Riwayat Hidup Osama bin Laden hingga Hari Kematiannya

osama bin laden

Tragedi 9/11 merupakan salah satu peristiwa terorisme yang rasanya nggak bisa dilupakan sama banyak orang, khususnya orang Amerika Serikat. Tragedi ini memang sudah terjadi 21 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2001, tapi kesan horornya masih selalu diingat sampai hari ini.

Pada saat tragedi itu terjadi, banyak yang kehilangan orang tersayang mereka. Kejadiannya juga terjadi begitu cepat ketika empat pesawat komersial Amerika dibajak oleh anggota ekstremis yang tergabung dalam organisasi bernama al-Qaeda.

Dua dari empat pesawat yang dibajak tersebut kemudian ditabrakkan ke gedung World Trade Center sampai menyebabkan gedung itu runtuh, lho. Kejadian tersebut menorehkan sejarah yang menyakitkan untuk Amerika Serikat.

Di artikel kali ini, gue nggak akan membahas tentang Tragedi 9/11 secara keseluruhan, tapi gue mau membahas tentang Osama bin Laden yang pada saat itu menjadi pemimpin dari al-Qaeda, organisasi yang melakukan aksi penyerangan tersebut.

Kira-kira, gimana awalnya seorang bin Laden bisa jadi pemimpin dari organisasi ekstremis Islam hingga menorehkan sejarah di dunia dalam aksi terorisme yang dilakukannya? Bahkan, ia juga jadi the most wanted man atau orang yang paling dicari sama Amerika.

Supaya nggak penasaran lagi, baca artikel ini sampai habis untuk ikut gue kenalan sama sosok Osama bin Laden, yuk!

Siapa Osama bin Laden?

Osama bin Laden.

Nama ini mungkin udah nggak begitu asing buat sebagian orang. Tapi buat elo yang belum familiar, dia merupakan pendiri sekaligus leader dari organisasi ekstremis Islam bernama al-Qaeda. Organisasi ini disebut-sebut sebagai dalang dari beberapa aksi terorisme yang dilakukan terhadap Amerika Serikat.

Melihat dari namanya, kira-kira elo bisa menebak nggak Osama bin Laden itu orang mana? Yup, Osama bin Laden merupakan orang Arab Saudi yang lahir di kota Riyadh pada tahun 1957.

Sejak kecil, bisa dibilang kalau Osama bin Laden ini merupakan anak yang tumbuh dengan privilege atau hak istimewa. Simpelnya, keluarga tuh tajir banget! Ayahnya, Mohammed bin Laden, merupakan seorang imigran Yaman yang punya perusahaan konstruksi terbesar di kerajaan Arab pada saat itu.

Mungkin ayahnya memegang prinsip banyak anak banyak rezeki, nih. Karena, Osama bin Laden merupakan anak ke-17 dari 52 bersaudara, lho! Wah, bisa bayangin nggak seramai apa rumahnya kalau satu keluarga lagi ngumpul semua?!

Memiliki privilege yang nggak dimiliki sama semua orang, Osama bin Laden kemudian memutuskan untuk mengemban pendidikan sampai ke tingkat universitas. Ia mengambil jurusan administrasi bisnis di Universitas King Abdul Aziz yang berlokasi di Jeddah.

Baca Juga: George W. Bush, Presiden Amerika Serikat yang Berperang Melawan Terorisme

Kehidupan Osama bin Laden sebelum al-Qaeda

Sebelum menjadi sosok penting dalam al-Qaeda, Osama bin Laden mengisi masa-masa kuliahnya dengan menjadi pengikut ulama pan-Islam bernama Abdullah Azzam di sekitaran tahun 1970-an.

portrait osama bin laden
Portrait Osama bin Laden (dok. Wikimedia Commons)

Pan-Islamisme sendiri merupakan ideologi politik yang mengajarkan kalau umat Islam di seluruh dunia harus bersatu supaya bisa membebaskan diri dari kolonialisme dan imperialisme bangsa Barat.

Para pengikut dari Abdullah Azzam percaya kalau semua Muslim harus bangkit dalam jihad (atau perang suci) untuk menciptakan satu negara Islam. Bergabungnya bin Laden menjadi pengikut Abdullah Azzam inilah yang kemudian membentuk pemikiran baru dan bagaimana cara ia memandang dunia.

