Buku yang Gua Berani Jamin 100% PASTI Keren! – Part 01

Pengen baca buku tapi bingung mau baca buku apa? Berikut adalah rekomendasi 10 buku bagus yang dijamin bakal bikin ketagihan baca buku.

Halo Guys, di artikel kali ini gua mau kasih lo rekomendasi bahan bacaan atau buku-buku yang gua berani jamin 100% (tanpa terkecuali) PASTI KEREN buat lo baca. Ini mungkin kesannya rada lebay, tapi gua emang serius dan gak main-main dengan kata “pasti keren”. Artinya gua bener-bener udah seleksi secermat-cermatnya bahwa rekomendasi buku-buku di bawah ini adalah yang “the BEST of the BEST” dari masing-masing genre-nya. Buat lo yang ngerasa lumayan sering baca buku, bisa jadi kumpulan buku dan penulis di bawah ini jarang atau bahkan gak pernah terlintas di telinga lo. Nggak perlu heran, kenapa kok bisa gitu. Soalnya emang buku-buku yang gua rekomendasikan di bawah ini bener-bener bukan buku sembarangan yang bisa dengan mudahnya lo dapatkan di toko buku terdekat. Banyak di antara buku-buku ini yang bisa dibilang cukup langka, ada beberapa yang pernah dilarang keras beredar oleh pemerintah Indonesia jaman dulu, atau mungkin ada juga yang udah gak dicetak lagi karena umurnya udah puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Jadi kalo lo cukup beruntung buat nemuin salah satu dari buku di bawah ini dan lagi megang duit yang cukup, gua saranin gak perlu mikir panjang-panjang untuk merogoh kocek dan bawa pulang bukunya. Beneran deh ini gua serius, kalo perlu paksa pedagangnya buat jual kalo dia gak mau lepas buku itu. Hehehe… Sebagai orang yang hobby baca buku, gua punya satu pedoman yang selalu gua ikutin, ini pedoman gua.

Gua suka baca buku, tapi gua sadar kalo baca buku itu makan banyak waktu. Sementara hidup gua singkat dan waktu gua juga sangat terbatas.. Jadi gua gak mau ngabisin waktu gua berhari-hari buat baca buku yang gak jelas. Gua harus seleksi banget bahan bacaan gua yang bener-bener layak untuk dibaca

Nah, berdasarkan pedoman itulah gua bikin rekomendasi buat lo. Buku-buku di bawah ini udah gua klasifikasi berdasarkan beberapa genre dan udah bener-bener gua seleksi dalam kategori “TOP-MOST-PRIORITY” untuk dibaca begitu ada kesempatan. Pada part-01 tulisan ini, gua akan membagi rekomendasi gua jadi 2 genre yaitu popular science dan sastra klasik Indonesia. Untuk part-02 kemungkinan besar gua akan kasih rekomendasi untuk genre Sastra Klasik Dunia dan Filsafat. Okay deh, langsung aja inilah list buku part-01 yang (menurut gua sih) wajib dibaca semua kaum intelektual muda Indonesia:

GENRE POPULAR-SCIENCE

1. a Brief History of Time (by Stephen Hawking 1988)

