Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen, Spesies, dan Ekosistem – Materi Biologi Kelas 10

Keanekaragaman hayati biologi kelas 10.

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang begitu beragam. Keberagaman ini disebabkan oleh tiga tingkat keanekaragaman hayati. Apa saja?

Sebelum memulai pembahasan pada artikel kali ini, gue mau tanya dulu deh,

Elo punya hewan peliharaan nggak sih?

View Results

Loading ... Loading ...

Kalau gue nih, true story, ada beberapa hewan peliharaan di rumah gue saat ini, seperti kelinci, anjing, burung, kura-kura, dan ikan.

Tidak hanya di rumah gue, nggak sedikit juga tetangga-tetangga gue yang punya berbagai hewan peliharaan. Mereka juga ada yang punya burung, anjing, kucing, dan lain sebagainya.

Ilustrasi keanekaragaman hayati hewan peliharaan tetangga
Ilustrasi hewan peliharaan tetangga. (Arsip Zenius)

Selain hewannya bermacam-macam, rasnya pun juga macam-macam. Misalnya, ada tetangga gue yang punya kucing persia. 

Ada lagi tetangga lain yang punya kucing lokal berwarna jingga yang biasanya ikonik banget buat jadi meme. Ya, beragam banget jenis-jenis hewan di perumahan gue.

Sekarang, coba elo lihat lingkungan sekeliling elo. Apa saja sih hewan dan tumbuhan yang ada? Entah itu berbagai jenis bunga, burung, kucing, pohon, kupu-kupu, dan lain sebagainya.

Setelah dipikir-pikir lagi, banyak banget ya jenis makhluk hidup di sekitar kita. Apalagi yang tinggal di hutan atau habitat lainnya tanpa banyak campur tangan manusia, pasti lebih beragam lagi.

Nah, keberagaman makhluk hidup tadi itu, bisa dibilang merupakan contoh sederhana dari keanekaragaman hayati.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tingkat keanekaragaman hayati yang kita pelajari di mata pelajaran Biologi kelas 10. Memangnya apa sih pengertian keanekaragaman hayati dan contohnya?

Mari kita bahas bersama-sama.

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati? Untuk mencari tahu tentang, coba kita lihat KBBI ya.

Pengertian keanekaragaman hayati menurut KBBI.
Pengertian keanekaragaman hayati menurut KBBI. (Arsip Zenius)

Di situ tertera kata “makhluk” nih, Sobat Zenius. Kalau ngomongin soal makhluk hidup, kira-kira elo kepikiran apa saja sih?

Tentunya, kita langsung kepikiran sama hewan, tumbuhan, dan juga manusia ya. Bila dilihat secara fisik, memang betul bahwa hewan dan tumbuhan, benar-benar beragam bentuk dan jenisnya.

Kok bisa sih makhluk hidup di muka bumi ini bermacam-macam banget? Di ujian, sering lho muncul soal berbunyi, “faktor yang menimbulkan keanekaragaman hayati adalah …”.

Nah, untuk menjawab itu, kita bisa melihat faktor genetik dan faktor luar (lingkungan), dengan mempelajari tingkat keanekaragaman hayati.

Berdasarkan dari pengertian keanekaragaman hayati menurut KBBI tadi, kita bisa melihat tingkat keanekaragaman hayati, yaitu keanekaragaman genetika, jenis, dan ekosistem.

Next, kita bedah tingkat keanekaragaman hayati ini satu per satu, yuk.

Tingkat Keanekaragaman Hayati

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, keanekaragaman hayati atau biodiversitas itu bisa dibagi menjadi tiga tingkat. Apa saja?

Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Dan Contohnya

Lihatlah gambar yang menunjukkan contoh keanekaragaman tingkat gen di bawah ini. Kenalin, ini Lisa, Jake, Hwasa, dan Daniel. Mereka semua merupakan pecinta kucing.

Keanekaragaman hayati tingkat gen dan contohnya.
Keanekaragaman hayati tingkat gen dan contohnya. (Arsip Zenius)

Gue lihat-lihat, kucing mereka tuh beda-beda banget ya. Sama-sama kucing sih, spesiesnya juga sama-sama Felis catus. Namun, tampilannya beda banget.

Kalau kucing sphynx itu, bulunya pendek banget, dan telinganya panjang berdiri tegak. Sedangkan, kucing persia bulunya panjang, dan telinganya pendek.

