Mengenal Apa Itu Biosfer, Karakteristik, dan Persebarannya – Materi Geografi Kelas 11

Gambar biosfer yang merupakan lapisan kehidupan.

Pernah, nggak, elo mendengar tentang apa itu biosfer? Buat elo yang penasaran, langsung cari tahu penjelasannya di bawah ini, yuk!

“Kenapa Indonesia punya banyak hutan?”

“Kenapa beruang kutub hanya ada di Kutub Utara?”

“Kenapa habitat komodo hanya ada di pulau-pulau tertentu, seperti Pulau Komodo?”

Pernahkah elo berpikir demikian? Iya juga, ya, kenapa komodo nggak tersebar di berbagai daerah seperti halnya kucing? Wkwkwk apa banget, sih, gue.

Buat elo yang menjawab “Takdir!”, wah, elo tipe orang yang simpel, sih, kayaknya. Lebih tepatnya nrimo aja gitu, ya, seperti filosofi orang Jawa.

Ternyata, guys, pertanyaan tentang kenapa ada hewan dan tumbuhan yang hanya tinggal di daerah tertentu atau kenapa ada daerah yang hutannya banyak itu bisa dijawab oleh ilmu geografi. Yaps, elo bisa menemukan jawabannya dalam kajian dinamika biosfer.

Apa Itu Biosfer?

Kalau kita lihat dari unsur katanya, ada kata “bio” di sana, apakah kemudian kita membahas ilmu biologi di dalam ilmu geografi? Memang ada kaitannya, guys. Namun, pembahasan kali ini dari sudut pandang geografi. Tentu saja pembahasannya nggak yang biologi banget, deh.

Ketika membahas suatu ilmu di dalam geografi, maka kita nggak akan jauh-jauh membahas tentang sudut pandang keruangan. Yaps, hal itu karena geografi membahas “ruang”. Selain itu, geografi juga menekankan pada prinsip persebaran ketika membahas tentang biosfer. Misalnya yang akan kita bahas nanti mengenai persebaran flora dan fauna. Berhubungan dengan keruangan dan persebaran, kan?

Lalu, apa itu biosfer?

Untuk mendefinisikan biosfer, kita pecah dulu katanya, ya.

Ilustrasi pengertian apa itu biosfer dilihat dari kata “bio” dan “sphere”.
Apa itu biosfer? (Arsip Zenius)

Kalau dirangkai, pengertian biosfer adalah lapisan kehidupan. Lho, maksudnya lapisan kehidupan itu gimana?

Biosfer adalah lapisan yang terdiri dari komponen biotik (hidup) dan abiotik (tidak hidup), di mana komponen tersebut terdapat pada litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.

Intinya, biosfer itu merupakan lapisan kehidupan yang ada di Bumi. Tentu saja biosfer ini ada di sekitar kita. Apakah penting mempelajari biosfer? Tentu saja penting, karena mempelajari fenomena biosfer itu sama dengan mempelajari peristiwa kehidupan yang ada di Bumi.

Kalau mau tau bagaimana Ilmu Geografi dan Biologi saling bersinggungan, yuk baca artikel ini: Mengenal Biogeografi dan Contohnya.

Karakteristik Biosfer

Bagaimana karakteristik lapisan biosfer? Untuk menjawab ini, elo bisa pikirkan, apa saja yang bisa kita temukan di dalam biosfer. Kalau sudah memikirkan itu, elo nggak akan kebingungan lagi menyebutkan gimana karakteristik lapisan biosfer.

Nah, yang bisa kita temukan di biosfer ada di sini semua, guys.

Ilustrasi hierarki biologi: organisme/individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, dan paling tinggi biosfer.
Gambar biosfer dan tingkatannya. (Arsip Zenius)

Apa itu biosfer dalam hierarki biologi? Sudah terjawab ya, biosfer dalam hierarki biologi itu sebagai puncaknya. Hal ini berhubungan dengan peran penting biosfer. Lapisan ini berfungsi sebagai sistem ekologis yang menyatukan seluruh makhluk hidup. Termasuk interaksi makhluk hidup dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi, semuanya terjadi di biosfer. 

Kita bahas beberapa tingkatan dalam hierarki tersebut dari individu hingga ke atas, yaitu bioma.

Contoh dalam tingkatan organisme atau individu, adalah seekor buaya. Yaps, individu itu artinya satu makhluk hidup. Bisa juga manusia, elo sendiri itu sebagai individu. Lalu, ada populasi, yaitu kumpulan individu yang sama, contohnya populasi buaya atau kumpulan buaya.