Brief History of TimePada masa kuliah, Stephen Hawking (21 tahun) didiagnosa terkena Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang artinya tubuhnya akan berangsur-angsur mengalami kelumpuhan total, kehilangan kemampuan berbicara (bisu), dan divonis sama dokter bahwa kemungkinan sisa waktu hidup hanya 2 tahun. Terus, apa yang terjadi setelah 2 tahun? Dengan segala perjuangan fisik, mental, dan pemikiran yang mungkin gak akan pernah bisa kita bayangin, Hawking berhasil meraih gelar Doktoral S3 (Phd) di bidang Theoretical Physics dari Universitas Cambridge pada umur 24 tahun! Woow! Lo bisa bayangin gimana rasanya jadi orang yang berjuang menghadapi kelumpuhan total dan kematian, akhirnya berhasil mengungkap pertanyaan terbesar para ilmuwan sepanjang masa dan meraih gelar doktor S3 di umur 24 tahun. Hingga saat ini, Hawking dianggap sebagai salah satu pemikir terbesar sepanjang sejarah yang mengungkap tabir misteri tentang ruang, waktu, dan seluruh hukum fisika di jagat raya ini. Nah, a Brief History of Time adalah buku yang membuat seluruh dunia tercengang pada masa itu (1988), bahwa seorang yang lumpuh total dan hanya bisa berkomunikasi dengan alat pembantu, bisa menjadi salah satu orang pertama yang berhasil mengungkap salah satu misteri terbesar sepanjang sejarah manusia tentang alam semesta. Kalo lo penasaran gimana seorang salah satu scientist terbesar abad 20 mencoba menelusuri jejak sejarah alam semesta sampai bisa jadi seperti sekarang ini, (apalagi buat lo yang ngakunya demen fisika) lo bener-bener harus baca buku yang satu ini.

2. Selfish Gene (by Richard Dawkins 1976)

selfish genePada tahun 2009 ketika Zenius lagi mau ngerekrut tutor Biologi, kita pastinya pengen dapet guru biologi yang bukan guru sembarangan dong. Akhirnya, Sabda bikin 5 pertanyaan esai yang (menurut dia sih) guru Biologi aja belum tentu bisa jawab. Tapi kalo ada orang yang bisa sampai jawab 5 pertanyaan itu, hampir pasti tuh orang paham banget sama esensi dari Biologi yang sebenar-benarnya. Dari entah sekian puluh orang yang ngakunya guru Biologi dan mencoba untuk jadi tutor Biologi, ternyata hanya si Pras doang yang bisa jawab 5 pertanyaan itu. Jadilah kita (Zenius) berhasil merekrut tutor Biologi yang bener-bener keren kayak Pras. Nah, salah satu dari 5 pertanyaan legendaris itu adalah “Apa yang kamu ketahui tentang Selfish Gene?”. Lah, emang apaan sih selfish gene? Kenapa juga buku jadi indikator buat Sabda untuk merekrut tutor Biologi Zenius? Penasaran nggak sih, lo, apa yang mentakdirkan Pras buat jadi temen belajar Biologi lo setiap malem? Salah satu jawabannya adalah karena Pras paham betul tentang konsep yang ada dalam buku ini. Buku ini adalah sebuah terobosan yang revolusioner dalam dunia Biologi yang ditulis oleh Richard Dawkins pada tahun 1976, yang sayangnya entah kenapa buku ini gak pernah disinggung dalam buku pelajaran sekolah maupun textbook kuliah jurusan Biologi di Indonesia. Buku ini menjelaskan buanyaak banget fenomena sosial sebagai ekosistem maupun diri kita sebagai individu &organisme dari sudut pandang gen yang ada dalam tubuh kita. Dari mulai kenapa manusia cenderung memilih untuk berkeluarga, kenapa kita cenderung lebih peduli dengan seseorang (atau organisme lain) yang memiliki kemiripan gen? Sampai kenapa interaksi antar manusia bisa sedinamis ini dibandingkan hewan lain. Intinya buku ini menjelaskan kenapa dan bagaimana human species bisa tetap survive dalam 200 ribu tahun terakhir berhasil melewati segala tantangan dan seleksi alam, serta berhasil membentuk peradaban sampai sekompleks dan se-advance seperti sekarang ini. Terus terang buku ini emang agak sulit lo baca kalo lo belum bener-bener paham tentang konsep evolusi dan genetika. Tapi begitu lo berhasil menelusuri buku ini dan paham betul apa maksudnya, lo akan memandang dunia ini dengan paradigma baru yang jauuuuh banget berbeda daripada sebelumnya.

