Kenapa Hari Raya Nyepi Harus Benar-Benar Sepi?

hari raya nyepi zenius

Kenapa ya Hari Raya Nyepi harus benar-benar sepi? Apa makna di baliknya? Yuk, cari tahu jawabannya!

Salah satu momen tak terlupakan dalam hidup gue adalah piknik SMA tahun 2013. Waktu itu, SMA gue mengadakan piknik ke Bali. Semua rombongan naik bis menuju Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur. Lewat pelabuhan itu, rombongan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Kenapa Hari Raya Nyepi Harus Benar-Benar Sepi? 57
Gif berlibur. (Dok. tenor.com)

Keberangkatan rombongan piknik sekolah gue bertepatan sama Hari Raya Nyepi. Gue ingat banget. Sesampainya di Pelabuhan Ketapang, semua rombongan harus stay di situ semalaman, sampai nunggu keesokan harinya buat menyeberang ke Pulau Bali.

Soalnya, ketika Hari Raya Nyepi, semua transportasi nggak boleh datang ke Bali maupun pergi keluar Bali. Gue sama teman-teman gue nonton bapak-bapak main catur di pelabuhan semalaman, sampai akhirnya matahari terbit dari timur lagi.

Sebagai anak SMA yang “polos”, gue mikir, “Kenapa Hari Raya Nyepi benar-benar harus sepi? Iya sih, namanya juga ‘nyepi’. But, why?”

Dan inilah jawabannya…

Apa Itu Hari Raya Nyepi?

Seperti yang gue sebut tadi, “nyepi” artinya sepi, hening, sunyi-senyap. So, makna Hari Raya Nyepi adalah momen umat Hindu buat berdiam diri dan recharge energy.

Menurut jurnal Perayaan Nyepi Umat Hindu Bali Bertindak Lokal dan Berpikir Universal (2018), alam semesta (bhuana agung) dan manusia (bhuana alit) perlu istirahat dan menyucikan diri. Alam semesta berhak buat rehat dan disucikan dari kegiatan manusia yang memanfaatkannya.

Sebaliknya, manusia juga perlu mensucikan diri dengan introspeksi atas apa yang sudah dilakukan. Dengan begitu, tercipta keseimbangan antara alam semesta dan manusia yang menghasilkan kebahagiaan lahir dan batin.

Kenapa Hari Raya Nyepi Harus Benar-Benar Sepi? 58
Ilustrasi Hari Raya Nyepi. (Dok. Freepik)

So, dalam menyambut Tahun Baru Saka, umat Hindu bisa menghadap Sang Hyang Widhi (Tuhan mereka) maupun menghadapi alam semesta dan sesama manusia dengan kondisi suci lahir-batin.

Baca juga: Sejarah Hari Raya Imlek, Perjalanan Perayaan Antar Dinasti hingga Kini

Sejarah Hari Raya Nyepi

Wait, barusan elo nyebut Tahun Baru Saka. Apaan tuh?”

Tahun Baru Saka adalah tahun baru buat umat Hindu. Tahun ini berkaitan banget sama sejarah Hari Raya Nyepi.

Dalam buku berjudul Nyepi: Kebangkitan, Toleransi, dan Kerukunan (2001), semua bermula dari Kekaisaran Kushan di India. Kanishka I jadi salah satu kaisar terbaik pada dinasti itu. Dia diangkat jadi kaisar pada tahun 78 Masehi. Hari penobatan Kanishka I kemudian dihitung sebagai tanggal 1, bulan 1, Tahun Saka.

Kanishka I terkenal sebagai kaisar yang sangat toleran. Dia menyatukan rakyatnya yang terdiri dari berbagai agama dan kepercayaan, termasuk Hindu dan Buddha. Pokoknya, dia menjunjung tinggi multikulturalisme banget deh. Elo bisa belajar tentang multikulturalisme di sini ya.

Kenapa Hari Raya Nyepi Harus Benar-Benar Sepi? 59
Kanishka I. (Dok. https://historypak.com/kanishka/)

Pemerintahan Kanishka I itu bikin rakyatnya jadi damai, aman, dan rukun. Umat Hindu dan Buddha bisa saling toleran. Ajaran toleransi ini kemudian menyebar luas sampai ke berbagai wilayah di Asia, termasuk Indonesia.

