Pengertian, Tujuan, dan Fungsi Neraca Pembayaran Internasional – Materi Ekonomi Kelas 11

Pengertian, Tujuan, dan Fungsi Neraca Pembayaran Internasional

Hai, Sobat Zenius! Sebelum kita bahas neraca pembayaran internasional, elo semua setuju kan kalau uang yang masuk maupun keluar itu harus dilakukan pencatatan? Yap, soalnya kalau enggak dicatat kita jadi nggak tahu dong gimana kondisi keuangan kita. 

Pada dasarnya, neraca pembayaran internasional mirip dengan pencatatan keuangan yang dilakukan bendahara di kelas elo. Perbedaanya adalah bendahara di kelas elo mencatat transaksi-transaksi yang ada di kelas elo doang. Sedangkan, kalau neraca pembayaran internasional ini cakupannya antarnegara. 

Nah, biar elo makin paham, yuk simak pengertian neraca pembayaran di bawah ini!

Pengertian Neraca Pembayaran Internasional (Balance of Payment)

Apa itu neraca pembayaran internasional
Apa itu neraca pembayaran internasional (Arsip Zenius)

Neraca pembayaran internasional merupakan pencatatan atas transaksi-transaksi yang terjadi antara penduduk sebuah negara dengan penduduk negara lain pada suatu periode tertentu. 

Adapun tujuan dan fungsi neraca pembayaran internasional adalah seperti berikut ini. 

  • Untuk memantau semua transaksi internasional, sehingga dapat melihat kondisi keuangan negara. 
  • Untuk memperoleh informasi dari neraca pembayaran, sehingga dapat memperkirakan kondisi bisnis dan ekonomi negara. 
  • Membantu pemerintah dalam mengatur impor dan ekspor.
  • Membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
neraca pembayaran internasional adalah
Ilustrasi impor dan ekspor. (Dok. Freepik)

Komponen Neraca Pembayaran Internasional

Secara umum transaksi yang tercakup dalam neraca pembayaran dibagi menjadi dua komponen, yaitu transaksi berjalan dan transaksi modal. 

Nah, berikut ini adalah penjelasan dari kedua komponen neraca pembayaran internasional.

1. Neraca Transaksi Berjalan (Current Account)

Neraca transaksi berjalan merupakan neraca yang mencatat penjualan barang (ekspor) dan pembelian barang (impor). Eitss, jual beli di sini bukan hanya barang saja ya, melainkan termasuk bidang jasa juga. 

Terus apa saja sih yang dicatat ke dalam neraca transaksi berjalan? Berikut contohnya:

  • Barang (impor minyak, impor tekstil, dan lain-lain)
  • Jasa (jasa Penerbangan, jasa konsultan, dan lain-lain)
  • Pendapatan (TKI/TKA, dividen, dan lain-lain)
  • Hibah/bantuan (transfer payment)

2. Neraca Transaksi Modal (Capital Account)

Lanjut, ke neraca transaksi modal. Sebenarnya, dari namanya saja elo harusnya sudah tahu nih apa yang dimaksud dengan neraca satu ini. 

Kalau dilihat dari namanya, neraca transaksi modal akan berkaitan dengan peminjaman maupun penanaman modal. Misalnya nih, ada uang yang keluar masuk untuk keperluan usaha/produksi barang dan jasa itu akan dicatat ke dalam modal. 

Intinya, kalau uang keluar masuk untuk keperluan usaha, seperti bikin pabrik atau perusahaan baru, maka akan masuk ke dalam neraca transaksi modal. Sementara itu, kalau uang keluar masuk karena aktivitas jual beli barang atau jasa akan dicatat di neraca transaksi berjalan. 

Transaksi modal sendiri dibagi menjadi dua nih guys, yaitu transfer modal dan modal finansial. 

1. Transfer Modal 

Transfer modal merupakan keluar/masuk modal yang di mana tidak ada kewajiban untuk memberi keuntungan. Misalnya ada pengusaha asal Singapura ngasih uang ke pengusaha Indonesia untuk mendirikan perusahaan sepatu. 

