Bagaimana Mimpi Martin Luther King Jr. Bisa Mengubah Dunia?

martin luther king jr zenius

Kok bisa sih, mimpi Martin Luther King Jr mampu mengubah dunia? Emang, apa mimpi yang ingin dicapai? Yuk, simak kisahnya!

28 Agustus 1963. Terik matahari panas menyengat badan. Peluh membasahi tubuh sekitar 250.000 orang yang berkumpul di Lincoln Memorial, Washington D.C, Amerika Serikat. Namun, panas matahari yang membakar tak seberapa dibandingkan semangat mereka yang berkobar.

“Semua harus segera dihentikan. Saatnya dunia mempersilakan keadilan,” batin mereka, sambil menunggu sosok lelaki berwibawa di tangga Lincoln Memorial. Lelaki itu tampak mempersiapkan orasinya. Ia naik ke podium, dan mulai membacakan naskah yang baru jadi pagi itu.

“Saya senang bergabung dengan kalian hari ini, dalam apa yang akan tercatat dalam sejarah sebagai demonstrasi terbesar, untuk kebebasan dalam sejarah bangsa kita,” ujar lelaki tersebut, membuka pidatonya. Tepuk tangan para hadirin mengiringi ucapannya.

Bagaimana Mimpi Martin Luther King Jr. Bisa Mengubah Dunia? 41
Martin Luther King Jr. berbicara pada Pawai Hak Sipil di Washington, 28 Agustus 1963. (Dok. National Archives and Records Administration via Wikimedia Commons)

Semua berjalan dengan baik. Sang tokoh membacakan naskah pidatonya tanpa ada yang kurang.

Mendadak, ia berhenti. Di belakangnya, sang teman baik memintanya untuk membicarakan tentang mimpi besar. Kekuatan baru yang tak terduga, datang. Ia sudah tak mempedulikan naskahnya lagi.

Saya punya mimpi bahwa suatu hari, negara bagian Mississippi, negara bagian yang terik oleh panasnya ketidakadilan, yang terik oleh panasnya penindasan, akan berubah menjadi oasis kebebasan dan keadilan.

Saya punya mimpi bahwa keempat anak kecil saya, suatu hari nanti akan hidup di negara di mana mereka tidak akan dinilai dari warna kulit mereka, tetapi dari karakter mereka.

Saya punya mimpi hari ini!” ujarnya, disambut gemuruh sorak-sorai ratusan ribu hadirin yang datang, mengiyakan perkataannya.

Kalimat yang tak terduga, terucap begitu saja, pada akhirnya menjadi pidato legendaris sepanjang masa. Pidato yang mengubah bagian sejarah Amerika, membawanya menjadi orang termuda peraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1964.

Itulah pidato “I Have A Dream”, oleh Martin Luther King Jr.

Siapa Martin Luther King Jr.?

Elo mungkin bertanya-tanya, siapa sih Martin Luther King Jr.? Kok bisa, pidatonya jadi all time legendary?

So, Martin Luther King Jr. adalah pejuang besar hak-hak sipil. Dia tokoh yang legend banget dalam memperjuangkan hak-hak orang kulit hitam di Amerika Serikat era 1950-1960-an.

King justru lahir dalam keluarga yang bereputasi baik, harmonis, religius, ekonomi dan pendidikan juga oke. Apalagi, ayahnya, Martin Luther King Sr, merupakan pendeta yang disegani di kota kelahirannya, Atlanta.

Para tetangga King juga orang-orang Afrika-Amerika yang saling menjaga kerukunan. So, enggak ada masalah sama pergaulannya.

Namun, Martin Luther King Jr. baru merasakan kerasnya hidup ketika berusia 6 tahun. Suatu hari, King didatangi teman mainnya yang berkulit putih.

“King, sorry nih. Bukan maksud apa-apa, tapi bokap-nyokap gue enggak ngebolehin gue main lagi sama elo,” kata temannya itu.

“Hah, kenapa?” King penasaran.

