teks persuasi dan teks deskripsi

4 Contoh Teks Persuasi yang Perlu Kamu Baca

Artikel ini membahas tentang contoh teks persuasi dibidang pendidikan, politik, advertensi, dan propaganda.

Nah, di artikel ini kita bakal bahas contoh teks persuasi nih guys, tapi sebelum ke contoh nya nih, kalian tau gak sih sebenernya apa itu teks persuasi, kalo belum tau kalian kudu baca artikel kita mengenai Teks Persuasi nih, biar udah paham gitu konsepnya teks persuasi. 

Sesuai dengan namanya yang mengandung “persuasi” tentunya bentuk teks nya pun gak jauh-jauh dari mempersuasi atau mengajak orang lain, namun jangan salah untuk teks persuasi itu ada strukturnya loh. Yuk coba perhatikan contoh-contoh teks persuasi pada berbagai bidang di bawah ini!

Contoh Teks Persuasi Pendidikan

Berikut contoh teks persuasi mengenai pendidikan, tentang sistem daring (dalam jaringan) yang di terapkan semenjak awal pandemi.

contoh teks persuasi
Sumber gambar: Chris Montgomery/Unsplash.com

Judul: Optimalkan Sistem Pembelajaran Daring!

Tujuan: Meningkatkan upaya sistem pembelajaran daring dengan melek teknologi dan kreativitas di tengah pandemi.

Alinea Pembuka:

Kedatangan pandemi COVID-19 di saat tidak semua orang, terutama sekolah, murid, dan guru benar-benar siap tentunya menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan. Dimana kondisi saat ini tidak memungkinkan bagi kita semua untuk melakukan proses pembelajaran dengan tatap muka langsung, yang tadinya kita terbiasa bertemu teman-teman, dan guru-guru hampir setiap hari, sekarang hanya bisa bertemu via zoom, ms. teams, google meet, dan lain-lain. 

Sewaktu menteri pendidikan kita Nadiem Makarim memutuskan untuk memberlakukan belajar dari rumah sejak awal tahun 2020, keseimbangan pola hidup dan pola rutinitas dari kita semua seolah bergejolak. Banyak dari kita para murid, bahkan para guru tidak terbiasa dan kesulitan untuk menjalani sistem pembelajaran daring.

Alinea Penjelas:

Namun hidup tetap harus berjalan bukan? Bagaimanapun kegiatan pendidikan harus tetap dilaksanakan. Faktanya berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Maret 2020, penggunaan internet selalu meningkat setiap tahunnya, dimana tahun ini meningkat sebanyak 6,27%, yaitu sebanyak 59,33%, yang artinya tanpa adanya pandemi pun, kemampuan melek teknologi itu cepat atau lambat akan semakin diperlukan. 

Dikutip pada publikasi “Potret Pendidikan Statistik Pendidikan Indonesia 2020”, Diskominfo pada tahun 2017 pernah menyatakan bahwa kemajuan teknologi dapat menjadi penunjang serta dapat memicu kreativitas siswa karena banyaknya fasilitas aplikasi atau program seperti photoshop, corel draw, serta berbagai blog dan artikel yang dapat diakses cuma-cuma. 

Pada siaran pers kemendikbud yang dibagikan pada 12 Mei 2020, Totok Suprayitno selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pembukuan mengungkapkan bahwa demi menciptakan praktik baik kepada peserta didik, para guru didorong untuk terus berkreasi. Beliau juga menyampaikan, “Yang selalu kita anggap mustahil mengubah kultur belajar dari yang kaku, yang serba ikuti petunjuk menjadi sebuah proses belajar yang penuh dengan kreativitas oleh guru. Matematika yang momok dan menjadi menyenangkan, literasi yang sulit dicapai dari berbagai tes, ternyata bisa ditingkatkan dengan cara-cara yang bisa dimunculkan oleh guru-guru yang bersangkutan,” kemudian beliau melanjutkan, “Kreativitas memang tidak bisa diajarkan, tetapi bisa ditumbuhkan dan ditularkan karena kreativitas yang dimiliki guru berbeda-beda.”

Tentunya selain peran guru dan sekolah yang diperlukan untuk lebih kreatif dan berinovasi,  peran murid-murid itu sendiri untuk mau ikut berperan aktif selama proses daring juga tidak kalah penting, karena semua segala usaha guru dan sekolah akan menjadi sia-sia jika tidak ada  usaha serta feedback positif dari para murid yang diajar. 

Alinea Penutup:

Oleh karena itu mari kita semua demi kemajuan dunia pendidikan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia bergotong royong, dan bekerja sama agar sistem pembelajaran daring tidak lagi menjadi sebuah hambatan, dan bisa semakin baik dari waktu ke waktu dengan membuka diri dan mengikuti perkembangan teknologi dan berani untuk berinovasi dan kreatif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. 