Padahal, mereka semua sama-sama kucing, tapi kok beraneka ragam banget? Jawabannya: karena faktor genetik.

Nah, jadi bisa disimpulkan nih, salah satu faktor yang mempengaruhi betapa beragam hayati di dunia adalah gen yang mewariskan sifat ke generasi-generasi selanjutnya.

Sebagai catatan, gen merupakan unit pewarisan sifat, berupa materi dalam kromosom makhluk hidup, yang diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Keanekaragaman tingkat gen ini nggak hanya berlaku pada hewan saja ya, namun juga pada tumbuhan dan manusia.

Makanya, kalau elo perhatikan, manusia alias homo sapiens itu beragam banget, kan? Dilihat dari rambut, mata, kulit, tinggi, dan bentuk tubuh lainnya, terlihat perbedaan yang disebabkan oleh gen.

Jadi penasaran deh, kenapa sih perlu ada variasi gen di dunia ini? Buat cari tahu jawabannya, gue rekomendasikan elo buat nonton video di bawah ini.

Video: Apa Itu Gen? Kenapa Butuh Variasi Gen?

Video pembahasan pentingnya variasi gen zenius education.
Video pembahasan pentingnya variasi gen. (Arsip Zenius)

Oke, sampai sini kita sudah membahas keanekaragaman hayati tingkat gen, dengan contoh berbagai ras kucing yang berbeda akibat dari gen.

Selain contoh kucing tadi, gue mau ngasih contoh lain juga ah biar lebih lengkap. Hayo, elo kepikiran nggak, kira-kira apa lagi contoh lainnya?

Kalau lagi musim kelulusan, biasanya orang-orang terdekat mulai mencari toko bunga, untuk membeli buket bunga ya. Salah satu bunga yang paling populer untuk menjadi komponen buket itu biasanya bunga mawar.

Berhubung biasanya warna merah identik dengan kesan romantis, ada kalanya toko bunga juga menyediakan mawar dengan warna lainnya seperti mawar merah muda, kuning, biru, dan bahkan ungu.

Nah, perbedaan warna mawar tersebut merupakan contoh keanekaragaman tingkat gen, Sobat Zenius. Gimana, sudah jelas belum soal keanekaragaman hayati tingkat gen? Coba elo share contoh lainnya di kolom komentar ya.

Selanjutnya, kita bahas soal keanekaragaman di tingkat lainnya.

Baca Juga: Substansi Genetika dan Istilahnya – Materi Biologi Kelas 12

Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies Dan Contohnya

Pada tingkat ini, keanekaragaman hayati itu didasari oleh variasi jenis atau spesies makhluk hidup tersebut. 

Dibandingkan tingkat genetik, perbedaan fisik hayati di tingkat spesies tentu sangat jelas ya. Misalnya, kalau elo pergi ke kebun binatang, peternakan, atau hutan, tentu elo melihat berbagai hewan dan tumbuhan, kan?

Nih, coba lihat peternakan Pak Ed Siram di bawah ini.

Keanekaragaman hayati tingkat spesies dan contohnya.
Keanekaragaman hayati tingkat spesies dan contohnya. (Arsip zenius)

Di situ, elo bisa melihat berbagai hewan ternak seperti kuda, sapi, babi, dan ayam. Jelas banget ya, mereka jenis hewan yang berbeda.

Dilihat dari nama spesiesnya pun jelas berbeda banget. 

Nama HewanNama Latin
KudaEquus ferus 
SapiBos taurus
BabiSus domesticus
AyamGallus domesticus

Eh, tapi kita harus hati-hati lho, Sobat Zenius. Terkadang, ada hewan atau tumbuhan yang kesannya mirip, namun ternyata beda spesies.

Misalnya, keledai dan kuda. Sekilas, keduanya memiliki perawakan yang agak mirip. Selain itu, kedua jenis hewan tersebut bisa dikawinkan, lho. Namun, perlu diketahui bahwa mereka merupakan dua spesies yang berbeda.

Contoh lainnya, kacang hijau dan kacang merah. Walau keduanya sama-sama merupakan kacang, mereka bukanlah spesies tumbuhan yang sama. Kok bisa ya?

Untuk pembahasan lebih rinci mengenai perbedaan keanekaragaman tingkat gen dan spesies dengan tutor yang asyik, langsung saja elo nonton video di bawah ini.