3. Cosmos (by Carl Sagan, 1980)

cosmos Cosmos adalah sebuah karya masterpiece karangan Carl Sagan, seorang astrophysicist legendaris yang paling berpengaruh dalam mempopulerkan science pada masyarakat umum di era modern sekarang ini. Buku ini mengupas hampir segala hal tentang science, dari mulai perenungan para filsuf zaman Yunani klasik tentang tanda-tanda alam, bagaimana jatuh-bangunnya usaha para ilmuwan untuk berkarya di era Dark Age sampai Age of Enlightment. Buku ini juga bercerita tentang bagaimana para ilmuwan modern berusaha mengungkap tabir misteri alam semesta ketika seluruh dunia sibuk memperebutkan wilayah dalam Perang Dunia II. Sampai tentang bagaimana para ilmuwan saat ini terus mencoba memahami bagaimana alam raya ini bekerja dengan Hadron Collider, teleskop Hubble, sampai tentang peluncuran Voyager-1 yang saat ini menjadi satu-satunya objek terjauh yang pernah meninggalkan planet bumi dan melewati batas orbit tata surya. Buku ini bener-bener akan membawa lo untuk memandang science yang sekeren-kerennya sampai bikin lo merinding (ini buku emang beneran bisa bikin lo merinding). Jauh banget dari persepsi kita tentang science yang identik dengan setumpukan rumus, hal-hal njlimet, dan keruwetan dari pelajaran sekolah/kuliah. Buku ini ibarat kumpulan dari seluruh alasan yang ada di dunia ini tentang kenapa kita harus jatuh cinta dengan science, hehe.. Kalo lo mau tau, sampai sekarang entah berapa banyak para scientist besar yang dulunya terinspirasi dari buku ini sehingga akhirnya memutuskan untuk menapaki jalan hidup untuk menjadi seorang ilmuwan. Kalo lo cukup beruntung bisa nemuin buku ini, gua saranin lo gak perlu mikir panjang buat merogoh seluruh sisa receh yang lo ada di kantong lo buat bisa bawa pulang buku ini. Karena apa yang lo bawa pulang adalah risalah jagat raya dan buah karya besar yang telah menjadi sumber inspirasi dan melahirkan begitu banyak ilmuwan besar yang berkontribusi bagi dunia ilmu pengetahuan hingga saat ini. PS. Resensi film Cosmos (film dokumenter hasil adaptasi dari buku ini) udah pernah dibahas oleh Prasdianto di salah satu artikel blog ini.

4. Guns, Germs, and Steel (by Jared Diamond, 1997)

GGS Nah, kalo dari tadi kita bicara tentang semua yang berhubungan dengan natural-science. Sekarang saatnya kita bahas buku social-science yang keren banget. Buku ini ditulis oleh Jared Mason Diamond, seorang professor geografi dari University of California, Los Angeles (UCLA) dari hasil penelitian selama berpuluh-puluh tahun di Papua (Papua Barat maupun Papua Nugini). Buku ini ditulis untuk menjawab sebuah pertanyaan “Kenapa orang-orang bule di Eropa sana punya kebudayaan yang lebih maju daripada sebagian besar budaya lain di dunia seperti Afrika, Amerika Selatan, India, dan juga Indonesia?”. Buku ini mengupas tentang aspek-aspek yang menyebabkan adanya ketimpangan perkembangan budaya di berbagai belahan dunia dan diversifikasi psychographic yang ada di dunia. Buku ini membahas sejarah dunia, antropologi, geografi, dan sosiologi dengan cara yang amat-sangat-keren-sekali-banget! Gua jamin lo yang anak IPS akan terbengong-bengong karena pelajaran lo di sekolah yang (mungkin) biasanya cuma bisa bikin ngantuk, mendadak bisa dibahas dengan cara yang keren dan seru banget! Lo yang selama ini mungkin cuma ngehafalin fakta dari buku teks sekolah, akan betul-betul “diajak untuk terlibat” dan menelusuri penelitian Jared Diamond untuk mengungkap sejarah perkembangan budaya dan kondisi interaksi dalam masyarakat di dunia ini secara komprehensif. Dari mulai perbedaan kondisi geografis, kondisi kekayaan alam, upaya domestikasi pangan, kondisi iklim yang menuntut masyarakat tertentu untuk bercocok tanam, dan hal-hal lain yang sebelumnya nggak pernah kepikiran sama lo (dan mungkin juga guru lo di sekolah) bahwa ternyata hal-hal itulah yang menjadi faktor penentu dari perkembangan peradaban manusia hingga saat ini. Begitu lo beres baca buku ini, gua jamin lo akan memandang banyak fenomena sosial dalam masyarakat di sekitar kita dengan pola pikir baru yang lebih luas. PS. Resensi buku Guns, Germs, and Steel udah pernah dibahas sama Faisal di salah satu artikel zeniusBLOG sebelumnya || PSS. Menurut gua sih semua anak IPS wajib hukumnya buat baca buku ini!