Contoh Teks Persuasi Politik

Berikut contoh teks persuasi mengenai politik, tentang kecenderungan masyarakat yang hanya mengenal dan peduli dengan pilihan capres dan cawapresnya saja selama pemilu 2019.

Judul: Kenalilah Calon Perwakilan Rakyat Kalian Sendiri! Suara Kalian Berharga!

Tujuan: mengajak rakyat untuk mencari tahu dan tidak sembarang memberi suara untuk memilih perwakilan rakyat, dan anggota dean lainnya. 

Alinea Pembuka:

Kasus penetapan UU Cipta Kerja yang marak di tahun lalu bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih aware dan berhati-hati dalam menggunakan hak suara kita pada saat pemilu dan perda agar tidak menyesal nantinya ketika suara kita tidak lagi di dengarkan. 

Alinea Penjelas:

Berdasarkan survey yang dilakukan Centre for Strategic and International Study (CSIS) pada 15-22 maret 2019, yaitu sebulan sebelum pemilu dilaksanakan, hanya 44,8% responden yang mengaku sudah memiliki caleg pilihan mereka, sementara 18,7% mengaku akan memilih partai politik dan sisanya 36,5% mengaku belum memiliki pilihan baik untuk caleg maupun parpol. 

Dilansir dari kompas, menurut seorang peneliti CSIS yaitu Anya Fernandez mengungkapkan bahwa hal ini bisa terjadi karena perhatian publik terlalu tersedot oleh pemilihan pilpres, sehingga banyak masyarakat yang hanya berfokus untuk memilih calon presiden dan wakil presidennya dibandingkan pemilihan caleg. Hal ini terbukti dengan dari survey yang sama menunjukkan hasil bahwa hanya 14,1% responden yang belum memutuskan pada pemilihan pilpres. 

Dimana survei CSIS tersebut dilakukan terhadap 2000 responden dengan metode acak, dan tingkat kepercayaan 95% serta margin of error lebih kurang 2,21%.

Alinea Penutup:

Tentunya bukanlah hal yang mudah bagi kita untuk mengenal semua calon, karena seperti yang kita ketahui semuanya bahwa calon DPR, DPD, dan sebagainya sangat lah banyak, dan akan memakan waktu untuk mencari tahu profile nya satu per satu. Namun, kita sendiri juga perlu menyadari betapa penting dan berharganya hak suara kita tersebut demi perkembangan dan kemajuan negara kita. 

Contoh Teks Persuasi Advertensi

Berikut contoh teks persuasi mengenai advertensi atau iklan, tentang kelebihan dari skincare berbahan alami, yang lebih aman untuk kulit dan ramah lingkungan. 

contoh teks persuasi
Sumber gambar: Noah Buscher/Unsplash.com

Judul: Ayo Beralih ke Produk Skincare alami!

Tujuan: mengenalkan dan mengajak menggunakan skincare berbahan alami

Alinea Pembuka:

Udah pake skincare ini itu tapi muka gitu-gitu aja?

Setiap orang memiliki kondisi dan jenis kulit yang berbeda-beda, meskipun sudah dikelompokkan menjadi berbagai tipe kulit wajah seperti normal, oily (berminyak), dry (kering), dan sensitif, kenyataannya, sesama pemilik kulit kering pun juga terkadang memiliki kebutuhan kulit yang berbeda, itulah mengapa menggunakan skincare yang tepat bagi kulit itu penting. 

Dijaman yang serba instan seperti sekarang ini, tentunya bukan hal yang sulit untuk membeli berbagai jenis skincare mau mulai dari produk lokal sampe non lokal, dari yang murah sampai yang mahal, dari yang alami sampe yang non alami, semuanya dapat dibeli hanya dengan sentuhan jari, namun justru ketika dihadapkan dengan banyak pilihan, kita malah kesulitan buat memutuskan bukan? Bahkan gak sedikit yang udah menggunakan berbagai jenis skincare justru kulitnya gak ada perubahan, atau bahkan ada yang memburuk.  

Alinea Penjelas:

Fakta menarik dari survey yang dilakukan  oleh Green Beauty Barometer pada tahun 2017 adalah bahwa 74% wanita yang berusia 18-34 tahun menganggap membeli produk berbahan alami itu penting bagi mereka. Kenyataannya,  beberapa kandungan sintetis atau kimia dalam skincare yang kita gunakan memiliki efek jangka panjang bagi kulit atau bahkan memberikan efek alergi, dan juga beberapa kandungan sintetis tersebut tidak aman bagi Ibu hamil. 