So, umat Hindu di Indonesia mengenang ajaran toleransi ini dari Kanishka I. Hari penobatan Kanishka I pada tanggal 1 bulan 1 tahun Saka kemudian diperingati sebagai Hari Raya Nyepi. Hari Raya Nyepi mengawali tahun toleransi dan kerukunan beragama.

“Terus, kapan Hari Raya Nyepi dirayakan? Tahun Baru Saka itu kapan sih?”

Kalau Tahun Masehi dimulai pada Januari, Tahun Saka dimulai pada Maret. Jadinya, Hari Raya Nyepi di Indonesia biasanya dirayakan pada Maret atau April setiap tahunnya.

Baca juga: Serba-serbi Perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia

Apa yang Dilakukan oleh Umat Hindu saat Hari Raya Nyepi?

Tradisi Nyepi di Indonesia nggak hanya dilakukan waktu Hari-H aja. Ada rangkaian upacara yang harus dilakukan buat merayakan Nyepi.

Upacara Melasti

Upacara Melasti dilakukan 2-3 hari sebelum Hari Raya Nyepi, dan dilakukan paling lambat menjelang sore. Pada upacara ini, umat Hindu ngebersihin semua sarana ibadah dan meditasi, seperti arca atau barang apa pun yang menggambarkan dewa sebagai perwujudan Sang Hyang Widhi.

Dalam jurnal berjudul Makna Hari Raya Nyepi Sebagai Peningkatan Spiritual (2021), sarana ibadah perlu dibersihkan karena jadi media buat memusatkan pikiran saat memuja Sang Hyang Widhi, dewa-dewa, atau leluhur. Dengan sarana yang suci, ibadah jadi lebih fokus.

Kenapa Hari Raya Nyepi Harus Benar-Benar Sepi? 60
Upacara Melasti di Bali. (Dok. Marcellina Aurelia via https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/)

Pelaksanaannya, pada pagi atau siang hari, umat Hindu jalan bareng ke laut (bisa juga ke sungai atau danau) memakai pakaian adat berwarna putih dan bawa sesaji. Bagi umat Hindu, laut bisa ngebersihin kotoran alam semesta dan manusia. Kotoran ini nggak hanya tentang fisik, tetapi juga pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Nantinya, Sang Hyang Widhi akan ngebersihin itu semua dengan air suci.

Tawur kesanga (mecaru)

Tawur sama caru punya arti yang mirip, yaitu mengembalikan. So, ritual ini berkaitan dengan memberikan persembahan. Tawur kesanga dilakukan sehari sebelum Hari Raya Nyepi dan dilakukan secara bertahap dari tingkat keluarga, banjar adat, desa, kecamatan, kabupaten, kota, sampai provinsi.

Inti dari tawur kesanga adalah butha yadnya. Dalam buku Kebudayaan dan Pariwisata Bali (2020), menurut kepercayaan umat Hindu, ada makhluk jahat bernama Bhuta Kala yang suka gangguin alam semesta dan manusia. Sedangkan, yadnya sendiri adalah persembahan.

Kenapa Hari Raya Nyepi Harus Benar-Benar Sepi? 61
Pelaksanaan prosesi “Tawur Kesanga”. (Dok. Arief Rahman Saan (Ezagren) via Wikimedia Commons)

Butha yadnya pun dimaknai sebagai upacara persembahan buat Bhuta Kala, biar nggak mengganggu kehidupan alam dan manusia setempat. Sesembahan yang dikasih (caru) berisi nasi lima warna dengan lauk ayam brumbun. Isinya sebenarnya bervariasi sih, tergantung tingkat daerahnya.

Sorenya, umat Hindu ngadain upacara ngerupuk. Caru tadi bakal disebar. Orang-orang keliling desa sambil bawa obor dan memainkan kentongan atau apapun yang bisa menghasilkan suara. Hal tersebut dilakukan untuk mengusir Bhuta Kala dari lingkungan sekitar.