Naik lagi ke tingkat di atasnya, ada komunitas, yaitu kumpulan dari beberapa populasi. Contohnya adalah populasi buaya dan bebek dalam satu tempat. Nah, kumpulan komunitas yang berinteraksi dengan lingkungan tidak hidup (abiotik) dinamakan ekosistem. Contohnya komunitas rawa yang terdiri dari populasi buaya dan bebek. 

Selanjutnya, ada bioma, yaitu kumpulan ekosistem yang membentuk area geografis tertentu. Contohnya gurun, hutan, dan padang rumput.

Di atasnya bioma adalah biosfer. Sudah paham mengenai karakteristik biosfer, ya, sampai sini?

Baca selengkapnya tentang Bioma di artikel ini: Karakteristik Bioma Beserta Jenis dan Contohnya.

Persebaran Flora dan Fauna

Kenapa kita harus mengetahui persebaran flora dan fauna, termasuk yang ada di Indonesia? Sebenarnya jawaban untuk ini cukup simpel, guys. Karena, kita ingin mengetahui persebaran flora dan fauna tersebut untuk melakukan perencanaan wilayah. Kira-kira, manakah lokasi yang cocok untuk dijadikan sebagai kawasan lindung dan budaya.

Untuk apa tujuannya? Tentu saja untuk menjaga supaya flora dan fauna yang ada di Bumi ini nggak punah dan tetap lestari.

Sebagai contoh, tumbuhan yang ada di Indonesia jauh berbeda dengan tumbuhan yang hidup di Norwegia. Di Indonesia, tumbuhan yang hidup contohnya pohon jati, pohon mangga, dan padi. Sedangkan di Norwegia, tumbuhan yang hidup didominasi oleh paku-pakuan, betula, dan pinus.

Lantas, kenapa hal itu bisa terjadi?

Faktor Persebaran Flora dan Fauna

Persebaran flora dan fauna erat kaitannya dengan persebaran iklim, tanah (edafik), fisiografi, dan makhluk hidup yang ada di Bumi. Hal itu karena syarat hidup flora dan fauna sangat bergantung pada keempatnya. Apa saja faktor-faktor persebaran flora dan fauna?

Faktor Iklim

Iklim di dunia ini nggak tersebar secara merata, mulai dari iklim tropis hingga iklim kutub. Hal ini dikendalikan juga oleh temperatur dan curah hujan.

Nggak semua tanaman dan hewan dapat tumbuh pada kondisi temperatur yang sama. Kita ambil contoh beruang kutub. Selain di tempat asalnya, ia akan kesulitan hidup di daerah lain. Begitupun dengan hewan lain yang biasa hidup di daerah dengan temperatur tinggi, kemudian ia tinggal di daerah kutub. Kemungkinan ia tidak akan bisa bertahan hidup.

Sama halnya dengan curah hujan. Pada wilayah dengan curah hujan tinggi bisa terbentuk hutan hujan tropis, sedangkan wilayah yang curah hujannya rendah akan terbentuk hutan musim.

Faktor Edafik

Perbedaan kondisi tanah juga akan menghasilkan pola persebaran flora dan fauna di bumi.

Semakin asam suatu tanah, maka tumbuhan akan susah untuk hidup, begitu juga pada hewan. Sama halnya dengan tumbuhan, tumbuhan bisa berkembang dengan baik jika tekstur tanahnya lempung, karena mudah mengikat agregat tanah. Nah, tanaman yang baik, tentu saja akan berpengaruh terhadap hewan yang memakannya.

Faktor Fisiografi

Faktor yang satu ini berasal dari perbedaan relief Bumi. Elo sendiri tahu, kan, kalau permukaan Bumi itu nggak rata. Ada daerah pegunungan dan kemiringan lahan. Hal itu ternyata bisa menghambat pertumbuhan, lho.

Misalnya, lereng bukit yang membelakangi sinar matahari akan memiliki pertumbuhan yang lambat dibandingkan dengan daerah yang menghadap langsung sinar matahari. Kenapa, sih, bisa terjadi seperti itu?

Karena, kondisi seperti itu bisa menyebabkan adanya perbedaan suhu antara daerah yang satu dan lainnya. Dengan begitu, muncul beraneka vegetasi berdasarkan tinggi tempat. Coba, deh, elo perhatikan, tanaman yang ada di dataran tinggi dan rendah itu banyak yang berbeda.

