Informasi lengkap Fakultas Kedokteran UNAIR.

Informasi Kuliah dan Syarat Masuk Fakultas Kedokteran UNAIR

”Fix, pokoknya gue harus masuk kedokteran, karena gue mau banget jadi dokter!” Nah, kalau elo punya keinginan seperti itu, gue rekomendasikan Fakultas Kedokteran UNAIR, nih. Cekidot!

Kalau lagi di jalan-jalan atau lagi di suatu tempat, ingin rasanya gue nolongin orang yang terluka. Sesimpel luka anak-anak yang jatuh dari sepeda. Atau pas gue lagi jalan-jalan, tiba-tiba ada orang pingsan, dan gue bisa menolongnya berdasarkan ilmu kedokteran gitu.

Ke mana-mana, di tas gue ada stetoskop dan kotak P3K. Sewaktu-waktu dibutuhkan, gue tinggal sat-set-sat-set keluarin perlengkapan dokter gue, dan langsung sigap menangani pasien di mana pun.

Wah, kesannya tuh gue keren banget, kayak di film-film gitu, iya kan?

Profesi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran UNAIR.
Profesi dokter masih menjadi impian bagi banyak orang. (Arsip Zenius)

Sayangnya, gue malah mundur kalau ada orang yang kecelakaan, nggak tega lihat darahnya, shay.

Nah, buat elo yang punya impian jadi dokter, udah siap dengan segala risikonya? Karena, jadi dokter itu nggak semudah yang dibayangkan. Sebelum bisa praktik mandiri, elo harus menjalani proses perkuliahannya yang  nggak sebentar, lho.

Jadi, bukan pengetahuan elo aja yang bakal diuji, tapi mental juga! Tapi, elo nggak perlu khawatir. Kedua hal itu bakal terasah selama elo menjalani perkuliahan nanti. Dosen-dosen elo juga merupakan dokter senior yang siap kasih arahan.

Baca Juga: Mau Kuliah Jurusan Kedokteran? Kenali Seluk Beluknya Dulu, Yuk!

Termasuk yang bakal elo temui di Fakultas Kedokteran UNAIR (Universitas Airlangga). Elo sudah nggak asing dengan UNAIR, kan? Kampus ini berada di Surabaya dan menjadi salah satu kampus senior di Indonesia setelah Universitas Indonesia, lho, khususnya Fakultas Kedokterannya (FK). Berminat melanjutkan kuliah di sini?

Tanpa berlama-lama lagi, kita langsung kenalan sama Fakultas Kedokteran UNAIR, yuk!

Kenalan dengan Fakultas Kedokteran UNAIR

Seperti yang sudah gue singgung di awal, bahwa kampus UNAIR berlokasi di Surabaya. Nah, untuk alamat Fakultas Kedokteran UNAIR sendiri ada di Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo 47, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Sekarang, gue mau ngajak elo untuk mengulik sejarah FK UNAIR. 

Setelah melewati berbagai tantangan dan lika-liku dalam menghadapi pemerintahan kolonial hingga Republik Indonesia Serikat (RIS). Akhirnya, Universitas Airlangga diresmikan pada hari Rabu, 10 November 1954 oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno dan Menteri Pendidikan Muhammad Yamin.

Bisa dibilang, UNAIR adalah universitas pertama yang diresmikan pemerintah Indonesia setelah bubarnya RIS dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kampus senior, nih!

Kalau kita mau mundur banget ke zaman penjajahan Belanda, maka kita akan sampai di sekolah yang dibuat oleh pemerintah Belanda saat masih menduduki Indonesia. Sekolah itu bernama Nederlandsch Indische Artsen School (Sekolah Dokter Hindia Belanda) atau NIAS yang dibangun pada tahun 1913.

Singkatnya, gedung NIAS itu sekarang ada di FK UNAIR, guys. Lalu, kapan Fakultas Kedokteran UNAIR didirikan? Jawabannya adalah tepat ketika UNAIR diresmikan.