Nah, ketika perusahaan sepatu ini mendapatkan laba, maka pengusaha asal Singapura ini tidak mengharapkan pembagian keuntungan.

Bentuk-bentuk transfer modal antara lain hibah investasi modal barang (mesin, kereta bekas, dan lain-lain), hibah investasi uang, dan pengampunan utang.

2. Modal Finansial

Modal finansial merupakan keluar/masuk modal yang ada kewajiban untuk membagi keuntungan. Adapun bentuk-bentuk modal finansial, yaitu: 

  • Investasi langsung atau foreign direct investment (FDI)

Investasi langsung atau FDI merupakan investasi dari/ke luar negeri yang target dan tujuannya sudah jelas. 

  • Investasi portofolio

Investasi portofolio umumnya berasal dari aktivitas jual beli saham atau obligasi.

  • Investasi lainnya

Investasi lainnya merupakan investasi selain modal langsung atau portofolio, contohnya tabungan. 

Baca Juga: Faktor yang Memengaruhi Kurs Valuta Asing

Dampak Neraca Pembayaran Surplus dan Defisit

Apa itu neraca pembayaran surplus dan defisit
Apa itu neraca pembayaran surplus dan defisit. (Arsip Zenius)

1. Dampak Neraca Pembayaran Surplus

Neraca pembayaran internasional suatu negara dikategorikan surplus apabila transaksi ekspor lebih besar daripada transaksi impor. Nah, dampak neraca pembayaran surplus antara lain dapat memengaruhi tingkat harga di dalam negeri. Contohnya inflasi yang disebabkan adanya penambahan permintaan efektif. 

2. Dampak Neraca Pembayaran Defisit

Neraca pembayaran defisit merupakan kondisi di mana transaksi ekspor lebih kecil daripada transaksi impor. Dampak neraca pembayaran yakni dapat menyebabkan pendapatan negara menjadi sedikit, sehingga utang negara bertambah besar. 

Selain itu, akan banyak juga perusahaan yang gulung tikar, sehingga menambah angka pengangguran. Apabila defisit berlangsung cukup lama, bisa jadi negara harus menjual asetnya untuk membayar kreditur.

Baca Juga: Macam-Macam Alat Pembayaran Internasional

 Contoh Soal Neraca Pembayaran Internasional

  1. Ketika Jepang membuka pabrik di Indonesia, maka pada neraca pembayaran Indonesia akan dicatat pada ….

A. Neraca perdagangan

B. Neraca barang

C. Neraca jasa

D. Neraca pendapatan

E. Neraca modal

Jawaban dan Pembahasan:

Pembukaan pabrik di Indonesia oleh Jepang merupakan kegiatan penanaman modal langsung (FDI) yang dicatat pada neraca modal. 

  1. Apabila neraca pembayaran sebelah kredit lebih besar daripada debit, maka neraca pembayaran tersebut ….

A. Surplus

B. Rugi

C. Defisit

D. Minus

E. Salah Semua

Jawaban dan Pembahasan:

Ketika transaksi kredit lebih besar daripada transaksi debit maka dikatakan surplus. Sehingga, jawaban yang tepat adalah A. 

  1. Apabila neraca pembayaran sebelah debit lebih besar daripada kredit, maka neraca pembayaran tersebut ….

A. Surplus

B. Rugi

C. Defisit

D. Minus

E. Salah Semua

Jawaban dan Pembahasan:

Ketika transaksi debit lebih besar daripada transaksi kredit maka dikatakan surplus. Sehingga, jawaban yang tepat adalah C. 

Baca Juga: Pengertian APBD, Struktur, Fungsi, dan Tujuan

So, itu dia guys pembahasan tentang neraca pembayaran internasional. Nah, kalau elo ingin tahu cara menyusun neraca transaksi berjalan, elo bisa tonton caranya di aplikasi Zenius, ya. Yuk, download aplikasinya dengan cara klik banner di bawah ini!

Pelajari materi Ekonomi di video materi belajar Zenius
Bagikan Artikel Ini!