7 Cara Mendidik Anak agar Sukses dalam Studi

cara mendidik anak

Ibu dan Ayah pastinya ingin anak-anak memiliki prestasi yang cemerlang di sekolah. Sementara, kesuksesan anak juga merupakan tanggung jawab kita dalam mendidiknya. Lalu, bagaimana cara mendidik anak agar sukses di sekolahnya?

Sebelum Zenius membahas tips-tipsnya, Ibu dan Ayah harus paham kalau setiap anak punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ibu dan Ayah bisa membantu dan mendukung mereka dengan terlibat langsung dalam proses pendidikan mereka.

Lalu, apa yang bisa Ibu dan Ayah lakukan? Berikut beberapa tips yang Zenius sarankan.

1. Bentuk Kebiasaan yang Sehat

Cara mendidik anak agar sukses di sekolah dapat Ibu dan Ayah mulai dengan membentuk kebiasaan yang sehat.

Akademi Kedokteran Anak Amerika Serikat menyebut bahwa prestasi belajar anak bergantung pada bagaimana orang tua membentuk kebiasaan-kebiasaan yang sehat di rumah.

ibu dan ayah membaca buku bersama anak
Membaca buku adalah salah satu kebiasaan sehat yang bisa diterapkan kepada anak (dok. Freepik)

Beberapa kebiasaan sehat yang Ibu dan Ayah bisa terapkan di rumah di antaranya:

  • menetapkan jadwal tidur agar anak memiliki waktu tidur yang cukup
  • menyediakan sarapan, makan siang, dan makan malam yang sehat
  • membatasi waktu untuk menggunakan gadget (TV, handphone, dan sebagainya)
  • mengajak anak untuk melakukan olahraga rutin.

Membaca juga bisa jadi salah satu kebiasaan sehat yang Ibu dan Ayah lakukan dengan anak. Ibu dan Ayah bisa mengikuti cara-cara belajar membaca berikut supaya anak semakin senang membaca.

Baca Juga: 7 Cara Belajar Membaca Anak SD yang Bisa Dipakai Orang Tua

2. Hargai Proses Belajar Anak

Cara mendidik anak agar sukses di sekolah selanjutnya yang bisa Ibu dan Ayah lakukan adalah menghargai proses belajarnya.

Alih-alih fokus pada nilai yang anak dapatkan, fokuslah pada bagaimana cara anak mendapatkan nilai yang maksimal.

ayah memberikan pujian kepada anak yang belajar
Dampingi anak saat belajar dan hargai proses belajar mereka (dok. Jcomp via Freepik)

Tanyakan kepada anak mengenai proses belajarnya. Ibu dan Ayah bisa bertanya apakah anak Anda memiliki target belajar sendiri. 

Ibu dan Ayah juga bisa bertanya apa yang anak lakukan untuk mencapai target tersebut. Tanyakan juga apa anak memiliki kendala atau kesulitan dalam belajar.

Dengan menanyakan hal-hal seperti ini, Ibu dan Ayah bisa lebih memahami proses belajar anak dan apa saja yang anak butuhkan untuk menunjang proses belajarnya.

Menghargai proses belajar anak juga akan memudahkan Ibu dan Ayah mengajari dan mendampingi anak. Salah satunya ketika mengajari anak berhitung seperti cara-cara yang dijelaskan artikel ini.

Baca Juga: 7 Cara Mengajari Anak SD Belajar Berhitung dengan Mudah

3. Dengarkan Anak Anda

Memasuki usia sekolah, anak-anak pastinya mendapatkan pengalaman yang berbeda dibandingkan saat usia prasekolah. Anak-anak akan bertemu teman-temannya dan para guru baru. Tentunya ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak.

Apakah Ibu dan Ayah sudah tahu bagaimana perasaan anak Anda tentang kelasnya, gurunya, dan teman-teman sekelasnya? Jika tidak, tanyakan padanya.

ibu dan ayah mendengarkan cerita anak adalah salah satu cara mendidik anak
Luangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak Anda mengenai kegiatan sekolahnya (dok. tirachardz via Freepik)

Bicaralah dengan anak mengenai apa yang ia sukai dan tidak sukai di sekolah. Beri anak kesempatan untuk mengungkapkan kecemasan, kegembiraan, atau kekecewaannya tentang apa pun setiap hari, serta terus dukung dan dorong dia dengan memuji pencapaian dan usahanya.

Memahami apa yang anak rasakan dan alami adalah salah satu cara mendidik anak agar sukses tidak hanya dalam segi akademik namun juga dalam segi sosial.

4. Penuhi Kebutuhan Belajar Anak

Salah satu tanggung jawab orang tua adalah memenuhi kebutuhan anak-anaknya, termasuk kebutuhan belajarnya. Ini adalah salah satu poin penting dalam cara mendidik anak agar sukses.

Di sekolah, anak Anda memiliki meja tempat dia belajar. Ada penerangan yang cukup, kelengkapan alat, dan area yang nyaman untuk belajar. Mengapa tidak memberinya kenyamanan yang sama untuk belajar di rumah? 

Ruang belajar yang ideal sebaiknya memiliki suasana yang menyenangkan bagi anak untuk belajar. Meski memiliki sebuah meja belajar adalah kondisi yang ideal, Ibu dan Ayah bisa memanfaatkan meja makan atau meja yang ada di ruang keluarga sebagai area belajar anak. 

