Pengertian APBD, Struktur, Fungsi, dan Tujuan – Materi Ekonomi Kelas 11

Pengertian APBD zenius education

Di sini, elo akan mendapatkan uraian mengenai pengertian APBD, tujuan, fungsi, dan pos-pos penerimaan dan pengeluarannya.

Pengertian APBD atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah itu apa sih? APBD merupakan suatu hal yang penting bagi pemerintah daerah. Kenapa? Simpelnya gini, dalam satu tahun, orang tua elo punya kebutuhan dari A-Z untuk sehari-hari. Mulai dari biaya sekolah anak-anaknya, makan, tabungan, dana darurat, kendaraan, dan pengeluaran-pengeluaran lainnya. 

Nah, supaya pengeluaran orang tua elo dalam satu tahun menjadi lebih terkontrol, maka mereka membuat rincian anggaran untuk satu tahun ke depan. Misalnya gaji orang tua elo dalam satu bulan Rp10 juta, dikali 12 bulan berarti kan ada Rp120 juta. Uang Rp120 juta itu kira-kira akan dipakai buat apa aja. Sehingga, rincian itu akan digunakan oleh orang tua elo supaya keuangan keluarga tetap stabil, kebutuhan terjamin, dan nggak kekurangan. Gitu ya kurang lebih.

rincian anggaran dana keluarga dan pengertian apbd zenius education
Ilustrasi penerimaan dan pengeluaran keluarga (Dok. Pxhere)

Analoginya sama seperti APBD. Selengkapnya mengenai pengertian APBD, tujuan, fungsi, dan pos-pos penerimaan dan pengeluaran akan dibahas di bawah ini.

Apa Itu APBD?

Elo pasti udah nggak asing lagi deh sama istilah APBD. Tapi, elo tahu nggak pengertian APBD itu apa?

“APBD adalah daftar rincian yang sistematis mengenai rencana keuangan selama satu tahun mendatang yang memuat data penerimaan dan pengeluaran pemerintah daerah.”

Dari pengertian APBD di atas, kita bisa menganalogikannya seperti ini. Liburan hampir tiba, Kinan memiliki beberapa pilihan tempat wisata yang ingin ia kunjungi. Sebelum hari itu tiba, Kinan harus menyiapkan beberapa hal terkait kebutuhan liburan selama 2 minggu, mulai dari membuat rincian biaya transportasi, penginapan, uang makan, oleh-oleh, dan hal lainnya.

Dari situ, Kinan juga memikirkan dari mana ia memperoleh uang. Oh, Kinan punya uang tabungan, ia bisa memotong uang tabungannya untuk keperluan liburan. Sisanya, ia harus mencari lagi, entah ia harus bekerja atau meminta ke orang tua.

Nah, pengertian APBD juga konsepnya kurang lebih seperti itu. Bedanya, rincian anggaran untuk keperluan liburan Kinan dibuat oleh Kinan sendiri. Sedangkan, APBD dibuat oleh pemerintah daerah, mulai dari pemerintah provinsi hingga kota/kabupaten.

Baca Juga: Apa Perbedaan APBN dan APBD? – Materi Ekonomi Kelas 11

Fungsi dan Tujuan APBD

Kira-kira, kenapa ya suatu daerah harus membuat APBD? Simpelnya seperti Kinan dalam kasus sebelumnya. Ia harus membuat daftar rincian anggaran untuk keperluan liburan dari mulai keberangkatan hingga selama di tempat liburannya.

Kenapa Kinan membuat daftar rincian seperti itu? Pastinya, supaya Kinan ada gambaran nih, biaya untuk kebutuhan liburannya diperoleh dari mana dan untuk apa aja. Kebayang ya? Dengan membuat daftar rincian anggaran, Kinan bisa tahu nih, oh gue cuma punya uang sekian, berarti gue naik pesawat A aja deh, terus nanti nginepnya di rumah saudara aja, makan juga nggak usah di cafe yang mahal-mahal deh, masak aja. Jadi, si Kinan ini bakal punya patokan penerimaan dan pengeluaran untuk kebutuhannya.

Sama halnya dengan APBD. Coba elo hayati lagi pengertian APBD yang udah gue highlight di atas. Dari situ, kita bisa tahu nih tujuan APBD adalah sebagai berikut.

  1. Gambaran sumber-sumber penerimaan daerah.
  2. Menentukan prioritas pengeluaran.
  3. Panduan pengeluaran uang (belanja).
  4. Transparansi pengelolaan keuangan daerah.

Lalu, Apa Aja Fungsi APBD?

Setelah elo tahu pengertian APBD dan tujuannya, perlu elo ketahui juga nih apa aja fungsi dari APBD itu sendiri.

  1. Fungsi otorisasi → pelimpahan kekuasaan dari pemerintah pusat dan masyarakat untuk mengelola penerimaan dan pengeluaran daerahnya.
  2. Fungsi alokasi → pedoman pengeluaran untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
  3. Fungsi distribusi → alat untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di masyarakat pada daerahnya masing-masing.
  4. Fungsi perencanaan → pedoman dalam merencanakan pembangunan atau program kerja dari daerah masing-masing.
  5. Fungsi pengawasan → pedoman masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Baca Juga: Beberapa Sistem Pemerintahan yang Ada di Dunia

Pos-Pos Penerimaan dan Pengeluaran APBD

Lalu, penerimaan pemerintah daerah itu dari mana aja? Kalau udah dianggarkan bakal dipakai buat apa? Muncul pertanyaan-pertanyaan seperti itu nggak sih di benak elo?

