Yi Sun Shin

Yi Sun Shin, Laksamana Korea yang Berhasil Melawan Ratusan Kapal Jepang dengan 13 Kapal

Artikel ini membahas biografi Yi Sun Shin, Laksamana Korea pada masa Dinasti Joseon yang berhasil menghalau invasi Jepang ke Korea.

Temen-temen Zenius, kalian udah pernah denger nama Yi Sun Shin belum? Kalau temen-temen main game Mobile Legends, gua rasa udah pada kenal lah ya hero Marksman yang ini. Tapi udah pada tau belum cerita inspirasi dari hero game tersebut? Laksamana Yi Sun Shin ini sangat amat terkenal di Korea, bukan cuma Korea Selatan ya, di Korea Utara juga dihormatin! Buktinya dulu ada penghargaan militer untuk Angkatan Laut Korea Utara yang bernama “Ordo Laksamana Yi Sun Shin” di Perang Korea

Sesuai judul artikel ini, pencapaian paling terkenal Laksamana yang satu ini adalah keberhasilannya melawan ratusan kapal (sekitar 300 kapal) Jepang dengan 13 kapal doang. Gokil ga tuh! Tentu gua bakalan bahas itu, tapi sebelumnya mari kita kenal dulu siapa Yi Sun Shin ini. Kalau gitu tanpa basa-basi, yuk kita baca sampai akhir artikelnya!

Kehidupan Awal

Yi Sun Shin dilahirkan pada 28 April 1545 di Geoncheon-dong, Seoul sebagai anak laki-laki ketiga dari Yi Jung. Keluarganya merupakan keluarga bangsawan, namun ketika ia lahir keluarganya sudah lama tidak mengikuti politik dan bisa dibilang tidak berpengaruh. Ibunya, Chogye Byeong membesarkannya dengan penuh kasih sayang disertai dengan disiplin. 

Yi Sun Shin menghabiskan sebagian besar masa mudanya di di Geoncheon-dong. Ia gemar bermain perang dengan temannya dengan berperan sebagai komandan dan membuat busur dan anak panah sendiri. Sebagai anak bangsawan, dia juga mempelajari aksara Cina dan sastra klasik

Yi Sun Shin
Lukisan Yi Sun Shin (Dok. Antique Alive)

Ketika Yi Sun Shin berusia dua puluhan, ia mulai belajar di akademi militer selama kurang lebih 7 tahun. Di sana ia belajar cara memanah, menunggang kuda, dan ilmu bela diri lainnya. Pada tahun 1564, ia menikahi Nona Bang dari Klan Onyang Bang dan mempunyai 3 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Dia kemudian mengikuti Ujian Militer Nasional Kwago untuk menjadi perwira junior pada usia 28 tahun, tetapi jatuh dari kudanya saat ujian kavaleri dan kakinya patah. Akibatnya ia gagal dan melanjutkan studi militernya.

Karier Militer

Akhirnya, pada tahun 1576, Yi Sun Shin yang saat itu berusia 32 tahun mengikuti ujian militer tersebut lagi dan berhasil lulus, menjadi perwira junior paling tua saat itu. Ia ditempatkan di perbatasan utara Korea, di mana tentara korea sering bertempur dengan suku Jurchen. 

Yi Sun Shin
Gambar Seorang Serdadu Jurchen (Dok. Wikimedia Commons)

Karier militer awal Yi Sun Shin berlangsung dengan baik. Ia berhasil menangkap salah satu pemimpin suku Jurchen pada tahun 1583. Namun, atasan Yi Sun Shin takut kehilangan jabatan mereka, sehingga mereka menuduh Yi Sun Shin lari meninggalkan pertempuran. Tanpa dukungan politik dan kemampuan ekonomi, dia ditangkap, disiksa dan dicabut dari jabatannya.

Setelah keluar dari penjara, hal pertama yang dilakukan Yi Sun Shin adalah mendaftar kembali di militer sebagai serdadu biasa. Kemampuan militernya segera membuat ia dipromosi menjadi komandan pusat pelatihan militer di Seoul, dan kemudian menjadi hakim militer di daerah pedesaan. Akhirnya pada Februari 1591, Yi Sun Shin dipromosikan sebagai Komandan Angkatan Laut Wilayah Barat Daya di Provinsi Jeolla-do.

Invasi Jepang, Perang Imjin 

Melihat kondisi politik Jepang di seberang lautan, Yi Sun Shin menyadari ancaman akan invasi Jepang. Pada saat itu, Jepang yang belum lama disatukan dipimpin oleh Toyotomi Hideyoshi. Jepang berencana menyerang Korea untuk menjadikannya basis penyerangan kekaisaran Ming di Cina. Korea yang saat itu diperintah Dinasti Joseon mengetahui ini, tetapi terdapat banyak opini tentang kemungkinan atau kebenaran serangan tersebut. Oleh karena itu, 14 bulan sebelum perang pecah, Yi Sun Shin sudah mulai mempersiapkan armada laut untuk melawan serangan Jepang.