Jadi, peresmian UNAIR juga ditandai dengan adanya penggabungan cabang dua universitas di Surabaya, salah satunya Fakultas Kedokteran dan Lembaga Kedokteran Gigi cabang Universiteit van Indonesia yang didirikan oleh negara federal.

Berhubung perkuliahan dan ujian di UNAIR masih bergantung pada Universitas Indonesia dan UGM (Universitas Gadjah Mada), maka pemerintah kemudian mengatur pemisahan ketiganya. Pemisahan tersebut dilandaskan legalitas yang ditandatangani oleh Presiden UNAIR (A.G.Pringgodigdo), Presiden UI (Bahder Djohan), dan Presiden UGM (M. Sardjito) pada 9 April 1955.

Pemisahan itu menyebabkan kedudukan UNAIR menjadi sejajar dengan UI dan UGM. Sehingga, statusnya menjadi universitas negeri.

Baca Juga: Informasi Seleksi dan Syarat Masuk Fakultas Kedokteran UI

Kurang lebih seperti itu sejarah Fakultas Kedokteran UNAIR. Makin berminat buat kuliah di salah satu kampus terbaik dan senior di Indonesia ini, nggak?

Kalau iya, artinya elo sudah penasaran banget nih, ada jurusan apa aja di FK UNAIR.

Jurusan di Fakultas Kedokteran UNAIR

Untuk saat ini, UNAIR membuka dua program studi sarjana (S1) buat elo yang mau masuk FK UNAIR. Kedua program studi (prodi) itu adalah Kedokteran dan Kebidanan.

Program studi sarjana di Fakultas Kedokteran UNAIR.
Ada 2 jurusan di Fakultas Kedokteran UNAIR. (Arsip Zenius)

Di antara kedua prodi tersebut, manakah yang menjadi impian elo? Mau jadi dokter atau bidan?

Keduanya sama-sama S1, kok. Elo harus menempuh 8 semester dengan 146 SKS untuk bisa lulus dari FK UNAIR. Kita coba bahas satu per satu, ya.

1. Program Studi S1 Kedokteran

Kali ini, gue nggak membahas tentang biaya Fakultas Kedokteran UNAIR. Gue akan membahas teknis dan sistem yang akan elo jalani ketika menjadi mahasiswa dan lulus dari FK UNAIR.

Jadi, kalau elo udah menyelesaikan studi alias lulus dari Program Studi Strata 1 Kedokteran, maka elo akan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked).

Misalnya, Zahra merupakan mahasiswa kedokteran FK UNAIR. Setelah lulus, ia akan mendapatkan gelar S.Ked di belakang namanya menjadi Zahra Nusantara, S.Ked. Keren, nggak tuh?

Lalu, apakah Zahra sudah boleh buka praktik di rumahnya? Belum bisa, guys!

Setelah menjadi sarjana kedokteran, elo belum punya gelar dokter (dr.). Untuk mendapatkan gelar tersebut, elo harus melaksanakan koas (cooperative assistant) terlebih dahulu atau Dokter Muda dengan menempuh Program Studi Pendidikan Profesi Dokter.

Pendidikan Profesi Dokter terbagi menjadi tiga tahap, yaitu:

  • Kepaniteraan Klinik I, yang berlangsung selama 2 semester (semester 8 dan 9) meliputi rotasi departemen di UNAIR. Departemen tersebut yaitu Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Neurologi, Ilmu Kedokteran Jiwa, Farmakologi dan Terapi, Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Radiologi, dan Blok Efektif 1 (elo harus memilih salah satu blok yang disediakan atau peminatan).
  • Kepaniteraan Klinik II, yang berlangsung selama 2 semester (semester 10 dan 11). Elo akan melakukan rotasi di Departemen Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Mata, Ilmu THT-KL, Anestesiologi dan Reanimasi, Rehabilitasi medik, IKM-KP, Community Medicine, dan Blog Efektif 2 (memilih satu blok peminatan).
  • Tahap Komprehensif, yang berlangsung setelah elo dinyatakan lulus Kepaniteraan Klinik II. Bisa dibilang, tahap ini tuh lebih ke review teori yang sudah dipelajari dan dipraktikkan.