5. a Short History of Nearly Everything (by Bill Bryson, 2003)

Bill_bryson_a_short_historyKalo lo mau tau tentang seluruh sejarah ilmu pengetahuan yang berhasil diketahui oleh umat manusia dari awal hingga saat ini, terus nyari buku yang mencoba untuk merangkum secara singkat semua hal itu dari ujung ke ujung dengan pembahasan yang menarik dan menyenangkan, maka buku ini adalah jawaban dari apa yang lo cari. Ditulis oleh Bill Bryson pada tahun 2003, buku ini langsung menyabet aventis prize for science books pada tahun 2004. Sebagaimana sesuai dengan judulnya, buku ini ibarat rangkuman singkat tentang segala hal yang telah dicapai oleh umat manusia hingga sampai dengan saat ini. Jadi dengan membaca buku ini, ibaratnya semua pemahaman lo tentang science yang mungkin masih rada acak-acakan, menclak-menclok, timpang sana-sini, atau mungkin cuma sepotong-sepotong, bakal bener-bener dirapihin lagi sampai lo bener-bener paham hubungan dan integrasi-nya satu sama lain. Dari buku inilah lo akan paham bahwa esensi dari ilmu adalah satu, dari mulai Astronomi, Geologi, Biologi, Kimia, Antropologi, Sosiologi, Psikologi… adalah satu kesatuan ilmu yang saling berhubungan dan terkait satu sama lain.

 

GENRE SASTRA KLASIK INDONESIA

1. Bumi Manusia (by Pramoedya Ananta Toer, 1975)

250px-Bumimanusia_bigHampir 10 tahun yang lalu, ketika tante gua yang lama hidup di Belanda dateng berkunjung ke rumah gua di Bandung. Dia ngeliat gua lagi baca buku ini, terus dia cerita dengan semangat banget pake bahasa Belanda campur Inggris ke gua tentang betapa dahsyatnya buku ini sampai-sampai (menurut cerita dia) buku ini dibaca oleh 8 dari 10 kaum pelajar dan akademisi di Belanda. Buat sebagian besar penikmat sastra, buku ini seringkali dianggap sebagai karya sastra terbesar yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer, seorang sastrawan besar Indonesia yang menghabiskan hampir setengah masa hidupnya di penjara dalam status tahanan (total 37 tahun -termasuk masa tahanan kolonial, tahanan politik, tahanan rumah, dan tahanan kota). Namun di dunia internasional, Pram dipandang sebagai salah satu sastrawan besar dunia yang mendapatkan puluhan pengahargaan internasional, dan juga sebagai satu-satunya orang Indonesia yang beberapa kali masuk nominasi penghargaan Nobel Prize for Literature. Bumi Manusia adalah buku pertama dari Tetralogi Pulau Buru yang menceritakan tentang pertentangan batin yang dialami seorang intelektual Indonesia pada masa pra-kemerdekaan bernama Minke (tokoh personifikasi dari RM Tirto Adisuryo). Bersama Minke kita sebagai pembaca diajak untuk mengalami langsung serta terlibat dalam masa perjuangan pra-kemerdekaan Indonesia, juga tentang pandangannya terhadap pendidikan serta bagaimana pendidikah dapat merubah derajat manusia dan juga nasib bangsanya. Naskah cerita ini dibuat pada masa Pram diasingkan di penjara Pulau Buru. Setelah naskah ini berkali-kali disembunyikan, kejar-kejaran sama sipir, sampai mungkin dikubur di dalam tanah, disita, ditulis ulang kembali, diceritakan dari mulut ke mulut oleh kawan-kawan Pram di penjara, kemudian ada juga sebagian dari naskahnya yang diselundupkan ke luar negeri (Australia) sampai pada akhirnya diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia pada tahun 1975. Buku ini bisa dibilang sebagai buku Indonesia yang paling powerful yang pernah dibuat oleh anak bangsa ini, dan menurut gua lo wajib banget baca buku ini begitu ada kesempatan.

