Cara Menggunakan Rumus Bunga Majemuk 9

Cara Menggunakan Rumus Bunga Majemuk

Artikel ini akan membahas tentang rumus bunga majemuk, termasuk pengertiannya, contohnya dalam keseharian, hingga contoh soal dan pembahasannya.

Di dalam Ekonomi, kita sering mengenal istilah bunga. Nah, kali ini aku akan mengajak kalian untuk mengenal salah satu jenis bunga yang terdapat dalam proses investasi, yaitu bunga majemuk. Biasanya bunga ini akan muncul sebagai bentuk kompensasi dari penerima kepada pemberi dana/investor. Sebenarnya, bunga majemuk itu apa sih? Pentingkah menghitung bunga majemuk sendiri? Berarti, kita harus tau donk rumus bunga majemuk seperti apa? Oke, supaya semua pertanyaan terjawab, langsung aja yuk kita masuk ke penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Bunga Majemuk?

Pertama, kita harus paham dulu mengenai apa itu bunga majemuk sebelum jauh masuk ke rumus. Bunga yang diberikan oleh pemberi pinjaman kepada peminjam terdiri dari dua jenis, yaitu bunga tunggal dan majemuk. Bunga tunggal besarnya akan selalu sama dari awal sampai akhir, karena perhitungannya berdasarkan modal awal. Sedangkan bunga majemuk berbeda, guys.

Rumus bunga majemuk dalam investasi

Bunga majemuk adalah bunga yang besarannya tidak sama setiap periode. Bunga ini akan timbul pada setiap akhir jangka waktu tertentu, bisa bulan ataupun tahun. Nah, bunga ini akan mempengaruhi besar modal dan bunga di setiap jangka waktunya. Itulah mengapa besaran bunga majemuk tidak pernah sama.

Rumus Bunga Majemuk

Kalau setiap periodenya berubah, lalu bagaimana rumus bunga majemuk? Nah, kamu bisa menghitung bunga majemuk menggunakan rumus berikut ini ya.

Na = Nt (1+i)n

Keterangan:

Na : Nilai akhir

Nt : Nilai tunai

i : % suku bunga

n : jangka waktu

Contoh Soal dan Pembahasan

Sekarang kita masuk ke contoh soal dan pembahasan ya, supaya kamu menjadi lebih paham lagi tentang bunga majemuk.

Contoh Soal 1

Suatu modal diinvestasikan senilai Rp 50.000.000 dengan bunga 5% setiap tahunnya. Tentukan modal di akhir tahun ketiga jika modal awal diinvestasikan dengan bunga majemuk!

Pembahasan:

Nt = Rp50.000.000

i = 5%

n = 3 tahun

Jawab: 

Na = Nt (1+i)n = 50.000.000 (1+5%)3 = 50.000.000 (1,158) = 57.900.000.

Jadi, modal akhir di tahun ketiga dengan menggunakan bunga majemuk adalah Rp57.500.000.

Contoh Soal 2

Ayah mendepositokan uang di bank sebesar Rp20.000.000 selama 10 tahun dengan suku bunga majemuk 7% per tahun. Berapakah besar bunga yang akan ayah peroleh pada tahun ke-10?

Pembahasan:

Nt = Rp20.000.000

i = 7%

n = 10

Jawab:

i (n) = [(1+i)n – (1+i)n-1] Nt

i (10) = [(1+0,07)10 – (1+0,07)9] 20.000.000 = [1,967 – 1,838] 20.000.000 = 2.580.000.

Jadi, besar bunga yang akan ayah peroleh pada tahun ke-10 adalah Rp2.580.000.

Nah, itu dia penjelasan mengenai rumus bunga majemuk. Sekarang kamu udah bisa donk  menghitung bunga majemuk dengan mudah? Semoga penjelasan di atas mudah kamu pahami ya, guys. Semangat belajar!

Baca Juga Artikel Lainnya

Inflasi

Indeks Harga

Bank Sentral