cara menghitung diskon

Bagaimana Cara Menghitung Diskon yang Benar?

Artikel ini akan membahas tentang bagaimana cara menghitung diskon dengan cara yang mudah dan tepat.

Hi, guys! Kali ini aku akan mengajak kamu untuk mengetahui diskon itu apa dan bagaimana sih perhitungannya. Mungkin masih banyak di antara kamu yang masih bingung tentang cara menghitung diskon. Padahal, diskon ini erat hubungannya dengan kehidupan kita lho. Kalau cara menghitungnya aja kita masih bingung, bisa-bisa kita yang terjebak dalam produk diskon tersebut. Udah disodorkan tulisan diskon besar, tergiur, beli, pas sampai meja kasir eh kok beda ekspektasi ya. Hmmm… itulah mengapa kita harus paham perhitungan diskon.

Tenang, gak sulit kok, guys. Di sini kamu akan tau sebenarnya diskon itu apa dan bagaimana cara menghitung diskon. Selain itu, supaya kamu lebih paham lagi tentang diskon, aku juga udah menyediakan contoh soal dan pembahasan, serta yang gak kalah menarik ada video dari tiktok-nya Zenius. Yuk, simak pembahasannya di bawah ini!

Apa Itu Diskon?

Sebelum masuk ke pembahasan cara menghitung diskon, alangkah baiknya kita mengenal dulu apa itu diskon. Hal ini untuk memudahkan kamu dalam memahami cara perhitungannya nanti.

cara menghitung diskon
Cara menghitung diskon yang tepat agar tidak salah kaprah (sumber gambar: unsplash.com/belart84)

Diskon merupakan salah satu bentuk promosi penjualan yang biasa dilakukan untuk menarik pelanggan maupun sebagai bentuk penghargaan terhadap respon pelanggan. Kalau menurut penulis buku Manajemen Pemasaran, Indriyo Gitosudarmo, diskon adalah harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga yang seharusnya dibayarkan didasarkan pada beberapa hal di antaranya waktu pembayaran yang lebih awal, tingkat serta jumlah pembelian, dan pembelian pada musim tertentu. Yap, pada intinya diskon itu ya potongan harga atau pengurangan harga, guys.

Bagaimana Cara Menghitung Diskon?

Nah, diskon seringkali dinyatakan dalam bentuk persentase, seperti 10%, 20%, atau 80%. Jarang ada diskon yang dinyatakan dalam bentuk rupiah. Itulah mengapa kamu harus tau bagaimana cara menghitung diskon. Simak caranya berikut ini ya!

Rumus Pertama

Diskon (D) = %Diskon (%D) x Harga Barang Awal (A)

Harga Barang Akhir / Harga Jual (B) = Harga Barang Awal (A) – Diskon (D)

Itu dia rumus cara menghitung diskon. Kalau kamu merasa kesulitan menghitung persentase, kamu juga bisa kok mengubah persen tersebut menjadi desimal. Misalnya begini:

Ada tulisan diskon sebesar 15% pada produk baju. Agar lebih mudah dalam perhitungan, ubah 15% tersebut menjadi bentuk desimal. Caranya, anggap koma desimal berada di belakang angka 15 (15,00%). Selanjutnya, geser koma tersebut ke kiri untuk mendapatkan angka desimal. Sehingga, menjadi 0,15. Nah, 0,15 ini yang nantinya akan dikalikan dengan A (harga barang awal).

Contoh soal dan pembahasan:

Outfit Korean di mall dijual dengan harga Rp350.000. Kemudian, outfit tersebut memiliki diskon sebesar 25%. Berapakah biaya yang harus dibayarkan di kasir?

Pembahasan:

Diskon (D) = 25% x 350.000 = 87.500

Harga Barang Akhir = 350.000 – 87.500 = 262.500

Jadi, biaya yang harus dibayarkan untuk membeli outfit korean adalah Rp262.000.

Rumus Kedua

Harga Barang Akhir (B) = (100% – %Diskon) x Harga Awal (A)

Rumus kedua lebih mudah, ‘kan? Kamu hanya perlu mengurangi diskon yang tercantum dengan 100%. Setelah itu, kalikan dengan harga awal. Ketemu deh harga akhir yang harus kamu bayarkan setelah dipotong diskon.

Contoh soal dan pembahasan:

Tas dibanderol dengan harga Rp420.000. Ternyata, ada diskon sebesar 35% untuk pembelian tas. Berapakah harga yang harus dibayarkan untuk membeli tas tersebut?

Pembahasan:

Harga Barang Akhir = (100% – 35%) x 420.000 = 65% x 420.000 = 273.000.

Jadi, harga yang harus dibayarkan adalah Rp273.000.

Cara Menghitung Diskon Ganda

Lalu, bagaimana jadinya kalau ada pernyataan yang sangat menggiurkan seperti ini, “Diskon 80% + 20%”. Apakah kamu akan berpikir bahwa diskon yang diberikan adalah 100% alias gratis? Whattt?!! Lalu, apa bedanya dengan tulisan diskon 100%, mengapa harus ada penjumlahan sih?

Nah, ternyata bukan begitu konsepnya, guys. Produk yang dipromosikan dengan diskon seperti itu bukan berarti diskon 100%, melainkan produk tersebut didiskon 80% terlebih dahulu, setelah keluar hasilnya, baru deh hasil tersebut didiskon lagi 20%.

Diskon 1 (D1) = %Diskon1 (%D1) x Harga Barang Awal (A)

Harga Barang Akhir (B) = (100% – %Diskon2) x Diskon 1

Ketemu deh harga produk yang harus kamu bayarkan setelah mendapatkan dobel diskon.

Contoh soal dan pembahasan:

Sepatu dengan harga Rp600.000 didiskon 50%+15%. Berapakah harga yang harus dibayarkan?

Pembahasan:

Diskon pertama (D1) = 50% (%D1) x 600.000 (A) = 300.000

Harga barang akhir (B) = (100% – 15%) x 300.000 (D1) = 85% x 300.000 = 255.000

Jadi, harga yang harus dibayarkan untuk membeli sepatu adalah Rp255.000.

Biar lebih seru, nih Zenius punya video pembahasan tentang menghitung diskon ganda:

@zeniuseducation80% + 20% = Gratis? 🤔 #belajarbareng #belajarmatematika #matematika #zenius♬ original sound education – zenius

Nah, mudah ‘kan cara menghitung diskon? Intinya, kamu harus teliti ketika akan membeli produk diskon, jangan sampai salah paham lagi ya dengan diskon dobel! Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu, guys.

Baca Juga Artikel Lainnya

Cara Mudah Menghitung Persen

Deret Aritmatika

Logaritma