“Ya…kan sekarang sistem sekolahnya terpisah, anak kulit putih dipisah dari anak kulit hitam. Jadinya, sekalian aja kita enggak main bareng lagi…”

Bagaimana Mimpi Martin Luther King Jr. Bisa Mengubah Dunia? 42
(Gif by tenor.com)

King enggak nyangka banget, kalau urusan warna kulit benar-benar mempengaruhi circle pertemanannya. Dia ngerasa enggak adil, dan auto sebel sama diskriminasi.

“Enggak bisa dibiarin. Mau kulit hitam, putih, semua setara! Lihat aja, suatu saat, gue bakal ngerubah sistem yang enggak adil ini,” tekad King dalam hati.

‘Diusir’ dari circle pertemanan karena perbedaan warna kulit bikin semangat King untuk memperjuangkan hak sipil semakin meningkat.

Setelah lulus dari Morehouse College pada tahun 1948, King ngabisin waktu 3 tahun buat belajar filosofi anti-kekerasan ala Mahatma Gandhi, di Crozer Theological Seminary, Pennsylvania. Udah tahu kan elo, siapa Mahatma Gandhi? Elo bisa baca di sini buat ngenal Gandhi lebih dalam.

Sejak saat itu, Martin Luther King Jr. getol banget buat menyerukan perlawanan terhadap diskriminasi kulit hitam di Amerika Serikat. Skill pidatonya yang mumpuni jadi nilai plus buat menyuarakan keresahannya itu kepada publik.

Bagaimana Mimpi Martin Luther King Jr. Bisa Mengubah Dunia? 43
Martin Luther King Jr. berpidato menentang Perang Vietnam, di Kampus St. Paul, University of Minnesota. (Foto: Minnesota Historical Society via Creative Commons)

Baca juga: Latar Belakang Politik Apartheid dan Dampaknya – Materi Sejarah Kelas 12

Perlawanan Dimulai

Pada tahun 1950-an, Undang-Undang Jim Crow lagi hits. UU ini membatasi orang Afrika-Amerika di AS bagian Selatan dalam hal pekerjaan, pendidikan, ngasih hak suara, sampai urusan naik bus.

Aturannya, orang kulit hitam yang duduk di bangku depan bus (atau di mana pun) harus ngasih bangku buat orang kulit putih yang baru datang. Terus, orang kulit hitam harus berdiri atau pindah ke bangku paling belakang.

Barangsiapa yang melanggar, bakalan ditangkap, didenda, dipenjara, atau bahkan dibunuh.

Ada dua kejadian pada Maret dan Desember 1955. Dua perempuan kulit hitam nggak mau ngasih bangku buat orang kulit putih yang baru aja masuk bus, dan karena itu mereka akhirnya ditangkap oleh aparat keamanan.

King yang waktu itu jadi pendeta, sebel banget mendengarnya. Dia langsung memimpin aksi boikot bus Montgomery, serta ngajak para aktivis dan warga kulit hitam buat nggak naik bus selama 385 hari.

Aksi boikot bus Montgomery bikin King mendirikan kelompok bernama Southern Christian Leadership Conference (SCLC). King dkk jadi lebih leluasa buat memperjuangkan kesetaraan hak orang Afrika-Amerika tanpa kekerasan.

Di manapun Martin Luther King Jr. denger kabar tentang diskriminasi kulit hitam, dia langsung otw buat mendukung aksi protes, meskipun harus masuk penjara.

Setelah keluar dari penjara, King datang ke pawai yang memprotes diskriminasi rasial di sekolah dan tempat kerja, 28 Agustus 1963. Bersama para aktivis dan simpatisan sekitar 250.000 orang, King nuntut pemerintah buat ngasih upah minimum yang sama untuk semua pekerja.

Hingga akhirnya, keluarlah pidato “I Have A Dream” yang gue ceritain di awal tadi.