Kapal Kura-Kura

Yi Sun Shin
Replika Kapal Kura-Kura (Dok. Wikimedia Commons)

Salah satu persiapan yang dilakukan Yi Sun Shin adalah menyiapkan kapal jenis baru, disebut dengan nama Geobukseon yang berarti kapal kura-kura. Kalau temen-temen hobi main game strategi seperti Age of Empire II dan Civilization V, gua yakin lu pada pasti kenal sama unit perang khusus Korea ini! 

Sebenarnya, desain untuk kapal kura-kura ini sudah ada dari tahun 1413, tetapi karena saat itu Korea relatif damai, desain tersebut tidak dikembangkan lebih lanjut. Nah, Yi Sun Shin melihat potensinya dan desain kapal tersebut dikembangkan menjadi kapal kura-kura yang berukuran lebih besar dan bergerak lebih cepat dari kapal Jepang. 

Yi Sun Shin
Replika Kapal Kura-Kura di Museum Memorial Perang Seoul (Dok. Wikiepdia)

Kapal kura-kura ini dipersenjatai di segala sisinya dengan total sekitar 40 meriam. Selain itu, kapal tersebut sepenuhnya tertutup, atapnya dilapisi besi untuk melindungi tembakan musuh dan dipasang paku besi untuk mencegah musuh melompat ke kapal. Terdapat kayu tebal di bawahnya untuk melindungi awak senjata dan pendayung dari serangan jarak dekat. Karena besi tersebut melapisi kapal seperti tempurung kura-kura, dari situlah kapal tersebut mendapat nama Geobukseon.

Kapal kura-kura ini sering dinyatakan sebagai kapal perang lapis baja/besi pertama di dunia. Selain menciptakan kapal kura-kura, Yi Sun Shin juga menimbun pangan dan perlengkapan militer lainnya. Ia menerapkan aturan pelatihan baru yang ketat bagi tentaranya. Armadanya adalah satu-satunya bagian militer Joseon yang secara aktif mempersiapkan perang dengan Jepang.

Kemenangan di Laut

Yi Sun Shin
Lukisan Pendaratan Tentara Jepang di Busan (Dok. Wikimedia Commons)

Ketika invasi Jepang yang dikenal sebagai Perang Imjin berlangsung pada 14 April 1852, Korea tidak siap menghadapi kekuatan dari Jepang. Kota Busan di bagian tenggara Korea direbut dan dijadikan basis penyerangan Jepang. Angkatan darat Jepang maju ke arah utara, di mana Korea gagal menghentikan mereka. Laksamana Yi Sun Shin segera menggerakan armadanya ke laut tenggara Korea untuk melawan Jepang.

Walau tidak memiliki pengalaman perang di laut dan memiliki kapal lebih sedikit, Laksamana Yi Sun Shin berhasil mengalahkan armada Jepang pada pertempuran Okpo. Ini menjadi sebuah pola dalam pertempuran-pertempuran selanjutnya, armada Yi Sun Shin yang lebih sedikit berhasil mengalahkan Jepang dengan taktik. Salah satu taktik favoritnya adalah dengan mengirim beberapa kapal sebagai umpan untuk memancing kapal Jepang menyerang. Ketika maju, kapal Jepang tersebut kemudian diserang oleh kekuatan penuh armada Yi Sun Shin. 

Yi Sun Shin
Ilustrasi Pertempuran Hansan-do (Dok. London Korean Links)

Salah satu pertempuran laut paling terkenal di dunia, pertempuran Hansan-do dimenangkan oleh Yi Sun Shin pada Agustus 1592. Dengan 55 kapal, ia melawan detasemen 73 kapal Jepang. Hasilnya, 59 dari 73 kapal Jepang tenggelam, membunuh sekitar 9000 tentara Jepang. Oh btw, kapal Yi Sun Shin ga ada satupun yang tenggelam. Akhirnya, pada tanggal 15 Agustus 1593, dia diangkat menjadi Panglima Angkatan Laut Selatan sebagai pengakuan atas jasa pengabdiannya yang luar biasa pada masa perang .

Jepang berada di kondisi yang buruk, angkatan laut mereka hancur, Dinasti Ming di Cina mengirimkan bantuan serdadu ke Korea, masyarakat Korea membentuk dan membentuk milisi. Semua tampak berantakan, dan akhirnya mereka memasuki negosiasi damai bersama dinasti Ming. 

Korban Muslihat Jepang

Negosiasi damai ini berlangsung selama 45 bulan sebelum akhirnya gagal dan perang berlanjut. Pada masa ini Yi Sun Shin ga tinggal diam, dia meningkatkan kekuatan Angkatan Laut Korea dengan merekrut dan melatih tentara, mempersiapkan senjata dan kapal perang, memesan bubuk mesiu, dan mengamankan pangan. 