Video: Apa Bedanya Keanekaragaman Gen Dan Spesies?

Perbedaan keanekaragaman gen dan spesies.
Perbedaan keanekaragaman gen dan spesies. (Arsip Zenius)

Selanjutnya, kita bahas keanekaragaman hayati tingkat ekosistem dan contohnya, kuy.

Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem Dan Contohnya

Selain gen dan spesies, faktor ekosistem juga mendorong adanya keanekaragaman hayati. Ekosistem di sini maksudnya suatu interaksi antara makhluk hidup (biotik) dan komponen yang nggak hidup (abiotik).

Untuk contohnya, mari kita bahas ekosistem pantai dan padang rumput. Sekarang, coba bayangkan apa saja sih faktor biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan) yang ada di dua ekosistem tersebut?

Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem.
Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem. (Arsip Zenius)

Kita mulai dari pantai dulu ya. Pantai itu sangat khas dengan pasir dan air asin. Di sana tumbuhan seperti bakau dan kelapa bisa tumbuh dengan subur karena kemampuan mereka untuk memanfaatkan air asin.

Selain itu, ada beberapa hewan yang biasanya bisa ditemui di pantai, seperti kepiting, penyu, burung pantai, kerang, dan lain sebagainya.

Beda lagi kasusnya di padang rumput. Tumbuhan yang tumbuh di padang rumput nggak punya kemampuan untuk memanfaatkan air asin, makanya tumbuhan tersebut tidak bisa tumbuh di daerah pantai.

Untuk hewan, banyak banget jenis hewan yang bisa elo temui di padang rumput. Biasanya, kalau elo menonton saluran TV tentang kehidupan liar, elo bisa melihat dokumenter tentang kehidupan di padang rumput.

Beberapa contoh hewan di padang rumput meliputi singa, gajah, hyena, wildebeest, jerapah, dan lain sebagainya.

Gue jadi ingat sama satu hal yang menarik deh. Biasanya, kalau ditanya siapa raja hutan, pasti jawabannya adalah singa. Namun, sebenarnya singa itu nggak tinggal di hutan lho, melainkan di padang rumput tadi.

Jadi, sebenarnya gelar tersebut lebih cocok diberikan ke harimau nggak sih, Sobat Zenius? Gimana pendapat elo, setuju nggak kalau harimau jadi raja hutan?

Hewan apa yang pantas menjadi raja hutan?

View Results

Loading ... Loading ...

Selain dua contoh ekosistem tadi, elo bisa nonton video materi Zenius yang membahas ekosistem lainnya lho, seperti tundra, gurun, hutan, air tawar, dan air asin. Silahkan nonton melalui link di bawah ini.

Video: Keanekaragaman Ekosistem Tundra Dan Gurun

Video Zenius tentang keanekaragaman hayati tingkat ekosistem dan contohnya
Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem dan contohnya. (Arsip Zenius)

Sobat Zenius, kita sudah membahas keanekaragaman hayati tingkat gen, spesies, dan ekosistem nih. Sekarang, elo sudah paham kan apa perbedaan tiga tingkat tersebut dan contohnya?

Di bagian selanjutnya, kita akan membahas keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia. Mari kita meluncur …

Baca Juga: Pengertian Ekosistem dan Komponen Pembentuknya – Materi Biologi Kelas 10

Keanekaragaman Hayati Di Indonesia

Di dunia internasional, Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati.

Hewan endemik indonesia seperti badak jawa, orangutan kalimantan, anoa, dan harimau sumatra.
Ilustrasi hewan endemik Indonesia. (Arsip Zenius)

Berdasarkan informasi dari situs LESTARI, sebuah proyek pengelolaan hutan secara berkesinambungan yang didukung USAID (United States Agency for International Development), Indonesia menempati ranking yang tinggi untuk keanekaragaman.

Contohnya, Indonesia menempati peringkat satu untuk jumlah mamalia yang mencapai 515 spesies dan palmae yang mencapai 400 spesies.

Lalu peringkat tiga untuk kategori reptil yang diperkirakan melebihi 600 spesies, dan peringkat empat untuk burung dengan 1519 spesies yang dikenal.

Selain itu, Indonesia menempati peringkat lima untuk kategori amfibi, dengan 270 spesies yang bisa ditemukan di Zamrud Khatulistiwa ini. Keren banget, kok bisa ya?