Banyak dari kita yang mengira pH kulit kita adalah 7 atau netral, padahal pH rata-rata kulit kita adalah 4,7, tapi kebanyakan skincare berbahan sintetis memiliki pH dari 8-10. Perlu diketahui bahwa pH yang tidak seimbang dalam kulit kita dapat menyebabkan breakouts seperti munculnya jerawat dan komedo, selain itu produksi sebum yang berlebihan pada kulit yang berminyak dapat memperburuk kondisi kulit seperti, eksim dan rosacea. 

Tidak hanya itu, banyak dari kita tidak sadar bahwa beberapa kandungan sintetis yang digunakan dalam produk skincare kita itu dibuat menggunakan mineral oil yang berasal dari fosil yang tidak diperbaharui. Beberapa produk sintetis juga melakukan uji cobanya terhadap binatang, namu hal ini dianggap sebagai bentuk penyiksaan terhadap binatang.

Alinea Penutup:

Jadi tunggu apa lagi? demi menjaga lingkungan dan juga kulit kita agar terhindar dari berbagai efek samping baik jangka panjang dan juga jangka pendek, kuy! kita mulai beralih ke produk berbahan alami yang terpercaya dan juga pastinya aman bagi kulit kita, sehingga selain menjaga kulit kita, kita juga secara tidak langsung ikut melestarikan lingkungan dan menjaga sumber daya alam terutama yang tidak dapat diperbaharui demi anak cucu kita. 

Contoh Teks Persuasi Propaganda

Berikut contoh teks persuasi mengenai propaganda, tentang himbauan kepada masyarakat untuk tetap dirumah demi kebaikan bersama.

Judul: Sayangi keluarga dan diri kalian dengan Stay at Home.

Tujuan: menghimbau masyarakat untuk stay at home dan be safe.

Alinea Pembuka:

Semenjak pandemi COVID-19 menghantui hidup kita dan membuat masing-masing dari kita menjaga jarak, tetap di rumah, dan tidak bersentuhan dengan orang lain. Dimana penyebaran virus ini tidak hanya berdampak bagi kegiatan dan pekerjaan kita, namun juga berdampak pada berbagai aspek, salah satunya ekonomi. Kita pasti tahu bahwa banyak usaha yang akhirnya terpaksa tutup atau gulung tikar akibat pandemi yang tak kunjung mereda. 

Alinea Penjelas:

Dimana per 13 Januari 2020, tercatat ada 11.278 kasus baru. Jumlah 11 ribu lebih kasus tentunya bukan angka yang kecil bukan ? bayangkan betapa hectic nya saat ini di rumah sakit, dan satu per sama tenaga medis yang juga merindukan keluarga mereka, yang juga manusia sama seperti kita, yang bisa terpapar virus, mulai bertumbangan. Mau sampai kapan hal ini terus terjadi?

Itulah mengapa menahan diri untuk keluar rumah sebisa mungkin kita lakukan, jika tidak benar-benar penting mari tetap di rumah, demi diri kita sendiri, demi keluarga kita, dan demi orang lain. Ada banyak hal kok yang bisa kita lakukan di rumah, nonton drama korea misalnya, atau sekarang jaman sudah canggih, meeting bisa secara virtual, kita juga bisa memperbaharui atau menambah skill dengan ikut kelas online, atau bisa juga quality time sama keluarga kalian. Meskipun dengan menjaga jarak kita tetap bisa kok komunikasi dengan teman-teman kita, tetep bisa saling mendukung dan mendoakan satu sama lain. 

Alinea Penutup:

Memutuskan untuk keluar rumah untuk sekedar nongkrong-nongkrong apalagi gak dengan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi saat ini merupakan hal yang bisa di bilang egois, kenapa? Karena kita bisa saja tertular oleh orang lain yang mungkin juga tidak tahu mereka membawa virus, dan jika kita membawa virus itu pulang, itu bisa membahayakan keluarga kita, kita tidak bisa menyalahkan siapapun jika hal itu benar terjadi bukan? 

Oleh karena itu mari tetap di rumah, dan be safe, agar rantai penyebaran virus ini bisa segera terputus dan pandemi ini bisa cepat hilang untuk kebaikan bersama dan tentunya kita sendiri.

Nah guys, sekarang kalian pastinya udah paham kan tentang teks persuasi setelah liat contoh teks persuasinya, dan tentunya udah bisa bedain nih yang mana teks persuasi yang mana yang bukan. Semoga artikel ini bisa beneran membantu kalian dalam memahami teks persuasi, siapa tahu kalian punya bakat khusus dalam membuat teks persuasi. Selamat Belajar!

Baca Juga Artikel Lainnya

Contoh Hikayat

Contoh Resensi Buku

Unsur Pembangun Puisi

Bagikan artikel ini