Jenis-jenis indeks harga

Indeks Harga: Materi Ekonomi Kelas 11

Artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian indeks harga beserta jenis-jenisnya.

Hi, guys! Kali ini aku akan mengajak kamu untuk mengenal tentang indeks harga. Apa sih yang dimaksud dengan indeks harga? Gini contohnya, kamu pernah memperhatikan gak kalau harga daging ayam biasanya akan mengalami kenaikan setiap kali mendekati Hari Raya Idul Fitri? Bukan hanya harga daging ayam, bahkan makanan pokok lainnya juga mengalami kenaikan dan akan menurun pada hari-hari tertentu.

indeks harga
Mengenal tentang indeks harga (sumber gambar: pixabay.com/geralt)

Nah, kenaikan dan penurunan harga tersebut gak hanya asal-asalan lho. Dibutuhkan yang namanya indeks harga untuk membandingkan beberapa variabel harga pada dua kurun yang berbeda.

Apa Itu Indeks Harga?

Indeks harga adalah skala persentase yang digunakan untuk mengukur perubahan tingkat harga dari satu periode ke periode lainnya. Indeks harga ini sangat berguna untuk mengukur perubahan harga lho, guys. Di beberapa negara, hal ini digunakan untuk mengukur inflasi. Masing-masingnya berfokus pada kumpulan harga barang/jasa dalam segmen ekonomi tertentu.

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, indeks harga pertama kali digunakan untuk mengukur perubahan biaya hidup guna menentukan kenaikan upah yang diperlukan untuk mempertahankan standar hidup yang konstan. Indeks ini kemudian digunakan secara ekstensif untuk memperkirakan perubahan harga dari waktu ke waktu. Selain itu, indeks juga digunakan untuk mengukur perbedaan biaya antar wilayah atau negara. CFI juga menyebutkan bahwa indeks merupakan ukuran mengenai perubahan harga selama periode waktu tertentu, dan termasuk cara untuk menghitung inflasi dan deflasi.

Di Indonesia, indeks harga ini ditentukan dari hasil pengumpulan data oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan cara setiap barang/jasanya diberi bobot (weighted) berdasarkan tingkatan prioritasnya. Barang/jasa yang berada pada tingkatan prioritas utama dengan kata lain paling penting, maka diberi bobot yang lebih besar. Sebaliknya, barang/jasa yang berada pada tingkat prioritas rendah atau kurang penting akan diberi bobot yang kecil.

Jenis-jenis Indeks Harga

Setelah kamu tau pengertian dari indeks, sekarang kita kenalan sama jenis-jenisnya, yuk. Indeks harga terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu Indeks Harga Konsumen (HIK), Indeks Harga Produsen, Indeks Harga yang Diterima dan Dibayar Petani, dan Indeks Harga Implisit.

Jenis-jenis indeks harga
Jenis-jenis indeks harga (sumber gambar: unsplash.com/itchorr)

Indeks Harga Konsumen (IHK)

IHK menunjukkan perubahan harga barang/jasa yang dikonsumsi oleh konsumen dalam jangka waktu tertentu. Yap, tentu saja barang/jasa tersebut berubah-ubah dari waktu ke waktu. Hal ini karena datanya yang mengikuti pola konsumsi dari para konsumen.

Selain itu, ternyata IHK juga digunakan oleh BPS sebagai indikator inflasi yang terjadi di Indonesia lho, guys.

Indeks Harga Produsen (IHP)

Kalau tadi IHK merupakan perubahan harga pada konsumen, nah kalau IHP adalah perubahan harga barang/jasa yang dibeli oleh produsen atau pedagang besar, tentu saja dalam jangka waktu tertentu.

Kira-kira apa lagi yang membedakan antara IHK dan IHP? Yap, yang membedakannya lagi adalah IHP melakukan perhitungan tingkatan harga barang/jasa pada awal distribusi. Sedangkan, IHK melakukan perhitungan barang/jasa yang sama tersebut pada tingkatan harga eceran. Selain itu, IHP tidak ditentukan dalam satuan kecil, melainkan dalam ukuran yang besar atau borongan, seperti pada hasil pertambangan dan industri.

Indeks Harga Petani

Indeks ini merupakan harga yang harus dibayarkan dan diterima oleh petani, baik itu biaya produksi, hidup, maupun pajak dan upah. Wah, kok petani istimewa banget ya sampai ada kebijakan mengenai Indeks Harga Petani. Eitss, jangan lupa ya kalau negara kita adalah negara agraris, dimana sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah bertani. Itulah mengapa pemerintah menetapkan kebijakan seperti ini, karena kebijakan sekecil apapun akan sangat terasa bagi para petani.

Indeks Harga Implisit (Deflator GNP/Produk Nasional Bruto)

Jenis indeks harga yang terakhir adalah Indeks Harga Implisit. Apa sih indeks harga implisit itu? Indeks yang satu ini merupakan metode yang digunakan untuk membandingkan antara pertumbuhan ekonomi (Produk Nasional Bruto) nominal dengan pertumbuhan ekonomi (Produk Nasional Bruto) yang bersifat riil/nyata.

Indeks harga implisit memainkan peranan penting yang bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan tingkat inflasi yang akan terjadi. Dengan begitu, maka GNP riil bisa dihitung secara maksimal.

Itu dia penjelasan mengenai indeks harga. Semoga artikel ini bermanfaat ya buat kamu. Have a nice day!

Baca Juga Artikel Lainnya

Peran Pelaku Ekonomi dalam Kegiatan Ekonomi
Lembaga Jasa Keuangan
Ilmu Ekonomi dan Permasalahannya