Ternyata bukan cuma Yi Sun Shin yang ga diam. Jepang belajar dari kekalahan mereka di laut, mereka memutuskan untuk menyiapkan angkatan laut yang lebih kuat. Terus mereka sadar kalau Yi Sun Shin itu sangat berbahaya, jadi Jepang bikin rencana. Mata-mata Jepang menipu pemimpin Korea dengan informasi palsu dengan tujuan memancing armada Korea untuk menyerang armada Jepang yang jauh lebih kuat. 

Yi Sun Shin
Gambar Kapal Perang Jepang (Dok. Wikimedia Commons)

Laksamana Yi Sun Shin sadar ada yang ga beres tentang informasi yang ia terima, rasanya ga mungkin segampang ini. Akibatnya, dia menolak perintah pemimpin Korea untuk menyerang. Karena menolak perintah, ia ditangkap, disiksa dan dicopot pangkatnya (lagi). Lumayan heran gua, kok bisa ya beliau sabar banget sama bangsanya sendiri? 

Akhirnya, armada laut Korea dengan laksamana yang menggantikan Yi Sun Shin diperintahkan untuk menyerang. Bener aja kata Yi Sun Shin, mereka masuk ke perangkap Jepang yang diperkirakan sebanyak 500-1000 kapal perang. Pada akhir pertempuran yang disebut pertempuran Chilcheollyang ini, dari sekitar 200 kapal perang Korea, hanya 12 berhasil melarikan diri, sisanya hancur. Semua usaha Yi Sun Shin untuk memperkuat angkatan laut Korea hancur seketika.

Pertempuran Myeongnyang

Ketika Raja Korea mendengar berita kegagalan pertempuran Chilcheollyang, ia buru-buru mengampuni dan mengembalikan pangkat Laksamana Yi Sun Shin sebagai komandan armada Joseon yang tersisa. Ketika 12 kapal yang berhasil kabur kembali ke Korea, Raja Korea memerintahkan Yi Sun Shin untuk membubarkan armadanya dan bergabung perang di darat. Terus lu tau apa balesan Yi Sun Shin?

“Yang mulia, saya masih memiliki 12 kapal perang.”

Yi Sun Shin

Iya, dia berniat ngelawan Jepang hanya dengan 12 kapal perang, gokil abis. Mengetahui Jepang mengerahkan armadanya ke pesisir barat Korea, Laksamana Yi Sun Shin segera membuat rencananya. Ia memperhatikan sebuah selat strategis, yaitu selat Myeongnyang. Selain ukurannya yang sempit, ia menyadari arus laut kuat yang berubah-ubah arah di selat tersebut. Oke, Yi Sun Shin udah memilih tempat untuk pertahanan terakhirnya.

Yi Sun Shin
Panokseon, tipe kapal perang yang digunakan Yi Sun Shin pada pertempuran Myeongnyang (Dok. Wikimedia Commons)

Dari 12 kapal perang yang kembali, tidak ada satupun kapal kura-kura di antaranya. Dengan sedikit waktu yang dia punya, Yi Sun Shin memperkuat kapal-kapal tersebut menjadi pengganti kapal kura-kura. Selain itu ia mendapat bantuan dari 1 kapal perang lagi, menjadikan total 13 kapal perang. Dia juga melatih tentara-tentara yang tersisa dengan keras untuk memberikan performa terbaik mereka. 

Armada Jepang kemudian datang dengan tujuan menghancurkan sisa armada Korea. Jepang membawa 133 kapal perang dan setidaknya 200 kapal logistik. Yi Sun Shin menempatkan armadanya di tepat belakang celah tersempit di selat. Akibatnya, jumlah kapal perang Jepang yang bisa lewat terbatasi, sisanya menunggu di belakang kapal perang yang maju. 

Pada malam hari, ia berkata kepada armadanya:

“Mereka yang mencari kematian akan hidup. Mereka yang mencari kehidupan akan mati.”

Yi Sun Shin

Pada fajar 26 Oktober 1597, ketika kapal perang Jepang maju, Yi Sun Shin ikut memajukan armadanya, menahan kapal perang Jepang dan terjadi perlawanan sengit. Armadanya berhasil menghancurkan kapal-kapal Jepang. Kemudian seperti prediksinya, arus laut berubah arah, mendorong kapal perang Jepang yang maju kembali ke tempatnya. Akibatnya, kapal Jepang tersebut saling tabrak-menabrak, menenggelamkan beberapa kapal dalam prosesnya. Sebaliknya, armada Yi Sun Shin mengambil posisi dan menembakan meriam ke arah kapal-kapal Jepang yang kacau.

