tumbuhan paku pteridophyta

Berkenalan Dengan Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Artikel ini akan membahas tentang tumbuhan paku, mulai dari pengertiannya, ciri-ciri, hingga klasifikasinya.

Hi, guys! Siapa yang pernah mendaki gunung atau jalan-jalan ke hutan? Kalau pernah, kamu pasti udah gak asing sama jenis tumbuhan yang akan aku bahas di artikel ini. Eitss, bukan hanya mereka yang pernah mendaki gunung atau jalan-jalan ke hutan aja kok yang pernah lihat, pokoknya kalau keadaan lingkungan lembap kemungkinan besar kamu bakal bertemu dengan tumbuhan ini.

tumbuhan paku pteridophyta
Tumbuhan paku atau Pteridophyta termasuk dalam kingdom Plantae (sumber gambar: unsplash.com/lindasondergaard)

Hmm.. kira-kira tumbuhan apa ya? Yap, tumbuhan paku atau pakis-pakisan ini termasuk dalam kingdom Plantae, yaitu Pteridophyta. Cari tau lebih jauh tentang jenis tumbuhan yang satu ini, yuk!

Pengertian Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Tumbuhan paku atau biasa disebut dengan tumbuhan paku-pakuan atau pakis-pakisan merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki jaringan pembuluh xilem dan floem, namun tidak berbiji. Mereka menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya. Menurut Kinho, seorang peneliti dari Balai Penelitian Kehutanan Manado, menyatakan bahwa pteridophyta merupakan suatu divisi tumbuhan yang sudah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus), artinya tubuhnya bisa dibedakan dalam tiga bagian pokok yaitu akar, batang, dan daun.

Ciri-ciri Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki susunan yang khas, sehingga mudah dibedakan dengan tumbuhan lainnya. Nah, ini dia ciri-ciri dari tumbuhan paku.

  • Tubuh utama tumbuhan paku adalah sporofit.
  • Sudah dapat dibedakan akar, batang dan daunnya.
  • Memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem.
  • Berkembang biak dengan spora yang terbentuk pada sporangium, letaknya ada di permukaan ventral atau di ketiak daun.
  • Mengalami metagenesis.
  • Alat reproduksi jantan pada tanaman paku disebut anteridium, sedangkan betina disebut arkegonium.
  • Daun yang masih muda akan menggulung layaknya gagang biola.
  • Penampilan luarnya ada yang berupa pohon, semak, epifit, merambat, mengapung, hidrofit, dan menjalar.

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Menurut Gembong Tjitrosoepomo, dalam buku Morfologi Tumbuhan tahun 2005, pteridophyta memiliki jenis yang heterogen, baik dari segi habitatnya maupun cara hidupnya. Nah, tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi paku sejati (pteropsida), paku purba (psilopsida), paku ekor kuda (sphenopsida), dan paku kawat (lycopsida).

klasifikasi tumbuhan paku pteridophyta
Contoh tumbuhan paku berdasarkan klasifikasinya

Paku Sejati (Pteropsida)

Pteropsida atau paku sejati juga biasa disebut sebagai tumbuhan pakis lho, guys. Disebut sejati, karena tumbuhan paku jenis ini memiliki akar, batang, dan daun sejati. Biasanya, kalau daun masih muda itu bakal menggulung. Nah, di antara jenis tumbuhan paku, jenis inilah yang paling banyak spesiesnya. Batang paku sejati tumbuh di atas permukaan tanah secara tegak dan ada juga yang terbenam ke bawah tanah. Penyebaran spora dibantu oleh angin ke berbagai daerah.

Contoh tumbuhan paku sejati: Adiantum cuneatum (suplir) dan Asplenium nidus (paku sarang kuda).

Paku Purba (Psilopsida)

Sesuai dengan namanya, paku purba merupakan tumbuhan paku yang keberadaannya sudah hampir punah lho, guys. Tumbuhan ini sudah ada sejak zaman purba dan saat ini ditemukan dalam bentuk fosil. Bentuk daunnya kecil, bahkan ada yang tidak berdaun. Oh iya, tumbuhan paku purba juga sering disebut sebagai paku telanjang, karena sporangiumnya terbuka. Mereka tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tapi, tetap memiliki pembuluh angkut xilem dan floem ya. Meskipun jenis paku purba banyak yang ditemukan dalam bentuk fosil seperti Rhynia major, masih ada lho spesies yang masih ada sampai saat ini, yaitu Psilotum.

Contoh tumbuhan paku purba: Psilotum nudum dan Rhynia major.

Paku Ekor Kuda (Sphenopsida)

Tumbuhan paku jenis ini disebut sebagai paku ekor kuda karena bentuknya yang menyerupai ekor, memanjang. Paku ini bisa berusia tahunan lho, guys. Batangnya berwarna hijau, beruas, berlubang di tengah, dan bisa bercabang. Lho, kok berlubang di tengah? Yap, lubang di tengah itu berperan dalam proses fotosintesis sebagai pengganti daun.

Contoh tumbuhan ekor kuda: Equisetum arvense.

Paku Kawat (Lycopsida)

Paku kawat atau lycopsida merupakan jenis tumbuhan paku yang termasuk dalam heterospora, yaitu dapat menghasilkan dua macam spora (mikrospora dan makrospora). Ciri-cirinya sesuai dengan namanya, yaitu berdaun kecil dengan susunan spiral dan memiliki batang seperti kawat. Untuk sporangiumnya akan muncul di ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus. Biasanya sih paku kawat hidupnya di daratan, guys.

Contoh tumbuhan paku kawat: Lycopodium clavatum.

Demikian penjelasan mengenai tumbuhan paku. Ternyata tumbuhan paku sangat beragam dan keberadaannya cukup dekat dengan lingkungan kita ya, guys. Seru ‘kan belajar tentang kingdom Plantae khususnya pteridophyta ini? Kira-kira apa sih pendapat kamu tentang tumbuhan paku? Manakah tumbuhan yang membuatmu kaget bahwa ternyata tumbuhan tersebut termasuk dalam tumbuhan paku? Kalau aku sih Asplenium nidus atau paku sarang kuda, guys. Hihihi.

Baca Juga Artikel Lainnya

Kingdom Plantae
Kingdom Animalia