6 Teori Pembentukan Tata Surya – Materi Geografi Kelas 10

6 Teori Pembentukan Tata Surya - Materi Geografi Kelas 10

Halo Sobat Zenius! Pada pelajaran Geografi kelas 10, ada satu materi yang membahas soal teori pembentukan tata surya. 

Bagaimana teori perkembangan tata surya ini menjadi salah satu materi yang dekat banget sama kehidupan kita. Saat Bapak/Ibu guru memperhatikan langit, pasti terlihat matahari, bintang-bintang, bulan, dan benda-benda langit lainnya.

Meskipun berkaitan erat sama kehidupan, hal ini belum tentu menjamin para siswa langsung memahami apa yang Bapak/Ibu guru sampaikan tentang asal usul tata surya. 

Bisa dibilang, terbentuknya teori pembentukan tata surya merupakan materi pelajaran yang nyata di sekitar kita, tetapi abstrak. Ada wujudnya, tapi guru tidak mungkin membawa wujud aslinya saat menjelaskan ke siswa.

Nah, supaya penjelasan Bapak/Ibu guru di sekolah tidak bersifat abstrak lagi, yuk simak penjelasan tentang teori terbentuknya tata surya di bawah ini!

Apa yang Dimaksud Tata Surya?

Tapi sebelum lebih dalam membahas teori pembentukan tata surya, kita harus tau dulu nih pengertian dari tata surya sendiri.

Bumi sebagai tempat tinggal manusia ada dalam satu sistem yang disebut tata surya. Tata surya merupakan salah satu sistem bintang yang ada dalam lingkup galaksi Bima Sakti.

Tata surya adalah suatu kesatuan yang terdiri dari matahari sebagai pusatnya, dan dikelilingi oleh planet, bulan, meteor, komet, dan benda langit lainnya yang terus bergerak. 

Dalam tata surya, matahari menjadi satu-satunya benda langit yang bisa memancarkan cahayanya sendiri. Sementara, benda langit lainnya hanya bisa memantulkan cahaya.

Teori Pembentukan Tata Surya

Berbagai sumber menyebutkan kalau terbentuknya tata surya butuh proses yang cukup lama dan panjang. Pembahasan tentang terbentuknya tata surya ini sudah banyak dijelaskan dalam teori pembentukan tata surya.

Tata surya (Dok. Universe Today) - teori pembentukan tata surya
Tata surya (Dok. Universe Today)

Teori pembentukan tata surya menjelaskan bagaimana matahari, planet, dan satelit terbentuk dan dapat bekerja secara teratur dalam sistem. 

Teori-teori ini dikemukakan sama para ahli melalui hasil dari berbagai penelitian, pengamatan, dan eksperimen. Hal tersebut dilakukan untuk menemukan teori pembentukan tata surya yang logis.

Ada beberapa teori pembentukan tata surya yang banyak dikenal dan diakui. Di antaranya adalah Teori Nebula, Teori Awan Debu, Teori Planetesimal, Teori Ledakan Dahsyat, Teori Pasang Surut, Teori Bintang Kembar, dan Teori Orbit Planet.

1. Teori Nebula

Teori pembentukan tata surya Nebula terdapat dua versi, berdasarkan Immanuel Kant dan Pierre Simon de Laplace. Keduanya berpendapat kalau tata surya berasal dari kabut gas panas.

Gue akan uraikan proses pembentukan tata surya menurut teori kabut Kant-Laplace, satu persatu di bawah ini.

– Teori Nebula Immanuel Kant

Menurut Immanuel Kant, tata surya terbentuk dari kabut gas bersuhu panas yang berotasi lambat. Saat berotasi lambat, massa jenis kabut semakin tinggi dan membentuk inti di berbagai tempat. 

Inti panas yang berada di tengah bersuhu paling panas dan berpijar menjadi matahari, sementara inti di tepinya mendingin lalu menjadi planet.

