Biografi Louis Armstrong

Louis Armstrong, Tokoh Jazz Paling Berpengaruh di Dunia

Tahukah kamu biografi Louis Armstrong (1901-1971), salah satu musisi paling bersejarah dalam dunia musik jazz? Yuk simak cerita lengkapnya disini!

Halo Sobat Zenius! Sesuai judul di atas nih, kali ini kita bakalan bahas rajanya musik Jazz yaitu Louis Armstrong. Bagi kalian yang masih asing banget nih dengan nama beliau mungkin akan sedikit familiar dengan lagu “What A Wonderful World” yang muncul di film Finding Dory dan Madagascar.

Kalau masih belum mentrigger something dalam memori kalian, coba kalian googling atau dengerin di youcube deh! Vibes lagunya sih magical banget, jadi kalian pasti bakal langsung tahu.

Louis Armstrong, Tokoh Jazz Paling Berpengaruh di Dunia 41
Louis Armstrong dan terompetnya (Dok. Wikimedia Commons)

Nah selain terkenal karena lagunya tersebut, Louis Armstrong juga terkenal sebagai pencipta atau pionir musik swing dalam aliran jazz. Doi juga merupakan orang Afrika-Amerika pertama yang membawakan acara radio loh!

Kalian penasaran ga sih sama kisah hidup doi yang kok terdengar seperti legenda berjalan gitu? Gimana awal mula doi bisa terjun ke dalam musik jazz dan gimana bisa namanya sampai sebesar sekarang ya? Langsung aja yuk kita bahas kisah hidup Louis Armstrong, musisi jazz paling legendaris dunia.

Masa Muda Louis Armstrong

Louis Armstrong
Louis Armstrong muda (Dok. Louis Armstrong House)

Louis Armstrong lahir di New Orleans, Louisiana pada 4 Agustus 1901. Louis dibesarkan oleh ibunya di daerah yang sangat berbahaya, bahkan saking berbahayanya lingkungan daerah tempatnya tumbuh ini disebut-sebut sebagai “Medan perang”, aduh begal di Indonesia juga udah ciut duluan deh kalo dibawa ke daerah tinggalnya Louis.

Berbanding terbalik dengan hidupnya di masa mendatang, masa kecil Louis sayangnya nggak begitu indah Sobat Zen. Ayahnya cuma buruh pabrik yang bahkan ga pernah nengok Louis sekalipun dari lahir. Sedangkan ibunya juga abai dan lebih sering meninggalkan Louis bersama neneknya.

Karena keadaan yang berat, Louis terpaksa hanya bisa mengenyam pendidikan sampai kelas 5 dan lanjut bekerja membantu ekonomi keluarga. Pekerjaan pertama Louis adalah mengumpulkan sampah dan mengantarkan batubara pada keluarga Karnofskys. 

Beruntungnya, keluarga Karnofskys menawarkan kehangatan yang selama ini kurang Louis dapatkan di rumah. Mereka menawarkan Louis makan dan mendorongnya untuk bernyanyi dan mengenal musik lebih dalam. Karena jatuh cinta dengan musik, Louis menggunakan gaji pertamanya untuk membeli cornet.

Btw, bukan cornet makanan ya! Tapi alat musik pipa organa terbuka yang mirip terompet tapi bentuknya lebih bulet gitu deh. Buat kalian yang belum tahu bentuknya gimana bisa cek gambar dibawah ini.

Louis Armstrong, Tokoh Jazz Paling Berpengaruh di Dunia 42
Perbedaan cornet dan trumpet (Dok. Musical Instrument Hire)

Pada malam tahun baru 1912, entah karena alasan apa, Louis menembakkan pistol milik ayahnya ke udara. Karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Louis akhirnya ditahan dan dikirim ke semacam rumah rehabilitasi colored waif’s khusus laki-laki.

Penangkapan Louis ini ternyata sedikit banyak membawa keberuntungan tersendiri loh Sobat Zen, karena selama ditahan Louis mendapatkan bimbingan dari Peter Davis terkait bagaimana cara memainkan cornet dengan benar. Bahkan di bawah bimbingannya Louis yang merupakan kriminal remaja bisa menjadi leader Band Waif’s Home Brass loh!

Louis Armstrong, Tokoh Jazz Paling Berpengaruh di Dunia 43
Louis Armstrong dan gurunya Peter Davis (Dok. Getty Images)

Rasa cinta Louis terhadap musik makin bertumbuh besar, dimana setelah bebas pada tahun 1914 Louis sudah menetapkan tujuan hidupnya sebagai musisi profesional. Menurut gue pribadi hal ini keren banget loh Sobat Zen! Louis baru berusia 13 tahun, tapi dia udah tahu mau jadi apa kedepannya.

Saking kerennya, Joe King Oliver yang merupakan pemain cornet terbaik di kotanya sampai menjadi mentor untuk Louis muda. Bahkan di beberapa kesempatan Joe King sampai menjadikan Louis sebagai penggantinya.

