bilangan oksidasi zenius

Cara Menentukan Bilangan Oksidasi – Materi Kimia Kelas 10

Suatu atom akan saling berikatan dengan cara bereaksi untuk mendapatkan kondisi yang stabil. Sehingga, ada yang namanya reaksi redoks, oksidasi, dan dikenal juga bilangan oksidasi.

Sebelumnya elo udah belajar tentang reaksi redoks dan oksidasi. Kalau proses fotosintesis itu merupakan contoh reaksi redoks, di mana ada pengikatan atom H dan pelepasan atom O, sehingga atom H akan bertambah. Sebaliknya, pada reaksi oksidasi terjadi pengikatan atom O dan pelepasan atom H, sehingga yang akan bertambah adalah atom O.

reaksi redoks dan oksidasi
Konsep Reaksi Reduksi (Dok. Arsip Zenius)

Konsep reaksi reduksi seperti di atas melibatkan perpindahan elektron, jika terjadi pada senyawa ionik aja. Jadi, nggak terjadi perpindahan pada senyawa kovalen. Sehingga, muncul konsep reaksi reduksi (redoks) yang ketiga, yaitu berdasarkan perubahan pada bilangan oksidasi.

Baca Juga: Apa Itu Reaksi Redoks dalam Kimia?

Apa Itu Bilangan Oksidasi?

Bilangan oksidasi atau biloks adalah  jumlah muatan positif atau negatif pada sebuah atom. Jadi, biloks inilah yang akan menunjukkan jumlah elektron yang udah diterima atau diberikan oleh suatu atom ke atom yang lain. Nah, sekarang pertanyaannya gimana cara kita tahu sebuah atom itu bernilai positif atau negatif?

Perhatikan ketentuannya!

  • Jika suatu atom melepaskan atau memberikan sejumlah elektronnya, maka atom tersebut akan bernilai positif.
  • Jika suatu atom menerima sejumlah elektron, maka atom tersebut akan bernilai negatif.

Kenapa sih atom harus saling mentransfer elektronnya seperti itu? Jawabannya simpel, yaitu supaya menjadi stabil. Elo juga nggak suka sebuah kelabilan, kan? Sama, atom juga nggak suka yang labil-labil gitu, mereka lebih suka stabil. Maka dari itu, dicarilah cara supaya mereka bisa menjadi stabil dan ketemu deh dengan cara melakukan reaksi. Paham ya sampai sini?

Aturan Bilangan Oksidasi

Ada beberapa aturan untuk menentukan biloks terhadap suatu unsur tertentu.

Unsur Bebas → Biloks = 0

Contoh: Na, K, Cl2, M2, dan O2.

Logam yang Berikatan dengan Unsur Lain → Biloks = Positif

Contoh:

Gol I: Na, K, Rb → biloks = +1

Gol II: Be, Mg, Ca, dan Ba → biloks = +2

Gol III: Al → biloks = +3

Jadi, tergantung golongannya ya, guys.

Ion Tunggal atau Ion Monoatomik → Biloks = Muatannya

Contoh:

Na+ dan K+ → biloks = +1

Ca2+ dan Ba2+ → biloks = +2

Jumlah Biloks Unsur dalam Senyawa atau Biloks Total → Biloks = 0

Contoh: KNO3

(1 x biloks K) + (1 x biloks N) + (3 x biloks O) = 0

Jumlah Biloks Ion Poliatomik → Biloks = Muatannya

Contoh: (SO4)2-

(1 x biloks S) + (4 x biloks O) = -2

Biloks Hidrogen

  • Jika hidrogen berikatan dengan logam, maka biloks = -1

Contoh: NaH, hidrogen lebih elektronegatif daripada Na, sehingga hidrogen akan menarik elektron dan Na melepaskan elektron. Maka, H bermuatan negatif dan Na bermuatan positif. H = -1 dan Na = +1.

  • Jika hidrogen berikatan dengan non logam, maka biloks = +1

Contoh: HBr, H memiliki elektron 1 dan Br memiliki 7 elektron. Br lebih elektronegatif, sehingga Br akan menarik elektron H, dan H melepaskan elektron. Sehingga, Br bermuatan negatif dan H bermuatan positif → H = +1.

Biloks Oksigen → Biloks = -2

Contoh: H2O, di mana O lebih elektronegatif daripada H, sehingga O akan menerima elektron dari H. Dengan begitu, O = -2.

Kecuali, pada senyawa peroksida dan superoksida.

Biloks Unsur Halogen → Biloks = -1 sampai +7

Contoh:

F (sebagai unsur yang paling elektronegatif) → biloks = -1

Cl, Br, dan I → biloks = variatif (-1, +1, +3, +5, +7)

Selengkapnya bisa elo pelajari pada video belajar Zenius mengenai aturan bilangan oksidasi di sini.

Baca Juga: Rumus Derajat Ionisasi – Materi Kimia Kelas 10

belajar materi pelajaran kimia di zenius

Contoh Soal dan Pembahasan Bilangan Oksidasi

Untuk menguji sejauh mana pemahaman elo mengenai materi di atas, gue ada beberapa contoh soal dan pembahasan yang bisa dijadikan sebagai referensi. Jadi, elo siapkan alat tulis ya untuk mengerjakan latihan soal di bawah ini!

Contoh Soal 1

Biloks Na dalam NaCl adalah ….

a. 0

b. +1

c. -1

d. +2

e. -2

Jawab: b. +1

Pembahasan: NaCl, keduanya sama-sama memiliki elektron 1. Cl menerima elektron dari Na, sehingga nilai Cl adalah -1. Sedangkan, Na melepaskan elektron, sehingga bernilai +1.

Contoh Soal 2

Dari senyawa H2SO4, tentukan biloksnya!

Jawab: 0.

Pembahasan: H2SO4 merupakan suatu senyawa, kita tahu aturannya bahwa nilai biloks dari suatu senyawa adalah nol. Kalau dirinci akan seperti ini:

(2 x biloks H) + (1 x biloks S) + (4 x biloks O) = (2×1) + (1xbiloks S) + (4x(-2)) = 0

→ 2 + biloks S – 8 = 0

→ biloks S = +6

*****

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang bilangan oksidasi? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi ini di video belajar Zenius tentang contoh penentuan biloks menggunakan akun yang sudah didaftarkan di website dan aplikasi Zenius sebelumnya, ya!

Baca Juga: Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit – Materi Kimia Kelas 10

Bagikan Artikel Ini!