ilustrasi multikulturalisme

Materi Sosiologi Kelas 11: Multikulturalisme

Artikel ini membahas mengenai materi sosiologi kelas 11 yaitu multikulturalisme yang terdiri dari pengertian, jenis, ciri-ciri, faktor yang membentuk masyarakat indonesia sebagai masyarakat multikulturalisme, dan juga contohnya.

Tahukah kalian kalo kita sebagai masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikulturalisme? Kok bisa ? menurut C.W. Watson pada bukunya yang berjudul “Multiculturalism” pada tahun 1998, masyarakat multikulturalisme adalah masyarakat suatu negara, daerah, wilayah, bahkan lokasi geografis seperti kota dan sekolah yang terdiri atas individu yang memiliki kebudayaan berbeda-beda dalam kesederajatan. 

Nah, sebagai masyarakat multikulturalisme kita tentunya perlu memahami dong maknanya oleh karena itu pada artikel ini kita akan membahas gak cuma pengertiannya tapi juga jenis, ciri-ciri, faktor yang membentuk masyarakat indonesia sebagai masyarakat multikulturalisme, dan juga contohnya. Selain itu materi ini juga merupakan materi yang akan kalian temui pada mata pelajaran sosiologi kelas 11, yuk kita bahas satu per satu.

Pengertian Kebudayaan dan Multikulturalisme

ilustrasi multikulturalisme
Sumber gambar: Clay Banks/unsplash.com

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Multikulturalisme diartikan sebagai gejala pada individu atau suatu masyarakat (kelompok) yang ditandai dengan kebiasaan dalam menggunakan lebih dari satu kebudayaan. 

Menurut Prof. Dr. Supardi Suparlan multikultural merupakan sebuah ideologi yang menjunjung tinggi adanya perbedaan budaya atau sebuah keyakinan yang mengakui dan mendorong terwujudnya pluralisme (keberagaman) budaya sebagai suatu corak kehidupan masyarakat. 

Menurut Bikhu Parekh, seorang akademisi dan ahli teori politisi, multikultural merupakan kesepakatan yang telah dibuat oleh masyarakat yang didasari oleh rasa kesatuan dengan mengesampingkan perbedaan seperti perbedaan agama, etnis, politik, budaya, dan perbedaan lainnya. 

Sedangkan menurut Azyumardi Azra, Multikultural adalah suatu paradigma hidup bermasyarakat yang didasari atas persatuan yang mengesampingkan perbedaan untuk mengantisipasi terjadinya konflik sosial lainnya melalui kerjasama. 

Sehingga konsep dari multikulturalisme itu sendiri adalah suatu pandangan dunia yang kemudian diimplementasikan dalam kebijakan mengenai kesedian menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan tanpa memperdulikan perbedaan (diferensiasi) seperti perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa, dan agama.

Jenis-jenis Multikulturalisme

Multikulturalisme sendiri dibagi menjadi 5 (lima), yaitu akomodatif, otonomis, interaktif atau kritikal, isolasionis, dan kosmopolitan.

Multikulturalisme Akomodatif

Multikulturalisme akomodatif merupakan salah satu jenis dimana masyarakat yang memiliki kultur dominan yang melakukan penyesuaian dan akomodasi tertentu terhadap kultur kaum minoritas seperti undang-undang, hukum, dan berbagai ketentuan yang dianggap sensitif secara kultural sehingga kaum minoritas diberikan kebebasan untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaannya, begitupun sebaliknya. 

Multikulturalisme Otonomis

Berbeda dengan akomodatif, pada jenis otonomis masyarakat plural, yaitu masyarakat yang memiliki keberagaman seperti dari segi budaya, ras, dan etnis yang berusaha mewujudkan adanya kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom (berdiri sendiri) dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima, dimana fokusnya adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hal yang sama dengan kelompok dominan, dimana adanya pertentangan terhadap kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar. 

Multikulturalisme Interaktif atau Kritikal

Multikulturalisme interaktif atau kritikal merupakan jenis  dimana masyarakat kultural tidak berfokus pada kehidupan otonom, namun lebih fokus pada membentuk penciptaan kolektif (kerjasama tanpa adanya hirarki)  yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif (membedakan antara satuan bahasa) mereka.

Multikulturalisme Isolasionis 

Masyarakat dari berbagai kelompok kultural menjalan hidup secara otonom (berdiri sendiri) dan terlibat interaksi yang hanya minimal satu sama lain.

Multikulturalisme Kosmopolitan

Berusaha menghapus semua batas-batas kultural untuk menciptakan sebuah masyarakat dimana setiap individu tidak lagi terikat pada budaya tertentu dan sebaliknya secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan.

