Pengertian, Unsur, Ciri-Ciri dan Contoh Kalimat – Materi Kelas 11 SMA

Pengertian, Unsur, Ciri-Ciri dan Contoh Kalimat - Materi Kelas 11 SMA 25

Halo, Sobat Zenius!

Apakah hari ini elo udah cerita panjang lebar ke teman, pacar, atau keluarga elo? Cerita yang kita sampaikan secara lisan maupun melalui chat merupakan tentu tersusun dari berbagai kalimat. Kalau kalimat-kalimat kita benar, pasti cerita akan mudah dipahami sama orang lain.

Nah, bagaimana cara elo menyusun kalimat, Sobat Zenius?

Apakah unsur-unsurnya udah benar? Lalu, bagaimana contoh kalimat yang benar? Nah, kali ini kita akan membahas tentang kalimat. Mulai dari pengertian, unsur, ciri-ciri, dan contoh kalimat! Yuk, simak!

Pengertian Kalimat

Sobat Zenius, menurut elo, apa yang dimaksud dengan kalimat? Sekumpulan kata? Hmm… nggak salah, tapi kita coba lihat pendapat dari para ahli, ya.

Menurut pakar sastra Indonesia Harimurti Kridalaksana, kalimat sebagai satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa; klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa, yang membentuk satuan bebas; jawaban minimal, seruan, salam, dan sebagainya.

Kemudian M. Ramlan, pakar tata Bahasa Indonesia dari FIB UGM, mengatakan bahwa kalimat adalah suatu gramatikal yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir turun atau naik.

Pengertian dan contoh kalimat
Pengertian kalimat (Arsip Zenius)

Jadi, kalau kita simpulkan kalimat bukan hanya terdiri dari sekumpulan kata. Kata atau klausa dalam kalimat harus tersusun, bukan acak. Susunan kata atau klausa ini juga bisa dilengkapi dengan kata hubung atau konjungsi.

Kalimat sangat berperan penting dalam hal komunikasi karena kalimat berfungsi untuk menyampaikan sebuah informasi dan menggambarkan perasaan seseorang.

Baca juga :

Pengertian Kalimat Efektif Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya

Ciri-Ciri Kalimat

Oke, kita udah tahu pengertian kalimat. Selanjutnya, susunan kata seperti apa sih yang dianggap kalimat?Nah, susunan kata yang dianggap kalimat memenuhi beberapa ciri di bawah ini.

  • Kalimat memiliki satuan ide dan makna yang utuh.
  • Kalimat setidaknya terdiri atas subjek dan predikat.
  • Secara tertulis, kalimat diawali dengan huruf besar dan diakhiri dengan tanda baca seperti titik (.), tanda tanya (?), dan tanda seru (!).
  • Sebuah kalimat yang memiliki lebih dari satu klausa menggunakan kata hubung.
  • Dalam paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau atau lebih, kalimat-kalimat tersebut disusun ke dalam satuan makna pikiran yang saling berkaitan.
  • Menggunakan urutan yang logis di setiap kata maupun kelompok kata. Urutan tersebut mendukung fungsi (SPOK) dan disusun ke dalam satuan sesuai dengan fungsinya.

Unsur-Unsur Kalimat

Unsur-unsur kalimat
Unsur-unsur kalimat

Seperti yang gue bilang di awal, kata-kata dalam kalimat itu nggak random atau acak, guys. Setiap kata punya peran masing-masing.

Peran ini disebut unsur kalimat. Namun nggak semua unsur dalam kalimat harus ada, karena sebuah kalimat setidaknya memiliki subjek dan predikat. Nah, berikut adalah unsur-unsur dari kalimat.

Subjek (S)

Subjek adalah suatu bagian yang menandai apa yang hendak dibicarakan oleh pembicara atau pengarang. Subjek dapat juga diartikan dengan pokok kalimat yang dapat berupa jenis-jenis kata benda atau frasa kata benda.

 Contoh kalimat:

  • Lukas sedang memasak di dapur. (Lukas = subjek yang berbentuk kata benda)
  • Adik Lukas bermain di taman. (Adik Lukas = subjek yang berbentuk frasa kata benda)

Subjek ini nggak harus orang loh, tetapi bisa juga benda yang dikenai predikat.  Biasanya ini terjadi pada kalimat pasif. Contohnya, Mobil itu dicuci Ayah. (Mobil = subjek yang berbentuk benda)

Predikat (P)

Predikat adalah bagian yang menandai apa yang hendak diucapkan oleh pembicara atau penulis tentang subjek. Predikat ini biasanya diletakkan setelah subjek.