2. Madilog (by Tan Malaka, 1946)

img0002-28 Mungkin masih banyak di antara lo yang belum tau tentang Tan Malaka. Tan Malaka adalah orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia pada sebuah buku berjudul Naar de Republiek Indonesia pada tahun 1925. Buku inilah yang kemudian dibaca oleh Bapak Proklamator kita, Ir.Soekarno dan menjadi salah satu inspirasi bagi kaum muda yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia pada masa itu. Bagi sebagian kaum akademisi dan intelektual, Tan Malaka telah dianggap sebagai the true founding father of Indonesia. Salah satunya adalah Muhammad Yamin yang menjuluki Tan Malaka sebagai “Bapak Republik Indonesia”. Ironis banget karena pergulatan politik di masa lalu, Tan Malaka diusir dari Indonesia, dia pergi keliling dunia dengan menyamarkan identitasnya agar nggak ketahuan polisi internasional, sampai akhirnya dia ditembak mati oleh Tentara Republik yang didirikannya. Tragisnya, nama dia dikucilkan dari Sejarah Indonesia dan bukunya dilarang keras beredar selama puluhan tahun. Lantas buku apa sih yang dia tulis sampai dilarang keras beredar itu? Salah satu buku beliau yang paling fenomenal adalah MADILOG, yang merupakan singkatan dari Materialisme-Dialektika-Logika. Dalam buku ini, Tan Malaka mengajak kita semua untuk selalu berpikir dengan menggunakan logika, berdialektika dengan cara berpikir yang rasional, terstruktur, dan selalu mengacu pada bukti sebelum akhirnya sampai pada kesimpulan. Kurang keren gimana lagi coba pesan yang ingin disampaikan sang pendiri bangsa ini kepada kita semua? Inilah pesan yang terlupakan dari founding father Indonesia kepada kita semua yang telah mewarisi negara yang dia bangun dengan segala pemikiran, perjuangan, dan bahkan dengan nyawanya sendiri. Terus terang, buku ini memang bukan buku yang mudah untuk dibaca, apalagi bahasa yang digunakan udah agak jadul. Pada jaman itu memang konsep tulisan berbahasa hampir ga ada satu pun yang mudah untuk dicerna oleh kita sekarang yang hidup di era modern. Tapi tetap saja, buat gue kita semua (harusnya sih) wajib untuk memahami cita-cita luhur dari orang yang berkontribusi besar membangun bangsa Indonesia, yaitu dengan mengutamakan logika dan rasionalitas dalam berdialektika.

