Pengertian, Manfaat, dan Contoh Tol Laut di Indonesia

Materi Tol Laut

Halo Sobat Zenius!

Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar tol laut? Jalanan aspal di dasar laut? Eits, meskipun sama-sama tol, penampakan tol laut nggak bisa kita samakan dengan tol darat ya. 

Tahukah Sobat Zenius bahwa tol laut sedang gencar dibangun pada beberapa tahun terakhir ini? Tujuan tol laut adalah mempermudah proses pengangkutan logistik di Indonesia. Kehadiran tol laut diharapkan menjawab masalah distribusi barang terutama bahan pangan di Indonesia sehingga harga bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia semakin merata.

Pengertian Tol Laut

Tol laut merupakan jalur layar yang dibangun di atas permukaan laut. Seperti yang udah gue jelasin di pengantar, tol laut ini berguna untuk mendukung proses pengangkutan logistik.

Perlu Sobat Zenius ketahui bahwa konsep tol laut bukan berarti membangun jalan tol di atas laut ya, jalan yang dimaksud adalah jalur pelayaran bebas hambatan yang menghubungkan hampir seluruh pelabuhan di Indonesia sehingga jalur tempat kapal berlayar tidak padat.  

Contoh pelabuhan terkenal yang sudah terhubung dengan tol laut antara lain pelabuhan Tanjung Perak dengan Tanjung Priok dan Pelabuhan Sorong dengan Pelabuhan Tanjung Perak. 

Pengertian, Manfaat, dan Contoh Tol Laut di Indonesia 25
Kapal ternak di Pelabuhan Calabai, Nusa Tenggara Barat (sumber : Humas Kemenhub)

Kapal-kapal yang digunakan untuk melintasi jalur pelayaran bebas hambatan ini bukan kapal biasa lho, melainkan kapal khusus dengan kapasitas dan volume sangat besar. Demi efisiensi, maka pengangkutan yang dilakukan sekalian banyak, mengingat perjalanan ini akan melewati laut luas antar provinsi.

Manfaat Tol Laut

Pengertian, Manfaat, dan Contoh Tol Laut di Indonesia 26
Sumber : ugm.ac.id

Sekarang gue akan membahas lebih detail manfaat dari dibangunnya tol laut.

a. Meningkatkan konektivitas

Pembangunan tol laut berguna untuk mewujudkan konektivitas atau menghubungkan segala hal dengan mudah dan cepat. Mendistribusikan bahan pangan dan pokok ke wilayah paling barat dan timur Indonesia menjadi lebih cepat dengan adanya tol laut. 

b. Menurunkan harga barang di daerah yang tertinggal

Ketersediaan barang-barang pokok di luar pulau Jawa tidak semudah dan terjangkau seperti di Pulau Jawa. Untuk menyalurkan bahan pokok ke daerah luar Jawa, pengiriman dilakukan melewati lautan melalui antar pulau. 

Dalam menyalurkan barang tersebut transportasi memerlukan waktu yang lama dan proses yang sulit, sehingga harga pokok di luar pulau Jawa menjadi mahal. 

Dengan adanya tol laut, kapal-kapal menjadi lebih cepat dan mudah belayar ke tujuan. Dengan demikian, harga barang akan menurun seperti pada tahun 2018 ketika harga-harga barang di beberapa lokasi luar Jawa sudah turun sebesar 20-30%. 

c. Meningkatkan kesejahteraan semua lapisan masyarakat

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kebutuhan dan harga barang pokoknya berbeda-beda tergantung akses penyalurannya. Dengan adanya tol laut, pendistribusian barang menjadi lebih merata ke daerah-daerah terpencil sekalipun sehingga perlahan harga bahan pokok bisa diseragamkan. Kebutuhan masyarakat pun menjadi lebih terpenuhi sehingga masyarakat lebih sejahtera. 

d. Mewujudkan NawaCita

Nawacita merupakan sembilan prioritas pembangunan lima tahun ke depan yang menjadi visi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kampanye Pilpres 2014. Salah satu prioritas Nawacita berbunyi “memperkuat jati diri bangsa sebagai negara maritim.” 

Salah satu tujuan pembangunan tol laut ini adalah memperkuat jati diri bangsa sebagai negara maritim terbesar di dunia. Julukan ini kurang sesuai jika perekonomian dan kebutuhan masyarakatnya masih sulit terpenuhi terutama jalur laut. Dengan adanya tol laut, segala kepentingan yang membutuhkan perlintasan laut pun berjalan lebih mudah.

e. Meningkatkan jumlah pendapatan masyarakat

Fasilitas tambahan dalam tol laut adalah pusat lelang ikan yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Fungsi tol laut pun bertambah menjadi ruang berdagang masyarakat.

Masyarakat  terutama nelayan diuntungkan dengan fasilitas ini, karena mereka dapat menjual ikan dalam jumlah banyak dan mendistribusikannya dengan mudah ke beberapa kapal besar. 

f. Peningkatan pembangunan infrastruktur dan mengurangi jumlah pengangguran

Melalui program ini, diharapkan jumlah pengangguran di Indonesia berkurang karena infrastruktur dari setiap wilayah Indonesia diperbaiki maka kualitas tempat wisata pun ikut meningkat sehingga membuka lapangan kerja baru. 