Dilansir dari HISTORY, Osama bin Laden memandang Islam bukan hanya sebagai agama, melainkan punya makna yang lebih besar dan lebih luas dari itu. Dirinya menganggap kalau Islam membentuk keyakinan politiknya dan memengaruhi setiap keputusan yang ia buat.

Ditambah lagi dengan kehadiran orang-orang yang satu pemikiran sama dia, Osama bin Laden semakin menunjukkan sikapnya yang nggak suka melihat bagaimana budaya Barat berkembang dan memengaruhi kehidupan orang-orang di Timur Tengah.

Osama bin Laden juga bergabung dengan Ikhwanul Muslimin, yaitu organisasi Islam tertua dan terbesar di Mesir. Organisasi ini didirikan tahun 1928 oleh Hassan al-Banna.

Melansir Berita Satu, organisasi ini awalnya berdiri dengan tujuan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, organisasi ini berkembang dan tumbuh menjadi gerakan politik.

Awal mula bin Laden menunjukkan keseriusannya untuk melakukan jihad dimulai dari aksi invasi yang dilakukan pasukan Uni Soviet terhadap Afghanistan pada tahun 1979. Saat itu, Abdullah Azzam mengajak Osama bin Laden untuk pergi ke sebuah kota di Pakistan yang bernama Peshawar.

Perginya mereka ke kota tersebut untuk bergabung dengan orang-orang yang ingin melakukan perlawanan kepada Uni Soviet.

potret osama bin laden ketika diwawancarai
Osama bin Laden ketika diwawancarai oleh Hamid Mir, seorang jurnalis asal Pakistan. (dok. Wikimedia Commons)

Seperti yang udah sempat gue singgung sebelumnya kalau Osama bin Laden berasal dari keluarga kaya dan punya privilege besar dalam segi keuangan serta koneksi, inilah yang kemudian ia lakukan untuk bisa berkontribusi dalam kelompok tersebut.

Bin Laden dan Abdullah Azzam kemudian berusaha untuk bisa mendapatkan dukungan finansial dan moral bagi para mujahidin, sebutan yang mereka pakai untuk pemberontak Afghanistan. Nggak cuma itu aja, mereka juga mendorong para pemuda Timur Tengah buat bergabung sama mereka jadi bagian dari jihad Afghanistan dan membentuk organisasi yang disebut Maktab al-Khidmat (MAK).

Organisasi MAK berfungsi sebagai jaringan global untuk merekrut orang-orang dengan base atau kantor yang tersebar di beberapa tempat seperti Brooklyn dan Tucson, Arizona. Organisasi ini juga memberikan pelatihan kebutuhan buat para tentara yang dikenal sebagai Afghan Arabs. 

Tapi yang terpenting, organisasi ini menunjukkan bahwa pan-Islamisme bukan hanya ideologi saja, tetapi dapat dipraktikkan. Dari sini, kemudian memunculkan organisasi lain yang benar-benar menorehkan sejarah terorisme di dunia, yaitu al-Qaeda. Penasaran nggak sih sama bagaimana organisasi ini bisa terbentuk?

Baca Juga: Biografi Abraham Lincoln, Presiden Penumpas Perbudakan di AS

Membangun al-Qaeda

Awal mula dibangunnya al-Qaeda bermula ketika Osama bin Laden memandang invasi Uni Soviet terhadap Afghanistan sebagai tindakan agresi terhadap Islam, nih. Akhirnya ia melakukan perjalanan buat ketemu sama para pemimpin perlawanan Afghanistan sambil mengumpulkan dana buat melancarkan perlawanan tersebut.

bendera al-qaeda
Bendera al-Qaeda di Irak (2004–2005). (dok. Wikimedia Commons)

Kemudian di tahun 1984, kegiatan perlawanan ini dipusatkan di Afghanistan dan Pakistan. Bersama Abdullah Azzam, yang sekaligus merupakan mentor dari bin Laden, mereka merekrut dan mengorganisir sukarelawan Arab untuk melawan Soviet.

Karena kondisi keuangan bin Laden bisa dibilang sangat mapan pada saat itu, mengingat latar belakang keluarganya yang berada, kemudian ia menjadi orang yang mendanai kebutuhan gerakan seperti senjata dan lainnya.

Nggak cuma itu aja, Osama bin Laden juga memiliki reputasi yang baik sehingga status dirinya diangkat menjadi thought leaders atau pemimpin militan. Tak lama setelah itu, dibentuklah jaringan militan baru yang dinamakan al-Qaeda pada tahun 1989 dengan bin Laden sebagai pemimpinnya.