Yi Sun Shin
Pertempuran Myeongnyang di Film The Admiral: Roaring Currents (Dok The Movie Database)

Pada akhirnya, 31 kapal perang Jepang hancur, komandannya meninggal, dan sebagian besar pasukan Jepang terbunuh maupun tenggelam. Kemenangan Yi Sun Shin yang luar biasa berkontribusi besar dalam menyelamatkan Korea. Pertempuran ini diabadikan di Korea, salah satunya adalah film The Admiral: Roaring Currents (2014), film dengan penonton dan penjualan tiket terbesar di Korea Selatan. 

Pertempuran Noryang dan Akhir Hidup

Ketika pemimpin Jepang Toyotomi Hideyoshi meninggal, Pasukan Jepang bergegas mundur dari Korea. Armada gabungan Korea-Cina mengejar pasukan Jepang yang mundur dan melakukan pertempuran terakhir di lepas pantai Noryang pada 16 Desember 1598. Lagi-lagi kalah jumlah, armada gabungan dengan total 150 kapal melawan 500 kapal Jepang. 

Yi Sun Shin
Lukisan Pertempuran Laut di Korea (Dok. Wikimedia Commons)

Kalau kita belajar satu hal dari track record Yi Sun Shin, kita tau dia bisa ngalahin musuh dengan jumlah yang jauh lebih banyak. Tentunya, hal ini juga berlaku di pertempuran Noryang. Sayangnya, ketika mengejar kapal musuh yang kabur, Yi Sun Shin tertembak oleh peluru yang menyasar. 

Mengetahui waktunya tinggal sebentar, ia memerintahkan pasukannya untuk tidak mengumumkan kematiannya yang mendekat karena takut kematiannya dapat merusak moral armadanya. Pertempuran dimenangkan dengan pasukan gabungan Korea-Cina, 200 kapal Jepang ditenggelamkan dan 100 kapal lainnya ditangkap. Korea telah memenangkan perangnya, tetapi dalam prosesnya kehilangan Laksamana terbaik di Korea.

Yi Sun Shin
Patung Yi Sun Shin di kota Seoul (Dok. Talk Talk Korea)

Selama hidupnya, Yi Shun Shin berhasil memenangkan total 23 pertempuran laut tanpa kehilangan satupun kapal. Yi Sun Shin adalah seorang pahlawan Korea dan salah satu laksamana terbaik dalam sejarah dunia. Pertempurannya yang dicatat dengan baik dalam buku harian dan laporannya, dipelajari oleh sejarawan angkatan laut modern. Keberaniannya menjadikannya sebagai panutan bagi masyarakat Korea modern. Ia diabadikan dalam berbagai bentuk, seperti monumen patung dan nama jalan.

****

Begitu deh guys, kalau kalian main Mobile Legends dan lihat hero Yi Sun Shin, sekarang kalian udah tau cerita di balik kehebatannya. Gua harus tekenin, ngelawan ratusan kapal Jepang dengan 13 kapal dan menang itu udah kaya cerita dari film Hollywood. Memang terkadang kenyataan lebih aneh dari fiksi. Kalau temen-temen ada pertanyaan atau mau berdiskusi, langsung ajaaa ditulis di kolom komentar ya!

Referensi

Gyeongnam.go.kr. Chungmugong Yi Sun-shin. Diakses pada 30 September 2021 melalui https://www.gyeongnam.go.kr/index.gyeong?menuCd=DOM_000010204000000000

Prkorea. Life of Admiral Yi Sun-shin.Diakses pada 30 September 2021 melalui http://prkorea.com/yisunsin/life.htm

Muhammad, Fikri. (2021). Laksamana Yi Sun-Shin: Strategi Pertempuran Laut dan Kapal Kura-Kura. Diakses pada 30 September 2021 melalui https://nationalgeographic.grid.id/read/132712735/laksamana-yi-sun-shin-strategi-pertempuran-laut-dan-kapal-kura-kura?page=all

Weapons and Warfare. Yi Sun-sin. Diakses pada 30 September 2021 melalui https://weaponsandwarfare.com/2017/03/29/yi-sun-sin/

Jaakkola, Eetu. (2018). Yi Sun-shin. Diakses pada 30 September 2021 melalui https://myhero.com/yi-sun-shin

The Famous People. Yi Sun-sin Biography. Diakses pada 30 September 2021 melalui https://www.thefamouspeople.com/profiles/yi-sun-sin-38647.php

Szczepanski, Kallie. (2018). Yi Sun Shin, Korea’s Great Admiral. Diakses pada 30 September 2021 melalui https://www.thoughtco.com/admiral-yi-sun-shin-3896551

Britannica. (2021). Yi Sun-shin. Diakses pada 30 September 2021 melalui https://www.britannica.com/biography/Yi-Sun-shin

Bagikan artikel ini: