cara menentukan harga jual

5 Cara Menghitung Harga Jual dengan Mudah

Artikel ini akan membahas tentang pengertian harga jual dan cara perhitungannya agar bisa mendapatkan keuntungan. Untuk kamu yang belum mengerti cara menghitung harga jual, simak baik-baik ya.

Hi, guys! Pernah gak kamu bertanya-tanya, “Kenapa ya, kok ada produk yang harganya mahal, ada juga yang murah, bahkan murahnya kebangetan!?”. Pepatah Jawa juga mengatakan bahwa, “Ana rega, ana rupa”. Kalau diartikan begini, produk yang dijual dengan harga tinggi, biasanya akan memiliki kualitas yang tinggi pula. Maka dari itu, perusahaan atau pengusaha gak boleh asal-asalan menentukan dan menghitung harga jual kalau usahanya mau untung.

Dalam menentukan dan menghitung harga jual, ada banyak yang dipertimbangkan, seperti biaya-biaya yang muncul selama proses produksi, baik itu barang pokok maupun jasa. Sebenarnya, definisi harga jual itu apa sih? Lalu, bagaimana cara menghitung harga jual supaya perusahaan mendapatkan keuntungan? Yuk, baca penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Harga Jual?

Seringkali kita mendengar istilah ‘harga jual’. Setelah itu, mungkin kita akan langsung berpikir bahwa itu adalah harga yang ditawarkan oleh perusahaan atau pedagang setelah melakukan perhitungan di dalamnya. Hmmm.. apakah seperti itu definisinya? Menurut Mulyadi, dalam buku Akuntansi Biaya tahun 2005, harga jual adalah besarnya harga yang akan dibebankan kepada konsumen, dan diperoleh atau dihitung dari biaya produksi ditambah biaya non produksi, serta laba yang diharapkan.

cara menentukan dan menghitung harga jual
Menentukan dan menghitung harga jual produk perlu perhitungan yang baik lho (sumber gambar: pixabay.com/inproperstyle)

Yap, penentuan harga jual sangat penting bagi perusahaan, karena dari situlah dapat ditentukan laba yang akan diperolehnya. Meski terlihat mudah, nyatanya penentuan harga jual gak semudah itu lho. Terdapat dua tantangan yang harus dihadapi, antara lain:

  • Pertama, harga jual yang terlalu murah akan menjual produk atau jasa lebih banyak. Namun, keuntungan yang akan dihasilkan tidak lebih banyak, bahkan bisa rugi lho
  • Kedua, harga jual yang terlalu mahal, akan membuat produk atau jasa yang terjual sedikit, bahkan tidak ada. Pelanggan tidak merasa rela untuk mengeluarkan uang hanya untuk produk mahal yang perusahaan keluarkan. Terlebih jika kompetitor perusahaan tersebut menjual produk atau jasa yang sama dengan harga jauh lebih rendah. Hal ini juga bisa membuat perusahaan rugi.

Biasanya kedua hal ini terjadi karena kesalahan perhitungan harga pokok penjualan (HPP). Atau perusahaan kurang pandai dalam melakukan riset supplier, sehingga mendapatkan bahan pokok yang mahal. Itulah mengapa kita harus paham cara perhitungan harga jual.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Jual

Saat melakukan perhitungan harga jual, kamu juga harus memperhatikan faktor-faktor berikut ini:

Faktor Biaya

Faktor yang satu ini merupakan dasar perhitungan dalam menentukan harga jual produk atau jasa.

Faktor Bukan Biaya

Faktor ini berasal dari eksternal perusahaan, sehingga lebih sulit untuk dikendalikan. Kamu bisa lihat faktor-faktor non biaya berikut ini:

  • Keadaan ekonomi suatu negara. Contohnya inflasi dan deflasi negara.
  • Permintaan dan penawaran pasar. Ketika jumlah barang yang ada di pasaran meningkat seiring dengan permintaan atau keinginan pembeli, maka akan terjadi keseimbangan di dalamnya. Namun, ketika permintaan dan penawaran tersebut tidak seimbang, maka akan berpengaruh terhadap harga jual produk atau jasa.
  • Elastisitas permintaan. Ini merupakan kepekaan perubahan permintaan terhadap perubahan biaya.
  • Tipe pasar. Hal ini juga berpengaruh terhadap harga jual. Ada tipe pasar sempurna, dimana terdapat banyak pembeli dan penjual dalam satu pasar. Pasar oligopoli, dimana dalam suatu pasar terdapat beberapa penjual yang dominan. Monopoli, di dalam suatu pasar hanya ada satu penjual. Dan, monopolistik, di dalam satu pasar terdapat banyak penjual dengan corak yang berbeda. Maka, harga jual di masing-masing tipe pasar tersebut tentu akan berbeda juga.
  • Citra masyarakat terhadap produk. Coba kamu bedakan antara barang dengan brand/merk terkenal dengan yang tanpa brand. Meskipun bahan dan bentuk produknya sama, tapi kedua harga jual produk tersebut berbeda, kan?
  • Campur tangan dan pengawasan pemerintah. Adanya pengawasan pemerintah, bisa membuat harga jual berubah.
  • Tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan begitu, harga jual biasanya akan lebih rendah.

