Seluk Beluk UTBK dan SBMPTN 2019

Buat kamu yang masih bingung dengan sistem UTBK dan SBMPTN 2019, kamu bisa baca penjelasan teknis dan tips memaksimalkan peluang di UTBK dan SBMPTN 2019 di artikel ini.

Halo Zenius Fellows, gimana kabarnya nih? Semoga baik dan sehat semua ya. Buat kelas 12, dalam beberapa bulan ke depan kamu akan menghadapi berbagai ujian, baik itu ujian evaluasi berupa USBN dan UNBK, maupun ujian seleksi masuk perguruan tinggi seperti UTBK dan ujian mandiri.

Ujian evaluasi, seperti USBN dan UNBK, ditujukan untuk menilai atau untuk memperbaiki kekurangan dan ketidakmampuan siswa. Jadi untuk menilai hasil pembelajaranmu selama 3 tahun di sekolah, diadakanlah USBN dan UNBK. USBN dan UNBK ini sekaligus sebagai bahan evaluasi suatu daerah serta untuk melihat pemerataan atau tingkat ketimpangan pendidikan tiap-tiap daerah.

Sedangkan ujian seleksi, seperti UTBK, ditujukan untuk menyaring siswa-siswi lolos di perguruan tinggi. Di sini aku batasi konteksnya di PTN aja ya, kalau PTS mungkin bisa dibahas di artikel lain. Nah, karena kursi PTN itu terbatas, maka ga semua siswa bisa kuliah di jurusan atau PTN yang diinginkannya. Kursi-kursi di PTN mesti diperebutkan sehingga tersaring anak-anak yang memang terbaik untuk menempuh pendidikan di PTN.

Dari sini jelas ya. Kalau ujian evaluasi, kamu ga punya “saingan” karena penguji hanya mau lihat sejauh mana pemahaman kamu. Kalau ujian seleksi, kamu punya banyak banget pesaing karena penguji ingin mengambil yang terbaik.

Emang seberapa ketat sih persaingan masuk PTN?

Tergantung masing-masing jurusan di suatu PTN. Ada jurusan di suatu PTN yang ketat banget, tingkat persaingannya tinggi. Namun ada juga yang tingkat persaingannya rendah. Sebagai gambaran, berikut ini statistik penerimaan SNMPTN dan SBMPTN tahun 2018 lalu.

Seleksi Jumlah Peserta Jumlah Diterima Persentase Penerimaan
SNMPTN 2018 586.155 110.946 18,9%
SBMPTN 2018 860.001 165.831 19,3%

Dari data di atas, bisa kamu lihat bahwa pendaftar SNMPTN ada 586 ribu peserta. Dari jumlah tersebut ada 110 ribu peserta (18,9%) yang lolos dan sisanya sebanyak 400ribu peserta lebih harus rela tersingkir. Sementara, di jalur SBMPTN, dari 860 ribu jumlah total peserta, peserta yang dinyatakan lolos ada sebanyak 165 ribu peserta (19,3%) sementara setidaknya hampir 700 ribu peserta ditolak kampus impiannya. Kemungkinan besar, pola yang sama (tingkat penerimaan di bawah 20%) juga akan terjadi pada SNMPTN dan SBMPTN tahun 2019 ini. Bisa dibilang, dari masing-masing jalur SNMPTN maupun SBMPTN, hanya 1 dari 5 pendaftar yang akhirnya diterima.

Kalau kamu ingin kuliah di jurusan dan PTN favorit, seperti Kedokteran UI, persentase penerimaannya bisa lebih gila lagi. Sekitar 1-3% aja!

Nah, ketat banget kan?

Trus aku mesti ngapain nih?

 

Fokus SNMPTN atau UTBK SBMPTN?

Kamu bisa memperjuangkan jurusan dan PTN yang kamu inginkan baik di SNMPTN maupun SBMPTN. Tapi aku selalu ngasih saran agar kamu jangan berharap terlalu banyak dengan SNMPTN. Kenapa?  

Tiap tahun banyak banget anak yang terlalu berharap diterima di SNMPTN. Berharap sih boleh aja, tapi seharusnya kamu juga perlu untuk mempersiapkan kemungkinan terburuknya. Dengan perbandingan persentase diterima dan tidak diterima 1:5, tentunya bergantung di angka yang jauh lebih kecil tersebut merupakan sesuatu yang nekat. Seperti yang mungkin sebagian besar kita ketahui bersama, seleksi SNMPTN hanya akan melihat nilai rapormu sampe semester 5 kemarin aja. Jadi buat siswa kelas 12 yang udah masuk semester 6, sebetulnya udah ga ada hal yang bisa dilakukan lagi untuk memperbaiki nilai atau prestasi.

BEDANYA dengan SBMPTN… di SBMPTN kamu masih bisa memperjuangkan persiapannya. Masih ada waktu belajar sekitar 4 bulan lagi yang bisa kamu pergunakan sebaik-baiknya agar peluangmu diterima di jurusan impianmu makin gede. Masih ada waktu buatmu untuk belajar SBMPTN mati-matian, masih ada waktu buat ngulang materi kelas X sampai dengan XII. Dengan syarat: dibarengi dengan komitmen dan konsistensi belajar.

Jadi aku sih selalu ngasih arahan:

Belajarlah SBMPTN segiat-giatnya, seolah-olah kamu udah pasti ga diterima SNMPTN.

Nah dalam rangka menyambut SBMPTN 2019, aku akan mencoba ngasih gambaran, mengajakmu yang mungkin masih kurang familiar memahami proses SBMPTN secara umum, agar kamu punya bayangan terhadap sistem seleksi ini.

Oke gue mau fokus SBMPTN nih, emang apa perubahan SBMPTN 2018 dan 2019?

 

Perbedaan SBMPTN 2018 dan 2019

SBMPTN 2019 akan mengalami perubahan cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Kalau tahun-tahun sebelumnya, definisi SBMPTN adalah ujian yang diselenggarakan secara nasional untuk menyaring siswa-siswa masuk PTN. Nah, sekarang yang namanya SBMPTN adalah proses seleksinya saja dengan menggunakan nilai UTBK.

Waduh apa lagi tuh UTBK?

UTBK (Ujian Tertulis Berbasis Komputer) adalah sebuah ujian berbasis komputer yang dilaksanakan beberapa kali dalam setahun yang nilainya bisa digunakan dalam SBMPTN. Selain untuk SBMPTN, nilai UTBK juga bisa digunakan untuk seleksi mandiri PTN maupun PTS. Bakal ada PTN atau PTS yang membuka jalur seleksi mandiri tanpa tes lagi, tapi tinggal menggunakan nilai UTBK.utbk sbmptnJadi SBMPTN sudah bukan berupa ujian tertulis lagi, tapi berupa seleksi berdasarkan nilai UTBK yang kamu miliki.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini poin-poin penting perbedaan SBMPTN 2019 dan 2018 lalu.⠀

No. Item SBMPTN 2018 SBMPTN 2019
1. Daya tampung Minimal 30% Minimal 40%
2. Basis ujian Berbasis kertas, komputer dan HP android Berbasis komputer
3. Jenis ujian TKPA

TKD Saintek / Soshum

TPS

TKA

4. Ujian campuran Bisa Tidak bisa
5. Alur pelaksanaan Daftar → Ujian → Penentuan kelulusan Daftar → Ujian UTBK → Mendapatkan nilai → Daftar SBMPTN → Penentuan kelulusan
6. Jumlah ujian Cuma sekali di satu waktu Dilaksanakan beberapa kali, satu orang maksimal bisa mengambil ujian 2 kali
7. Ujian Keterampilan Ujian keterampilan bagi yang mengambil kelompok jurusan seni atau olahraga Seleksi portofolio bagi yang mengambil kelompok jurusan seni atau olahraga

 

UTBK 2019

Seperti yang telah aku singgung sekilas di atas, UTBK adalah sebuah ujian berbasis komputer yang dilaksanakan beberapa kali dalam setahun yang nilainya bisa digunakan untuk seleksi masuk PTN seperti SBMPTN, Seleksi Mandiri atau bahkan seleksi PTS.

Di UTBK ini, kamu hanya boleh mengikuti tes maksimal 2 kali. Apabila mengikuti UTBK 2 kali, kamu bisa menggunakan nilai tertinggi antara 2 nilai UTBK yang dimiliki.

Persyaratan UTBK

  • Siswa SMA/MA/SMK Kelas 12 pada tahun 2019 atau peserta didik Paket C tahun 2019. 
  • Lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat tahun 2017 dan 2018 atau lulusan Paket C tahun 2017 dan 2018.
  • Membayar biaya UTBK sebesar Rp200.000 untuk 1 kali tes

Alur Kegiatan UTBK

alur kegiatan utbk

Pendaftaran UTBK

Kamu bisa mengikuti UTBK satu atau dua kali. Kalau kamu berencana mengikuti tes satu kali saja, kamu bisa memilih mendaftar pada gelombang pertama atau gelombang kedua.

