Osmosis

Rumus Osmosis dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari!

Artikel ini bakal membahas rumus osmosis dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Halo, Sobat Zenius! Gimana kabarnya hari ini? Semoga masih terus semangat selama sekolah online-nya ya! Buat ngobatin rasa jenuh kalian selamsaasa masa PPKM ini, gua bakal membahas suatu rumus yang menarik banget dan tanpa kalian sangka-sangka memiliki banyak peran dalam kehidupan kita. Penasaran kan? Yuk, gaskeun disimak sampai akhir!

APA ITU OSMOSIS? DAN APA BEDANYA DENGAN DIFUSI?

Lu semua pernah gak? Saat mencoba menghafal pengertian osmosis itu malah sering ketuker dengan pengertian dari difusi? Jika pernah, lu gak sendirian kok heheheh. Kasus kayak gini sering banget gua temuin baik itu temen-temen SMA atau anak-anak ajar gua. 

Jiki kita membandingkan osmosis dan difusi dari pengertian tanpa konsep, kita bakal sering ketuker karena pengertian dari keduanya ini sangat mirip sehingga wajar banyak tertukar saat diminta menjelaskan masing-masing peristiwa ini. 

Kalau diminta pengertian langsungnya, difusi adalah… 

Perpindahan zat terlarut dari konsentrasi hipertonik  ke konsentrasi hipotonik 

Sedangkan osmosis adalah…

Perpindahan zat pelarut dari konsentrasi hipotonik ke konsentrasi hipertonik melalui membran semi-permeabel

Nah, pada bingung kan lu hehehe…

Karena di zenius anti banget sama yang namanya hapalan, gua bakal jelasin ke kalian semua secara terkonsep perbedaan keduanya. Perbedaan dikeduanya adalah MATERI YANG BERPINDAH, DIFUSI ADALAH PERPINDAHAN MATERI YANG DILARUTKAN, SEDANGKAN OSMOSIS ADALAH PERPINDAHAN MATERI YANG MELARUTKAN. Disini kita bisa paham bahwa…

DIFUSI = MATERI TERLARUT  (GULA, GARAM, DLL)

OSMOSIS = MATERI PELARUT   (AIR, ALKOHOL, DLL)

Dan untuk perpindahan konsentrasinya masih memiliki konsep yang sama. Tujuan utama dari perpindahan suatu zat adalah MENYAMAKAN KONSENTRASI ANTAR WILAYAH sehingga tidak terjadi perbedaan potensial. 

Dalam kasus difusi, karena konsentrasi antar wilayah berbeda, sehingga untuk menyamakannya adalah dengan cara PERPINDAHAN MATERI TERLARUT sehingga konsentrasi antar wilayah menjadi sama.

menjelaskan difusi

Sedangkan dalam kasus osmosis, perpindahannya terhalang oleh membran semi-permeabel. membran ini menghalangi molekul besar seperti glukosa sehingga tidak bisa berpindah ke konsentrasi yang lebih rendah. 

Lah terus gimana dong cara biar konsentrasinya sama?

Ya tinggal pindahin aja materi pelarutnya! Karena materi terlarutnya ga bisa melewati membran semi permeabel, jadi cara untuk menyamakan konsentrasinya adalah dengan PERPINDAHAN ZAT PELARUTNYA

menjelaskan osmosis
Ilustrasi osmosis dari Wikipedia

Semoga kalian paham dan gak ketuker lagi ya perbedaan antara difusi dan osmosis!

RUMUS OSMOSIS 

Setelah kita memahami pengertian dari osmosis dengan benar, kita bakal belajar cara menghitung tekanan osmotik. Secara singkat, tekanan osmotik didapat menggunakan rumus 

π = M×R×T×i

Dimana :
Π = tekanan osmotik larutan (atmosfir)
M = molaritas larutan (mol/L)
R = konstanta gas = 0,08205 L atm mol-1 K-1
T = suhu mutlak (°C + 273) K
i = faktor van ’t Hoff

Rumus ini relatif mudah untuk digunakan karena kalian hanya diminta untuk memasukkan angka-angka yang sudah disediakan oleh soal-soal. Biar kalian jauh lebih paham, gua bakal kasih contoh soal agar kalian jauh lebih paham mengenai konsep osmosis ini!

34,8 gram kalium sulfat (K2SO4) dilarutkan dalam aquades pada suhu 27°C hingga volumenya 900 mL. Tekanan osmotik larutan ini sebesar? (Ar K = 39, S = 32, O = 16)
A. 12,3 atm
B. 16,4 atm
C. 8,2 atm
D. 4,1 atm

Untuk menjawab rumus ini kita harus mengetahui berapa angka dari masing-masing variable sehingga kita bisa langsung menghitung dan mengetahui berapa besar tekanan osmotik dari larutan ini. Kita sudah mengetahui bahwa R sudah memiliki konstanta yang tetap, yaitu sebesar 0,082, selanjutnya kita mencari suhu, molaritas larutan, dan faktor van’t Hoff nya.

Karena suhu yang diberikan memakai satuan celsius, kita harus mengubahnya menjadi kelvin, yaitu cukup dengan menambahnya dengan 273. Kita langsung dapet deh suhu larutan sebesar 300 Kelvin. 

(°C + 273) K
(27°C + 273) K
300 K

Nah untuk mencari molaritas larut, kita harus mengetahui berapa besar massa atom relatif dari masing-masing unsur, karena di soal kita udah dikasih tau berapa besar Ar-nya, kita cukup kalikan dengan jumlah unsurnya terus ditambah deh semuanya

Mr = (2×39)+(32)+(4×16)
= (78)+(32)+(64)
= 174

Akhirnya kita udah dapet deh masa relatif molekul dari K2SO4 Yakni sebesar 174

Langsung deh kita cari variabel yang terakhir, yaitu faktor van’t Hoff. Untuk mencari faktor van’t Hoff, kita harus menghitung derajat ionisasi dari suatu senyawa elektrolit. Jika kalian dapet soal untuk tekanan osmotik senyawa non elektrolit seperti glukosa, faktor van’t Hoff dapat diabaikan. 

(K2SO4) = 2K+ + SO42-
I = N = 3 

Nah, akhirnya kita udah dapet deh semua variabelnya, setelah itu kita tinggal masukin deh ke rumus tekanan osmotik di atas.

π = 34,8/174×1000/900×0.082×300×3
π = 16,4 atm

Semoga dengan salah satu contoh soal ini bisa membantu kalian untuk memahami sifat osmosis ya teman-teman! Buat kalian yang masih bingung, simak yuk penjelasan lengkapnya di sini

PENERAPAN OSMOSIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI  

Kalian pernah gak saat ada ular yang masuk ke rumah, tiba-tiba orang tua atau salah satu kerabat kalian bilang 

“Eh ada ular! Cepetan taburin garam biar ularnya gak masuk lagi!”

Biasanya kita manut-manut saja dan langsung menaburi banyak garam di sekitar rumah kita? Tapi pernah gak kalian terlintas suatu pikiran?

Ah, emang ular itu takut sama garam? Emang bakal mati kalau dikasih garam?

Nah, setelah kalian paham mengenai konsep osmosis tadi, kalian akan tahu bahwa ular takut garam itu adalah HOAX! 

Seperti pengertian di atas, osmosis merupakan perpindahan zat pelarut dari konsentrasi rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi melalui membran semipermeabel. Ular tidak bisa mati saat diberi garam karena kulit ular sendiri merupakan lapisan sisik yang sangat tebal yang bahkan tidak bisa dilewati oleh air. 

sisik ular krait
Sisik ular krait dari Wikipedia

Saat ular terkena/ditaburi oleh garam, air yang ada di dalam tubuh ular tidak bisa berpindah ke luar kulit karena terhalangi oleh sisik meskipun terdapat perbedaan konsentrasi antara keduanya. Lain kasusnya jika siput/cacing yang ditaburi oleh garam. 

Siput dan cacing tidak memiliki sisik keras dan bagian luarnya terdiri dari lapisan membran semipermeabel. Saat kalian menaburi siput dan cacing dengan garam, air bisa melewati lapisan tersebut sehingga sel siput dan cacing akan mengalami lisis karena air yang didalamnya “tersedot” oleh perbedaan konsentrasi dari garam. Jika dibiarkan, sel siput dan cacing akan kering dan berujung pada kematian.

Siput dan garam
Gambar siput dari Memecenter

Konsep yang sama juga saat kalian menaburkan luka kalian dengan garam. Rasa yang amat perih itu disebabkan hancurnya sel karena perbedaan konsentrasi yang diciptakan oleh garam. 

“Ah masa sih has, ular mungkin takut garam karena bau/rasanya”

Kalau seandainya ular takut garam akibat bau/rasanya, tidak ada jenis ular ini di dunia~

Ular laut
Gambar ular laut dari Wikipedia

Alih-alih dengan garam, ular sebenarnya lebih efektif diusir dengan cairan yang memiliki bau menyengat seperti cuka, ular memiliki indra pembau dan perasa yang sangat sensitif, dengan bau cuka yang menyengat akan membuat ular tidak nyaman dan menjauh dari area yang disemprotkan cuka. 

Mitos/miskonsepsi ini masih sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia, namun cukup dengan mempelajari konsep osmosis yang sederhana, kalian bisa mematahkan mitos-mitos yang beredar di kalangan masyarakat, sehingga dasar-dasar berpikir ilmiah ini sangatlah penting bagi kita agar tidak mudah percaya dengan isu-isu yang tidak memiliki dasar ilmiah/saintifik yang jelas. 

================================CATATAN EDITOR==============================

Mungkin itu saja yang bisa gua sampaikan ke kalian, semoga setelah membaca tulisan ini kalian bisa lebih mudah memahami konsep osmosis dan juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Adios~

Baca juga Artikel Lainnya Disini

Siklus Nitrogen: Unsur Terbesar di Atmosfer dan Peranannya Bagi Kehidupan

Larutan Asam: Materi Kimia Kelas 11

Tips Persiapan Belajar UN SMA Kimia

Referensi

https://en.wikipedia.org/wiki/Osmosis

https://www.zenius.net/prologmateri/kimia/a/1424/tekanan-osmosis

Bagikan Artikel Ini!