Inflasi adalah kenaikan harga umum

Inflasi: Materi Ekonomi Kelas 11

Artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian, penyebab, jenis, dampak, hingga cara mengatasi inflasi suatu negara.

Hi, guys! Dalam dunia perekonomian, kamu pasti sering mendengar kata inflasi. Tapi, apakah kamu udah tau apa maksud dari istilah tersebut? Inflasi juga ada berbagai jenis lho, bahkan penyebabnya juga beraneka ragam. Penasaran mengenai seluk beluk inflasi? Di artikel ini aku akan membahas tentang inflasi lho, guys. Jadi, cari tau jawabanmu di artikel ini ya. Oh iya, kamu juga akan mempelajari materi inflasi ini di SMA kelas 11.

Apa Itu Inflasi?

Inflasi adalah peningkatan atau kenaikan harga umum dalam suatu perekonomian secara berkelanjutan selama periode tertentu. Dilansir dari Forbes, inflasi terjadi ketika harga naik, sehingga menurunkan daya beli. Hal ini tidak hanya terjadi pada barang/jasa tertentu, melainkan pada kenaikan harga secara luas di seluruh sektor industri hingga seluruh perekonomian suatu negara. Simpelnya, kenaikan harga umum ini juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara berkelanjutan. Biasanya sih hal ini terjadi ketika uang yang beredar di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Sehingga, penyebab umumnya adalah karena ketidakseimbangan antara arus uang dan barang.

Inflasi adalah
Inflasi dan dampaknya bagi perekonomian masyarakat di suatu negara (sumber gambar: pixabay.com/geralt)

Yap, tentu saja masalah kenaikan harga umum ini mengikis nilai uang dan aset keuangan. Eitss, tapi kenaikan harga seperti saat Hari Raya Idul Fitri itu bukan termasuk inflasi ya, guys. Hal ini karena kenaikan harga pada saat-saat tertentu hanya sementara dan tidak berkelanjutan.

Penyebab Inflasi

Setelah kamu tau pengertiannya, sekarang kita cari tau juga penyebab terjadinya, yuk!

Inflasi Tarikan Permintaan (Demand-Pull Inflation)

Penyebab pertama terjadinya masalah ini adalah meningkatnya permintaan (demand) terhadap suatu barang/jasa. Ketika penawaran dan permintaan akan barang/jasa di dalam negeri untuk jangka panjang dibutuhkan oleh masyarakat dalam jumlah besar. Hal itu akan terjadi kenaikan harga. Yap, kamu bisa mempelajari lebih lanjut mengenai supply and demand ya, guys.

Hal ini biasanya terjadi pada negara yang pertumbuhan perekonomiannya pesat. Selain itu, kesempatan kerjanya juga tinggi, hal itu menyebabkan tingkat pendapatan masyarakat tinggi.

Inflasi Dorongan Biaya (Cost-Push Inflation)

Selain itu, meningkatnya biaya produksi dalam jangka waktu tertentu secara berkelanjutan juga bisa dijadikan penyebab munculnya inflasi lho. Biaya produksi yang baik dan tinggi itu bisa berasal dari naiknya harga bahan baku atau kenaikan upah pegawainya. Secara umum, ini terjadi ketika ada desakan biaya faktor produksi yang terus menerus meningkat.

Biasanya, masalah ini terjadi di negara dengan pertumbuhan ekonomi berkembang atau tumbuh pesat, namun angka pengangguran cukup rendah. Lho kok, kenapa bisa seperti itu? Karena, pasokan tenaga kerja di negara yang seperti itu terbatas, tapi permintaan akan barang/jasa tinggi.

Tingkat Peredaran Uang atau Jumlah Uang Beredar (JUB) Bertambah

Dari awal kita udah bahas kalau ketika uang yang beredar di masyarakat tinggi, maka kenaikan harga umum bisa terjadi. Hal ini karena ketika jumlah uang yang beredar tinggi, maka harga barang/jasa juga akan meningkat juga. Ketika kebutuhan masyarakat akan barang/jasa tidak tercukupi, maka harga barang/jasa akan naik, dan inflasi akan terjadi.

Kekacauan Ekonomi dan Politik

Yap, ekonomi dan politik suatu negara juga bisa menjadi penyebabnya. Ketika suatu negara tidak aman, maka harga barang/jasa di negara tersebut akan melonjak naik. Indonesia juga pernah lho mengalami kekacauan ini, yaitu pada tahun 1998. Di tahun tersebut, Indonesia bisa dikatakan mengalami inflasi yang besar, yaitu mencapai 70%.

Inflasi Campuran (Mixed Inflation)

Selanjutnya masalah ini terjadi ketika penawaran dan permintaan naik bersama-sama. Sehingga, ketidakseimbangan tercipta di antara keduanya. Nah, ketika permintaan akan suatu barang/jasa meningkat, tapi ketersediaan akan barang tersebut terbatas, maka dapat menyebabkan ketidakseimbangan. Ketidakseimbangan tersebut akan menyebabkan kenaikan harga umum, karena harga barang/jasa akan naik.

Itulah beberapa penyebab inflasi, masih ada banyak penyebab lainnya. Kalau kamu penasaran ada penyebab apa lagi, kamu bisa baca prologmateri Zenius di sini.

Jenis-jenis Inflasi

Kalau dilihat dari asalnya, inflasi bisa dibedakan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan berasal dari luar negeri.

Inflasi yang Berasal dari Dalam Negeri (Domestic Inflation)

Biasanya sih inflasi ini diawali dengan adanya defisit APBN. Nah, kalau pemerintah memutuskan untuk membiayai APBN tersebut dengan cara mencetak uang baru, maka akan terjadi peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Kalau uang yang beredar di masyarakat semakin banyak, pastinya harga barang/jasa juga semakin meningkat. Sehingga, terjadi inflasi di dalam negeri.

Inflasi yang Berasal dari Luar Negeri (Imported Inflation)

Sesuai dengan asalnya, inflasi ini berasal dari luar negeri. Terjadi ketika harga barang/jasa di luar negeri atau di negara mitra dagang meningkat. Nah, dengan meningkatnya harga-harga di sana, maka ketika barang tersebut dijual kembali di dalam negeri tentu akan berpengaruh terhadap harga jualnya yang menjadi semakin tinggi.

Selain dilihat dari asalnya, inflasi juga ada yang digolongkan berdasarkan sifatnya. Berikut ini penggolongan inflasi berdasarkan tingkat keparahannya.

Inflasi Ringan (Creeping Inflation)

Inflasi ini terjadi ketika ada kenaikan harga barang/jasa secara umum, namun kenaikannya masih di bawah 10% per tahun. Sehingga, masih dapat dikendalikan dan tidak terlalu mengganggu perekonomian suatu negara. Ciri-cirinya apa sih? Ciri-cirinya inflasi ringan yaitu adanya kenaikan harga dan lama berlangsungnya yang relatif lambat.

Inflasi Sedang (Galloping Inflation)

Inflasi sedang tentu kenaikan harganya lebih tinggi dibandingkan inflasi ringan, yaitu berkisar antara 10-30% per tahun. Ciri-cirinya adalah terjadi kenaikan harga yang cukup besar dan berlangsung singkat. Inflasi ini bisa menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat lho, khususnya bagi mereka yang berpenghasilan tetap. Tapi, inflasi sedang belum bisa mengganggu perekonomian suatu negara kok.

Inflasi Berat (High Inflation)

Dari namanya aja udah berat ya. Jadi, inflasi berat ini udah mengganggu perekonomian suatu negara. Inflasi ini terjadi ketika ada kenaikan harga sebesar 30-100% per tahun. Wahhh, tinggi juga ya. Yap, inflasi ini bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan nilai bunga, itulah kenapa masyarakat lebih memilih untuk menyimpan barang daripada uang.