Tanggal Pendaftaran Waktu Pelaksanaan Ujian
Gelombang 1 01 – 24 Maret 2019 13 April – 4 Mei 2019
Gelombang 2 25 Maret – 01 April 2019 11 Mei – 26 Mei 2019

Namun, apabila kamu ingin mengikuti tes dua kali, maka kamu harus mendaftar di gelombang pertama dan gelombang kedua. Kalau kamu hanya di gelombang kedua, maka hanya dapat mengikuti 1 (satu) kali tes pada tanggal 11 Mei – 26 Mei 2019.

Jadwal UTBK

UTBK dilaksanakan antara 13 April sampai dengan 26 Mei 2019. Jadwal tesnya dibagi menjadi 10 hari pelaksanaan dengan 1 hari terdapat 2 sesi ujian. Jadi total ada 20 sesi ujian. Kamu bisa memilih maksimal 2 sesi dari 20 sesi ujian tersebut.

Pelaksanaan Sesi Jadwal Pengumuman Nilai
13 April 2019 Pagi 08.00 – 11.45 23 April 2019
Siang 13.00 – 16.45
14 April 2019 Pagi 08.00 – 11.45 24 April 2019
Siang 13.00 – 16.45
27 April 2019 Pagi 08.00 – 11.45 7 Mei 2019
Siang 13.00 – 16.45
28 April 2019 Pagi 08.00 – 11.45 8 Mei 2019
Siang 13.00 – 16.45
4 Mei 2019 Pagi 08.00 – 11.45 14 Mei 2019
Siang 13.00 – 16.45
11 Mei 2019 Pagi 08.00 – 11.45 21 Mei 2019
Siang 13.00 – 16.45
12 Mei 2019 Pagi 08.00 – 11.45 22 Mei 2019
Siang 13.00 – 16.45
18 Mei 2019 Pagi 08.00 – 11.45 28 Mei 2019
Siang 13.00 – 16.45
25 Mei 2019 Pagi 08.00 – 11.45 1 Juni 2019
Siang 13.00 – 16.45
26 Mei 2019 Pagi 08.00 – 11.45 2 Juni 2019
Siang 13.00 – 16.45

Materi Ujian UTBK

Berbeda dari materi SBMPTN tahun lalu, materi ujian UTBK terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang sesuai dengan kelompok ujian setiap peserta ujian.

TKA terdiri dari:

  • TKA Saintek: Matematika Saintek, Fisika, Kimia, dan Biologi
  • TKA Soshum: Matematika Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi

Bisa dibilang, TKA adalah pengganti dari TKD di SBMPTN 2018 dengan penambahan Matematika Soshum.

Selain itu, soal-soal TKA akan menekankan pada Higher Order Thinking Skills (HOTS). Soal HOTS adalah soal-soal yang menguji daya analisis, evaluasi serta kreasi atau membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Ga sekadar hafalan atau mengaplikasikan rumus-rumus aja, tapi masuk ke pemahaman yang lebih dalam serta koneksi antar bab.

Sebenarnya sih, sebagian soal SBMPTN tahun-tahun sebelumnya sudah memakai pendekatan HOTS. Soal SBMPTN tahun-tahun sebelumnya memang terkenal memerlukan analisis lebih mendalam ketimbang soal UN ataupun soal ujian di sekolah. Nah kalau biasanya sudah memakai HOTS, kenapa perlu di-declare segala? Aku kurang tau sih, bisa jadi ya tetap seperti soal SBMPTN tahun sebelumnya atau malah bakal semua HOTS? Menurutku ga ada salahnya sih kamu mengantisipasi dengan mulai mengubah cara belajar dari yang mungkin sebelumnya hafalan, menjadi pemahaman.

Penjelasan lebih lanjut tentang soal HOTS bisa kamu baca di sini:

Sedangkan untuk TPS, saat ini belum ada informasi resmi terkait dengan jenis-jenis ujiannya. Tapi kalau dilihat dari istilah yang dipakai, harusnya TPS ga akan jauh-jauh dari TPA. Isinya kurang lebih seperti kemampuan verbal, kemampuan matematika (kuantitatif), serta kemampuan logika.