Pos Pos Penerimaan APBD

Masih menggunakan kasus rencana liburan Kinan. Penerimaan atau pendapatan Kinan untuk berlibur itu bisa dari uang hasil kerjanya dan dikasih oleh orang tua. Jadi, sumber penerimaan Kinan itu ada yang asli (hasil bekerja) dan dari orang lain atau dikasih.

Kurang lebih kasus tersebut sama seperti APBD. Sumber penerimaan APBD antara lain:

1. Penerimaan Asli Daerah

Penerimaan asli daerah adalah penerimaan yang diperoleh sendiri oleh daerah tersebut. Contohnya pajak daerah, retribusi, dan laba (BUMD).

  • Pajak daerah → pada tingkat provinsi ada pajak kendaraan, pada tingkat kota/kabupaten ada pajak restoran dan bangunan tertentu.
  • Retribusi → hasil dari pengadaan lahan parkir dan perizinan.
  • Laba → diperoleh dari perusahaan BUMD seperti PDAM yang dibangun di suatu daerah.

Jadi, kebayang kan, kalau suatu daerah memiliki banyak restoran atau bangunan seperti mall dan bioskop, maka penerimaan asli daerah tersebut semakin banyak.

2. Penerimaan dari Transfer Pemerintah Pusat (Grant)

Pemerintah daerah juga mendapatkan transfer dari pemerintah pusat untuk kebutuhan daerahnya. Sama halnya dengan Kinan yang mendapatkan uang transfer dari uang tuanya. Apa aja sih jenis-jenis transfer dari pemerintah pusat ke daerah?

pos pos penerimaan APBD zenius education
Dana otonomi khusus merupakan salah satu contoh pos penerimaan APBD dari transfer pemerintah pusat (Arsip Zenius).
  • Dana alokasi umum → uang saku yang ditransfer ke semua daerah di Indonesia, kecuali DKI Jakarta.
  • Dana alokasi khusus → uang ini ditransfer khusus kepada daerah tertentu dan untuk tujuan tertentu. Contohnya untuk pembangunan bendungan di Provinsi Gorontalo. Jadi, nggak semua daerah mendapatkan alokasi khusus. 
  • Dana bagi hasil → dana bagi hasil ini diperoleh dari pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak penghasilan (PPh). Jadi, kalau orang tua elo membayar pajak ke pemerintah pusat, maka pemerintah pusat akan membagi hasilnya kepada pemerintah daerah.
  • Dana otonomi khusus → dana ini merupakan hak suatu daerah untuk memperoleh dana otonomi khusus dari pemerintah pusat, seperti Aceh, Papua, Papua Barat, dan dana keistimewaan (danais) untuk D.I. Yogyakarta. Alasannya bisa elo lihat di video belajar Zenius di sini.
  • Dana insentif daerah → dana ini nggak diberikan kepada semua daerah di Indonesia, melainkan hanya kepada daerah yang berprestasi. Jadi, semacam dana apresiasi gitu, guys.
  • Dana desa → dana ini merupakan perpanjangan dari program pemerintah pusat yang didelegasikan kepada pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur di desa.

Nah, dari uraian di atas, gue ada kuis nih buat elo.

Kenapa DKI Jakarta nggak mendapatkan dana alokasi umum lagi?

Jawabannya silakan elo tulis di kolom komentar ya!

Pos Pos Pengeluaran APBD

Sama seperti Kinan yang udah membuat rincian anggaran untuk kebutuhan liburannya, maka rincian tersebut akan dikeluarkan atau dibelanjakan sesuai kebutuhannya. Misalnya untuk kebutuhan sehari-hari selama berlibur, jaga-jaga kalau ada sesuatu yang darurat, transportasi, oleh-oleh, dan menabung.

Analogi ini sama seperti pengeluaran APBD. Pemerintah daerah punya pengeluaran rutin untuk kebutuhannya selama satu tahun. Kira-kira pos pos pengeluaran APBD bisa digambarkan seperti ini.

pos pos pengeluaran apbd zenius education
Pos pos pengeluaran APBD (Arsip Zenius)

Baca Juga: Perbedaan Pajak Pusat dan Pajak Daerah – Materi Ekonomi Kelas 11

Contoh Soal dan Pembahasan APBD

Nggak lengkap rasanya kalau gue hanya menguraikan tanpa memberi gambaran soal yang kemungkinan keluar tentang pengertian APBD, struktur, fungsi, dan tujuannya. Di bawah ini udah gue siapkan dua contoh soal dan pembahasannya yang bisa elo jadikan referensi belajar.

Contoh Soal 1

APBD dibuat untuk bisa dilaksanakan dalam kurun waktu ….

a. Satu tahun

b. Satu semester

c. Satu kuartal

d. Satu bulan

e. Satu dekade

Jawab: a. Satu tahun

Pembahasan: Secara umum, APBD disusun untuk penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dalam kurun waktu satu tahun.

Contoh Soal 2

APBD sebagai alat untuk mengurangi ketimpangan ekonomi masyarakat di daerahnya masing-masing merupakan fungsi APBD yaitu ….

a. Fungsi otorisasi

b. Fungsi alokasi

c. Fungsi distribusi

d. Fungsi perencanaan

e. Fungsi pengawasan

Jawab: c. Fungsi distribusi.

Pembahasan: Fungsi yang berperan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di masyarakat daerah masing-masing adalah fungsi distribusi.

*****

Gimana nih, sampai sini udah paham kan tentang pengertian APBD, tujuan, fungsi, penerimaan, dan pengeluarannya? Buat yang lebih menyukai belajar dengan nonton video, elo bisa mengakses materi ini di video belajar Zenius dengan klik banner di bawah ini menggunakan akun yang sudah didaftarkan di website dan aplikasi Zenius sebelumnya, ya!

belajar materi pelajaran ekonomi di zenius

Bagikan Artikel Ini!