Inflasi Sangat Berat (Hyperinflation)

Jenis inflasi yang terakhir ini dapat menyebabkan kekacauan pada suatu negara yang sangat sulit untuk dikendalikan. Sekalipun dilakukan kebijakan moneter dan fiskal. Kenaikan harganya berkisar pada 100%, tinggi banget ‘kan?!! Yap, sebagai catatan bahwa kebijakan moneter dan fiskal bisa dilakukan untuk mengatasi inflasi. Nanti juga akan dibahas pada poin terakhir pembahasan ini kok, guys.

Dampak Inflasi

dampak inflasi
Dampak inflasi bagi masyarakat (sumber gambar: pixabay.com/klausdie)

Apa sih dampak inflasi bagi masyarakat dan pemerintahan? Sebenarnya, inflasi bisa berdampak baik dan buruk. Kalau inflasi yang berdampak baik/positif itu ketika inflasi yang terjadi ringan dan tidak menimbulkan kekacauan perekonomian. Nah, kalau inflasi berat, tentu saja akan berdampak negatif.

Bagi pihak tertentu seperti penyedia jasa properti atau aset berwujud lainnya, inflasi kadang diharapkan agar harga aset mereka meningkat. Tentu itu akan mendatangkan keuntungan bagi mereka. Namun, dari sisi pembeli akan mengalami kerugian, karena mereka harus mengeluarkan lebih banyak uang.

Tingkat inflasi yang tinggi tentu saja dapat membebani dan mengacaukan perekonomian, seperti bagi para pemilik bisnis, pekerja, dan konsumen. Semua pihak harus mempertimbangkan dengan baik dampak dari kenaikan harga barang/jasa secara umum akibat adanya inflasi, seperti pada pembelian, penjualan, dan perencanaan mereka. Ketika para pebisnis sudah melakukan perencanaan yang matang, namun ternyata di tengah jalan negara mengalami inflasi, tentu mereka akan rugi.

Oh iya, bahkan pada tingkat inflasi ringan, dimana banyak orang memandang tidak terjadi masalah atau masih dalam tahap aman. Ternyata juga mendatangkan masalah dalam perekonomian lho. Seperti harus menyesuaikan tingkat harga terhadap jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Selain itu, inflasi juga bisa mempengaruhi proses ekspor suatu negara lho, guys. Dengan adanya inflasi, biaya ekspor biasanya akan lebih mahal. Daya saing produk ekspor menjadi menurun dan itu bisa membuat devisa negara menurun/berkurang. Lebih jauh lagi, inflasi dapat mempengaruhi kestabilan nilai mata uang suatu negara.

Cara Mengatasi Masalah Inflasi

Masalah ini juga bisa diatasi lho, bisa dengan cara kebijakan fiskal atau kebijakan non-moneter dan non-fiskal.

Kebijakan Fiskal

Cara mengatasi inflasi yang pertama adalah dengan kebijakan fiskal. Kebijakan ini berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran anggaran pemerintah di suatu negara. Untuk mencegahnya, maka pemerintah harus mengurangi anggaran pengeluaran, meningkatkan tarif pajak, dan melakukan pinjaman.

Kebijakan Non-moneter dan Non-fiskal

Selanjutnya ada kebijakan nonmoneter dan nonfiskal. Kebijakan ini bisa dilakukan untuk mengatasi inflasi, yaitu dilakukan oleh pemerintah juga dengan cara meningkatkan hasil produksi, menetapkan harga maksimum, menstabilkan pendapatan masyarakat, mempermudah barang impor masuk, melakukan distribusi barang, dan melakukan pengawasan.

Demikian penjelasan mengenai inflasi yang tentunya sangat berdampak bagi perekonomian suatu negara. Dari situ kita tau bahwa pemerintah tidak boleh asal-asalan dalam melakukan pencetakan uang, karena ternyata dampaknya bisa sangat besar ya, guys. Semoga penjelasan di atas bisa bermanfaat untuk kamu ya. Have a nice day!

Baca Juga Artikel Lainnya

Lembaga Jasa Keuangan

Konsep Badan Usaha

Bank Sentral