Mereka juga mengarak ogoh-ogoh keliling desa. Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang menggambarkan sosok Bhuta Kala. Ogoh-ogoh kemudian dibakar buat menandakan kalau energi negatif Bhuta Kala berhasil dinetralisir.

Kenapa Hari Raya Nyepi Harus Benar-Benar Sepi? 62
Parade ogoh-ogoh. (Dok. Simondodit via https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0)

Hari Raya Nyepi

Setelah bikin keramaian, saatnya umat Hindu menyepikan diri selama 24 jam, dimulai dari pukul 6 pagi sampai 6 pagi hari berikutnya.

Dalam buku Agama Hindu: untuk Kelas 1 SLTA (1985), ada empat aturan dalam melaksanakan Hari Raya Nyepi, yang disebut sebagai Catur Brata Penyepian. Apa aja tuh?

  • Amati geni: nggak menyalakan api, baik buat penerangan, memasak, maupun ngerokok. Umat Hindu harus puasa selama 24 jam;
  • Amati karya: nggak bekerja atau melakukan aktivitas fisik apa pun, kecuali yang berkaitan sama ibadah kayak baca kitab suci;
  • Amati lelungan: nggak keluar rumah. Di Pulau Bali, semua transportasi udara, darat, dan laut nggak boleh melintas pada hari itu;
  • Amati lelanguan: nggak ngumbar nafsu dan nyari hiburan, kayak dengerin radio, TV, buka medsos. Umat Hindu disarankan buat mengingat keagungan Sang Hyang Widhi dan introspeksi diri dengan mendengarkan suara alam tanpa aktivitas manusia.

Inti dari Hari Raya Nyepi adalah introspeksi diri, berpuasa, dan meditasi buat menyatukan diri dengan Sang Hyang Widhi, dengan jiwa-raga yang kembali suci.

Kenapa Hari Raya Nyepi Harus Benar-Benar Sepi? 63
Ilustrasi meditasi saat Hari Raya Nyepi. (Dok. Freepik)

Ngembak Geni

Ngembak artinya bebas, dan geni berarti api. So, umat Hindu sudah bebas buat menghidupkan api. Tradisi ini dilakukan sehari setelah Nyepi.

Pada momen ini, Umat Hindu mengunjungi keluarga, tetangga, dan teman-teman buat minta maaf atas kesalahan masa lalu. Sehingga, mereka semua bisa menjalani Tahun Baru Saka dengan hati suci, rukun, dan harmonis.

Gimana, sudah tercerahkan belum tentang Nyepi? Btw, tahun ini Hari Raya Nyepi jatuh pada Kamis, 3 Maret 2022. Buat elo yang mau self healing ke Bali (kalau nggak ada PPKM ya), elo bisa mampir ke Pantai Kuta, Seminyak, atau Sanur buat nonton parade ogoh-ogoh. Gue tunggu update-nya di Insta Story elo ya!

Baca Juga Artikel Lainnya

Sejarah Hari Valentine yang Justru Nggak Ada Cinta-cintaan

Hari Pers Nasional, Napak Tilas Sejarah Pers di Indonesia

Hari Toilet Sedunia, Sejarah Toilet dan Perannya dalam Perkembangan Peradaban!

Referensi

Gateri, Ni Wayan. (2021). “Makna Hari Raya Nyepi Sebagai Peningkatan Spiritual. Tampung Penyang, Vol. 19(2), 150-162.

Mayasari. (1985). Agama Hindu: untuk Kelas 1 SLTA. Yogyakarta: Ganeca Exact.

Pendit, Nyoman S. (2001). Nyepi: Kebangkitan, Toleransi, dan Kerukunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Widiastuti, Reni. (2020). Kebudayaan dan Pariwisata Bali. Semarang: Alprin.

Yupardhi, W. Sayang. (2018). “Perayaan Nyepi Umat Hindu Bali Bertindak Lokal dan Berpikir Universal.” Widya Duta, Vol. 13(1): 19-24.

Bagikan Artikel Ini!