 Baca Juga :

 Luas dan Batas Wilayah Laut Indonesia – Materi Geografi Kelas 10

Contoh Tol Laut di Indonesia

Sebagai negara maritim, sejauh ini di Indonesia sudah memiliki 34 tol laut. Menurut hubla.dephub.go.id  34 Trayek tol laut Indonesia terdiri dari :

Trayek tol laut dari pelabuhan Tanjung Perak

  • H-1: Tanjung Perak – Makassar (Soekarno Hatta) – Tahuna – Tanjung Perak
  • H-2: Tanjung Perak – Makassar (Soekarno Hatta) – Bobong (Taliabu) – Luwuk – Tanjung Perak
  • H-5: Tanjung Perak – Merauke – Agats –Timika (Pomako) – Tanjung Perak
  • T-9: Tanjung Perak – Oransbari – Wasior – Nabire – Serui – Waren – Sarmi – Tanjung Perak
  • T-10: Tanjung Perak – Tidore (Soasio) – Morotai – Galela – Maba/Buli – Weda – Tanjung Perak
  • T-11: Tanjung Perak – Fak Fak – Tanjung Perak
  • T-12: Tanjung Perak – Wetar (Ilwaki) – Kisar – Letti – Moa – Sermatang (Mahaletta) – Tepa – Larat – Tanjung Perak
  • T-13: Tanjung Perak – Rote – Sabu -Tanjung Perak
  • T-14: Tanjung Perak – Tabilota/ Larantuka – Lembata (Lewoleba) – Kalabahi – Tanjung Perak
  • T-15: Tanjung Perak – Makassar (Soekarno Hatta) – Jailolo – Morotai (Daruba) – Tanjung Perak
  • T-16: Tanjung Perak – Wanci – Namrole (Leksula) – P. Obi – Tanjung Perak
  • T-17: Tanjung Perak – Saumlaki – Dobo – Tanjung Perak
  • T-18: Tanjung Perak – Badas – Bima – Tanjung Perak
  • T-29: Tanjung Perak – Piru – Wayaloar – Malbufa – Babang – Saketa – Gimea(Tapeleo)- Bula – Tanjung Perak
  • T-30: Tanjung Perak – Kaimana – Tanjung Perak
  • T-20: Tanjung Perak – Tarakan – Nunukan – Tanjung Perak
  • T-21: Tanjung Perak – Namlea – Tanjung Perak

Trayek tol laut dari  pelabuhan Tanjung Priok

  •  H-3: Tanjung Priok – Teluk Bayur – Tanjung Priok
  • T-1: Tanjung Priok – Tanjung Perak – Tanjung Priok – Meranti – Belawan – Lhoksumawe – Malahayati – Tanjung Priok
  • T-3: Tanjung Priok – Patimban – Kijang – Letung -Tarempa – Pulau Laut – Selat Lampa – Subi – Serasan – Midai – Tanjung Priok

Trayek tol laut dari  pelabuhan Makassar

  • T-4: Makassar (Soekarno Hatta)- Barru (Garongkong) – Polewali – Mamuju – Belang-Belang – Nunukan – Makassar (Soekarno Hatta)
  •  T-7: Makassar (Soekarno Hatta) – Ereke – Raha – Sikeli -Selayar -Makassar (Soekarno Hatta)
  • T-8: Makassar (Soekarno Hatta) -mBungku – Kolonodale – Makassar (Soekarno Hatta)

Trayek tol laut dari  pelabuhan Bitung

  • T–5: Bitung – Ulu Siau/Tagulandang – Tahuna – Marore – Miangas – Marampit – Lirung/Melangoane – Mangaran – Bitung
  • T-6: Bitung – Luwuk – Pagimana – Bunta – Mantangisi – Ampana – Parigi – Tilamuta – Bitung

Trayek tol laut dari Pelabuhan Sorong

  • T-19: Sorong – Depapre/Jayapura – Biak/Korido – Sorong – Pomako – Merauke – Pomako – Kokas – Soron

Trayek tol laut dari Pelabuhan Merauke

  • T-23: Merauke (Kelapa Lima) – Kimnam – Moor – Bade (Mapi) – Gatentiri (bovendigoel) – Merauke (Kelapa Lima)
  • T-24: Merauke (Kelapa Lima) – Atsy – Agats – Atsy – Senggo – Atsy – Merauke (Kelapa Lima)
  • T-27: Merauke – Dobo – Elat – Tual – Kaimana – Biak – Serui – Nabire – Elat – Merauke

Trayek tol laut dari pelabuhan Kupang

  • T-28 Kupang – Waingapu -Labuan Bajo – Reo – Merauke – Atapupu/Wini – Kupang

Trayek tol laut pelabuhan Timika

  • T-25: Timika (Pomako) – Atsy – Eci – Atsy – Ewer – Agats – Sawaerma – Mamugu – Timika (Pomako)
  • T-26: Timika (Pomako) – Agats – Warse – Yosakor – Agats – Ayam – Katew – Agats – Yurfi – Komor – Agats – Timika (Pomako)

Trayek tol laut dari pelabuhan Biak

  • T-22: Biak – Teba – Bagusa – Trimuris – Kasonaweja – Teba – Biak – Brumsi – Biak

Trayek tol laut dari pelabuhan Bayur

  • T-2: Teluk Bayur- Gn Sitoli – Sinabang – Mentawai – Pulau Baai – Teluk Bayur

Nah Sobat Zenius, itu dia materi mengenai tol laut– sebuah infrastruktur baru yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia. Gue harap elo bisa memahami materi ini dengan baik  serta kelak menjadi salah satu warga yang juga bisa berkontribusi meningkatkan infrastruktur Indonesia!

Kalau elo pengen belajar materi ini lebih dalam. Elo bisa banget nih klik link di bawah ini untuk tahu materi detailnya.

Oh ya gue ada info penting nih, Zenius bisa menemani proses belajar elo agar semakin efektif. Ada beberapa paket belajar yang bisa elo coba sesuai kebutuhan lo. Yuk, klik banner di bawah ini!

Penulis : Yunita Widyaningsih

Bagikan Artikel Ini!