Faktor Makhluk Hidup

Terakhir, ada faktor makhluk hidup. Maksudnya gimana? Kita ambil contoh hal yang paling dekat dengan kita, yaitu cacing. Ketika suatu lahan banyak cacingnya, maka tanaman yang tumbuh di lahan tersebut akan subur. Sebaliknya, tanaman yang tumbuh di lahan yang minim cacing, tingkat kesuburannya akan kurang baik.

Selain itu, diri kita sendiri sebagai manusia juga memegang peran penting dalam persebaran flora dan fauna, guys.

Ketika manusia memiliki perilaku yang nggak baik, misalnya melakukan pembukaan lahan dengan menggunduli hutan tanpa memikirkan flora dan fauna yang ada di dalamnya. Apa yang akan terjadi? Yaps, flora dan fauna tersebut semakin lama akan punah. Jadi, ayo lah, kita jaga lingkungan kita dengan baik!

Gimana, sudah paham mengenai apa itu biosfer dan bagaimana persebaran flora dan fauna di Indonesia? Sekarang kalau elo ditanya, “Mengapa manusia termasuk faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna?” Udah tau dong apa jawabannya?

Tentu saja alasannya karena ada banyak aktivitas manusia yang bisa mengusir fauna dari habitat aslinya. Misalnya, akibat alih fungsi hutan menjadi pemukiman warga. Nah, kalau hutan tempat tinggal hewan-hewan seperti burung dan binatang buas dijadikan pemukiman, tentu saja hewan-hewan tersebut akan cari tempat tinggal baru yang jauh lebih aman. Iya, kan?

Selain itu, diri kita sendiri, manusia juga memegang peran penting dalam persebaran flora dan fauna, guys.

Ketika manusia memiliki perilaku yang nggak baik, misalnya melakukan pembukaan lahan dengan menggunduli hutan tanpa memikirkan flora dan fauna yang ada di dalamnya. Apa yang akan terjadi? Yaps, flora dan fauna tersebut semakin lama akan punah. Jadi, ayo lah, kita jaga lingkungan kita dengan baik!

Gimana, sudah paham mengenai apa itu biosfer dan bagaimana persebaran flora dan fauna di Indonesia? Sekarang kalau elo ditanya, “Mengapa manusia termasuk faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna?”

Tentu saja alasannya karena ada banyak aktivitas manusia yang bisa mengusir fauna dari habitat aslinya. Misalnya, akibat alih fungsi hutan menjadi pemukiman. Nah, kalau hutan tempat tinggal hewan-hewan seperti burung dan binatang buas dijadikan pemukiman, tentu saja hewan-hewan tersebut akan cari tempat tinggal baru yang jauh lebih aman. Iya, kan?

Sebelum lanjut, pastikan kamu paham juga dengan Objek Studi Geografi. Baca artikelnya di sini: Mengenal Objek Studi Geografi.

Persebaran Fauna di Indonesia beserta Contohnya

Persebaran fauna di Indonesia sangat erat kaitannya dengan garis Wallace dan Weber. Apa itu garis Wallace dan Weber? Kedua garis tersebut merupakan garis khayal yang memisahkan persebaran flora dan fauna di Indonesia berdasarkan keterdapatan fauna di kondisi geografis dan geologis suatu daerah.

  • Garis Wallace merupakan garis khayal yang memisahkan zona Asiatis dan zona Peralihan.
  • Garis Weber merupakan garis khayal yang memisahkan zona Peralihan dengan zona Australis.

Apa itu zona Asiatis, Peralihan, dan Australis? Elo akan mengetahui definisinya pada poin selanjutnya di persebaran flora, ya.

Sekarang, gue kasih gambaran dulu mengenai bersebaran fauna di Indonesia beserta contohnya.

Peta persebaran fauna di Indonesia beserta contohnya.
Ini dia pembagian fauna berdasarkan garis Wallace dan Weber di Indonesia. (Arsip Zenius)

Pelajari lebih lengkap tentang Peta Persebaran Flora dan Fauna Indonesia di link berikut: Peta Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia.

Nah, kalau elo penasaran seperti apa pembagian berdasarkan ilustrasi di atas, elo bisa langsung nonton video belajar Zenius di sini.

Persebaran Flora di Indonesia beserta Contohnya

Kita lanjut ke persebaran flora di Indonesia juga sangat erat kaitannya dengan garis Wallace dan Weber, yuk!

Peta persebaran flora di Indonesia berdasarkan garis Wallace dan Weber.
Seperti ini pembagian wilayah persebaran flora oleh garis Wallace dan Weber. (Arsip Zenius)

Dari ilustrasi di atas, kita coba definisikan masing-masing zonanya, yuk!