– Teori Nebula Pierre Simon de Laplace

Nah, tadi kan Bapak/Ibu Guru udah tau nih kalo menurut Kant, terus bagaimana teori perkembangan tata surya menurut Laplace?

Menurut Pierre Simon de Laplace, tata surya berasal dari kabut gas bersuhu panas yang berotasi cepat. Terus, sebagian materi bola gas terlempar. Gas yang terlempar mendingin menjadi planet sedangkan bola gas di awal berpijar dan menjadi matahari.

Teori pembentukan tata surya menurut Laplace dianalogikan seperti saat seorang ice skater menarik tangannya sambil berputar dan kecepatannya terus meningkat. 

Karena terus berputar, jika dilihat posisi ice skater akan membentuk piringan. Hal ini serupa dengan apa yang terjadi dengan kabut gas panas saat berotasi dan membentuk tata surya.

Analogi Teori Nebula ketika seorang ice skater menarik tangannya sambil berputar (Dok. Nelson Science)
Analogi Teori Nebula ketika seorang ice skater menarik tangannya sambil berputar (Dok. Nelson Science)

2. Teori Awan Debu (Teori Proto Planet) 

Teori proto planet menyatakan bahwa pembentukan tata surya berawal dari gumpalan awan gas dan debu (hidrogen dan helium). 

Penemu teori ini adalah Menurut Carl Von Weizsaecker dan G.P Kuiper, yang juga mengatakan bahwa tata surya terbentuk bersamaan dengan adanya gumpalan awan dan debu yang berputar dan terjadi pemadatan. 

Akibatnya, terbentuk piringan cakram yang tebal di pusat dan tipis di bagian pinggir. Bagian pusat kemudian membentuk matahari dan pinggirnya membentuk proto planet.

Untuk memudahkan pemahaman siswa, guru bisa memberi penjelasan kalau teori awan debu ini seperti bola salju yang bergerak melalui badai salju, yang tumbuh lebih besar saat bertemu lebih banyak kepingan salju. 

Dalam hal ini, bola salju berperan sebagai gumpalan awan gas dan kepingan salju adalah debu. 

Perbedaan Teori Pembentukan Tata Surya Nebula dan Awan Debu

Kalau diperhatikan, Teori Nebula dan Awan Debu punya kemiripan yaitu tata surya terjadi karena adanya rotasi. Nah, di mana letak perbedaannya?

Teori Nebula Kant menyatakan kabut gas berotasi lambat yang menyebabkan terbentuknya inti. Pada Teori Nebula Laplace, kabut gas berotasi dengan cepat sehingga materi terlempar keluar. 

Sementara menurut Teori Awan Debu, terdapat awan yang kemudian menarik debu ke dalam saat rotasi dan pemadatan. Hal itu mengakibatkan adanya cakram tebal berada di pusat dan tipis di tepinya. 

Perbedaan teori nebula Kant, Laplace dan teori Awan debu dalam pembentukan tata surya (dok: Arsip Zenius)
Perbedaan teori nebula Kant, Laplace dan teori Awan debu dalam pembentukan tata surya (dok: Arsip Zenius)

3. Teori Planetesimal

Teori Planetesimal dikemukakan sama Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton. Menurut keduanya, planet yang ada sekarang berasal dari matahari. 

Hipotesis ini didasarkan pada gagasan bahwa sebuah bintang melintas cukup dekat dengan matahari dan terjadi gaya tarik menarik. 

Gas di tepi matahari tertarik kemudian mendingin. Sementara, gas matahari yang berhamburan akan tertarik dan menggumpal kemudian membentuk planet. 

Teori planetisimal oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R (Arsip Zenius)
Teori planetisimal oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R (Arsip Zenius)

Ada satu cara yang bisa menggambarkan Teori Planetesimal, yaitu lewat bermain peran. 

Contohnya, ada dua siswa yang bertugas sebagai matahari dan saling bergandengan. 