Cara Menghitung Harga Jual

Ini dia yang ditunggu-tunggu dan sangat penting supaya kamu gak salah dalam perhitungannya. Ada 5 cara menghitung harga jual yang bisa kamu lakukan, sebagai berikut:

Margin Pricing

Cara menentukan harga jual yang pertama adalah harga margin. Memang gak asing lagi ya istilah harga margin ini. Caranya, pertama kamu harus menentukan terlebih dahulu harga jualnya untuk menentukan margin. Jadi, kamu harus tau dulu perkiraan harga jual yang diinginkan. Selanjutnya, tinggal dimasukkan deh rumus perhitungan harganya seperti ini:

Margin = (Harga Jual – Harga Perolehan) / Harga Jual

Dari situlah bisa ditentukan apakah harga jual tersebut terlalu murah atau mahal. Sehingga, tetap bisa bersaing secara baik dengan kompetitor.

Kamu bisa lihat contohnya sebagai berikut:

Kamu akan menjual suatu produk olahan makanan dengan perkiraan harga jualnya Rp 35.000 untuk setiap boxnya. Biaya yang kamu butuhkan untuk membuat produk tersebut sebesar Rp 27.000. Dengan demikian, margin yang akan kamu dapatkan yaitu:

Margin = (35.000 – 27.000) / 35.000.

Margin = 0,23 atau 23%.

Markup Pricing

Harga markup adalah salah satu cara yang digunakan untuk menentukan dan menghitung harga jual dengan menambahkan keuntungan langsung dari harga belinya. Cara ini memang bisa dikatakan lebih sederhana, karena hanya menambahkan keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Yap, metode inilah yang paling sering digunakan oleh pelaku bisnis atau perusahaan.

Contohnya seperti ini, harga jual suatu produk baju adalah Rp 160.000. Kemudian, baju tersebut akan dijual lagi dengan keuntungan yang ingin diperoleh sebesar Rp 50.000. Berarti harga akhir yang harus diberikan adalah Rp 210.000 (dari Rp 160.000 + Rp 50.000). Mudah, ‘kan?

Bundling

Kamu mungkin sedikit asing dengan istilah ini, kan? Kalau pakai istilah grosir, lebih mudah dipahami, betul atau betul? Cara bundling atau harga keystone ini biasa digunakan untuk menentukan dan menghitung harga jual produk dengan jumlah dua kali lipat harga grosir atau perolehan produknya. Kekurangan dari cara ini memang akan menghasilkan keuntungan yang lebih sedikit, karena sistemnya kuantitas barang, jadi tinggal dikalikan aja keuntungannya. Tapi, kelebihannya adalah bisa menjual produk lebih banyak.

Contohnya harga satu blouse di toko online seharga Rp 150.000 per satuannya. Nah, ada paket bundling beli 3 blouse dengan hanya membayar Rp 400.000. Dari kedua harga tersebut, pembeli akan lebih tertarik dengan paket bundling, karena bisa untung Rp 50.000. Begitulah kira-kira, guys.

Manufacturing Suggested Retail Price (MSRP)

MSRP merupakan penentuan harga yang dianjurkan oleh pemilik merek. Meskipun begitu, kamu gak boleh santai-santai menunggu dan hanya mengiyakan apa yang dikatakan oleh pemilik merek tersebut. Kamu juga harus melakukan perhitungan supaya gak rugi.

Tujuan dilakukan MSRP ini untuk apa sih? Tujuannya supaya bisa menstabilkan harga pasar, sehingga antara penjual yang satu dengan lainnya gak sampai mengalami perang harga. Biasanya hal ini terjadi pada produk mobil/motor dan obat-obatan.

Value Based Pricing

Terakhir, ada Value Based Pricing (VBP) yang gak semua produk bisa menggunakan cara ini, guys. Biasanya, produk yang menggunakan cara VBP ditentukan dengan riset terlebih dahulu kepada market mereka. Perusahaan akan bertanya kepada marketnya, kira-kira berapa sih harga yang pantas untuk produknya. Nah, dari hasil riset inilah yang nantinya akan dijadikan patokan dalam menentukan dan menghitung harga jual oleh perusahaan.

Cara lainnya yaitu dengan memberikan harga tinggi sekaligus. Orang-orang pasti akan rela mengeluarkan banyak uang untuk produk yang memiliki kualitas tinggi, didukung dengan teknologi, kelangkaan, dan popularitas brand dan produknya. Contohnya mudahnya adalah lelang.

Itu dia cara menghitung harga jual. Kalau kamu lebih tertarik menggunakan cara yang mana nih, guys? Semuanya bagus kok untuk menentukan dan menghitung harga jual, tergantung kebutuhan dari perusahaanmu aja. Semoga penjelasan ini bermanfaat ya buat kamu. Have a nice day!

Baca Juga Artikel Lainnya

Materi Ekonomi Tentang Inflasi
Materi Ekonomi Tentang Indeks Harga
Kenapa Emas dan Perak Dihargai Lebih Mahal daripada Logam Lain?