Ciri Multikulturalisme

Ciri-ciri dari multikulturalisme adalah sebagai berikut ini:

  1. Mengalami segmentasi (pembagian) dalam kelompok-kelompok dengan sub kebudayaan yang berbeda. 
  2. Mempunyai struktur sosial yang terbagi-bagi menjadi lembaga-lembaga non komplementer. 
  3. Rendahnya konsensus (kesepakatan atau permufakatan bersama) di dalam anggota kelembagaan. 
  4. Terbilang relatif sering terjadi konflik dan juga perdebatan. 
  5. Adanya integrasi yang cenderung terjadi karena paksaan.
  6. Adanya dominasi politik pada suatu kelompok lain.

Faktor Terbentuk Masyarakat Multikultural di Indonesia

Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya masyarakat multikultural di Indonesia.

Letak Wilayah Indonesia

Dari artikel yang membahas mengenai Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia, kita udah pernah membahas mengenai letak wilayah Indonesia yang terletak pada 6° LU- 11° LS dan 95° BT – 141° BT, sebagai negara kepulauan yang dikelilingi berbagai benua dan samudra seperti benua australia, benua asia, samudera pasifik dan samudera hindia, oleh karena itu kondisi ini membuat Indonesia memiliki keragaman budaya.

Letak dan Keadaan Geografis Indonesia 

Selain letak astronomis wilayah indonesia, keadaan geografis indonesia yaitu didominasi oleh laut dan memiliki dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, pantai dan sebagainya, membuat setiap wilayah memiliki tradisi dan adat istiadatnya sendiri tiap masing-masing suku ataupun antara satu daerah dan daerah lainnya. 

Perbedaan Kemampuan dan Perkembangan Setiap Wilayah 

Setiap daerah atau wilayah memiliki kekayaan sumber daya alamnya masing-masing sehingga namun ada juga daerah yang justru kekurangan sumber daya alam, sehingga tentunya wilayah daerah atau wilayah yang kaya akan sumber daya alam akan lebih cepat mengalami kemajuan dan banyak penduduk yang akan berdatangan untuk mengeksplorasi kekayaan alam tersebut, dan menyebabkan terjadinya asimilasi kebudayaan. 

Perbedaan Sikap dalam Menyerap Budaya Asing

Pada umumnya masyarakat modern lebih mudah dalam menyerap unsur budaya asing dibandingkan masyarakat tradisional, dimana hal ini dipengaruhi oleh cara pikir masyarakat modern yang cenderung lebih maju sehingga masyarakat modern lebih cepat dalam menerima adanya perubahan. 

Perbedaan Sistem Religi yang Dianut Masyarakat

Meskipun sama-sama percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, setiap kepercayaan atau agama memiliki ajaran-ajaran, tata cara ibadah yang berbeda. Dimana di Indonesia sendiri saat ini diakui 6 agama yaitu Islam, Buddha, Hindu, Katolik, Kristen, dan Kong hu cu.

Asal-usul Masyarakat yang Berlainan

Anggota masyarakat dalam suatu wilayah tidak mungkin hanya terdiri dari sekelompok warga dari tempat asal yang sama aja, pasti ada beberapa anggota yang berasal dari berbagai wilayah yang berbeda yang memiliki kebudayaan serta adat istiadat yang berbeda pula.

Contoh Multikulturalisme

Sebenarnya contoh dari multikulturalisme itu sendiri bukanlah hal yang sulit kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Di indonesia sendiri unsur multikulturalisme terdiri dari, keragaman suku bangsa, ras, agama dan keyakinan, ideologi, politik, tata krama, kesenjangan sosial dan kesenjangan ekonomi.

Dari unsur-unsur diatas pasti ada banyak sekali contoh dari multikulturalisme yang sering kita temui, misalnya: toleransi hidup beragama, dimana kita semua tahu bahwa di indonesia kita ini mengakui 5 agama, dengan ajaran, kepercayaan, serta tata ibadat yang berbeda, mungkin saat ini teman dekat kalian di sekolah, tetangga kalian, atau bahkan bagian dari keluarga kalian ada yang berbeda agama dengan kalian, namun kalian tetap bisa saling menghormati dan menghargai kepercayaan masing-masing. 

Tidak hanya agama, toleransi antar suku, dan ras tertentu juga merupakan salah satu bentuk multikulturalisme, bahkan mungkin ada diantara kalian yang mungkin memiliki orang tua yang berasal dari ras, suku, bahkan kewarganegaraan yang berbeda sehingga kalian secara sadar maupun tidak sadar akan memahami, mempelajari atau sekedar tau mengenai budaya dari kedua orang tua kalian bukan? 

Sebenarnya mungkin masih banyak lagi contoh lainnya yang mungkin kalian alami sendiri, hal ini membuktikan bahwa kita tetap bisa hidup rukun tanpa perlu saling menyinggung satu sama lain akibat adanya perbedaan. Kurang lebih segitu dulu ya guys penjelasan mengenai multikulturalisme, semoga artikel ini membantu kalian, semangat!

Baca Juga Artikel Lainnya dari Zenius

Sosialisasi
Belajar Sosiologi Buat Apa?
PTS Sosiologi Kelas 10

Bagikan artikel ini