Sementara,  satu siswa lagi berperan sebagai bintang lain dengan ukuran yang lebih besar. Saat bintang besar melintas sangat cepat dan berada sangat dekat dengan matahari, sebagian materi matahari akan terlepas dan bertebaran di lintasan orbit. 

Dua siswa yang bertugas sebagai matahari melepaskan diri dan berubah menjadi materi yang terlepas dari matahari di mana salah satunya akan menjadi pusat tata surya. Sementara, satu siswa lain yang terlepas beredar dengan orbit mengitari matahari dan berubah menjadi planet. 

4. Teori Pasang Surut

Sir James Jeans dan Harold Jeffreys berpendapat kalau tata surya terbentuk akibat bintang lain yang lewat dekat matahari. Ketika melintas, terjadi gaya tarik menarik yang menyebabkan massa matahari tertarik. Bintang lain kemudian menjauh sementara massa yang tertarik terus berputar dan mendingin, kemudian membentuk planet.

Oh iya, teori pembentukan tata surya ini memang hampir sama dengan Teori Planetesimal ya. Bedanya, Teori Pasang Surut ini tidak dibentuk oleh planetesimal. 

Teori ini menyatakan bahwa ketika sebuah bintang sangat dekat dengan matahari, ada tarikan gaya gravitasi yang menyedot filamen gas berbentuk cerutu panjang. Filamen ini membesar di tengah dan menyusut di kedua ujungnya. Dari filamen inilah yang kemudian membentuk planet.

5. Teori Bintang Kembar

Teori Bintang Kembar disampaikan oleh R.A Lyttleton. Ia berpendapat kalau tata surya berasal dari satu bintang yang meledak. 

Awalnya, terdapat dua bintang kembar. Kemudian, bintang lain mendekati salah satu bintang kembar dan terjadi tabrakan. Material bintang berhamburan dan menjadi planet setelah pendinginan. Sementara bintang lainnya menjadi matahari.

6. Teori Orbit Planet

Dalam teorinya, Johannes Kepler lebih menjelaskan tentang adanya tiga hukum gerak planet. 

Tiga hukum ini memberikan gambaran dasar-dasar gerakan planet, termasuk bentuk orbit planet yang mengitari matahari, kecepatan gerak planet, dan hubungan antara jarak sebuah planet dari matahari dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran. 

 

Hukum gerak planet Johannes Kepler (Dok. Wikipedia)
Hukum gerak planet Johannes Kepler (Dok. Wikipedia)

Hukum 1: setiap planet bergerak dalam lintasan elips dengan matahari di salah satu fokusnya

Hukum 2: luas daerah yang dilewati pada waktu yang sama akan selalu sama

Hukum 3: periode kuadrat suatu planet berbanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata ke matahari

tu dia penjelasan mengenai teori pembentukan tata surya. Lewat analogi dan contoh-contoh yang diberikan, semoga artikel ini bisa membantu Bapak/Ibu guru kalau mau menjelaskan beberapa teori pembentukan tata surya ya!

Oh iya, selain materi tentang teori pembentukan tata surya, di Zenius terdapat banyak materi Geografi kelas 10 yang disertai video pembelajaran yang bisa Bapak/Ibu guru akses secara gratis lho. 

6 Teori Pembentukan Tata Surya - Materi Geografi Kelas 10 17

Video-video materi Geografi kelas 10 ini bisa diakses secara gratis dengan klik: Materi Geografi Kelas 10.

6 Teori Pembentukan Tata Surya - Materi Geografi Kelas 10 18

Referensi:

6 Theory of Formation of the Solar System and Its Explanation – Notes Read (2020)

Beyond the Solar System – Nelson Science

Baca Juga Artikel Lainnya

Kok Bisa Laut Bertumbuh?

Sumber Daya Alam Indonesia

Kenapa Siswa Menyontek Saat Ujian?

Originally published: September 24, 2021
Updated by: Arieni Mayesha dan Sabrina Mulia Rhamadanty

Bagikan Artikel Ini!