Ibu dan Ayah cukup memastikan anak memiliki perlengkapan belajar yang lengkap seperti alat tulis dan buku penunjang belajar.

Untuk memenuhi kebutuhan belajar anak, Ibu dan Ayah juga harus tahu perkembangan pendidikan saat ini. Seperti hal-hal yang dibutuhkan anak untuk mengikuti Asesmen Kompetensi Nasional (AKM). Baca artikel berikut untuk mendapatkan informasi lengkap seputar AKM.

Baca Juga: UN Digantikan AKM, Apa yang Berubah?

5. Berikan Contoh

Anak-anak belajar dengan memberi contoh. Oleh karena itu, luangkan waktu Ibu dan Ayah untuk mempelajari keterampilan baru dan diskusikan pengalaman tersebut dengan mereka. Duduk dan kerjakan “pekerjaan rumah” seperti menghitung tagihan atau membuat budget bulanan sementara anak-anak Anda mengerjakan tugas sekolah mereka.

ibu dan ayah membuka laptop di depan anak
Membiarkan anak melihat Ibu dan Ayah mengerjakan “pekerjaan rumah” akan memotivasi mereka untuk ikut mengerjakan tugas-tugasnya. (dok. our-team via Freepik)

Di waktu luang, biarkan anak Anda melihat ibu dan ayahnya membaca atau melakukan kegiatan produktif lain seperti olahraga.

Jika Ibu dan Ayah memberikan contoh yang baik, anak-anak Anda akan mulai mencontoh perilaku yang sama dalam kehidupan mereka sendiri.

Cara mendidik anak seperti ini akan membantu anak-anak Anda semakin disiplin dan mengasah berbagai life skills lainnya.

6. Rutin Berkomunikasi dengan Guru

Salah satu cara mendidik anak yang efektif adalah berkomunikasi dengan guru dan sekolah secara rutin.

Penelitian yang dilakukan Departemen Pendidikan Virginia, Amerika Serikat menyebutkan bahwa keterlibatan keluarga dan komunikasi antara orang tua dan guru yang positif berkaitan dengan peningkatan nilai, perilaku, dan sikap positif tentang pembelajaran, peningkatan partisipasi, dan peningkatan kehadiran. 

Jadi, pastikan Ibu dan Ayah tahu bagaimana guru anak Anda bisa dihubungi. Misalnya dengan mengadakan pertemuan mingguan atau komunikasi melalui e-mail atau WhatsApp.

Ketika terjadi sesuatu pada anak yang berkaitan dengan sekolah, sebaiknya Ibu dan Ayah menghubungi guru terlebih dahulu. Ini karena guru mengawasi langsung proses belajar anak di sekolah sehingga mereka dapat memberikan keterangan yang objektif dan akurat.

Di akhir setiap pertemuan atau komunikasi Ibu dan Ayah dengan guru, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih atas nama Anda dan anak Anda. Berterima kasih kepada guru membuat mereka tahu bahwa Ibu dan Ayah menghormati dan menghargai apa yang mereka lakukan dalam proses belajar anak.

7. Manfaatkan Teknologi

Meski banyak ahli menyarankan Ibu dan Ayah membatasi penggunaan gadget pada anak, bukan berarti Anda harus mengabaikan teknologi sepenuhnya.

anak menggunakan laptop didampingi ayah
Teknologi dapat dimanfaatkan dalam proses belajar anak, tentunya dengan pengawasan Ibu dan Ayah (dok. pressfoto via Freepik)

Di era digital ini, anak diharapkan memahami teknologi dan bahkan mampu memanfaatkannya. Sehingga, tidak ada salahnya Ibu dan Ayah mengenalkan dan mendampingi anak belajar menggunakan teknologi.

Ibu dan Ayah bisa memilih gadget dan aplikasi apa saja yang boleh digunakan anak serta berapa lama anak boleh menggunakannya.

Saat ini ada banyak aplikasi-aplikasi yang dikhususkan untuk menunjang proses belajar anak. Salah satunya adalah ZeniusLand yang dirancang untuk membantu anak belajar secara interaktif.

ZeniusLand adalah aplikasi untuk anak-anak berusia 7 sampai 12 tahun. Ibu dan Ayah bisa men-download-nya langsung di PlayStore dan AppStore.

Belajar Rasa Main ZeniusLand

Selain aplikasi, Ibu dan Ayah juga bisa memanfaatkan video-video edukatif sebagai media belajar anak. Salah satunya adalah video serial Cerita Tiga Sekawan dari Zenius. Serial ini menceritakan tentang keseharian tiga karakter berusia sekolah dasar bernama Gika, Maji, dan Aksa.

Nah, Ibu dan Ayah sekarang sudah tahu kan, cara mendidik anak yang bisa dilakukan untuk kesuksesan anak di sekolah?

zeniusland

Download ZeniusLand

Aplikasi edukasi online dipenuhi dengan cerita seru dan permainan interaktif, untuk mengasah kemampuan berpikir kritis. Dirancang khusus untuk anak usia 7–12 tahun.

7 Cara Mendidik Anak agar Sukses dalam Studi 17
7 Cara Mendidik Anak agar Sukses dalam Studi 18
Bagikan Artikel Ini!