Nah, kalau ketiga tahapan di atas sudah bisa elo lalui dengan lancar dan dinyatakan lulus, maka elo wajib mengikuti acara pelantikan dokter. Kalau nggak ikut pelantikan gimana? Ijazah elo ditahan, guys, alias nggak bisa ambil ijazah. Jadi, tetap ikuti aturan yang berlaku, ya!

2. Program Studi S1 Kebidanan

Sedangkan, buat elo yang tertarik mengambil Program Studi Strata 1 Kebidanan, maka gelar yang elo dapatkan adalah Sarjana Kebidanan (S.Keb).

Sama seperti Kedokteran, ketika elo dinyatakan lulus dan mendapatkan gelar S.Ked, elo belum boleh buka praktik sendiri. Elo harus melanjutkan tahap profesi yang ditempuh selama 2 semester untuk menjadi bidan (Bd.).

Tahap profesi terbagi menjadi beberapa stase, yaitu

  • asuhan kebidanan pada remaja dan pranikah
  • prakonsepsi
  • kehamilan fisiologis
  • persalinan fisiologis
  • nifas fisiologis
  • neonatus bayi dan balita
  • kesehatan reproduksi dan ginekologi
  • kontrasepsi
  • patologis dan kegawatdaruratan maternal neonatal
  • Manajemen Pelayanan Kebidanan Profesional (MPKP), dan 
  • Manajemen Kebidanan Komunitas.

Setelah dinyatakan lulus Program Profesi Pendidikan Bidan, maka elo wajib mengikuti pelantikan bidan.

Jadi jelas, kan? Nah, antara jurusan Kedokteran dan Kebidanan, elo berminat ambil pendidikan yang mana? Coba sharing di kolom komentar! Apa sih, alasan elo ingin masuk prodi tersebut?

Pendaftaran Fakultas Kedokteran UNAIR

Yakin, sudah mantap mau lanjut ke Fakultas Kedokteran UNAIR? Kalau sudah yakin, elo bisa langsung cek pendaftaran dan persyaratan untuk menjadi bagian dari FK UNAIR.

Ada tiga seleksi yang diadakan oleh FK UNAIR bagi mahasiswa sarjana (S1), yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri. Kali ini, gue akan bahas tentang SBMPTN dan Mandirinya aja, ya.

Karena, SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) termasuk seleksi nilai rapor dan prestasi akademik. Seleksi ini juga disebut dengan “jalur undangan”.

Seleksi UTBK-SBMPTN UNAIR

Untuk mengikuti seleksi ini, otomatis elo harus mengikuti UTBK terlebih dahulu. Karena, persyaratannya antara lain:

  1. Memiliki nilai UTBK-SBMPTN 2022 (Sertifikat UTBK-SBMPTN 2022).
  2. Memilih minimal salah satu program studi di Universitas Airlangga.
  3. Ketentuan pilihan program studi berdasarkan kelompok ujian Saintek, Soshum, atau Campuran. Kalau elo memilih FK UNAIR, artinya elo harus mengikuti kelompok ujian Saintek.

Oh iya, khusus bagi yang mau masuk Jurusan Kedokteran, ada persyaratan khusus yang harus elo penuhi saat pendaftaran. Persyaratan tersebut, yaitu:

  • Nggak buta warna total.
  • Lulusan SMA/MA IPA.

Sedangkan, untuk elo yang mau masuk Jurusan Kebidanan, syarat khususnya adalah sebagai berikut:

  • Perempuan.
  • Nggak buta warna, baik parsial maupun total.
  • Lulusan SMA/MA IPA.

Dari persyaratan-persyaratan tersebut, apakah elo memenuhi syarat?

Seleksi Mandiri Universitas Airlangga (SMUA)

Kalau elo masih belum berhasil lulus melalui jalur UTBK-SBMPTN di FK UNAIR, elo masih punya kesempatan lagi untuk mengikuti SMUA, guys. Masih ada pintu yang terbuka untuk elo menggapai impian.