Kelompok Ujian UTBK

Kelompok ujian pada UTBK kurang lebih sama seperti SBMPTN tahun-tahun sebelumnya, yaitu dibagi menjadi 2 kelompok ujian:

  • Kelompok Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) dengan materi ujian TPS dan TKA Saintek
  • Kelompok Ujian Sosial dan Humaniora (Soshum) dengan materi ujian TPS dan TKA Soshum.

Setiap peserta dapat memilih kelompok ujian Saintek dan/atau Soshum. Jadi misalnya bisa aja di UTBK pertama kamu ikut Saintek, namun di UTBK kedua kamu ikut Soshum. Tapi di UTBK ini ga ada kelompok ujian IPC atau campuran.

Trus gimana donk kalau di SBMPTN 2019 ingin mix jurusan kelompok IPA dan IPS? Maka di UTBK-nya kamu mesti ikut 2 kali UTBK, mengikuti kelompok ujian Saintek dan Soshum.

Tips Menghadapi UTBK

1. Belajar Mulai dari Basic Skills

Basic skills penting banget buat dipelajari sebagai fondasi dalam belajar hal apa pun. Basic skills ini adalah aturan-aturan berpikir dasar. Jadi ga cuma buat UTBK, belajar basic skills bakal bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari sampai seumur hidupmu. TPS / TPA adalah bagian dari basic skills. Jadi belajar basic skills berarti sekaligus belajar buat TPS / TPA juga. Aku sangat merekomendasikan kamu melahap habis daftar materi basic skills berikut ini:

2. Prioritas Belajar di Materi yang Sering Keluar

Tiap anak punya tingkat pemahaman terhadap suatu materi yang berbeda-beda. Ada anak yang sudah memahami banyak materi, namun ada juga anak yang minim banget pemahamannya terhadap berbagai materi yang diujikan di UTBK dan baru mulai sungguh-sungguh mengejar ketertinggalan. Kalau kamu tipe yang kedua, dengan materi yang banyak dan waktu yang sangat terbatas, kamu bisa memprioritaskan belajar di materi-materi yang sering keluar di SBMPTN tahun-tahun sebelumnya.

Daftar materi yang sering keluar di SBMPTN dalam beberapa tahun terakhir bisa kamu baca di artikel ini:

Misalnya di mapel Fisika, bab Mekanika menjadi yang paling sering dan banyak keluar di SBMPTN. Nah bab tersebut bisa kamu jadikan prioritas untuk dipelajari terlebih dahulu.

3. Ambil 2 kali ujian

Pendaftaran UTBK ditutup tanggal 1 April 2019, sedangkan pelaksanaan UTBK 13 April – 26 Mei. Jadi kalau terlanjur daftar untuk sekali tes, trus nilai UTBK-nya jelek, maka kamu sudah ga bisa daftar lagi karena pendaftaran sudah ditutup. Jadi aku pribadi saranin sebaiknya ikut 2 kali UTBK.

Selain itu, dengan jenis ujian yang baru, kamu ga tau tipe soal dan tingkat kesulitan yang akan kamu hadapi di UTBK kali ini. Dengan ikut 2 kali ujian, maka paling enggak, di ujian pertama kamu bisa tau tipe dan tingkat kesulitan soalnya terlebih dahulu. Yang ujian pertama bisa dibilang sebagai ajang tryout, karena di sini kamu baru tau soalnya. Nah setelah ujian pertama, karena sudah tau gambaran soalnya, kamu bisa ngebut belajar lagi untuk mempersiapkan UTBK yang kedua.

Harapannya, UTBK yang kedua kamu punya nilai lebih tinggi.

 

SBMPTN 2019

Setelah kamu memiliki nilai UTBK, kamu bisa mendaftarkannya di SBMPTN. Jadi di SBMPTN 2019 kali ini sudah tidak ada tes lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Persyaratan SBMPTN

  1. Siswa SMA/MA/SMK/Sederajat lulusan tahun 2017, 2018 harus sudah memiliki ijazah.
  2. Bagi siswa SMA/MA/SMK/Sederajat lulusan tahun 2019 memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah, sekurang-kurangnya memuat informasi jati diri dan pasfoto berwarna terbaru yang bersangkutan dengan ditandatangani oleh kepala sekolah dan dibubuhi cap stempel yang sah.
  3. Memiliki Nilai UTBK.
  4. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi.
  5. Memiliki NISN.
  6. Bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah PORTOFOLIO.
  7. Biaya UTBK ditanggung oleh peserta dan subsidi pemerintah.
  8. Tidak lulus jalur SNMPTN 2019. Buat kamu yang lulus SNMPTN, kamu boleh aja ikut UTBK, tapi ga boleh mendaftarkan nilainya di SBMPTN 2019.