3. Arus Balik (by Pramoedya Ananta Toer, 1995)

arus-balik-pod-pramoedya-ananta-toer- Setiap negara besar biasanya memiliki Sejarah klasik yang mereka banggakan, katakanlah Italy dengan masa kejayaan Roma yang sangat besar, Mesir dengan kebudayaan ribuan tahun yang diabadikan dengan puluhan piramida-nya, China dengan sejarahnya yang sangat kompleks dalam pergolakan antar dinasti, Jepang pada era Tokugawa yang seru untuk ditelusuri, belum lagi Sejarah klasik India yang begitu memikat sekaligus misterius untuk dikaji. Nah, Indonesia gimana? Sejarah Klasik Indonesia entah kenapa malah menjadi momok besar bagi kaum pelajar. Dari mulai tuntutan pelajaran buat menghafal nama-nama kerajaan, atribut agama yang melekat pada kerjaan tersebut, nama-nama raja yang panjang dan susah diingat, belum lagi tahun ini-itu yang susah dihafal saking banyaknya. Sistem pengajaran di Indonesia membuat para pelajar jadi membenci sejarah bangsanya sendiri. Konyol kan? Padahal, kalo kita cermati Sejarah Klasik Indonesia dari sudut pandang lain, kisah di balik pergolakan berdiri dan runtuhnya kekuasaan di bumi Nusantara ini nggak kalah serunya dengan sejarah klasik di negara lain. Gua yakin masih banyak yang gak nyadar kalo pada masa jayanya Majapahit, Nusantara merupakan kesatuan maritim dan kerajaan laut terbesar di antara bangsa-bangsa beradab di seluruh muka bumi ini. Nah, dalam buku ini, Pram sebagai salah satu sastrawan terbesar Indonesia akan mendobrak semua paradigma lo tentang sejarah Indonesia yang ruwet, gak menarik, dan membosankan. Buku ini akan membawa lo pada era yang betul-betul menjadi titik nadir yang menentukan sejarah bangsa Indonesia, yaitu masa kejayaan dan runtuhnya Majapahit sampai mulai masuknya penjajah Eropa ke Indonesia. Ditulis dengan narasi yang betul-betul bisa membius kita semua untuk kembali dengan mesin waktu mengarungi arus pasang-surutnya kejayaan Nusantara pada masa lampau. Bagi sebagian penikmat sastra, banyak yang bilang ini adalah karya sastra terbesar Indonesia yang akhirnya mengalahkan Tetralogi Pulau Buru. Sayangnya, saat ini buku ini sudah berhenti beredar dan bisa dikatakan cukup langka. So, kalo diantara lo ada yang tau dimana bisa dapetin buku ini (yang cetakan asli bukan bajakan yah) atau mungkin ada yang gak sengaja ngeliat nampang di pasar buku bekas, please mention atau dm twitter gua, PASTI akan gua beli bukunya.

4. Catatan Seorang Demonstran (by Soe Hok Gie, 1983)

1841575 Pada waktu gua pertama kali membaca buku ini ketika umur 15 tahun, gua betul-betul dibuat malu oleh sosok Soe Hok Gie. Malu karena dalam catatan harian ini gua melihat potret anak muda yang kurang lebih punya latar belakang keluarga dan lingkungan yang mirip sama gua. Tapi pada tahun 50an, ketika Gie masih duduk di bangku SMA, dia sudah membaca dan memahami begitu banyak buku sastra, filsafat, dan sejarah kelas dunia. Sementara waktu itu gua malah sibuk asik main dotA setiap hari, hahahaSoe Hok Gie adalah sosok legenda bagi kalangan mahasiswa dan kaum intelektual muda Indonesia dari generasi ke generasi. Dan buku ini adalah potret dari kehidupan seorang idealis yang tetap berpegang teguh dan konsisten pada prinsipnya dari awal hingga akhirnya hayatnya. Sebuah catatan harian dari seorang aktivis mahasiswa tahun 60an yang berani bersuara lantang di tengah masa-masa paling gelap sekaligus paling mencekam dalam sejarah Bangsa Indonesia. Mungkin bisa dibilang, ini adalah buku yang paling menginspirasi dan berpengaruh sangat besar dalam kehidupan gua. Dari mulai perkembangan intelektual dan emosional gua, sampai pada gagasan-gagasan dan ambisi gua tentang apa yang mau gua lakukan dalam hidup gua. Dalam catatan harian Gie, gua belajar dari kacamata seorang yang begitu gelisah akan ketidakadilan yang dialami oleh bangsanya, gua belajar untuk berani berbicara atas nama prinsip yang benar, gua belajar arti dari kata kejujuran dan integritas. Buat gue, Soe Hok Gie adalah seorang role model hidup tentang konsep anak muda Indonesia yang cerdas (banget), luar biasa berani, punya prinsip dan integritas, sekaligus mau peduli dan berjuang secara konsisten untuk kemajuan bangsanya. Semoga dia bisa tetap menjadi inspirasi dan kaum intelektual muda untuk setiap generasi, termasuk juga kalian yang membaca artikel ini.