Mulai dari situ karir Louis menjadi musisi mulai terbentuk. Louis muda bahkan sampai menjadi pemain cornet paling dicari di kotanya. Siapa sangka ya? Dari pemuda miskin yang bahkan sempat masuk penjara menjadi musisi paling handal di kotanya.

Louis Armstrong dan musik jazz

Apple Original Films anuncia documentário sobre Louis Armstrong - Apple TV+  Press (BR)
Louis memainkan trumpet (Dok. Apple)

Bicara tentang kisah hidup Louis Armstrong sudah pasti musik jazz adalah bagian terbesar dari hidupnya. Saking cintanya dengan musik jazz, selama hidupnya Louis banyak bergabung dengan kelompok musik jazz. Kelompok musik apa aja ya? Yuk kita simak sama-sama

Fate Marable

Fate Marable
Kelompok musik Fate Marable (Dok. The Syncopated Times)

Karena reputasi Armstrong sebagai musisi berkembang terus menerus, di tahun 1918 Louis sempat menggantikan posisi Oliver di Band Kid Ory’s yang waktu itu sih merupakan band paling populer di New Orleans.

By the way, Louis udah nggak lagi melakukan pekerjaan kasar Sobat Zen, doi mulai fokus menjadi musisi cornet full time yang banyak dibutuhkan tampil di acara-acara pesta dansa, pemakaman dan live music di bar kecil yang kalau di sana disebut honky-tonk.

Setahun setelahnya, yaitu di awal tahun 1919, Louis dapat kesempatan tampil di kapal bersama band musik yang bernama Fate Marable. Walaupun sebelumnya orang-orang udah pada tahu bagaimana andalnya Louis dalam memainkan cornetnya, pertemuan Louis dengan Fate Marable ternyata membuat Louis menjadi semakin jago sobat Zen

Kenapa? Karena di kapal itu lah Louis dapat kesempatan mengasah skillnya bersama dengan legenda jazz lainnya seperti Bix Beiderbecke dan Jack Teagarden.

Big Band Jazz

Louis Armstrong dan King Oliver
Louis Armstrong dan King Oliver (Dok. Discogs)

Hidup Louis di New Orleans terasa sangat indah, ya apalagi dengan semua karir yang dia punya. Namun, pada musim panas tahun 1922 mentornya King Oliver meminta Louis untuk datang ke Chicago untuk bergabung bersama Band Creole Jazz milik Oliver.

Karena ada kesempatan tentu saja Louis tidak menolak, dan sudah pasti kemahirannya memainkan cornet membuka banyak pujian padanya di Chicago.

Di Chicago, Louis melakukan rekaman pertamanya bersama Oliver pada 5 April 1923. Pada hari yang sama, Louis juga melakukan rekaman solo pertama kalinya untuk lagu Chimes Blues. Apakah ada Sobat Zenius yang pernah dengar lagunya?

Fletcher Henderson
Louis Arsmstrong dan kelompok Orkestra Fletcher Henderson (Dok. The Syncopated Times)

Pada musim gugur 1924, setahun setelah rekaman pertamanya, Louis bergabung bersama Band lainnya yaitu Band Orkestra Henderson. Selama bergabung dengan Henderson, Louis memperkenalkan konsep aliran baru dalam musik jazz sobat Zen, yaitu swing.

Tidak hanya itu, pengaruh Louis yang sangat kuat juga menjadikan band Henderson sebagai kelompok big band jazz pertama loh Sobat Zen!

Namun sayangnya setelah setahun bersama, Louis mulai merasa nggak nyaman nih dengan segala peraturan Henderson. Jadi, pada tahun 1925 Louis memutuskan untuk meninggalkan band Henderson dan mulai bermain di café milik istrinya.

Mulai tahun 1926, Louis memutuskan untuk beralih dari yang awalnya memainkan cornet menjadi memainkan trumpet. Yaa pokoknya mulai dari tahun 1925 sampai tahun 1928 Louis sibuk melakukan rekaman, yaitu sejumlah 60 rekaman yang masuk dalam daftar Hot Five dan juga Hot Seven. Kalau bahasa kerennya sekarang sih masuk ke top hits gitu.

Masuk Industri Film

Satchmo
Louis Armstrong sebagai Satchmo (Dok. JazzTimes)

Merasa tidak puas hanya bermain di industri musik, Louis mulai coba-coba terjun nih Sobat Zen ke dunia perfilman. Dimana pada tahun 1932, Louis dengan nama panggung Satchmo mulai muncul dalam beberapa film dan melangsungkan tur pertamanya di Inggris.

Sayang tidak seperti karir bermusiknya yang banyak mendapatkan pujian, karir Louis sebagai Satchmo malah banyak menuai kritikan pedas. Namun, bukan Louis namanya kalau gampang menyerah. Kritikan yang didapatkannya malah membuat Louis makin semangat nih untuk improve dirinya menjadi lebih baik.

