikotes yang terkenal dan banyak psikotes yang digunakan sampai sekarang. Mulai dari SAT untuk masuk kuliah di Amerika Serikat sampai MBTI yang hasilnya sering dipamerin netizen di media sosial.

Nah, sekarang elo sudah tahu kan seperti apa sejarah psikotes dan perkembangannya? Kira-kira, psikotes apa saja sih yang sekarang banyak dipakai? Cari tahu selengkapnya dengan mengikuti series Seputar Psikotes, yuk!

Seputar Psikotes:

Bagian 1: Psikotes, Bukan Cuma Tes Kepribadian

Bagian 2: Sejarah Psikotes dan Perkembangannya dari Masa ke Masa

Bagian 3: Perkembangan Psikotes Modern: Tes IQ dan Tes Kepribadian

Bagian 4: Ini yang Harus Elo Ketahui Sebelum Ikut Psikotes Penjurusan SMA

Referensi:

  • The Influence and Enlightenment of Confucian Cultural Education On Modern European Civilization – Jianfu Yu (2009)
  • Psychological testing: History, principles, and applications – R. J. Gregory (2004) 
  • Psychological Testing and Assessment: An Introduction to Tests and Measurement – Cohen−Swerdlik (2009)
  • The History of Psychological Testing – Rodney Dean (2017)
  • Psychological Testing: Principles, Applications, and Issues – R. Kaplan dan D. Saccuzzo (2012)
Bagikan Artikel Ini!