5. Burung-Burung Manyar (by Y.B Mangunwijaya, 1981)

img0004-45 Buku ini adalah potret masa Indonesia pada jaman peralihan. Kita semua pasti tahu bahwa Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Tapi apakah moment kemerdekaan ini langsung diketahui seluruh manusia dari Sabang sampai Merauke secara instan? Jangan dibayangin kemerdekaan di Indonesia itu penuh dengan keriuhan dan kemeriahan, penuh arak-arak dan gegap gempita. Nope! kemerdekaan Indonesia itu tentu diikuti dengan semangat, tapi juga “dirayakan” dengan rasa was-was. Karena meski sudah merdeka, masih banyak banget orang di Indonesia yang tidak tahu bahwa tanah yang dijejakinya sudah bernama Indonesia. Masih banyak lapisan masyarakat yang masih belum tau, belum bisa, dan tidak siap menerima identitas mereka yang baru. Indonesia pada masa peralihan adalah sebuah babak yang penuh dengan pergulatan identitas. Indonesia “dijajah” Belanda selama 350 tahun, atau mungkin lebih tepatnya “hidup bersama” dengan Belanda selama 3 abad lebih. Makanya sampai Indonesia merdeka pun ada orang belanda tapi pro-Indonesia, dan sebaliknya ada orang indonesia tapi pro-Belanda. Tapi terlepas dari itu, Romo Mangun telah berhasil menulis sebuah kisah Sejarah di masa-masa awal kelahiran bangsa ini dengan sungguh sangat mengesankan, begitu detail, sarat dengan situasi yang dilematis, serta mengajak kita untuk banyak mempertanyakan identitas kita, tujuan hidup kita, dan pastinya dalam memaknai arti sebuah kemanusiaan dan kemerdekaan yang sesungguhnya. Inilah buku sastra Indonesia yang (menurut gue) betul-betul layak disandingkan dengan karya besar sastra klasik dunia seperti karya-karya Fyodor Dostoyevsky (Rusia), Albert Camus & Victor Hugo (Perancis), von Goethe (Jerman), dan Murakami (Jepang). Untuk lo cewek-cewek yang suka baca buku teenlit atau buku-buku romansa metro-pop, coba deh sesekali baca romansa klasik sastra Indonesia, bisa-bisa ini buku bikin lo nangis gak berhenti-berhenti sampe satu roll tisu abis semua. 😛

****

Okay deh, sekian referensi buku part-01 dalam kategori genre Pop-science dan Sastra Klasik Indonesia.Those are the books that’s worth every second of your life to spend with. Gua yakin bahwa 10 list buku di atas itu mungkin gak bisa lo dapetin dengan mudah di toko buku populer seperti Gramedia atau Gunung Agung, tapi seenggaknya untuk genre science-pop masih cukup mudah untuk lo dapetin kalo lo cukup niat buat pesan online di Amazon. Tapi untuk genre sastra klasik Indonesia mungkin emang perlu ada esktra kerja keras untuk ngubek-ngubek pasar buku tradisional di kota lo masing-masing-atau mungkin bisa juga cari-cari yang mau jual secara online.

PS. Untuk lanjutan artikelnya, kamu bisa baca:

Buku Sastra Klasik Dunia yang pasti KEREN – Part 02 

 

—————————CATATAN EDITOR—————————

Kalo ada di antara lo yang mau ngobrol atau sharing sama Glenn tentang 10 buku di atas, atau ada yang bahas tentang buku yang udah pernah lo baca, atau mungkin lo mau kasih rekomendasi tentang buku yang dibahas berikutnya – Lo bisa langsung tinggalin aja comment di bawah artikel ini. Kalo ada yang mau iseng liat beberapa resensi dari buku yang udah gua baca, bisa mampir ke goodreads gua di sini.

Tertarik belajar dengan zenius.net? Kamu bisa pesan membership zenius.net di sini.