Penyebab utama indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi adalah letak geografis wilayah Indonesia, yang bisa elo lihat melalui ilustrasi di bawah ini.

Keanekaragaman hayati di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 wilayah.
Keanekaragaman hayati di Indonesia. (Arsip Zenius)

Elo bisa lihat, persebaran flora dan fauna Indonesia yang sangat beragam itu bisa dibagi menjadi 3 wilayah. Apa saja?

  • Wilayah barat (Zona Asiatis), yang memuat flora dan fauna Asiatis seperti Gajah Sumatera, Rafflesia Arnoldii, dan Harimau Jawa.
  • Wilayah tengah (Zona Peralihan), di mana flora dan fauna peralihan Asiatis dan Australis berkumpul, seperti komodo, anoa, dan tumbuhan eukaliptus.
  • Wilayah timur (Zona Australis),  yang memuat flora dan fauna Australis seperti Burung Cendrawasih, Kanguru Papua, dan merak.

Gue jadi bertanya-tanya deh. Kenapa gajah itu adanya di wilayah barat alias Zona Asiatis ya? Kok nggak ada sih Gajah Papua gitu. Kira-kira kenapa ya?

Nah, ada nih video keren yang membahas soal persebaran flora fauna di Indonesia dengan cerdas, cerah, dan asyik. Cari tahu soal asal usul pembagian tiga wilayah tadi melalui video di bawah ini.

Video: Kenapa Gak Ada Gajah & Harimau Di Papua?

Video materi Zenius tentang persebaran flora dan fauna di Indonesia
Yuk tonton video materi tentang persebaran flora dan fauna di Indonesia! (Arsip Zenius)

Sungguh beragam ya kehidupan di negara kita ini. Tentu keberagaman ini harus kita jaga bersama-sama. Oleh karena itu, mari kita bahas bagaimana upaya pelestarian keanekaragaman hayati di bagian selanjutnya.

Baca Juga: Apa Itu Biosfer? – Materi Geografi Kelas 11

Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Merupakan suatu hal yang menyedihkan, bahwa kita manusia dapat mengurangi keanekaragaman hayati, lho.

Contoh salah satu kegiatan manusia yang dapat menurunkan keanekaragaman hayati adalah perusakan habitat. Entah itu penebangan atau perburuan liar.

Ada banyak alasan mengapa manusia melakukan ini, ada yang ingin membuka lahan, ada juga yang ingin mendapatkan komoditas tertentu untuk dijual.

Selain penebangan dan perburuan liar, penggunaan bahan kimia (seperti pupuk, pestisida, sabun, dan lain sebagainya) secara berlebihan juga dapat merusak lingkungan.

Di Indonesia, Harimau Jawa dan Harimau Bali sudah punah, lho. Hal ini disebabkan oleh perburuan dan perusakan habitat.

Selain hewan, kita juga perlu memperhatikan tumbuhan. Apalagi, keanekaragaman hayati akan menurun secara cepat dan langsung jika terjadi bibit unggul yang ditanam secara monokultur, lho.

Monokultur di sini berarti penanaman atau budidaya satu jenis tanaman saja. Biasanya, ini dilakukan untuk kebutuhan ekonomi agar lahan pun lebih efisien.

Namun, sistem budidaya ini berisiko menurunkan biodiversitas tumbuhan lainnya. Selain itu, sistem ini juga dapat menyebabkan ledakan hama dan penurunan kualitas tanah. Waduh, serem ya kerugiannya.

Lantas, gimana dong cara melestarikan spesies-spesies hewan yang sekarang masih ada? Salah satu upaya menjaga keanekaragaman hayati adalah melalui konservasi, yaitu pemeliharaan, pelestarian, dan perlindungan keanekaragaman hayati untuk mencegah kerusakan dan kepunahan.

Jenis konservasi in-situ dan ex-situ.
Jenis konservasi. (Arsip Zenius)

Berikut ini dua jenis konservasi yang umum dipelajari.

  • In-situ, usaha pelestarian alam yang dilakukan dalam habitat aslinya. Contoh : pelestarian komodo di Taman Nasional Komodo.
  • Ex-situ, usaha pelestarian dengan mengambil flora dan fauna dari habitat yang tidak aman atau terancam, dan ditempatkan ke perlindungan manusia. Contoh: Kebun Raya Bogor.

