Mengenal Jenis Teks Persuasi

Artikel ini akan membantumu dalam memahami teks persuasi, mulai dari pengertian teks persuasi, ciri-ciri teks persuasi, struktur teks persuasi, dan kaidah kebahasaan teks persuasi.

Pernahkah kamu mengajak temanmu untuk melakukan sesuatu atau makan sesuatu? Coba ingat-ingat bagaimana cara kamu mengajaknya? Apakah ia tertarik dengan ajakanmu? Atau justru kamu yang pernah diajak oleh temanmu? Atau mungkin kamu pernah menemukan kalimat begini:

“Sayang, maukah kau menikah denganku? Akan aku berikan separuh hidupku padamu, akan aku berikan kebahagiaan yang melimpah untukmu, tak akan aku buat kau bersedih hati. Yuk, kita bangun rumah tangga kecil bersama!”

Nah, cara kamu atau temanmu membujuk itu merupakan salah satu contoh persuasi lho. Lalu persuasi itu apa dan mengapa ada yang namanya teks persuasi? Untuk apa sih? Tenang-tenang, aku udah merangkum semuanya di sini. Yuk, baca penjelasan di bawah ini dengan tenang disertai pikiran yang jernih!

Apa Itu Teks Persuasi?

Dari pengantar di atas, kamu udah kebayang kalau persuasi itu tentang ajakan atau bujukan. Iya, betul. Persuasi merupakan sebuah komunikasi untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Berarti, teks persuasi adalah teks yang bertujuan untuk mempengaruhi agar pembaca mau mempercayai dan melakukan hal yang dituliskan dalam teks tersebut. Kata kuncinya adalah “mempercayai” dan “melakukan”.

Pengertian teks persuasi
Teks persuasi memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain (sumber gambar: pixabay.com/geralt)

Sebelumnya kamu udah tau ‘kan tentang teks eksposisi, dimana teks tersebut hanya sampai tahap mempercayai. Sedangkan, teks persuasi ini udah sampai tahap melakukan. Ada kata ajakan atau bujukan, seperti “yuk!” agar pembaca atau orang yang diajak ini mau melakukan apa yang diinginkan oleh penulis.

Ciri-ciri Teks Persuasi

Kita lihat dulu contoh di bawah ini, yuk!

Contoh teks persuasi
Contoh teks persuasi yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari

Dari gambar di atas, kita bisa tau nih ciri-ciri yang terdapat dalam teks persuasi itu apa aja.

  1. Ada kata bujukan atau ajakan, himbauan, dan pengaruh. Contohnya: pesan sekarang, buy now, tukar sms ini, bisa juga dalam bentuk bujukan agar pembaca mau melakukan pemesanan seperti prosesnya cepat lho, dll.
  2. Terdapat fakta yang dituliskan dalam teks. Contohnya dengan mencantumkan harga, lokasi/alamat, nomor telepon, dll.
  3. Tidak menimbulkan konflik (hanya ada pro atau kontra). Jangan sampai dalam teks persuasi muncul kalimat pro dan kontra. Jadi, dalam satu teks hanya ada kalimat pro atau kontra saja, tidak bisa dua-duanya. Contohnya: “proses cepat, sistem blower, bisa malam hari”. Bukan yang seperti ini “proses cepat, bisa malam hari, lokasi jauh”. Nah, kamu bisa membandingkan antar kedua kalimat tersebut, ‘kan?

Struktur Teks Persuasi

Sekarang kita membahas tentang struktur dari teks persuasi. Agar apa sih ada struktur segala? Agar rapi donk. Selain itu, pembaca jadi lebih mudah dalam memahami teks tersebut. Struktur teks persuasi ada apa aja sih?

Alinea Pembuka

Alinea ini berisi latar belakang dan ajakan dari penulis untuk pembaca agar sadar dan tertarik lebih jauh terhadap ajakan tersebut. Misalnya nih sekarang ‘kan pemerintah mengajak kita untuk melakukan 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan). Di alinea pembuka ini, penulis menuliskan terlebih dahulu latar belakang kejadiannya sampai muncul ajakan 3M tersebut.

Alinea Penjelas

Di alinea ini berisi penjelasan atau pendukung terhadap latar belakang dan ajakan pada alinea pembuka. Fakta-fakta terhadap suatu hal juga dimasukkan di sini lho, guys. Dari contoh 3M di atas. Pada alinea ini dijelaskan alasan mengapa kita harus melakukan 3M. Selain itu, fakta-fakta terkait dengan 3M atau pandemi juga dijelaskan di sini untuk mendukung latar belakang dan ajakan yang tadi disampaikan pada alinea pembuka.

Alinea Penutup

Terakhir, adalah alinea yang berisi kesimpulan dan ajakan lagi untuk melakukan suatu hal. Kita ambil contoh pada ajakan untuk melakukan 3M. Di alinea penutup ini, isinya adalah kesimpulan terhadap penjelasan dan ajakan lagi untuk melakukan 3M.

Kaidah Kebahasaan Teks Persuasi

Setelah kita tau pengertian dari teks persuasi, ciri-cirinya, hingga strukturnya, sekarang mari kita mengenal kaidah kebahasaan teks persuasi. Agar kamu semakin memahami teks persuasi itu seperti apa, yuk langsung aja kita cek poin-poinnya!

  •         Menggunakan kata bujukan (contoh: ayo, mari, dll).
  •         Menggunakan kata kerja imperatif (contoh: hendaknya, jadikanlah, dll).
  •         Menggunakan istilah-istilah atau kata-kata teknis yang mendukung topik bahasan.
  •         Menggunakan kata penghubung argumentatif (contoh: jika, sebab, karena, akibatnya, oleh karena itu, dll).

Itu dia bahasan kita mengenai teks persuasi. Setelah kamu mengetahui seluk beluk dari teks persuasi, kira-kira kamu bisa donk kalau diminta untuk membuat kalimat atau teks persuasi? Kamu juga bisa lihat contohnya di sini. Yuk, semangat belajarnya ya, guys. Eitss, bagi kamu yang mau belajar lebih tentang teks persuasi bisa banget lho langsung cek video materi teks persuasi di sini! Semoga penjelasan di atas bisa bermanfaat untukmu ya, guys. Have a nice day!

Baca Juga Artikel Lainnya

Unsur Pembangun Puisi
Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi
Resensi Buku

Lihat Juga Proses Belajar Ala Zenius di Video Ini