  • Zona Asiatis terdiri dari hutan hujan tropis yang ada di daerah Kalimantan, hutan bakau di Sumatera, dan hutan gugur di Jawa.
  • Zona Peralihan terdiri dari dominasi pohon lontar dan hutan gugur di daerah Sulawesi dan sabana di daerah Nusa Tenggara.
  • Zona Australis terdiri dari hutan hujan tropis di daerah Maluku dan hutan bakau di daerah Papua bagian selatan. Dinamakan zona Australis karena flora di kawasan ini mendapat pengaruh dari flora Australia.

Elo bisa mempelajari lebih lanjut mengenai apa itu biosfer dan persebarannya juga bisa elo pelajari menggunakan video belajar Zenius dengan klik banner di bawah ini.

CTA video belajar geografi zenius

Contoh Soal dan Pembahasan Biosfer

Gimana, udah paham mengenai apa itu biosfer? Untuk menguji sejauh mana pemahaman elo mengenai materi biosfer dan persebaran flora fauna, gue ada beberapa contoh soal dan pembahasan yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Contoh Soal 1

Dalam mempelajari geografi, kita tidak bisa lepas dengan ilmu biologi, misalnya tentang biosfer. Geografi mempelajari biosfer dengan melihat dari sisi….

A. Sebarannya.
B. Keruangannya.
C. Polanya.
D. Klasifikasinya.
E. Pengertiannya.

Jawab: B. Keruangannya.

Pembahasan:

Geografi membahas biosfer dari sisi keruangannya. Contohnya, pernah kepikiran, “Lho, kok, hewan A hanya ada di ruang/daerah A, kenapa nggak ada di ruang B?”, nggak? Nah, itu contoh pendekatan yang akan dibahas dalam geografi.

Contoh Soal 2

Contoh penerapan biogeografi dalam perspektif sosial adalah….

A. Memanfaatkan SIG untuk inventarisasi sumber daya alam.
B. Pemanfaatan SIG untuk mengamati persebaran flora.
C. Membantu pengambilan keputusan dalam merencanakan zonasi wilayah.
D. Mempelajari persamaan jenis fauna di satu daerah dengan daerah lainnya.
E. Pengelompokan sebaran vegetasi di permukaan bumi.

Jawab: C. Membantu pengambilan keputusan dalam merencanakan zonasi wilayah.

Pembahasan:

Biogeografi merupakan ilmu yang mengkaji tentang persebaran flora dan fauna di dalam biosfer. Nah, ketika mengkaji biosfer, ada tiga cabang utama geografi yang perlu diperhatikan, yaitu geografi fisik, geografi sosial, dan geografi teknik.

Geografi fisik contohnya adalah pembagian persebaran flora dan fauna di permukaan bumi. Geografi teknik contohnya pemanfaatan SIG untuk mengamati persebaran flora dan fauna. Sedangkan, contoh penerapan geografi sosial adalah perencanaan tata ruang dengan memperhatikan unsur-unsur lingkungan yang ada di dalamnya. Jadi, jawaban yang paling tepat adalah C. membantu pengambilan keputusan dalam merencanakan zonasi wilayah.

Contoh Soal 3

Apa yang menyebabkan perbedaan utama antara fauna peralihan dengan fauna-fauna zona lainnya di Indonesia?

A. Perbedaan kondisi geografis.
B. Perbedaan curah hujan.
C. Adanya isolasi geografis.
D. Perbedaan topografi dan jenis tanah.
E. Perbedaan vegetasi dominan.

Jawab: C. Adanya isolasi geografis.

Pembahasan: 

Buat elo yang sudah nonton video belajar Zenius di link yang sudah gue kasih di atas, mungkin elo sudah tahu jawabannya dan paham dengan penjelasannya. Iya, kan?

Fauna peralihan rata-rata endemik atau khas di wilayahnya masing-masing itu karena terpisahkan oleh laut yang bersifat sebagai isolasi geografis alami wilayah peralihan. Jadi, jawaban yang paling tepat adalah C. Adanya isolasi geografis.

*****

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang apa itu biosfer dan persebaran flora fauna di Indonesia? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi Geografi lainnya di video Zenius. Elo juga bisa mencoba melatih kemampuan dengan level soal yang mirip UTBK beneran dengan klik link di bawah ini!

Try Out bareng Zenius

Referensi:

Kemendikbud Dukung Sidang Biosfer Internasional UNESCO di Palembang – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2018)

Modul Pembelajaran SMA Geografi Kelas XI – Kemdikbud (2020)

Bagikan Artikel Ini!