Kelompok Sosial: Materi Sosiologi Kelas 11

Artikel ini akan membahas tentang materi kelompok sosial yang mencakup pengertian, ciri-ciri, syarat terbentuknya, tipe atau jenis, hingga pola hubungan antar kelompoknya.

Hi, guys! Apa kabar? Semoga sehat selalu ya. Sebelum membahas inti dari materi yang akan aku tulis di sini, aku mau tanya dulu nih, kamu punya sahabat? teman dekat? keluarga? Pasti punya donk? Kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Manusia senantiasa hidup berdampingan, bahkan di dalam rumah pun ada yang namanya keluarga. Nah, hal itu disebut juga sebagai kelompok sosial. Bahkan, tanpa kamu sadari, kamu juga udah bergabung dengan kelompok itu sendiri. Wah iya? Kelompok jenis apa ya kira-kira? Yuk, langsung aja kita cari tau!

Apa Itu Kelompok Sosial?

Kamu tau gak kelompok sosial itu apa? Kalau menurut Soerjono Soekanto dalam bukunya yang berjudul Sosiologi Suatu Pengantar, kelompok ini adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi. Dalam buku Pengantar Sosiologi, Wila Huky juga mengatakan bahwa kelompok ini adalah suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi. Nah, jadi kalau ada kumpulan orang, kemudian mereka saling berinteraksi, itu udah bisa dibilang kelompok sosial ya, guys. Contohnya keluarga, teman kelas, dll.

kelompok sosial di dalam masyarakat
Antar anggota masyarakat di dalam suatu kelompok saling berinteraksi dan memiliki kesamaan karakteristik/tujuan (sumber gambar: unsplash.com/adrigeo)

Ciri ciri dan Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial

Suatu perkumpulan bisa dikatakan sebagai kelompok sosial juga ada syaratnya lho, guys. Ciri-ciri dan syarat terbentuknya kelompok ini menurut Soerjono Soekanto adalah sbb:

  • Setiap anggota kelompok sadar bahwa ia tergabung dalam suatu kelompok.

Sebelumnya kamu udah tau kalau pengertian dari kelompok ini salah satunya ada interaksi. Maksudnya, mereka yang tergabung dalam kelompok tersebut sadar untuk saling berinteraksi supaya tujuan kelompok dapat tercapai. Contohnya suatu kelompok di sekolah, agar kamu dan anggota kelompokmu bisa menyelesaikan tugas dari guru dengan baik dan mendapatkan hasil sempurna, maka terdapat diskusi dan kerjasama untuk mewujudkan itu di dalam kelompok, betul? Lain halnya dengan mereka yang berada di halte saat menunggu bis, mereka gak merasa terhubung satu sama lain, tujuan mereka masing-masing, yaitu untuk menuju suatu tempat. Jadi, tidak ada kelompok sosial yang terjadi di sana. Tapi, kalau mereka sadar bahwa mereka memiliki tujuan yang sama dan saling berinteraksi, itu bisa dikatakan sebagai kelompok tersebut.

  • Adanya hubungan timbal balik antar anggota kelompok.

Antar anggota kelompok harus memiliki hubungan timbal balik supaya tujuan dapat tercapai. Jadi, mereka yang tergabung di dalam kelompok saling mendapatkan feedback gitu lho, guys. Contohnya tadi saat kerja kelompok. Supaya guru memberikan nilai sempurna untuk kelompokmu, maka kamu dan anggota yang lain harus saling berdiskusi, memberikan ide-ide, dan bekerjasama. Kalau sama orang lain pas nunggu bis di halte dan gak ada interaksi, maka tidak ada kelompok sosial di sana.

  • Adanya faktor pengikat antar anggota.

Meskipun antar anggota terdiri dari berbagai suku, karakter, dan latar belakang, tapi kelompok sosial itu selalu memiliki suatu kesamaan antar anggotanya, misalnya memiliki tujuan yang sama. Contohnya paguyuban, antar anggota paguyuban biasanya memiliki faktor pengikat yaitu asal daerah yang sama. Ada juga kelompok sosial yang terjadi antara kamu dan sahabat-sahabatmu, ada kesamaan karakter di sana. Itu bisa dikatakan sebagai kelompok sosial.

  • Antar anggota memiliki struktur atau pola perilaku yang sama.

Suatu kelompok memiliki ciri khusus yang membuatnya berbeda dengan kelompok lainnya. Nah, struktur atau pola perilaku termasuk faktor pembeda yang cukup penting ada di dalam suatu kelompok sosial. Misalnya, ada peraturan di dalam kelompok, maka anggota yang tergabung dalam kelompok sosial tersebut mengikuti aturan yang ditetapkan dalam kelompok tersebut. Jadi, antar anggotanya memiliki pola perilaku yang sama.

  • Bersistem dan berproses.

Kelompok sosial terbentuk dalam jangka waktu tertentu. Agar kelompok sosial tersebut terbentuk, bertahan, dan meningkat, tentu ada interaksi dan aktivitas yang dilakukan secara konsisten.