Pada awalnya, tujuan dibentuknya al-Qaeda yaitu untuk melakukan perang suci (atau perang jihad) di masa depan. Dilansir dari Britannica Encyclopedia, sekitar awal tahun 1990-an, jaringan al-Qaeda mulai merencanakan agenda perjuangan melawan ancaman dominasi Amerika Serikat di dunia Muslim.

Beberapa aksi penyerangan yang dilakukan oleh al-Qaeda yaitu aksi bom bunuh diri di atas kapal perang AS Cole di pelabuhan Aden Yaman pada tahun 2000, serta serangan 11 September atau 9/11 di World Trade Center, New York City dan di Pentagon, dekat Washington D.C pada tahun 2001.

Ternyata, ada konteks besar yang mewarnai cerita di belakang terbentuknya al-Qaeda, lho. Organisasi ini merupakan salah satu bentuk kebangkitan gerakan Islam militan yang sempat eksis pada tahun 1950–1990-an. Menurut informasi dari jurnal The Rise and Fall of Al Qaeda (2011), ada satu hal yang membedakan organisasi ini dengan organisasi Islam lainnya.

Al-Qaeda secara spesifik bisa dipandang sebagai organisasi militan Islam transnasional (punya anggota dan jaringan di berbagai negara) yang secara khusus melatih banyak pasukan Islam antara tahun 1989–1995. Tujuannya untuk apa?

Jadi sebenarnya, dibentuknya organisasi al-Qaeda ditujukan buat membantu negara-negara Islam mewujudkan ideologi Islam yang mereka anggap benar, seperti ideologi pan-Islamisme yang udah sempat gue bahas sebelumnya.

Hadirnya organisasi ini juga sebagai jawaban akibat hilangnya kepercayaan mereka terhadap pemerintah Arab untuk membela negara mereka. Karena itu lah al-Qaeda dibentuk.

Strateginya yaitu untuk mengelola sumber daya keuangan dan logistik, membentuk tentara profesional yang disiplin dan dapat diandalkan, serta mengontrak tentara tersebut sebagai tentara permanen.

Baca Juga: Sejarah dan Penyebab Terjadinya Konflik Syria – Materi Sejarah Kelas 12

Osama Bin Laden dalam Tragedi 9/11

Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, Tragedi 9/11 merupakan salah satu peristiwa pahit yang selalu diingat oleh Amerika Serikat, karena tragedi ini menewaskan ribuan orang Amerika dalam serangan terorisme yang dilakukan al-Qaeda.

Pada saat serangan itu terjadi, al-Qaeda dipimpin oleh Osama bin Laden. Melansir BBC, al-Qaeda menyalahkan AS dan sekutunya atas konflik yang terjadi di antara orang-orang Muslim.

Melihat dari kasus tersebut, konflik yang terjadi bisa dikategorikan ke dalam konflik horizontal, di mana konflik ini terjadi di antara suatu kelompok sosial dengan kedudukan yang setara secara agama. Oh iya, selain konflik horizontal, ada juga yang namanya konflik vertikal. Kalau elo penasaran bedanya apa dan kenapa konflik itu bisa terjadi, elo bisa cari tahu jawabannya di materi belajar Bentuk-Bentuk Konflik.

Menurut Peter Bergen, seorang jurnalis dan analis keamanan nasional CNN yang terfokus untuk mengangkat kisah Osama bin Laden dan al-Qaeda dalam buku-buku yang diterbitkannya sejak tahun 2001, Osama bin Laden punya strategi yang lebih dari sekadar membunuh sebanyak mungkin warga sipil Amerika.

Melalui salah satu tulisannya yang diterbitkan CNN, Peter mengungkapkan kalau strategi Osama bin Laden melakukan penyerangan 9/11 juga untuk menyudutkan Amerika agar menarik pasukannya dari seluruh Timur Tengah.

Rencananya ini semakin diperkuat dengan adanya fakta dari kelompok ekstremis Islam lain yang berhasil menyerang barak marinir Amerika di Beirut, Lebanon, pada tahun 1983. Karena beberapa bulan setelah kejadian tersebut, Amerika menarik semua pasukannya dari Lebanon.

Osama bin Laden pun berpikir serangan 9/11 bisa membuat Amerika Serikat menarik pasukannya dari pangkalan di Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi.