Bagaimana Mimpi Martin Luther King Jr. Bisa Mengubah Dunia? 44
Pemandangan Lincoln Memorial pada 28 Agustus 1963.(Dok. US Government Photo via Wikimedia)

Baca juga: Oprah Winfrey, Miliarder Perempuan Afrika-Amerika Pertama di Abad 20

Pidato yang Mengubah Dunia

Pidato selesai, bukan berarti permasalahan selesai. Warga kulit hitam tetap ngasih tekanan ke pemerintah AS.

Mereka mendorong Presiden AS saat itu, Lyndon B. Johnson, buat ngesahin Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964. UU ini ngelarang diskriminasi dalam pekerjaan dan akomodasi publik berdasarkan ras, warna kulit, agama, atau asal kebangsaan.

Pidato “I Have A Dream” benar-benar impactful banget. Hasilnya, Presiden Johnson menandatangani UU tersebut pada 2 Juli 1964!

Bagaimana Mimpi Martin Luther King Jr. Bisa Mengubah Dunia? 45
Presiden Lyndon B. Johnson menandatangani Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964. Martin Luther King, Jr. menyaksikannya. (Dok. Cecil Stoughton, White House Press Office via Wikimedia)

Sayangnya, UU itu belum mengatur hak warga kulit hitam buat ngasih suara di Pemilu. Penerapan kesetaraan hak dari UU Hak Sipil juga enggak kelihatan.

Masih banyak orang kulit putih yang rasis, orang kulit hitam masih enggak punya hak suara, sampai ada aktivis hak sipil yang dibunuh.

Aksi protes kembali terjadi dalam Pawai Selma, 7 Maret 1965. King gabung dalam pawai itu. Mereka ingin, Undang-Undang Hak Suara tahun 1965 segera disahkan.

Finally, Presiden Johnson menandatangani UU Hak Suara pada 6 Agustus 1965. Warga kulit hitam punya hak suara di negara bagian manapun. Applause buat Martin Luther King Jr.!

Ditembaknya Martin Luther King Jr.

Perjuangan King buat hak warga sipil berakhir setelah 13 tahun, ketika dia dibunuh pada 4 April 1968. Saat itu, King lagi asyik nongki di balkon kamar Lorraine Motel, Memphis, Tennessee. Dia emang lagi nginep di situ, dalam rangka support aksi mogok kerja buruh sanitasi kulit hitam di sana.

Lagi enak-enak berdiri, rahang King ditembak dari kejauhan oleh James Earl Ray, mantan napi yang berkulit putih. King tewas seketika, meninggalkan duka bagi Amerika Serikat. 

Sejak 20 Januari 1986, Martin Luther King Jr. Day diperingati setiap hari Senin ketiga, pada bulan Januari, setiap tahunnya. Gak heran, mengingat perjuangan King selama 13 tahun yang mengubah AS, bahkan dunia. Elo bisa nonton perjuangannya itu dalam film Selma (2015).

Mungkin, tanpa adanya Martin Luther King Jr., diskriminasi rasial masih terus terjadi. Yang jelas, berkat King, manusia berwarna kulit apapun sekarang bisa main bareng, bahkan bersaudara. Barack Obama yang jadi presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat, mungkin bikin King tersenyum di alam sana.

Sebagai penutup, gue mau ngasih quote Martin Luther King Jr. favorit gue, yang bisa elo jadikan bahan renungan.

“Life’s most persistent and urgent question is, ‘What are you doing for others?”’

Baca Juga Artikel Lainnya

George W. Bush, Presiden Amerika Serikat yang Berperang Melawan Terorisme

Amerika Serikat, Pertapa yang Jadi Polisi Dunia (Bagian 1)

Amerika Serikat, Pertapa yang Jadi Polisi Dunia (Bagian 2)

Referensi

https://tirto.id/sejarah-pidato-martin-luther-king-yang-dorong-as-hapus-rasisme-cvrX

https://www.americanrhetoric.com/speeches/mlkihaveadream.htm

https://www.britannica.com/biography/Martin-Luther-King-Jr#ref3915

https://www.history.com/topics/black-history/civil-rights-movement#section_9

Bagikan Artikel Ini!