Nah, untuk menjadi kelompok sosial, semua syaratnya harus terpenuhi. Jadi, gak bisa kalau hanya ada satu yang memenuhi syarat, tapi syarat lainnya tidak terpenuhi, maka hal itu tidak bisa dikatakan sebagai kelompok sosial.

Tipe Kelompok Sosial

Kamu udah tau syarat dan ciri-ciri adanya kelompok sosial, nah sekarang apa aja sih klasifikasi atau tipe kelompok sosial? Berdasarkan keempat pendapat ahli di bawah ini, mereka mengklasifikasikan kelompok sosial sbb:

Emile Durkheim

Durkheim mengklasifikasikan kelompok sosial menjadi dua, yaitu solidaritas mekanik dan organik.

  1. Solidaritas mekanik berarti tidak ada pembagian kerja di dalam suatu kelompok. Semua anggota mendapatkan beban kerja yang sama (kolektif).
  2. Solidaritas organik berarti udah ada pembagian kerja, kamu ingat-ingat aja organis, setiap organ tentu memiliki fungsinya masing-masing. Nah, sama halnya dengan kelompok sosial yang masuk dalam klasifikasi organik ini, setiap anggota memiliki tugas dan fungsinya masing-masing, namun antara satu dan yang lainnya saling bergantung.

Ferdinand Tonnies

Klasifikasi kelompok sosial selanjutnya menurut pendapat Tonnies. Ia membagi kelompok sosial menjadi dua juga nih, yaitu gesellschaft dan gemeinschaft.

  • Gesellschaft (patembayan), merupakan kelompok sosial formal atau resmi. Antar anggota tidak terlalu dekat, contohnya adalah kelompok kerja dan partai politik.
  • Gemeinschaft (paguyuban), kalau kelompok yang satu ini lebih ke hubungan informal, biasanya karena adanya hubungan darah atau daerah asal tinggal. Contohnya adalah keluarga dan kerabat dekat.

Charles Cooley

Cooley membagi kelompok ini menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

  1. Primer, merupakan kelompok yang akrab atau kenal satu sama lain, informal.
  2. Sekunder, merupakan kelompok formal dan resmi, kemudian hubungan antar anggotanya tidak begitu akrab. Teori ini sama dengan gesellschaft milik Tonnies.

W.G Sumner

Terakhir, ada klasifikasi kelompok ini menurut pendapat W.G Sumner. Ia mengungkapkan dua klasifikasi, yaitu in-group dan out-group.

  • In-group, merupakan kelompok yang antar anggotanya memiliki faktor simpati dan akrab satu sama lain. Terdapat kerjasama, hubungan persahabatan, keteraturan, dan kedamaian di dalamnya.
  • Out-group, merupakan kelompok yang antar anggotanya saling mengedepankan sikap antagonisme antipati. Kebalikan dari in-group, bahwa di dalam kelompok terdapat kebencian, ketidakpedulian, dan permusuhan antara anggota yang satu dengan yang lainnya.

Pola Hubungan Antar Kelompok

Pembahasan selanjutnya dari artikel ini adalah pola hubungan antar kelompok. Wah, kira-kira apa ya yang akan dibahas kali ini? Apakah menjelaskan tentang hubungan antar anggota di dalam kelompok tersebut? atau permasalahan yang ada di dalamnya? Daripada bingung, yuk langsung aja kita bahas!

Akulturasi

Akulturasi adalah gabungan dari dua kebudayaan, tapi masih ada sisa kebudayaan masing-masing.

Dominasi

Dominasi adalah suatu keadaan di mana salah satu ras menguasai kelompok lain. Ada 5 jenis dominasi menurut Kornblum, yaitu genosida, 

  1. Genosida (pembunuhan massal terhadap suatu kelompok tertentu).
  2. Pengusiran.
  3. Perbudakan.
  4. Segregasi (pembuatan stratifikasi/kasta).
  5. Asimilasi (pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli, sehingga memunculkan kebudayaan baru).

Paternalisme

Paternalisme merupakan dominasi kelompok pendatang. Pola hubungan seperti ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh kelompok pendatang untuk membatasi kebebasan seseorang atau kelompok demi ego pribadi.

Integrasi

Integrasi adalah pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan dan bisa berbaur atau campur antar kebudayaan. Ingat ya, inti dari integrasi ini mengakui dan mencampurkan atau menyatukan kebudayaan, gitu guys.

Pluralisme

Pluralisme ini terjadi pada kelompok majemuk, dimana terdapat banyak perbedaan di dalam kelompok tersebut, namun mengakui adanya perbedaan tersebut. Jadi, berbeda dengan integrasi yang menyatukan kebudayaan, sedangkan pluralisme ini yaudah tetap ada perbedaan di dalam kelompok, tapi tidak disatukan. Dibiarkan aja selama tidak ada keributan.

Demikian penjelasan mengenai materi sosiologi kelas 11 tentang kelompok sosial. Semoga setelah membaca ini kamu paham ya dengan materi yang disampaikan. Have a nice day!

Baca Juga Artikel Lainnya

Materi Nilai dan Norma Sosial

Belajar Sosiologi Buat Apa?

Sosialisasi