Lalu, apa yang terjadi dalam Tragedi 9/11?

tragedi 9/11
Asap yang terlihat di World Trade Center akibat serangan Tragedi 9/11. (dok. Wikimedia Commons)

Jadi, ada 19 anggota ekstremis Islam yang tergabung dalam al-Qaeda, melakukan aksi pembajakan empat pesawat komersial Amerika Serikat. Aksi serangan bunuh diri tersebut terjadi dengan sengaja menabrakkan dua pesawat ke lantai atas Menara Utara dan Selatan World Trade Center (WTC).

Kalau elo penasaran sama cerita lengkap Tragedi 9/11 yang membuat gedung WTC ambruk, elo bisa langsung tonton video materi belajar di bawah ini, ya!

Riwayat Hidup Osama bin Laden hingga Hari Kematiannya 9

Kemudian, pesawat ketiga juga ditabrakkan ke Pentagon di Arlington, Virginia. Akibat serangan tersebut, The Twin Towers atau Menara Kembar akhirnya runtuh. Setelah mengetahui kalau pesawat yang mereka tumpangi sedang dibajak, penumpang di pesawat keempat melawan dan pesawat tersebut jatuh ke lapangan kosong di Pennsylvania Barat.

Lima belas orang pembajak tersebut berasal dari Arab Saudi, dua dari Uni Emirat Arab, satu dari Mesir, dan satu lagi dari Lebanon.

Akibat peristiwa ini, Osama bin Laden menjadi the most wanted man atau orang yang paling dicari sama Central Intelligence Agency (CIA) pada saat itu. Bahkan, kisah penangkapannya tersebut sampai dijadikan film dengan judul Zero Dark Thirty (2012).

Oh iya, setelah Tragedi 9/11, Amerika Serikat langsung menyerbu Afghanistan, lho. Kira-kira, kenapa ya? Elo bisa temukan jawabannya di artikel Usai Tragedi 9/11, Mengapa AS Menyerbu Afghanistan?.

Zero Dark Thirty, Kisah Penangkapan Osama Bin Laden

Nah, kisah penangkapan Osama bin Laden juga jadi salah satu peristiwa yang bisa dibilang sangat menegangkan, lho. Kayak yang udah gue mention sebelumnya, penangkapannya sampai dijadikan film.

poster film zero dark thirty
Poster film Zero Dark Thirty (2012) yang bercerita tentang penangkapan Osama bin Laden. (dok. IMDb)

Seperti apa sih kronologi penangkapan Osama bin Laden saat itu? Oh iya, sebelum kita masuk ke kisah penangkapannya, gue mau jelasin sedikit tentang Zero Dark Thirty, ya.

Jadi, istilah Zero Dark Thirty ini bukan nama operasi penangkapan bin Laden. Ini merupakan sebuah istilah militer yang berarti waktu 30 menit setelah tengah malam atau waktu setelah keadaan di sekitar sudah terlihat gelap gulita.

Nggak lama setelah peristiwa 9/11, Presiden George W. Bush yang menjabat saat itu menyatakan Osama bin Laden sebagai pemimpin al-Qaeda harus ditangkap hidup atau mati. 

Sebenarnya pasukan Amerika juga sempat nyaris menangkapnya pada bulan Desember 2001 di sebuah kompleks di wilayah Tora Bora, Afghanistan. Namun, bin Laden melarikan diri dan menghindari otoritas AS selama bertahun-tahun.

Setelah itu, pasukan militer dan intelijen Amerika Serikat menjelajahi dunia buat mencari tempat persembunyian Osama bin Laden. Pada September 2010, CIA mendapatkan petunjuk dari foto pengawasan dan laporan intelijen bahwa ada seorang kurir al-Qaeda yang keluar masuk kompleks di Abbottabad, Pakistan.

Beberapa bulan berikutnya, CIA menggunakan informan, melakukan pengawasan, serta mengumpulkan pasukan intelijen lainnya buat menyelidiki apakah benar Osama bin Laden dan keluarganya bersembunyi di kompleks tersebut.

pemandangan kota abbottabad, pakistan.
Pemandangan kota Abbottabad, Pakistan. (dok. Wikimedia Commons)

Pada tanggal 29 April 2011, Presiden Barack Obama memberi wewenang kepada tim operasi khusus yang dikenal sebagai SEAL Team Six, untuk melakukan serangan di kompleks tersebut. Tim SEAL kemudian memulai pelatihan intensif untuk operasi selama beberapa bulan.