Predikat dapat berupa kata kerja, frasa kata kerja, atau frasa kata sifat. Namun pada kalimat yang hanya berpola subjek dan predikat, dapat juga berupa frasa nominal, frasa numeral, atau frasa preposisiobal.

Contoh kalimat:

  • Ibu memasak nasi. (memasak = predikat yang berbentuk kata kerja)
  • Adik sedang bermain bola. (sedang bermain = predikat yang berbentuk frasa kata kerja)

Objek (O)

Objek biasanya terletak sesudah predikat, objek merupakan keterangan yang berkaitan dengan predikat atau sesuatu yang dikenakan predikat. Posisi objek harus selalu berada di belakang predikat.

Contoh kalimat:

  • Adi sedang makan anggur. (anggur = objek yang berbentuk kata benda)
  • Lukas sedang mengerjakan PR Fisika (PR Fisika = objek yang berbentuk frasa kata benda)

Contoh objek dalam kalimat pasif :

  • PR Fisika itu dikerjakan Lukas. (Lukas= obyek berupa kata benda orang)

Pelengkap (Pl)

Pelengkap adalah unsur kalimat yang letaknya berada di sebelah objek. Pelengkap berfungsi untuk melengkapi kalimat. Pelengkap juga bisa menambah informasi dan memperjelas objek kalimat.

Contoh kalimat:

  • Putri mengatakan bahwa buku ini adalah miliknya. (buku ini adalah miliknya = pelengkap yang berbentuk klausa)
  • Wajah Andi terlihat begitu murung (begitu murung = pelengkap yang berbentuk frasa kata sifat)

 Keterangan (K)

Keterangan adalah jenis kata atau kelompok kata yang menerangkan kata atau bagian kalimat lainnya.

Kata keterangan dapat diletakkan setelah pelengkap, objek, predikat, dan bahkan di awal kalimat sekalipun. Kata keterangan memiliki beberapa jenis, yaitu ada kata keterangan tempat, waktu, alat, dan lainnya.

Contoh kalimat:

  • Ibu membeli beras di pasar. (di pasar = keterangan tempat)
  • Linda menonton film di malam hari. (di malam hari = keterangan waktu)

Baca juga: 

Teks Prosedur, Struktur & Contoh Kalimat yang Digunakan – Materi Bahasa Indonesia Kelas 11

Contoh Kalimat

Karena tadi udah membahas  panjang lebar mengenai pengertian, unsur, dan ciri-ciri kalimat, kurang lengkap kalau kita nggak membuat contohnya, kan?

Langsung aja simak contoh di bawah ini. Contoh kalimat ini setidaknya terdiri dari subjek dan predikat, hingga ditambah objek, pelengkap, dan keterangan.

1. Dara belajar.

Dara (S) + belajar (P)

2. Pak Heru membaca koran.

Pak Heru (S) + membaca (P) + koran (O)

3. Penanganan masalah itu berjalan cepat.

Penanganan masalah itu (S) + berjalan (P) + cepat (K)

4. Aris membeli sepeda baru.

Aris (S) + membeli (P) + sepeda (O) + baru (K)

5. Lukisan adalah perasaan jiwa.

Lukisan (S) + adalah (P) + perasaan jiwa (Pl)

Baca juga: 

Konsep dan Struktur Teks Ceramah – Materi Bahasa Indonesia Kelas 11

Finally materi tentang kalimat sudah selesai!

Untuk membuat kalimat diperlukan unsur-unsur yang sesuai dengan kaidah kebahasaan. Kalimat dapat dibentuk mulai dari subjek dan predikat saja, hingga dapat ditambahi objek, keterangan, dan pelengkap.

Semoga elo bisa memahami materi ini dengan baik ya! Kalau elo mau penjelasan materi ini dalam bentuk video, elo bisa klik banner di bawah ini!

Pengertian, Unsur, Ciri-Ciri dan Contoh Kalimat - Materi Kelas 11 SMA 26

Sobat Zenius, selain materi Zenius juga punya latihan soal untuk elo berlatih. Selain itu, ada Live Class, ribuan video pembelajaran, dan soal yang bisa elo akses! Segera beli paket belajar sesuai kebutuhan elo!

Pengertian, Unsur, Ciri-Ciri dan Contoh Kalimat - Materi Kelas 11 SMA 27


Penulis : Yunita Widyaningsih

Bagikan Artikel Ini!