Alur Kegiatan SBMPTN

alur kegiatan sbmptn 2019

Aturan pemilihan program studi

Kelompok program studi dan jumlah pilihan pada SBMPTN 2019 adalah sebagai berikut.

  1. Program studi yang ada di PTN dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Saintek dan kelompok Soshum.
  2. Peserta dapat memilih program studi paling banyak dua program studi dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok Saintek, peserta mengikuti kelompok ujian Saintek.
    2. Jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok Soshum, peserta mengikuti UTBK kelompok ujian Soshum.
    3. Jika program studi yang dipilih dari kelompok Saintek dan kelompok Soshum, peserta mengikuti UTBK kelompok ujian Saintek dan juga UTBK kelompok ujian Soshum
  3. Urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan.
  4. Peserta SBMPTN 2019 dapat memilih program studi di PTN mana pun. Tidak ada aturan wilayah seperti tahun-tahun sebelumnya.
  5. Program studi, daya tampung per PTN tahun 2019, dan jumlah peminat program studi per PTN tahun 2018 dapat dilihat di laman https://sbmptn.ltmpt.ac.id

Tips Mendaftar SBMPTN

Dengan nilai UTBK yang kamu miliki, kamu mesti memperkirakan apakah nilaimu cukup untuk masuk di jurusan dan PTN yang kamu impikan. Masalahnya, ini adalah UTBK tahun pertama, belum ada gambaran nih berapa sih nilai yang pernah diterima di suatu jurusan.

Beberapa hal yang bisa kamu jadikan pertimbangan:

a. Kuota dan tingkat keketatan suatu jurusan tahun-tahun sebelumnya

Salah satu hal yang wajib kamu pantengin sebelum mulai daftar SBMPTN adalah statistik penerimaan SBMPTN tahun-tahun sebelumnya. Data ini biasanya ada tiap pendaftaran dibuka. Dari tahun ke tahun, biasanya, tingkat keketatan ga terlalu berbeda jauh.

Misalnya, kalau kamu ingin kuliah di Kedokteran, coba bandingin statistik penerimaan FK di berbagai kampus. Dari situ, kamu bisa mendapatkan gambaran kasar mana FK yang tingkat keketatannya tinggi, sedang dan paling rendah.

b. Cari tau nilai UTBK peserta lainnya

Berada di posisi mana nih nilai UTBK kamu dibandingkan dengan anak-anak yang lain? Aku saranin kamu survei kecil-kecilan ke teman-teman atau orang-orang di internet. Tujuannya biar bisa tau gambaran kasar apakah nilai UTBKmu berada di range atas, range menengah, atau range bawah.

Kalau misalnya nilai UTBKmu berada di range bawah, mungkin akan sangat riskan mengambil jurusan-jurusan favorit atau tingkat ketetatannya tinggi. Begitu pula sebaliknya.

****

Nah, kira-kira seperti itu ya aturan umum di UTBK dan SBMPTN 2019. Moga-moga bisa jadi informasi yang bermanfaat buat kamu untuk punya strategi tersendiri dalam mendaftar PTN dan jurusan yang diinginkan. Moga-moga juga tulisanku ini bisa jadi penyemangat buat kamu mempersiapkan diri di UTBK bulan April nanti.

 

==========CATATAN EDITOR===========

Kalo ada di antara lo yang mau ngobrol atau diskusi sama Ari tentang proses pendaftaran UTBK dan SBMPTN, langsung aja tinggalin komentar di bawah artikel ini ya. Buat lo yang mau daftar UTBK dan SBMPTN, berikut ini artikel keren lain dari Zenius Blog yang wajib banget buat lo baca supaya punya persiapan yang matang

Lo bisa download soal-soal SBMPTN lewat link di atas dalam bentuk pdf, GRATIS! Kalo lo ngerasa udah mentok, ada juga video pembahasannya. Zenius udah punya ribuan paket soal lengkap yang bisa lo download. Soal-soal ini dibuat sama tutor Zenius dengan referensi yang berkualitas. Soal-soal HOTS juga udah ada di sana. Nah, kalo lo mau download soalnya, lo bisa download aja di zenius.net ya!


Dapatkan pengalaman belajar yang semakin seru dan bikin ketagihan dengan Zenius App!

Tersedia di Play Store

 

Download Zenius App di sini