SMUA merupakan seleksi masuk UNAIR yang diselenggarakan secara mandiri oleh UNAIR itu sendiri. Untuk siapa? Untuk calon mahasiswa jenjang sarjana dan vokasi.

Ada dua jalur yang diadakan pada SMUA ini, yaitu jalur nilai UTBK-SBMPTN (menggunakan nilai UTBK-SBMPTN dan motivation letter) dan jalur nilai Ujian Tulis Mandiri (menggunakan hasil ujian mandiri).

Semuanya menggunakan nilai ujian. Hmmm … artinya, elo harus belajar ekstra untuk mendapatkan bangku di FK UNAIR. Karena, untuk masuk ke FK UNAIR ini saingannya bukan kaleng-kaleng, guys.

Nih, daya tampung dan keketatan di FK UNAIR.

Daya Tampung dan Keketatan FK UNAIR

Sebelum ke daya tampung dan keketatan, gue mau membahas sedikit tentang sesuatu yang ramai diperbincangkan, tapi kebenarannya nggak diketahui pasti. Apakah itu?

Sesuatu itu adalah passing grade atau standar minimal. Yakin deh, di antara elo pasti sering mengira-ngira, dengan nilai segini, gue bisa lulus kampus A di jurusan X. Ayo, ngaku!

Padahal, untuk passing grade sebenarnya nggak ada angka pastinya, guys. Karena, passing grade merupakan rahasia dapur di tiap universitas. Jadi, kalau ada yang nanya, “Nilai gue segini, gue bisa nggak sih, diterima di FK UNAIR?” Jawabannya, nggak ada yang tahu pasti, karena baru ada angka pastinya setelah seleksi selesai.

Tapi, untuk gambaran kasar, elo bisa cek ke artikel ini.

Baca Juga: Cara Menghitung Skor UTBK dengan Zenius Rasionalisasi

Lalu, kita pakai gambaran apa sebagai strategi dalam memaksimalkan lulus ke kampus impian? Ada yang namanya daya tampung dan keketatan, guys. Elo sudah nggak asing kan, dengan kedua istilah ini?

Coba elo cek daya tampung, peminat, dan keketatan di Fakultas Kedokteran UNAIR berikut ini.

Daya tampung dan keketatan Fakultas Kedokteran UNAIR.
FK UNAIR memiliki peminat yang banyak dengan daya tampung sedikit, ketat banget! (Arsip Zenius)

Semakin rendah presentase keketatannya, maka semakin ketat juga persaingan untuk elo masuk ke jurusan tersebut. Elo lihat aja, deh! Dari 2.241 peminat, cuma 75 orang yang diterima lewat jalur SBMPTN. Yang diterima nggak sampai 4%-nya, guys.

Yakin, masih mau lanjut kuliah di Fakultas Kedokteran UNAIR? Nggak usah insecure gitu, dong! Elo masih bisa memaksimalkan peluang lolos UTBK-SBMPTN dan SMUA tanpa terlambat, lho. Telusuri panduan mengenai syarat pendaftaran, alur pelaksanaan, sistem penerimaan, dan tips belajar UTBK!

Panduan Lengkap UTBK

Baik UTBK atau UM UNAIR, elo perlu mempersiapkannya secara matang. Nggak bisa tuh, elo sembarang belajar tanpa konsep. Nih, Zenius udah siapin materi belajar terbaik supaya persiapan tempur elo semakin matang dan elo bisa keterima di FK UNAIR!

Video Belajar UTBK Saintek

Jadikan materi di atas sebagai teman belajar elo, ya! Supaya persiapan elo makin matang dan bisa lulus Fakultas Kedokteran UNAIR, latih juga kemampuan elo dengan level soal yang mirip UTBK beneran, dengan klik banner di bawah ini!

CTA UM PTN

Referensi:

Faculty of Medicine Universitas Airlangga — FK UNAIR.

Daftar Prodi SBMPTN UNAIR — Sidata PTN LTMPT (2022).

Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru — UNAIR.

Bagikan Artikel Ini!