Akhirnya, operasi penangkapan dilakukan pada 1 Mei 2011. Amerika Serikat menurunkan dua helikopter Black Hawk ke kompleks di Abbottabad. Aksi penggerebekan tersebut berlangsung sekitar 40 menit.

Melansir HISTORY, tim SEAL mengumpulkan bukti berupa file komputer yang berisikan informasi bahwa pemimpin al-Qaeda membuat rencana untuk membunuh Presiden Obama dan melakukan serangan lanjutan untuk peringatan Tragedi 11 September. Informasi ini berhasil dikumpulkan selama operasi penangkapan berlangsung.

Di dalam operasi penggerebekan tersebut, lima orang termasuk Osama bin Laden dan salah satu putranya tewas tertembak di tempat.

Baca Juga: Sejarah Taliban: Asal Usul Taliban di Afghanistan

Kematian Osama Bin Laden

Operasi penggerebekan tersebut dimonitor secara real time oleh Presiden Obama yang berada di White House. Setelah operasi tersebut selesai, Presiden Obama langsung membuat pidato yang disiarkan langsung untuk mengumumkan kematian Osama bin Laden yang meninggal pada usia 54 tahun.

Lalu, di mana jasad Osama bin Laden dikuburkan?

Ini merupakan salah satu fakta yang menarik menurut gue. Setelah kematiannya diumumkan, Amerika melakukan upacara pemakaman untuk pemimpin al-Qaeda ini. Upacara dilangsungkan pada tanggal 2 Mei 2011 di kapal induk USS Carl Vinson di laut Arab utara.

Jenazah Osama bin Laden dimandikan sesuai dengan praktik keagamaan Islam dan dibungkus dengan kain putih atau kain kafan. Setelah itu, jasadnya dimasukkan ke dalam kantong pemberat dan kemudian ditenggelamkan ke laut.

ilustrasi laut
Ilustrasi laut, tempat jenazah Osama bin Laden ditenggelamkan. (dok. Dimitris Vetsikas dari Pixabay)

Jadi, jasad Osama bin Laden terkubur di dalam laut. Kenapa gitu, ya? Dilansir dari HISTORY, penjelasan pemerintah Amerika mengenai hal ini kurang konsisten. Ada artikel yang mengatakan kalau jenazah Osama bin Laden nggak dikuburkan di tanah karena AS nggak mau dia memiliki kuburan fisik yang bisa dianggap sebagai lambang atau simbol oleh para pengikutnya.

Selain itu, ada juga artikel lain yang menyebutkan bahwa ada negara yang menolak untuk menerima jasad Osama bin Laden. Maka dari itu, akhirnya diputuskanlah untuk menenggelamkan jasadnya di laut.

Nah, itu dia tadi kisah Osama bin Laden dari awal kehidupan sampai ke hari kematiannya. Kalau elo tertarik untuk membaca kisah al-Qaeda dan Osama bin Laden lebih dalam, elo bisa baca buku-buku karya Peter Bergen seperti:

  • Manhunt: The Ten-Year Search for Bin Laden–from 9/11 to Abbottabad Peter Bergen (2012).
  • The Osama Bin Laden I Know: An Oral History of Al Qaeda’s Leader (2006)
  • The Rise and Fall of Osama Bin Laden (2021).

Oh iya, kalau elo punya ide menarik untuk dibahas di artikel berikutnya, elo bisa langsung drop idenya di kolom komentar, ya. 

Sampai ketemu di artikel selanjutnya!

Osama bin Laden | Biography, al-Qaeda, Terrorist Attacks, Death, & Facts – Britannica Encyclopedia
Osama bin Laden – HISTORY (2020)
September 11 attacks: What happened on 9/11? – BBC News (2021)
How SEAL Team Six Took Out Osama bin Laden – HISTORY (2019)
Why Did US Forces Bury Osama Bin Laden’s Body at Sea? – HISTORY (2021)
al-Qaeda | History, Meaning, Terrorist Attacks, & Facts – Britannica Encyclopedia
Al Qaeda: Facts About the Terrorist Network and Its History of Attacks – HISTORY (2019)
Jurnal: The Rise and Fall of Al Qaeda di GCSP Geneva Papers (2011)
Osama bin Laden changed history on 9/11, but not in the ways he expected – CNN (2021)

Bagikan Artikel Ini!