Untuk pengetahuan yang mendalam mengenai contoh dan pentingnya konservasi, elo bisa nonton video di bawah ini.

Video: Konservasi

Upaya pelestarian keanekaragaman hayati melalui konservasi.
Upaya pelestarian keanekaragaman hayati melalui konservasi. (Arsip Zenius)

Wih, kita sudah membahas berbagai materi mengenai keanekaragaman hayati nih. Tentunya materi ini sangat penting  dan bermanfaat sekali untuk dipelajari. 

Memangnya, apa sih manfaat materi ini, dan apa manfaat keanekaragaman hayati bagi manusia?

Mari kita bahas bersama-sama melalui contoh soal di bagian selanjutnya.

Contoh Soal

Berikut ini contoh soal mengenai keanekaragaman hayati.

Contoh Soal 1

Manfaat keanekaragaman hayati bagi manusia adalah sebagai berikut, kecuali.…

A. Sumber hasil pertanian

B. Sumber obat-obatan

C. Sumber pengairan​

D. Sumber perikanan

E. Sumber ilmu pengetahuan

Pembahasan:

Yang namanya hayati atau makhluk hidup, tentu berhubungan dengan faktor biotik ya. Dalam kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan banyak digunakan sebagai komoditas yang memenuhi kebutuhan manusia serta transaksi ekonomi.

Sekarang, mari kita lihat jawaban di atas satu per satu. Betul sekali bahwa ada berbagai tumbuhan sayur dan buah yang dibudidayakan untuk dijadikan sumber hasil pertanian.

Selain itu, ada berbagai tanaman herbal yang seringkali dikonsumsi untuk pengobatan dan vitamin.

Lalu bagaimana dengan pengairan? Ini erat kaitannya dengan sumber mata air, yang merupakan komponen abiotik ya. Jadi, ini nggak tepat sebagai keanekaragaman hayati bagi manusia.

Selanjutnya, betul sekali bahwa ada berbagai jenis hewan ikan baik di ekosistem air laut maupun air tawar yang dijadikan sumber perikanan.

Tentunya, selain untuk kegiatan ekonomi, keanekaragaman hayati ini juga berguna sebagai sumber ilmu pengetahuan untuk memahami dunia dengan lebih baik.

Dari pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa jawaban yang paling tepat adalah sumber pengairan alias C.

Contoh Soal 2

Manfaat mempelajari keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut, kecuali.…

A. Mengetahui ciri dan sifat masing-masing jenis hayati.

B. Mengetahui kekerabatan antar makhluk hidup.

C. Mengetahui persebaran flora dan fauna di dunia.

D. Mengetahui manfaat hayati untuk eksploitasi ekonomi.

E. Mengetahui manfaat masing-masing jenis makhluk hidup.

Pembahasan:

Ilmu keanekaragaman hayati dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai kekerabatan, ciri-ciri, sifat, persebaran, dan manfaat makhluk hidup.

Dengan mempelajari ilmu ini, kita juga diharapkan mengerti betapa penting dan gentingnya melestarikan keanekaragaman flora fauna di dunia yang terus terancam oleh berbagai faktor.

Oleh karena itu, jangan sampai berbagai aktivitas yang membahayakan keanekaragaman hayati secara ekstrim dibiarkan begitu saja. Misalnya, penebangan liar dan perburuan liar, serta bentuk eksploitasi hayati lainnya.

Alih-alih melakukan eksploitasi, kita harus memanfaat hayati sesuai kebutuhan saja, dan melangsungkan pelestarian berupa pencegahan dan konservasi.

Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah D.

*********

Oke Sobat Zenius, itulah pembahasan singkat mengenai keanekaragaman hayati serta tingkatannya. Kalau elo ingin mempelajari materi Biologi lainnya dengan lebih dalam dan asyik, coba deh nonton video materi Zenius dan akses soal-soalnya.

materi biologi

Pastikan elo log in akun Zenius elo ya supaya bisa akses video dan soalnya. Sampai di sini dulu artikel kali ini, dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Referensi

keanekaragaman hayati – KBBI (n.d.)

Keanekaragaman Hayati – LESTARI (n.d.)

Tropical Savannah: Animals – Wheeling Jesuit University (updated 2005)

Bagikan Artikel Ini!