Seperti lirik lagu SM*SH

Tak pernah ku malu
Karna cibiranmu
Ku jadikan motivasi untuk maju

Anjay

Oke lanjut lagi ke Louis yang pada tahun 1933, melakukan comeback film yang membuat namanya lebih naik dan dikenal. Louis bahkan sampai mengadakan tur Eropa yang lebih lama dibandingkan tur sebelumnya.

Louis Armstrong, Tokoh Jazz Paling Berpengaruh di Dunia 44
Louis Armstrong di film Hello, Dolly (Dok. JAZZIZ Magazine)

Namun, seperti layaknya hidup manusia biasa yang berputar karir Louis juga sempat mengalami kejatuhan. Karena bertahun-tahun meniup cornet dan trumpet, bibir Louis sampai menjadi rusak.

Tidak cukup sampai situ, Louis juga dikabarkan bertengkar hebat dengan managernya, Johnny Collins. Jadi, pada tahun 1934 – 1935 Louis memutuskan untuk beristirahat sejenak di Eropa untuk mengobati bibirnya dan menunggu insiden dengan managernya reda.

Sudah jatuh tertimpa tangga mungkin peribahasa yang tepat nih Sobat Zen untuk kondisi Louis yang pada tahun 1935 balik ke Chicago. Bibirnya masih sakit, sehingga dia tidak memiliki band dan kontrak dengan studio rekaman manapun. Udah gitu, istrinya meminta pisah dan menggugatnya ke pengadilan.

But worry not Sobat Zen, karena atas bantuan Joe Glaser beberapa bulan setelah semua masalah bertubi-tubi tersebut, Louis comeback dengan big band baru di bawah studio rekaman Decca Records.

Louis Armstrong, Tokoh Jazz Paling Berpengaruh di Dunia 45
Louis Armstrong dan Joe Glaser (Dok. JukeBugs)

Pencapaian Louis

Swing That Music
Louis Armstrong – Swing That Music

Selama periode karirnya bersama Joe Glaser, Louis banyak mendapat titel dan pencapaian loh Sobat Zen! Dimana pada tahun 1936 Louis berhasil dinobatkan sebagai musisi Afrika-Amerika pertama yang menulis autobiografi: Swing That Music.

Lalu ditahun yang sama, Louis juga berhasil dinobatkan sebagai orang Afrika-Amerika pertama yang ikut memainkan peran pada film besar Hollywood masa itu. Louis juga merupakan orang berkulit hitam Amerika pertama yang membawakan acara radio di tahun 1937 loh!

Diikuti pencapaiannya ini, bibir Louis akhirnya sembuh dan doi mulai comeback dengan beberapa lagu seperti “Swing That Music”, “Jubilee” dan “Struttin”.

Akhir Kejayaan

La Vie En Rose
Louis Armstrong – La Vie En Rose (Dok. Discogs)

Louis terus berkarya di sepanjang hidupnya termasuk dengan membawakan lagu-lagu hits pada zaman tersebut. Pada tahun 1967, Louis menulis lagu ballad yang menjadi hit no.1 di seluruh dunia termasuk Inggris dan Afrika Selatan

Yep, lagu tersebut berjudul “What a Wonderful World” yang bahkan sampai sekarang masih banyak disukai masyarakat luas.

Sampai akhirnya pada tahun 1968, gaya hidup Louis yang bebas menjadi boomerang. Louis menderita penyakit hati dan ginjal yang membuatnya banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat. Louis akhirnya menutup mata pada 6 Juli 1971 di rumahnya Queens, New York.


Woah, what a ride ya sobat Zen! Perjalanan hidup Louis Armstrong ternyata panjaaaaaang banget, sampai rasanya gue ga bisa cover semua di dalam artikel ini. Terlepas dari itu, kisah hidup Louis ini menginspirasi banget loh.

Louis Armstrong ini the real contoh bahwa kita harus mengelilingi diri kita dengan orang yang tepat. Coba kalau Louis tidak bertemu dengan Joe Glaser, mungkin karirnya akan terus terpuruk sampai akhir dan kita tidak akan pernah mendengar What A Wonderful World atau coba Louis tidak bertemu dengan Peter Davis, mungkin Louis tidak akan pernah tahu dan terjun ke dunia musik.

Kalau menurut Sobat Zenius sendiri bagaimana? Pesan moral apa aja sih yang bisa kalian ambil dari kisah hidup Louis Armstrong? Lalu, kalian sendiri tertarik ga nih untuk terjun ke dunia musik? Kalau iya, genre musik apa nih yang paling menarik bagi kalian? Coba komen di bawah ya!


Baca Juga

PT Barnum, Bapak Pertunjukan Terhebat di Bumi

Walt Disney: Warisan Impian untuk Anak Sedunia (1901-1966)

Biografi Werner Heisenberg – Fisikawan Pemenang Nobel Prize yang Nyaris Terbunuh

Bagikan Artikel Ini!